Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

Kesbangpol Jabar Perketat Pencegahan Radikalisme Digital di Lingkungan Remaja

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
  • visibility 187
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital yang menyasar anak muda melalui game dan algoritma media sosial.


albadarpost.com, PELITA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Jawa Barat memperketat langkah pencegahan radikalisme digital yang kini menyasar anak muda melalui pola penyusupan baru, termasuk konten video gim dan algoritma media sosial. Perubahan strategi ini penting karena kanal rekrutmen ekstrem bukan lagi tatap muka, melainkan masuk lewat ruang digital yang tidak diawasi orang dewasa.

Kepala Kesbangpol Jabar, Wahyu Mijaya, menyampaikan bahwa ancaman ekstremisme berkembang lebih halus dibanding lima atau sepuluh tahun lalu. Menurutnya, platform video gim mulai dimanfaatkan untuk membentuk persepsi kekerasan sebelum disusupi ideologi teror. “Terorisme sekarang sudah masuk melalui berbagai game yang dimainkan anak-anak. Setelah diarahkan pada kekerasan, kemudian masuk pada pemahaman terorisme,” ujarnya dalam keterangan di Kuningan, Jawa Barat.

Pada beberapa model gim, Wahyu mengatakan terdapat simulasi yang menyerupai pembuatan bahan peledak. Praktik itu menjadi saluran baru bagi narasi ekstrem, yang sulit dipantau karena tidak muncul dalam ruang publik seperti forum terbuka atau kelompok pengajian.


Pola Penyusupan dan Kerentanan Anak Muda

Kesbangpol Jabar menilai radikalisme digital memanfaatkan fase psikologis anak muda yang masih mencari identitas. Minimnya kemampuan menyaring informasi membuat mereka mudah menerima narasi manipulatif yang dikemas sebagai hiburan. Disebutkan, algoritma media sosial memperkuat proses itu karena terus mendorong konten bernuansa negatif atau kekerasan kepada pengguna yang sudah berinteraksi dengan tema serupa.

“Kalau algoritma terus memasukkan isu negatif kepada anak-anak, itu akan menjadi pemahaman mereka. Di era post-truth, kebenaran sering dianggap berdasarkan seberapa masif isu itu beredar, bukan faktanya,” kata Wahyu. Menurutnya, pola ini membentuk persepsi yang keliru karena anak muda tidak lagi mencari keabsahan sumber informasi, melainkan mengikuti tren yang tampak dominan.

Pada level teknis, radikalisme lama membutuhkan rekrutmen tatap muka. Pendekatan baru sepenuhnya digital dan jauh lebih sulit diidentifikasi. Kontak pertama sering dimulai melalui komentar anonim atau fitur obrolan di game daring. Dari sana, penyusupan berlanjut ke komunitas tertutup, di mana wacana ekstrem dikembangkan secara bertahap.


Program Pencegahan Bersama Densus 88

Untuk menekan risiko eskalasi radikalisme digital, Kesbangpol Jabar tengah menyusun program pencegahan bersama Densus 88 Antiteror. Program ditargetkan menjangkau siswa tingkat sekolah yang dianggap paling rentan terhadap narasi ekstrem di internet. Pendekatan ini menyasar dua lapis: edukasi dasar terhadap siswa, dan peringatan dini terhadap materi digital yang berisiko.

Baca juga: Pemerintah Hapus Bukti Tanah Adat Mulai 2026, Warga Wajib Sertifikasi

Wahyu mengatakan upaya edukasi tidak cukup hanya untuk anak muda. Kesbangpol menilai para ibu memiliki peran pengawasan signifikan. “Jika ibu terpapar, dampaknya bisa langsung menjangkau anak-anak. Ini menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya. Dalam banyak kasus, orang tua tidak menyadari bahwa konten berbahaya masuk melalui perangkat rumah tangga: ponsel, PC, atau konsol game.

Selain pelatihan literasi digital, Kesbangpol Jabar menekankan peran pendidikan karakter sebagai fondasi utama pencegahan. Wawasan kebangsaan ditekankan sebagai pijakan nilai, bukan sekadar materi hafalan. “Kalau jati diri mereka kuat, sebesar apa pun pengaruh luar, mereka tetap punya pijakan yang benar,” kata Wahyu.

Pendekatan ini menempatkan fase psikologis remaja sebagai variabel utama. Penguatan identitas kultural dan moral dianggap lebih efektif dibanding sekadar pembatasan akses teknologi. Kebijakan represif, seperti pemblokiran gim, berisiko kontra produktif karena akan memindahkan aktivitas ekstrem ke ruang digital lain yang lebih tertutup.


