Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

Pencurian berulang menyasar masjid di Pangkep. Polisi dan warga diminta meningkatkan keamanan tempat ibadah.
albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena pencurian berulang terhadap tempat ibadah terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu tiga hari, sedikitnya lima masjid di Kecamatan Minasatene dibobol oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian mengeluarkan imbauan keamanan kepada pengurus masjid dan masyarakat sekitar.
Lima Masjid Dibobol dalam Tiga Hari
Sejumlah masjid yang menjadi sasaran pencurian antara lain Masjid Babussalam di Kelurahan Panaikang, Masjid Nurul Taqwa di Desa Kabba, Masjid Nurul Iman di Bontolangkasa, serta Masjid Baburidda di Biraeng. Modus pelaku relatif serupa, yakni merusak gembok pagar atau pintu masjid, lalu mengambil kotak amal beserta perangkat pengeras suara.
Pengurus masjid menyadari kejadian tersebut saat hendak melaksanakan salat subuh. Kotak amal ditemukan dalam kondisi rusak, sementara sejumlah perangkat audio raib. Kerugian yang dialami masing-masing masjid bervariasi, namun dampak psikologis terhadap jamaah terasa cukup kuat.
Pihak kepolisian setempat menyatakan telah menerima laporan dari pengurus masjid dan langsung melakukan langkah penyelidikan. Petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengumpulkan rekaman kamera pengawas yang terpasang di sekitar area masjid.
Dari hasil pemeriksaan awal, rekaman CCTV menunjukkan pelaku datang menggunakan sepeda motor dan beraksi pada waktu dini hari. Pola waktu tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam rangkaian pencurian beruntun ini. Kondisi lingkungan yang relatif sepi menjelang subuh diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Kepolisian menegaskan bahwa kasus ini tidak dipandang sebagai insiden tunggal, melainkan fenomena kriminal yang perlu ditangani secara serius. Aparat berkomitmen meningkatkan patroli malam dan dini hari, terutama di wilayah yang memiliki banyak tempat ibadah.
Baca juga: Ini Cara Menjaga Keamanan Wi-Fi Rumah
Pengamanan Tempat Ibadah Dinilai Perlu Diperkuat
Selain upaya penegakan hukum, polisi juga menyampaikan imbauan keamanan kepada pengurus masjid dan warga. Pengurus masjid diminta memperkuat sistem pengamanan, termasuk memastikan pintu dan pagar terkunci dengan baik, memasang kamera pengawas, serta meningkatkan pencahayaan di sekitar lingkungan masjid.
Warga sekitar masjid juga diimbau untuk aktif menjaga keamanan lingkungan. Kepolisian mendorong penguatan ronda malam dan komunikasi antarwarga agar potensi kejahatan dapat segera terdeteksi. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencegah terulangnya kejadian serupa.
Fenomena pencurian kotak amal ini memunculkan keprihatinan karena menyasar tempat ibadah yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat. Selain merugikan secara materi, aksi tersebut dinilai mencederai rasa aman jamaah dan kepercayaan publik terhadap lingkungan sekitar.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa keamanan tempat ibadah tidak dapat sepenuhnya bergantung pada aparat. Sinergi antara pengurus masjid, warga, dan kepolisian menjadi elemen penting dalam menjaga ruang publik dari tindak kriminal.
Baca juga: Menjelang Big Match Persib–Persija
Hingga saat ini, kepolisian masih memburu pelaku berdasarkan petunjuk yang diperoleh dari rekaman CCTV dan keterangan saksi. Aparat memastikan proses penyelidikan berjalan dan mengajak masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan di sekitar tempat ibadah.
Peristiwa di Pangkep ini menunjukkan bahwa kejahatan dapat menyasar ruang yang paling dekat dengan kehidupan sosial warga. Penguatan keamanan berbasis komunitas menjadi langkah mendesak agar masjid kembali menjadi ruang ibadah yang aman dan tenang bagi semua. (AC)




