Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

Dua Bocah Diserang Tawon Endas di Bekasi, Satu Tewas dan Satu Luka Berat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
  • visibility 198
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tragedi tawon endas Bekasi: dua bocah diserang kawanan Vespa Affinis, satu tewas, satu dirawat intensif.

Tragedi Tawon Endas Bekasi: Satu Bocah Tewas, Satu Kritis

albadarpost.com, LENSA – Kejadian memilukan menimpa dua bocah kakak beradik di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi. Keduanya diserang puluhan tawon endas Bekasi atau Vespa Affinis saat pulang bersama ibunya dari warung, Rabu (29/10/2025) siang. Akibat serangan mematikan itu, sang adik, Surya Kencana (6), meninggal dunia, sementara kakaknya, Sahrul (7), masih berjuang hidup di ruang perawatan intensif Rumah Sakit Anna Medika, Kota Bekasi.

Insiden ini sontak mengguncang warga setempat. Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. Paman korban, Sudaryo (54), menceritakan bahwa serangan datang tiba-tiba ketika ketiganya melintas di dekat sarang tawon yang berada di pinggir kali kampung.

“Tiba-tiba mereka diserang tawon dari arah pinggir kali. Jumlahnya banyak sekali, puluhan. Anak-anak itu langsung jatuh dan tidak sadarkan diri. Warga langsung menolong dan membawa ke rumah,” ujar Sudaryo dengan suara bergetar di rumah duka, Jumat (31/10/2025).

Kedua bocah sempat dibawa ke klinik bidan terdekat, namun kondisi mereka terus memburuk. “Badannya hitam memar dan perutnya kembung. Akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Anna Medika. Tapi sekitar pukul 19.30 WIB, Surya meninggal dunia,” imbuhnya.


Vespa Affinis, Serangga Agresif Penyebab Kematian

Dari hasil pemeriksaan, Surya diketahui mengalami lebih dari 30 luka sengatan di kepala dan tubuh. Sementara sang kakak, Sahrul, menderita luka di kepala, kaki, dan badan. Jenazah Surya dimakamkan di pemakaman umum tak jauh dari rumahnya dengan isak tangis keluarga dan tetangga yang memenuhi area pemakaman.

Sarang tawon Vespa Affinis atau dikenal masyarakat sebagai tawon endas Bekasi itu ditemukan berada di atas pohon setinggi sekitar 2,5 meter di tepi jalan kampung, hanya beberapa langkah dari rumah warga. “Letaknya tidak jauh dari rumah warga, di dekat kali. Anak-anak itu tidak mengganggu, cuma lewat saja,” ujar Sudaryo.

Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bekasi menerima laporan peristiwa tersebut sehari setelah kejadian, tepatnya pada Kamis (30/10/2025). Keesokan harinya, Jumat pagi, tim langsung melakukan evakuasi sarang tawon yang telah menelan korban jiwa itu.

“Kami bakar sarangnya. Jenisnya Vespa Affinis atau tawon endas, yang memang dikenal sangat agresif dan sudah beberapa kali menyebabkan korban jiwa,” kata Adhi Nugroho, anggota Tim Rescue Disdamkarmat Kabupaten Bekasi.

Ia menjelaskan, tawon endas termasuk jenis serangga sosial dengan perilaku defensif tinggi. Koloni besar dengan ribuan individu dapat menyerang secara bersamaan jika merasa terancam, bahkan oleh getaran atau suara keras di sekitar sarangnya. “Kalau sudah merasa terganggu, serangan mereka cepat dan mematikan,” ungkap Adhi.

Menurutnya, jenis Vespa Affinis banyak ditemukan di wilayah tropis termasuk Jawa Barat. Serangga ini biasanya membangun sarang di pepohonan rendah atau bangunan kosong di sekitar permukiman, yang kerap tak disadari warga hingga terjadi insiden fatal.


Peringatan Bahaya dan Upaya Pencegahan

Kejadian tragis tawon endas Bekasi ini menambah daftar serangan serupa yang pernah terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, kasus sengatan Vespa Affinis meningkat, terutama di wilayah pedesaan yang memiliki banyak pepohonan dan saluran air.

Pihak Disdamkarmat mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap keberadaan sarang tawon di lingkungan sekitar. Jika menemukan sarang berukuran besar, warga diminta tidak mencoba menyingkirkannya sendiri tanpa alat pelindung dan pengetahuan memadai. “Segera laporkan kepada petugas pemadam kebakaran agar bisa ditangani dengan aman,” ujar Adhi.

