Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital.

Air Bah Sunyi di Dunia Digital

albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku dan korban melalui platform digital. Perkenalan singkat itu kemudian berkembang menjadi komunikasi intens yang berakhir pada peristiwa tragis.

Peristiwa ini menyoroti ruang digital yang selama ini tumbuh cepat tetapi tidak dibarengi proteksi yang memadai. Keluarga, sekolah, dan pemerintah kembali dihadapkan pada pertanyaan lama: sejauh mana anak-anak aman saat menggunakan media sosial?

Kasus Purwakarta bukan yang pertama. Laporan Kominfo dan lembaga perlindungan anak menunjukkan lonjakan kasus eksploitasi digital pada dua tahun terakhir. Ruang virtual berubah menjadi ruang tanpa pagar, tempat anak mudah dijangkau, dipengaruhi, dan dimanipulasi oleh orang dewasa yang berniat buruk.


Jejak Komunikasi Digital dan Kebutuhan Pengawasan

Interaksi antara korban dan tersangka, sebagaimana disampaikan kepolisian, bermula dari percakapan media sosial. Komunikasi digital berlangsung intens selama beberapa pekan sebelum keduanya bertemu. Di titik inilah risiko media sosial kembali muncul sebagai faktor penting—ruang percakapan privat yang sulit diawasi.

Kepolisian Purwakarta menyatakan pemeriksaan masih berjalan dan sejumlah barang bukti digital disita. Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memeriksa komunikasi, pergerakan, serta rekam digital yang dinilai relevan. Proses hukum berjalan dengan sejumlah pasal berlapis, tetapi kasus ini kembali membuka lubang besar dalam perlindungan anak di ranah daring.

Sementara itu, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dalam laporan tahunannya mencatat lebih dari 1.100 kasus kejahatan siber terhadap anak sepanjang 2024–2025. Bentuk ancaman beragam, mulai dari perundungan digital, penipuan, eksploitasi, hingga manipulasi psikologis. Media sosial tidak pernah sekadar ruang ekspresi; ia adalah ruang interaksi penuh risiko bagi anak-anak yang belum memahami konsekuensinya.

Beberapa pakar keamanan digital menyebut fenomena ini sebagai “akses tanpa pagar”—kondisi ketika anak memiliki gawai pribadi tanpa pengawasan, sementara platform digital tidak menyediakan proteksi yang cukup kuat untuk pengguna di bawah umur.


Kebijakan Publik Dinilai Tertinggal

Kasus Purwakarta mendorong kembali desakan agar pemerintah mempercepat regulasi dan pengawasan yang melibatkan banyak pihak. Sistem edukasi digital di sekolah masih minim, sementara sebagian besar orang tua tidak memiliki pengetahuan memadai tentang keamanan daring.

Minimnya kontrol platform juga ikut memperbesar risiko. Sejumlah platform media sosial global masih membolehkan pengguna di bawah 18 tahun memiliki akun pribadi tanpa verifikasi identitas. Sementara itu, fitur pesan privat dan rekomendasi algoritmik membuat anak-anak mudah terhubung dengan pengguna dewasa yang tidak dikenal.

Pakar kebijakan digital Universitas Padjadjaran menilai perlindungan anak harus menjadi prioritas karena risiko media sosial meningkat cepat seiring penetrasi internet di desa dan kota kecil. “Aparat bisa menetapkan tersangka, tetapi pencegahan tetap kunci. Sistem pengamanan digital kita tertinggal,” ujarnya.

Pemerintah daerah Purwakarta mengaku akan memperkuat langkah preventif dengan kampanye perlindungan anak di media sosial, termasuk bekerja sama dengan sekolah dan lembaga perlindungan anak. Namun, hingga kini belum ada rancangan kebijakan konkret yang diumumkan.


Urgensi Edukasi Digital di Rumah dan Sekolah

Pakar psikologi perkembangan menyatakan anak usia SMP sangat rentan terhadap manipulasi karena identitas sosial mereka masih berkembang. Ketika media sosial menjadi ruang interaksi utama, kemampuan membedakan risiko ikut goyah.

Sekolah dinilai perlu memasukkan literasi digital sebagai kurikulum wajib, bukan program tambahan. Pengawasan juga perlu berbasis komunitas, bukan hanya keluarga inti mengingat banyak anak mengakses internet melalui WiFi publik, rumah kerabat, atau gawai teman.

