Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

Kesaktian Pancasila: Refleksi dan Tantangan Bangsa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 1 Okt 2025
  • visibility 224
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, PERSPEKTIF. Pagi ini, bangsa Indonesia kembali mengenang Kesaktian Pancasila lewat upacara kenegaraan di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya. Di tengah keragaman tantangan zaman, momentum 1 Oktober 2025 menjadi cermin agar nilai-nilai dasar bangsa tak luntur, tapi kokoh sebagai fondasi persatuan.

Sejarah dan Latar Peringatan

Peringatan Kesaktian Pancasila setiap tanggal 1 Oktober lahir dari kisah kelam 30 September 1965, ketika peristiwa G30S/PKI mengguncang dasar ideologi bangsa. Menurut catatan sejarah, delapan perwira tinggi dan satu anak tewas dalam upaya kudeta yang mencoba menggantikan Pancasila dengan ideologi lain.

Pada periode selanjutnya, sejak Orde Baru, Presiden Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 153 Tahun 1967 yang menetapkan 1 Oktober sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Pemerintah menetapkan bahwa peringatan ini dilaksanakan secara khidmat oleh seluruh rakyat, meski hari tersebut bukan hari libur nasional.

Dalam upacara kenegaraan, elemen-elemen resmi seperti pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, pembacaan ikrar, serta doa menjadi rangkaian inti. Menariknya, untuk tahun 2025 pemerintah menetapkan bahwa pengibaran bendera Merah Putih pada momen upacara utama tidak dilakukan, karena bendera sudah dikibarkan satu tiang penuh saat pagi hari.

Monumen Pancasila Sakti di Lubang Buaya menjadi pusat peringatan nasional. Tujuh patung perwira yang gugur menjadi simbol pengingat bahwa Pancasila pernah diujikan oleh agenda kekerasan dan ideologi alternatif.

Relevansi dan Tantangan Kini

Makna Refleksi Ideologi

Peringatan Kesaktian Pancasila tak hanya berkutat pada ritual simbolik; ia diharapkan mendorong refleksi bangsa terhadap tantangan kontemporer. Menurut BPIP, peringatan ini penting untuk meneguhkan nasionalisme dan kecintaan terhadap ideologi negara agar tidak rapuh di hadapan pengaruh global atau ajakan ideologi ekstrem.

Di sejumlah pemerintah daerah, momentum ini turut dijadikan panggilan agar pelayanan publik, penegakan hukum, dan kebijakan lokal menyatu dengan nilai Pancasila seperti keadilan sosial, kemanusiaan, dan persatuan.

Tema dan Pelaksanaan 2025

Tahun 2025, Peringatan Kesaktian Pancasila mengusung tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Pesan tematik ini menyiratkan harapan agar nilai-nilai dasar tetap menjadi perekat di tengah keberagaman budaya, agama, dan tantangan zaman.

Upacara inti akan digelar pukul 08.00 WIB di Lubang Buaya, Jakarta Timur, dengan Presiden bertindak sebagai inspektur upacara. Di daerah, instansi pemerintah, sekolah, dan lembaga diharapkan menyelenggarakan rangkaian kegiatan serupa.

Meski peringatan ini bersifat nasional, sifatnya bukan sebagai hari libur. Aktivitas pemerintahan, sekolah, dan perkantoran tetap berjalan normal. Pemerintah melalui Kemendikbud telah mengeluarkan pedoman agar peringatan tidak hanya formalitas, melainkan jadi momentum internalisasi nilai-nilai Pancasila ke masyarakat luas.

Kritik dan Persoalan Interpretasi

Beberapa pengamat menyebut bahwa Hari Kesaktian Pancasila juga memiliki sisi “mitologis” dalam legitimasi politik pemerintahan Orde Baru dan selanjutnya. Menurut Arya Wanda dari Universitas Airlangga, narasi sejarah tentang G30S dan penetapan peringatan itu punya elemen konstruksi simbolik negara.

Di sisi lain, tantangan aktual tampak ketika nilai-nilai Pancasila diuji realitas: ketimpangan sosial, konflik identitas, intoleransi, dan polarisasi politik. Relevansi Kesaktian Pancasila diuji ketika masyarakat menuntut bahwa peringatan tidak sekadar seremoni kosong, melainkan berimplikasi dalam kebijakan nyata, perundang-undangan, dan budaya politik.

