Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, Ini Aturan ASUH yang Wajib Diketahui

Kurban Bukan Sekadar Menyembelih, Ini Aturan ASUH yang Wajib Diketahui

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 29 menit yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang Idul Adha, suasana di banyak kampung mulai berubah pelan-pelan. Kandang sementara berdiri di halaman masjid. Tali tambang digantung di pagar. Rumput hijau menumpuk di sudut teras musala. Sementara anak-anak kecil biasanya mulai sibuk menebak-nebak sapi mana yang paling besar.

Pagi hari terasa berbeda.

Suara kambing terdengar lebih sering dari biasanya. Kadang bercampur dengan bunyi ember plastik yang diseret di lantai semen basah selepas Subuh.

Namun di tengah suasana itu, masih banyak masyarakat yang belum memahami konsep Kurban ASUH. Padahal panduan kurban ini sangat penting agar penyembelihan tetap halal, higienis, aman, dan tidak menyiksa hewan.

Kurban ASUH sendiri merupakan prinsip penyembelihan hewan yang memperhatikan aspek Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Selain sesuai syariat Islam, konsep ini juga menjaga kualitas daging serta kesehatan masyarakat.

Dan sebenarnya, Islam sudah mengajarkan hal itu jauh sebelum istilah ASUH dikenal luas.

Islam Mengajarkan Menyembelih dengan Cara yang Baik

Banyak orang mengira kurban hanya soal menyembelih lalu membagikan daging. Padahal Islam sangat memperhatikan prosesnya.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian menyembelih, maka sembelihlah dengan cara yang baik.”
(HR Muslim)

Karena itu, hewan tidak boleh dipukul, ditakut-takuti, atau diperlakukan kasar sebelum disembelih.

Di beberapa lokasi kurban, sapi kadang terlihat gelisah ketika terlalu banyak orang mengerubungi area penyembelihan. Ada juga hewan yang terus menarik tali karena mendengar suara besi jatuh atau teriakan warga yang terlalu ramai.

Kelihatannya sepele.

Tapi kondisi stres pada hewan bisa memengaruhi kualitas daging.

Karena itu konsep kesejahteraan hewan menjadi bagian penting dalam Kurban ASUH.

Hewan Kurban Perlu Diistirahatkan Sebelum Disembelih

Salah satu poin penting dalam panduan Kurban ASUH adalah puasa makan sebelum penyembelihan.

Hewan dianjurkan beristirahat sekitar 12 jam sebelum disembelih. Namun air minum tetap harus tersedia.

Tujuannya bukan menyiksa hewan. Justru agar kondisinya lebih tenang saat proses penyembelihan berlangsung.

Di beberapa kampung, sapi biasanya sudah diikat sejak malam di area yang lebih teduh. Sebagian warga bahkan sengaja menutup bagian samping kandang dengan terpal agar hewan tidak terlalu stres melihat keramaian sekitar.

Sementara itu, anak-anak kecil sering datang sambil membawa rumput sisa dari sawah atau kebun dekat rumah. Ada yang memotret sapi kurban dengan ponsel ayahnya. Ada juga yang diam-diam mundur ketika hewan mulai bergerak mendadak.

Suasananya ramai. Tapi hangat.

Kadang menjelang pagi, aroma rumput basah bercampur tanah lembap mulai terasa kuat di sekitar halaman masjid. Di sudut lain, beberapa panitia tampak mengasah pisau pelan-pelan sambil menyeruput kopi hitam yang mulai dingin.

Mungkin justru di situ letak kurban yang sering luput diperhatikan orang.

Ada gotong royong. Ada empati. Dan ada adab terhadap makhluk hidup.

Pisau Tajam dan Sekali Ayun Sangat Penting

Islam juga menekankan penggunaan pisau yang sangat tajam agar hewan tidak tersiksa.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tajamkanlah pisaumu dan tenangkan hewan sembelihanmu.”
(HR Muslim)

Karena itu proses penyembelihan idealnya dilakukan dengan sekali ayun dan memotong saluran utama:

  • trakhea,
  • esofagus,
  • vena jugularis,
  • dan arteri karotis.

Pisau yang tumpul justru membuat proses lebih lama dan menambah rasa sakit pada hewan.

Sayangnya, hal ini masih sering dianggap sepele.

Masih ada panitia yang memakai alat seadanya tanpa benar-benar mengecek ketajamannya terlebih dahulu. Padahal inti kurban bukan sekadar menyembelih hewan.

Ada tanggung jawab moral di dalamnya.

Area Penyembelihan Harus Bersih dan Tidak Membuat Hewan Panik

Selain teknik penyembelihan, kondisi lokasi kurban juga perlu diperhatikan.

Area bongkar muat sebaiknya dipisahkan dari tempat penyembelihan. Hewan yang belum disembelih juga jangan dipaksa melihat proses penyembelihan hewan lain.

Karena hewan bisa mengalami tekanan.

Di beberapa tempat, panitia mulai menggunakan terpal khusus agar darah tidak mengalir sampai jalan warga. Sebagian pemuda juga rutin menyiram lantai supaya area tidak licin dan bau menyengat tidak terlalu kuat menjelang siang.