Di sisi lain, orang tua pun harus memahami bahwa pengawasan gawai bukan bentuk pengendalian berlebih, tetapi proteksi dasar. Kebiasaan menunda pembicaraan penting tentang batasan digital membuat anak menanggung risiko sendiri.

BACA JUGA: KPK Telusuri Mekanisme Suap dalam Jabatan Sekda Ponorogo

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) juga telah meminta pemerintah daerah memperkuat Sistem Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM). Namun implementasinya sering tersendat oleh minimnya sumber daya dan koordinasi.

Kasus Purwakarta menegaskan risiko media sosial pada anak kian nyata. Perlindungan digital harus diperkuat agar tragedi serupa tidak kembali berulang. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bakso Daging Kurban

    Rahasia Bakso Daging Kurban yang Kenyal, Ternyata Bukan pada Tepungnya

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pasca Idul Adha, tidak sedikit keluarga mulai mencari cara mengolah bakso daging kurban agar lebih awet dan praktis. Selain sate, gulai, atau rendang, bakso menjadi salah satu pilihan favorit karena bisa disimpan dalam freezer dan dinikmati kapan saja. Menariknya, banyak orang mengira rahasia bakso yang kenyal terletak pada banyaknya tepung yang digunakan. […]

  • PM AAS Tasikmalaya

    PM AAS Masuk Tasikmalaya, Hasil Panen Jadi Ujian Berikutnya

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PM AAS Tasikmalaya mulai diterapkan di lahan pertanian Kelompok Tani Gunung Golong, Kampung Ujungsari RW 17, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Penerapan sistem pertanian modern itu menjadi bagian dari dorongan pemerintah daerah terhadap penggunaan teknologi di sektor pertanian. Namun, ada satu pertanyaan yang lebih penting daripada sekadar bagaimana teknologi tersebut […]

  • Strategi UMKM

    Dari Modal Kecil Jadi Omzet Besar, Ini Strategi UMKM Paling Efektif

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 250
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak pelaku usaha mencari strategi UMKM yang benar-benar bekerja untuk mengembangkan bisnis kecil menjadi besar. Di tengah persaingan digital yang semakin ketat, strategi bisnis UMKM, pengembangan usaha kecil, serta cara meningkatkan omzet kini menjadi topik paling dicari oleh pelaku usaha di Indonesia. Menariknya, sejumlah UMKM justru berhasil naik kelas bukan karena modal […]

  • Thomas Tuchel

    Tuchel Tetap Yakin Meski Inggris Gagal ke Final

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Dilansir dari AFP, pelatih Timnas Inggris Thomas Tuchel tetap mempertahankan keputusan taktiknya setelah Inggris kalah 1-2 dari Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu waktu setempat. Kekalahan tersebut sekaligus mengakhiri langkah Three Lions menuju final dan memperpanjang penantian mereka untuk kembali tampil di partai puncak sejak menjadi juara dunia pada 1966. […]

  • Ilustrasi seseorang membersihkan panci dan talenan bekas olahan daging kurban di dapur.

    Kenapa Bau Daging Kurban Sulit Hilang? Ini 5 Cara Membersihkannya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 251
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau daging kurban sering menempel cukup lama di alat-alat masak setelah Idul Adha. Mulai dari panci, talenan, pisau, blender, hingga wajan kadang masih menyisakan aroma khas daging meski sudah dicuci berkali-kali. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Apalagi jika dapur dipakai memasak banyak olahan kurban sekaligus dalam satu hari. Di beberapa rumah, […]

  • Idul Adha

    Idul Fitri vs Idul Adha, Mana Lebih Agung? Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    aaalbadarpost.com, HIKMAH – Malam takbiran di banyak kampung di Indonesia hampir selalu punya pola yang sama. Jalanan mendadak padat. Anak-anak berlarian membawa obor. Panci dipukul seadanya. Di teras rumah, sebagian ibu masih sibuk mengaduk opor sambil sesekali mengecek rendang yang belum benar-benar matang. Televisi tetap menyala meski tak ada yang benar-benar menonton. Sementara dari kejauhan, […]

expand_less