Ahli entomologi dari Universitas Padjadjaran, Dr. Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa racun tawon endas mengandung campuran neurotoksin dan histamin yang dapat menyebabkan reaksi alergi parah hingga gagal napas, terutama pada anak-anak. “Sengatan berulang bisa menyebabkan syok anafilaksis. Karena itu, korban sengatan tawon harus segera mendapatkan pertolongan medis, bukan hanya diobati secara tradisional,” tegasnya.

Selain itu, pemerintah daerah diimbau untuk meningkatkan edukasi tentang bahaya Vespa Affinis dan membentuk tim reaksi cepat di tiap kecamatan. Langkah ini penting agar evakuasi sarang dapat dilakukan sebelum menimbulkan korban jiwa berikutnya.

Baca juga: Kebakaran Ponpes Al Basyir Cibungbulang Diduga Akibat Korsleting Listrik, Ratusan Santri Dievakuasi

Tragedi tawon endas Bekasi menjadi pengingat bahwa hidup berdampingan dengan alam menuntut kewaspadaan dan pengetahuan. Di tengah meningkatnya urbanisasi dan penurunan habitat alami, konflik antara manusia dan satwa liar—termasuk serangga seperti tawon—akan semakin sering terjadi.

Tragedi tawon endas Bekasi menewaskan satu bocah dan melukai saudaranya. Warga diminta waspada terhadap sarang tawon di sekitar permukiman. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kekeringan ciamis

    2.707 Warga Ciamis Terdampak Kekeringan

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kekeringan Ciamis kembali menjadi perhatian setelah rekapitulasi dampak kekeringan tahun 2024 dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis menunjukkan sedikitnya 1.062 kepala keluarga (KK) atau 2.707 jiwa mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Data tersebut memperlihatkan bahwa krisis air bersih akibat musim kemarau tidak hanya berdampak pada aktivitas sehari-hari warga, tetapi […]

  • potensi wakaf

    Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Potensi wakaf Indonesia dinilai belum optimal karena lemahnya tata kelola dan literasi publik. albadarpost.com, HIKMAH – Indonesia memiliki potensi wakaf besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari memadai. Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, yang menilai pengelolaan wakaf belum tersusun secara rapi sehingga manfaat ekonominya tidak mengalir optimal ke masyarakat. Situasi ini penting […]

  • Paket C DPR

    Paket C DPR Jadi Sorotan

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 159
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Pendidikan kesetaraan kembali mencuri perhatian publik setelah Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap fakta penting di hadapan DPR RI. Ia menyebut sejumlah anggota DPR merupakan lulusan Paket C, sebuah jalur pendidikan nonformal yang setara dengan SMA. Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks […]

  • Ilustrasi seseorang merenung dan berdoa untuk menghindari penyakit hati seperti iri, dengki, dan gelisah

    Hati Sering Gelisah? Ini Doa Agar Terhindar dari Penyakit Hati

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Penyakit hati sering datang tanpa suara. Ia tidak terlihat, tidak terasa di awal, tetapi perlahan mengubah cara seseorang berpikir dan merasakan. Banyak orang menganggap penyakit hati seperti iri, dengki, sombong, dan gelisah sebagai hal biasa, padahal dampaknya merusak ketenangan hidup.. Banyak orang tampak baik-baik saja di luar. Mereka tersenyum, bekerja, dan menjalani […]

  • Garut Berhaji

    Muharram Jadi Awal Gerakan Garut Berhaji

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana Masjid Agung Garut tampak berbeda pada Senin (15/6/2026). Ribuan jemaah yang hadir dalam peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya mendengarkan pesan tentang makna hijrah, tetapi juga mendapatkan kabar penting mengenai Garut Berhaji, sebuah program yang mendorong masyarakat merencanakan ibadah haji lebih awal. Program Garut Berhaji atau […]

  • Ilustrasi seseorang menatap langit dengan tenang sebagai simbol memahami makna ayat tentang kesabaran dalam Al-Qur'an.

    Saat Hidup Terasa Berat, Ayat Tentang Kesabaran Ini Menguatkan Hati

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Suatu malam, seorang pria duduk sendirian di teras rumahnya. Ia baru saja kehilangan pekerjaan yang selama ini menjadi sumber penghidupan keluarganya. Pikiran terasa penuh, hati terasa berat, dan masa depan tampak tidak pasti. Namun ketika membuka Al-Qur’an, matanya tertuju pada sebuah ayat tentang kesabaran yang seolah menjawab kegelisahannya. Ayat itu mengingatkannya bahwa […]

expand_less