Penutup

Peringatan Kesaktian Pancasila diharapkan tak sekadar ritual kolektif tahunan, melainkan momentum aktif guna menghadirkan nilai-nilai dasar bangsa dalam tindakan nyata. Di tengah pergeseran zaman dan tantangan generasi baru, Pancasila harus tetap sakti, tak hanya sebagai simbol, tapi sebagai pedoman hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (AlbadarPost/Deni H.)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantuan Bencana Pangandaran

    Korban Pohon Tumbang Pangandaran Terima Bantuan Bupati

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAEAH – Bantuan Bencana Pangandaran mulai diterima warga yang terdampak musibah pohon tumbang di Dusun Sucen, Desa Cibenda, Kecamatan Parigi. Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Bupati Pangandaran, Hj. Citra Pitriyami, S.H. kepada Umri, warga yang menjadi korban bencana alam, pada Kamis (30/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB. Penyaluran berlangsung dengan pengawalan Bhabinkamtibmas Desa Cibenda, […]

  • dana lender tertahan

    OJK Awasi Ketat Dana Lender Tertahan di PT Dana Syariah Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 246
    • 0Komentar

    OJK perketat pengawasan PT Dana Syariah Indonesia terkait dana lender tertahan dan potensi pelanggaran hukum. OJK Perketat Pengawasan atas Kasus Dana Lender Tertahan di DSI albadarpost.com, PERSPEKTIF – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat pengawasan terhadap penyelenggara pinjaman online (pinjol) PT Dana Syariah Indonesia (DSI) menyusul laporan adanya dana lender tertahan dan pembayaran imbal hasil yang […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Doa Memohon Ampunan: Diam-Diam Mengubah Hidup

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 189
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup terasa berat, hati gelisah, dan doa seperti belum menemukan jawaban? Bisa jadi, ada satu amalan yang sering terlewat: doa ampunan. Doa memohon ampunan, istighfar, dan permohonan penghapus dosa bukan sekadar ritual, melainkan kunci untuk membuka ketenangan dan keberkahan hidup. Banyak orang mencari doa ampunan dosa saat menghadapi masalah. Namun, […]

  • CCTV Pantura live memantau arus lalu lintas mudik Lebaran secara real-time di jalur pantai utara

    Pantura Macet atau Lancar? Cek CCTV Live Sebelum Berangkat

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 198
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – CCTV Pantura live kini jadi solusi paling praktis untuk memantau arus mudik secara real-time. Dengan akses CCTV jalur Pantura, pemudik bisa melihat kondisi lalu lintas terkini, mengecek kemacetan, sekaligus menentukan waktu terbaik untuk berangkat. Tidak hanya itu, pantauan lalu lintas live streaming Pantura juga membantu menghindari titik rawan macet yang sering […]

  • DIGDAYA UMKM Jabar

    Bank Indonesia Buka Program DIGDAYA UMKM Jawa Barat, Simak Syaratnya

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 119
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – DIGDAYA UMKM Jabar resmi dibuka oleh Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat. Program pembinaan UMKM atau Program DIGDAYA UMKM ini ditujukan bagi pelaku usaha di Jawa Barat yang ingin memperkuat kapasitas bisnis sekaligus meningkatkan daya saing melalui pemanfaatan teknologi digital. Pendaftaran berlangsung pada 15–23 Juli 2026 dengan proses registrasi secara daring. […]

  • Pemain Timnas Indonesia menghadapi jadwal padat 2026 usai FIFA Series dengan ekspresi fokus dan penuh tekanan

    Belum Bernapas, Timnas Indonesia Sudah Dihantam Jadwal Brutal 2026

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Jadwal Timnas Indonesia 2026 langsung memicu perhatian publik setelah Garuda finis sebagai runner-up FIFA Series. Jadwal Timnas Indonesia, agenda Garuda, hingga kalender pertandingan Indonesia kini terlihat padat, bahkan cenderung ekstrem bagi sebuah tim yang sedang berkembang. Alih-alih mendapat waktu istirahat, Timnas Indonesia justru harus bersiap menghadapi rangkaian laga tanpa jeda panjang. […]

expand_less