Analisis Dampak dan Tantangan Implementasi

Kebijakan pencegahan radikalisme digital di Jawa Barat merefleksikan tantangan baru dalam pengelolaan ruang siber. Algoritma media sosial berperan sebagai percepatan distribusi wacana ekstrem. Jika model konsumsi konten tidak dikontrol, remaja terbiasa menyerap pola pikir berbasis kekerasan tanpa memahami konsekuensinya.

Keterlibatan Densus 88 menunjukkan pemerintah mulai menggeser langkah dari sekadar edukasi ke pencegahan berbasis intelijen. Namun, persoalan utama tetap pada titik pengawasan. Rekrutmen digital berlangsung cepat, terfragmentasi, dan sering kali melewati platform yang tidak dipahami orang tua atau guru.

Pemerintah daerah tidak menjelaskan secara detail mekanisme pemantauan konten, termasuk indikator bahaya atau standar pelaporan. Tanpa pedoman teknis yang jelas, sekolah berpotensi mengalami kesulitan dalam membedakan ruang ekspresi kreatif dan tanda awal penyusupan ekstremisme. Tantangan ini akan menentukan efektivitas program ke depan.

Kesbangpol Jabar memperketat pencegahan radikalisme digital. Anak muda menjadi target utama perlindungan melalui edukasi sekolah dan penguatan karakter. (Red/Asep Chandra)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi percakapan grup WhatsApp yang membahas keburukan orang lain menurut hukum Islam tentang ghibah.

    Tanpa Disadari, Banyak Orang Melakukan Ghibah di Grup WhatsApp

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Fenomena ghibah WhatsApp kini semakin sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Obrolan di grup WA keluarga, komunitas, kantor, hingga tongkrongan kadang berubah menjadi pembahasan keburukan orang lain tanpa disadari. Padahal, dalam ajaran Islam, ghibah atau menggunjing termasuk perbuatan yang dilarang dan memiliki konsekuensi dosa yang serius. Ironisnya, banyak orang menganggap percakapan di grup […]

  • Sekolah Rakyat

    Masa Depan Sekolah Rakyat dan Arah Pembenahan Layanan Pendidikan Sosial

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Sekolah Rakyat diperkuat sebagai layanan pendidikan sosial. Fokus pada akses, kualitas belajar, dan dampak bagi keluarga miskin. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kunjungan pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) dan Pemerintah Kota Tasikmalaya ke Sekolah Rakyat Integrasi 41, Jumat (21/11/2025), memberi gambaran baru tentang arah reformasi pendidikan berbasis layanan sosial. Di balik kunjungan singkat tersebut terdapat isu besar yang […]

  • Kebakaran Pabrik Cobek

    Diduga Gara-Gara Puntung Rokok, Pabrik Cobek Tamansari Dilalap Api

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kebakaran pabrik cobek kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya setelah sebuah pabrik produksi cobek kayu di wilayah Sukahurip, Kecamatan Tamansari, terbakar pada Kamis (11/6/2026) dini hari. Ironisnya, kobaran api diduga berawal dari sesuatu yang terlihat sepele: puntung rokok yang belum padam sempurna. Peristiwa kebakaran pabrik cobek tersebut terjadi di kawasan Ciwaas […]

  • Pendaftaran Polri 2026

    Resmi Dibuka! Pendaftaran Polri 2026 Gratis, Ini Link dan Jadwalnya

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendaftaran Polri 2026 akhirnya resmi dibuka dan langsung menjadi perhatian banyak calon peserta di seluruh Indonesia. Informasi mengenai link pendaftaran Polri 2026, syarat masuk polisi, serta jadwal seleksi kini ramai dicari masyarakat, terutama generasi muda yang ingin berkarier sebagai anggota kepolisian. Banyak calon pendaftar bahkan mengaku baru mengetahui pembukaan rekrutmen tersebut […]

  • Miras Ciamis

    Santri Bongkar Gudang Miras di Ciamis, Desak Pemda Tetapkan Darurat Miras

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 186
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus miras Ciamis kembali menjadi sorotan setelah kelompok santri dan ulama yang tergabung dalam aksi hisbah atau amar ma’ruf nahi mungkar membongkar sejumlah titik penyimpanan minuman keras di wilayah Kabupaten Ciamis. Dalam hampir dua pekan terakhir, razia dilakukan di berbagai lokasi yang diduga menjadi gudang penyimpanan miras ilegal hingga tempat praktik […]

  • Viral Salat Latsarmil

    Viral Salat Wanita Latsarmil, Ini Penjelasan Fikih Islam

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Sebuah video viral salat Latsarmil yang memperlihatkan sejumlah perempuan melaksanakan salat berjamaah wanita sambil mengenakan seragam Latihan Dasar Militer (Latsarmil) menjadi perbincangan di media sosial. Video yang diunggah akun Instagram news_kurangakurat6 pada 30 Juni 2026 itu telah memperoleh lebih dari 417 tanda suka dan lebih dari 513 komentar saat artikel ini ditulis. […]

expand_less