Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

ASN Jawa Tengah Wajib Sarung Batik, Publik Pertanyakan Relevansi

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Aturan sarung batik untuk ASN Jawa Tengah memicu perdebatan publik soal relevansi kebijakan layanan publik.

albadarpost.com, LENSA – ASN di Jawa Tengah kini diwajibkan memakai sarung batik setiap Jumat. Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Tengah Nomor B/800.1.12.5/83/2025. Di saat bersamaan, kebijakan berbeda muncul dari Jawa Barat, berupa izin libur bagi aparatur sipil negara ketika ibu mereka berulang tahun. Dua aturan tersebut memicu diskusi luas karena menyentuh ranah simbolik dan nilai keluarga, tetapi belum tentu menjawab prioritas layanan publik.
Di Jawa Tengah, Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi sorotan karena berimbas pada ribuan pegawai. Aturan itu mengatur kemeja putih berkerah shanghai atau batik dengan bawahan sarung. Pegawai laki-laki diperbolehkan memakai peci, sandal selop, hingga sepatu. Format yang ditetapkan menyerupai gaya santri. Publik mempertanyakan apakah aturan ini menguatkan performa birokrasi atau sekadar simbol budaya.

Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan pelaksanaan aturan sudah berjalan dua minggu terakhir. “Itu kan aturan gubernur, sudah diterapkan,” katanya saat dikonfirmasi. Dia menyebut kebijakan itu merupakan instruksi langsung dari Gubernur Ahmad Luthfi. Ketika ditanya soal alasan utama, Yasin menyatakan tidak mengetahui. “Alasan? Saya tidak tahu, tanya Pak Gub,” ujarnya.


Reaksi Publik atas Kebijakan ASN Jawa Tengah

Gelombang respons muncul setelah seorang ASN membagikan pengalamannya mengenakan sarung batik di TikTok. Video itu cepat mendapat komentar publik. Warganet menilai aturan tersebut beraroma identitas tertentu dan kurang universal untuk instansi pemerintah. Kebijakan ASN Jawa Tengah dianggap tidak menjawab kebutuhan layanan masyarakat yang lebih mendesak.

Komentar lain mempertanyakan relevansinya bagi lembaga pemerintah non-keagamaan. Beberapa menilai celana panjang tetap lebih profesional di banyak instansi. Kritik yang lebih keras menilai kebijakan ini berbenturan dengan prioritas utama, mulai dari kualitas layanan publik hingga kesiapan digital.
Sentimen publik menunjukkan jurang antara simbol budaya dan urgensi birokrasi. Ketika warga masih berhadapan dengan antrean layanan, kualitas pendidikan, atau tekanan ekonomi, kebijakan berpakaian dianggap langkah kosmetik. Kritik ini tak sepenuhnya menolak nilai budaya, tetapi mempertanyakan efektivitas kebijakan terhadap kinerja.

Baca juga: Bocah Hilang Tasikmalaya Terungkap, Ayah Kandung Diduga Gadaikan Anak

Diskursus tersebut masuk dalam ranah tata kelola. Aturan berpakaian adalah soal etika birokrasi, tetapi dampak langsungnya tidak terukur. Pemerintahan daerah masih bergulat dengan pemanfaatan digital, integrasi sistem pelayanan, hingga distribusi anggaran. Di titik ini, Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi simbol orientasi kebijakan yang belum sinkron dengan kebutuhan warga.


Jawa Barat Pilih Sentuhan Humanisme

Berbeda dengan Jawa Tengah, Jawa Barat mengusung kebijakan berbasis nilai keluarga. Gubernur Dedi Mulyadi mengizinkan ASN tidak masuk kantor pada hari ulang tahun ibu. Menurutnya, ruang tersebut diberikan untuk menghormati keluarga tanpa mengorbankan produktivitas. Ia menilai digitalisasi memungkinkan ASN tetap bekerja sekalipun tidak berada di kantor.

“Kinerja ASN itu soal kualitas output,” ujarnya. Dedi menyebut pemanfaatan kerja jarak jauh dapat menjaga target kinerja tanpa menambah beban kehadiran fisik. Ia mengakui dirinya lebih sering berada di lapangan untuk mengeksekusi masalah publik ketimbang duduk di kantor.

Pemerintah Jawa Barat juga mengaitkan kebijakan itu dengan kompensasi ASN lapangan. Pegawai yang bertugas di kawasan berisiko disebut akan memperoleh kenaikan tunjangan. Mekanisme tersebut ditujukan untuk menyeimbangkan hak dan kewajiban pegawai di lapangan dengan pegawai administrasi.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri). Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (kanan).

Di tataran tata kelola, pendekatan Dedi menggeser paradigma kinerja. Aparatur seharusnya diberi target hasil, bukan sekadar angka kehadiran. Namun, pendekatan semacam ini tetap membutuhkan instrumen pengawasan, audit kerja, dan sistem penilaian kinerja yang konsisten. Tanpa itu, kebijakan berpotensi menjadi insentif emosional tanpa keberlanjutan.


