Humaniora

BSI Dorong Layanan Inklusif bagi Disabilitas di Seluruh Outlet

BSI memperluas layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM.

albadarpost.com, HUMANIORAPT Bank Syariah Indonesia Tbk terus memperluas layanan inklusif BSI bagi penyandang disabilitas. Kebijakan ini penting karena akses layanan keuangan masih belum sepenuhnya ramah bagi kelompok rentan. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menegaskan bahwa perseroan membuka kesempatan kerja sekaligus memperbaiki fasilitas layanan agar mudah diakses. Pernyataan itu disampaikan dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025.

Dalam acara tersebut, jajaran direksi hadir di sejumlah kantor cabang, mulai dari Jakarta, Bandung, hingga jaringan layanan lain. Mereka bertemu langsung dengan nasabah disabilitas serta pegawai yang telah bekerja di BSI. Saat ini, sedikitnya 13 pegawai disabilitas tercatat aktif di berbagai unit. Bagi manajemen, angka ini bukan akhir, tetapi bagian dari target jangka panjang untuk memperkuat rekrutmen inklusif.

Anggoro menjelaskan bahwa layanan inklusif BSI menjadi komitmen utama perseroan. Bank, katanya, tidak hanya menyediakan rekening dan pembiayaan, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas fisik dan digital mudah diakses. Ia menyebut bahwa BSI ingin menjadi lembaga keuangan syariah yang benar-benar dapat digunakan seluruh kelompok masyarakat tanpa hambatan. “Sebagai bank syariah inklusif, kami ingin layanan BSI dapat diakses semua elemen, termasuk teman-teman disabilitas,” ujarnya.

Layanan Ramah Disabilitas dan Fasilitas di 1.032 Outlet BSI

Upaya menyediakan layanan inklusif BSI sudah dilakukan secara bertahap. BSI memiliki 1.032 outlet yang diklaim telah memenuhi standar akses disabilitas. Setiap outlet memiliki jalur landai, toilet khusus, serta kursi roda. Fasilitas ini dipandang krusial karena banyak kantor layanan keuangan yang belum memenuhi syarat akses universal.

Untuk layanan transaksi mandiri, BSI menyiapkan sekitar 4.500 mesin ATM dan CRM. Angkanya mencakup 75 persen total mesin yang telah dilengkapi huruf Braille demi mendukung nasabah tunanetra. Menurut data internal BSI, penggunaan mesin Braille cenderung meningkat dalam tiga tahun terakhir seiring bertambahnya nasabah disabilitas.

Kebijakan layanan ramah disabilitas tidak hanya berhenti pada fasilitas dasar. BSI juga rutin menyediakan program mudik gratis setiap Idul Fitri menggunakan kendaraan yang dirancang khusus. Inisiatif ini menjadi salah satu program sosial yang mendapat respons positif karena membantu mobilitas penyandang disabilitas yang kerap menghadapi kesulitan transportasi jarak jauh.

Pembinaan UMKM Disabilitas Lewat Kolaborasi BSI Maslahat

BSI tidak hanya membuka lapangan kerja bagi penyandang disabilitas, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi melalui pembinaan UMKM. Kolaborasi dilakukan bersama BSI Maslahat dan jaringan BSI Agen. Program ini berfokus pada pelatihan, peningkatan akses pasar, hingga pendampingan pembiayaan mikro.

Baca juga: Kejari Bandung Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 12 Tahun Buron

Anggoro menyebut bahwa kelompok UMKM disabilitas selama ini berada pada posisi yang tidak selalu memperoleh dukungan permodalan memadai. Karena itu, ekosistem pembinaan ini dirancang agar pelaku usaha dapat mengembangkan produknya dan masuk ke pasar digital. BSI berharap bisa menjadi mitra finansial, sosial, dan spiritual bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama pelaku UMKM.

Ia menegaskan bahwa kebijakan layanan inklusif BSI sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) 10 tentang pengurangan kesenjangan. Bagi BSI, inklusi bukan sekadar program seremonial tahunan, tetapi bagian dari strategi bisnis yang memastikan keberlanjutan layanan finansial syariah.

Pada akhir pernyataannya, Anggoro menyampaikan pesan dukungan bagi seluruh penyandang disabilitas agar tetap mandiri dan terus berkarya. Upaya menuju akses layanan keuangan yang setara, katanya, hanya dapat diwujudkan melalui keberlanjutan kebijakan dan keterlibatan publik.

BSI memperkuat layanan inklusif bagi disabilitas melalui rekrutmen, fasilitas ramah akses, dan pembinaan UMKM untuk memperluas keadilan layanan keuangan. (Red/Asep Chandra)


Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button