Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pengobatan Alternatif Ciamis Berujung Tersangka, Nasib Pasien Disorot

Pengobatan Alternatif Ciamis Berujung Tersangka, Nasib Pasien Disorot

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 97
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAHPengobatan Alternatif Ciamis kembali menjadi perhatian publik setelah polisi menetapkan pemilik sekaligus pengelola balai pengobatan tradisional berinisial A sebagai tersangka. Kasus pengobatan tradisional di Ciamis itu kini tidak hanya berfokus pada proses hukum, tetapi juga pada keselamatan para pasien yang masih menjalani perawatan di lokasi.

Langkah tersebut menandai babak baru dalam penanganan kasus pengobatan alternatif Ciamis. Selain mengusut dugaan penelantaran pasien, aparat kepolisian bersama pemerintah daerah bergerak memastikan setiap pasien memperoleh penanganan medis dan pendampingan sosial yang layak.

Hasil Visum Jadi Dasar Penetapan Tersangka

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ciamis menetapkan A sebagai tersangka setelah mengumpulkan sejumlah alat bukti dan berkoordinasi dengan tim dokter forensik RSUD Kota Banjar.

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Carsono, menjelaskan bahwa pemeriksaan visum luar terhadap salah seorang korban menemukan sejumlah luka yang mengarah pada dugaan penelantaran selama menjalani pengobatan.

“Hasil pemeriksaan dokter forensik menunjukkan adanya luka di bagian perut sebelah kanan serta luka pada kaki. Secara visum luar terdapat indikasi pembiaran ataupun penelantaran terhadap pasien yang menjalani pengobatan di tempat tersebut,” ujar Carsono saat memberikan keterangan di Media Center Polres Ciamis.

Temuan itu menjadi dasar penyidik menaikkan status hukum A menjadi tersangka. Polisi menjeratnya dengan Pasal 474 dan Pasal 428 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 terkait dugaan pembiaran dan penelantaran terhadap pasien.

Meski demikian, proses hukum masih berjalan. Penetapan tersangka tersebut akan melalui tahapan penyidikan lanjutan hingga proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Polisi Bergerak Lindungi Pasien yang Masih Dirawat

Di sisi lain, perhatian aparat kini tertuju pada kondisi pasien yang masih berada di balai pengobatan alternatif Ciamis.

Pendataan sementara menunjukkan bahwa pasien tidak hanya berasal dari Kabupaten Ciamis, tetapi juga dari Kabupaten Tasikmalaya. Karena itu, Polres Ciamis mempercepat koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis agar seluruh pasien memperoleh layanan kesehatan sesuai kebutuhannya.

Menurut Carsono, proses pendataan masih berlangsung. Setelah data selesai diverifikasi, pemerintah daerah bersama kepolisian akan menentukan langkah lanjutan, termasuk penanganan medis maupun sosial terhadap para pasien.

“Kami sedang melakukan pendataan. Ada pasien dari Kabupaten Ciamis dan juga dari Kabupaten Tasikmalaya. Dalam beberapa hari ke depan kami akan berkoordinasi untuk menentukan langkah tindak lanjut terhadap tempat pengobatan alternatif tersebut,” katanya.

Langkah itu diharapkan mampu memastikan tidak ada pasien yang kehilangan akses terhadap layanan kesehatan setelah proses hukum berjalan.

Penyidikan Terus Berkembang, Polisi Dalami Kemungkinan Unsur Pidana Lain

Selain memproses tersangka, penyidik juga terus mengembangkan perkara tersebut.

Polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain maupun keterlibatan pihak lain dalam pengelolaan balai pengobatan tradisional itu. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan saksi, pengumpulan dokumen, serta analisis terhadap seluruh barang bukti yang telah diamankan.

Selanjutnya, hasil penyidikan akan menjadi dasar untuk menentukan ada atau tidaknya pihak lain yang dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum.

Sementara itu, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian berkomitmen mengawasi proses penanganan pasien sekaligus mengevaluasi operasional tempat pengobatan alternatif agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa setiap layanan kesehatan, termasuk pengobatan alternatif, tetap harus mengutamakan keselamatan, hak, dan martabat pasien. Pengawasan yang konsisten serta kepatuhan terhadap aturan menjadi kunci agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tetap terjaga.

Proses hukum memang sedang berjalan. Namun, yang paling penting saat ini bukan hanya mengungkap siapa yang bertanggung jawab, melainkan memastikan setiap pasien memperoleh perlindungan, perawatan, dan haknya sebagai manusia. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hibah Pemkot Bandung

    Dari Mobil hingga Gorden, Hibah Pemkot Bandung untuk Kejari Diuji Kepatutan

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kota Bandung memberikan hibah barang senilai sekitar Rp3,12 miliar kepada Kejaksaan Negeri Kota Bandung. Hibah itu mencakup kendaraan operasional, perangkat elektronik, perlengkapan ruang kerja, hingga gorden. Data yang dimiliki redaksi menunjukkan nilai terbesar terdapat pada kendaraan roda empat dengan anggaran sekitar Rp1,276 miliar. Hibah meubelair mencapai Rp890,88 juta, sedangkan pengadaan […]

  • Pendidikan Karakter

    Pesan Diky untuk Lulusan SD: Akhlak Lebih Berharga dari Nilai

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tepuk tangan bergema di aula saat satu per satu siswa Kelas 6 melangkah menuju akhir perjalanan mereka di bangku sekolah dasar. Di antara senyum bangga para orang tua, terselip mata yang mulai berkaca-kaca. Momen pelepasan siswa memang selalu menghadirkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Namun dalam acara pelepasan siswa SD […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • Resep Bubur Syuro

    Rahasia Bubur Syuro Kampung yang Sulit Ditiru

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 171
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Resep Bubur Syuro selalu menjadi perbincangan ketika Muharram atau Tahun Baru Islam tiba. Bubur Syuro, yang juga dikenal sebagai Bubur Suro di sebagian wilayah Sunda, bukan hanya makanan tradisional. Di banyak kampung Tasikmalaya, kuliner ini menjadi bagian dari tradisi yang menyatukan warga dari berbagai usia dalam satu suasana penuh kebersamaan. Menjelang malam […]

  • Petugas polisi melakukan olah TKP penemuan mayat pria di dalam selokan wilayah Cibatu, Garut, Jawa Barat.

    Identitas Misterius! Pria Ditemukan Tewas di Selokan Garut

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 142
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH -Penemuan mayat di selokan Garut menggegerkan warga Kampung Salagedang, Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Kabupaten Garut, Jumat pagi, 1 Mei 2026. Sosok pria tanpa identitas awal itu ditemukan tergeletak di dalam saluran air saat warga memeriksa kondisi selokan yang selama ini kerap menjadi tempat pembuangan sampah. Peristiwa tersebut langsung menarik perhatian warga sekitar. […]

  • penipuan perekrutan kerja

    Rute Gelap Perekrutan: Jejak 13 Pekerja Jabar dari Janji Sawit hingga Terlantar di Kalbar

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 277
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Di sebuah ruang kecil di Polda Kalimantan Barat, tiga belas wajah itu duduk menunggu kabar pemulangan. Mereka berasal dari Garut dan Tasikmalaya, dua kabupaten yang melahirkan banyak perantau muda. Perjalanan mereka menuju Kalimantan berawal dari janji yang tampak sederhana: pekerjaan sebagai buruh sawit dengan upah yang cukup untuk menutup kebutuhan keluarga. Janji […]

expand_less