Simbolisme vs Manfaat Publik

Dua provinsi besar menunjukkan kontrastasi kebijakan aparatur. Kebijakan ASN Jawa Tengah berdiri pada basis budaya. Jawa Barat memilih pendekatan humanis berbasis relasi keluarga dan produktivitas. Keduanya memiliki daya tarik politis karena menjadi simbol kepemimpinan. Namun, kepemimpinan publik idealnya menyentuh akar persoalan warga.

Secara administratif, aturan berpakaian memiliki implikasi terbatas dan tidak berpengaruh langsung pada kualitas layanan. Kebijakan berbasis keluarga lebih relevan dengan kesejahteraan emosional ASN, tetapi harus diikuti sistem penilaian kinerja yang ketat. Di antara keduanya, warga menunggu kebijakan yang menyentuh masalah utama: pelayanan cepat, pendidikan kuat, dan kemudahan akses digital.

Respon publik terhadap Kebijakan ASN Jawa Tengah menjadi indikator bahwa ruang politik lokal tidak steril dari persepsi identitas. Di era informasi terbuka, kebijakan simbolik akan diuji dampaknya. Warga kini lebih kritis, bukan hanya terhadap output, tetapi terhadap motif kebijakan.

Kebijakan ASN Jawa Tengah memicu kritik karena dinilai simbolik, sementara warga menuntut layanan publik yang lebih efektif dan relevan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pekerja internasional di Singapura terkait kebijakan baru pekerjaan untuk pemegang permit kerja.

    Peluang Kerja Internasional Makin Luas di Singapura

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 177
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Pekerjaan untuk pemegang permit kerja kini semakin terbuka di Singapura. Pemerintah setempat mengumumkan kebijakan baru yang memungkinkan delapan jenis pekerjaan diakses oleh lebih banyak pemegang visa kerja internasional. Dengan aturan terbaru ini, akses kerja bagi tenaga asing diperluas demi menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah […]

  • Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025, Momentum Santri untuk Negeri

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025: dari Ithlaq Tebuireng hingga Expo dan Award, bukti nyata pesantren berkontribusi pada bangsa dan lingkungan. albadarpost.com, LENSA. Kementerian Agama mengumumkan Delapan Agenda Pokok Hari Santri 2025 sebagai rangkaian kegiatan nasional yang berlangsung mulai 22 September hingga puncaknya pada 25 Oktober. Agenda ini bukan sekadar perayaan, melainkan bentuk nyata kontribusi […]

  • Bahaya Ujub

    Bahaya Ujub: Saat Amal Justru Menjauhkan dari Allah

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Menjelang Subuh, lampu masjid kampung masih menyala. Beberapa jamaah datang sambil merapatkan jaket. Ada yang baru mematikan mesin motor. Ada yang terburu-buru karena hampir tertinggal iqamah. Semuanya tampak biasa. Sangat biasa. Namun kehidupan sering menyimpan ironi yang tidak terlihat dari luar. Seseorang bisa rajin ke masjid setiap hari, tetapi hatinya perlahan dipenuhi […]

  • berat badan saat lebaran

    Berat Badan Naik Saat Lebaran? Ini Cara Cerdas Tanpa Diet Ketat

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Berat badan saat Lebaran sering naik drastis karena pola makan berubah. Namun, kamu tetap bisa menikmati hidangan khas tanpa khawatir. Kunci menjaga berat badan saat hari raya ada pada strategi sederhana yang konsisten, bukan diet ekstrem. Banyak orang langsung menghindari makanan favorit. Padahal, cara itu sering gagal karena memicu makan berlebihan di […]

  • PPPK Kota Tasikmalaya

    Wali Kota Tasikmalaya Mengangkat 1.855 PPPK dan Menata Arah Pelayanan Publik

    • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya menegaskan komitmen pelayanan publik, tetapi kesejahteraan masih jadi pekerjaan dasar. Pengangkatan PPPK Kota Tasikmalaya dan Makna Publiknya albadarpost.com, EDITORIAL – Sebanyak 1.855 tenaga non-ASN Kota Tasikmalaya resmi diangkat menjadi PPPK pada 24 November 2025. Peristiwa ini bukan sekadar seremoni, tetapi titik balik dari penantian panjang ribuan pegawai honorer yang […]

  • pelayanan publik desa

    Fenomena Kades Mundur, Pemerintahan Desa Kuningan Hadapi Ujian

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 185
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Fenomena pengunduran diri sejumlah kepala desa di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memunculkan tantangan serius bagi keberlangsungan pemerintahan desa. Hingga awal 2026, tercatat puluhan desa tidak memiliki kepala desa definitif setelah para pejabatnya memilih mundur sebelum masa jabatan berakhir. Kondisi ini langsung berdampak pada stabilitas administrasi dan pelayanan publik desa. Dinas Pemberdayaan […]

expand_less