Meski sederhana, hal-hal kecil seperti itu menunjukkan bahwa masyarakat mulai memahami makna kurban secara lebih utuh.

Bukan hanya ritual tahunan.

Tetapi juga tentang kepedulian, kebersihan, dan cara manusia memperlakukan kehidupan.

Dan entah kenapa, setiap Idul Adha selalu ada momen kecil yang sulit dijelaskan. Ketika takbir masih terdengar dari pengeras suara masjid, sementara seekor sapi berdiri tenang beberapa meter di depannya. Ada rasa haru yang datang sebentar. Lalu hilang lagi.

Kurban Bukan Hanya Tentang Daging

Pada akhirnya, kurban bukan sekadar soal berapa banyak sapi atau kambing yang disembelih.

Lebih dari itu, kurban mengajarkan manusia tentang empati, tanggung jawab, dan keikhlasan.

Islam tidak mengajarkan ibadah dengan cara kasar. Bahkan kepada hewan pun, manusia tetap diperintahkan berlaku baik.

Karena itu, semakin tinggi ketakwaan seseorang, seharusnya semakin lembut pula cara ia memperlakukan makhluk hidup.

Sebab dalam kurban, yang diuji sebenarnya bukan hanya ketajaman pisau manusia. Tetapi juga kelembutan hati manusianya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kebijakan pendidikan

    Wakil Bupati Hadiri Pelantikan Rektor IAIT

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menegaskan posisi perguruan tinggi sebagai bagian dari kebijakan pendidikan daerah. Penegasan itu disampaikan melalui kehadiran Wakil Bupati Tasikmalaya dalam pelantikan Rektor Institut Agama Islam Tasikmalaya (IAIT) periode 2026–2031, Selasa (13/1/2026). Pelantikan yang berlangsung di Aula IAIT tersebut menetapkan Dr. Ade Zaenul Mutaqin, M.Ag. sebagai rektor baru. Agenda ini […]

  • Strategi Perang Nabi

    Strategi Perang Nabi: Konsolidasi Kekuasaan di Tengah Krisis Abad ke-7

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 71
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Membaca Strategi Perang Nabi tanpa konteks geopolitik sama seperti membaca peta tanpa legenda. Perang-perang yang dipimpin Muhammad di Madinah tidak terjadi dalam ruang kosong. Ia berlangsung ketika kawasan Arab berada di persimpangan dua imperium besar yang sedang melemah: Bizantium dan Persia. Sejarawan Amerika, Fred M. Donner, dalam kajiannya tentang komunitas awal Islam, […]

  • kompensasi pekerja tambang

    Keadilan Pajak Daerah: Dedi Mulyadi Janjikan Reformasi Pajak dan Upah di Jawa Barat

    • calendar_month Minggu, 26 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Dedi Mulyadi dorong keadilan pajak daerah dan perbaikan sistem upah untuk industri di Jawa Barat. albadarpost.com, LENSA – Keadilan Pajak Daerah kembali menjadi isu utama dalam forum dialog antara Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan para pengusaha yang digelar akhir pekan ini. Dedi menegaskan pentingnya pembenahan sistem pajak dan penataan upah sebagai langkah memperbaiki hubungan […]

  • kesederhanaan pesantren

    Bukan Sekadar Sederhana: 9 Nilai Pesantren yang Mengubah Cara Hidup Anak

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 54
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kesederhanaan pesantren menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter santri. Nilai ini bukan sekadar gaya hidup hemat, melainkan bagian dari nilai hidup sederhana di pesantren yang mengajarkan ketahanan, keikhlasan, dan kemandirian. Menariknya, di tengah sorotan modernisasi pendidikan, banyak aspek kesederhanaan ini justru jarang diangkat media, padahal dampaknya sangat besar terhadap pembentukan mental generasi […]

  • Tasawuf Nafsu

    Tasawuf vs Nafsu: Rahasia Menaklukkan Diri yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tasawuf nafsu kini kembali ramai dibicarakan. Di tengah tekanan hidup modern, banyak orang mulai mencari cara mengendalikan diri melalui pendekatan spiritual. Tasawuf nafsu, atau pengendalian hawa nafsu dalam ajaran tasawuf, sering juga disebut sebagai latihan penyucian jiwa (tazkiyatun nafs). Konsep ini tidak hanya bicara agama, tetapi juga menyentuh aspek psikologi dan ketenangan […]

  • Pemain muslim top dunia Mohamed Salah, Karim Benzema, Sadio Mane, Antonio Rudiger, dan Ousmane Dembele di liga sepak bola profesional

    5 Pemain Muslim Top Dunia, Tetap Bersinar Saat Ramadan

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Sepak bola dunia terus melahirkan banyak bintang dari berbagai latar belakang. Menariknya, pemain muslim top dunia kini semakin banyak menghiasi liga sepak bola elite. Para bintang sepak bola muslim ini tidak hanya tampil konsisten di kompetisi tertinggi, tetapi juga tetap menjalankan identitas dan nilai yang mereka pegang. Selain itu, keberhasilan mereka […]

expand_less