Komisi XI Dorong Desa Devisa untuk UMKM Ekspor
- account_circle redaktur
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi gambar presentasi produk UMKM.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Desa Devisa kembali menjadi perhatian sebagai salah satu program yang bertujuan memperluas jalan UMKM go global melalui pembiayaan, pendampingan, dan penguatan kapasitas usaha. Dalam agenda Kunjungan Kerja Reses di Gianyar, Bali, Komisi XI DPR RI berdialog dengan pelaku UMKM ekspor binaan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI). Pertemuan tersebut membahas berbagai tantangan yang dihadapi pelaku usaha sekaligus menggali masukan mengenai akses pembiayaan, hilirisasi, dan pengembangan program agar menjangkau lebih banyak daerah.
Informasi tersebut merujuk pada materi publikasi Komisi XI DPR RI mengenai kegiatan kunjungan kerja di Bali, termasuk keterangan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro, yang menilai Program Desa Devisa memiliki peran penting dalam memperkuat daya saing UMKM menuju pasar internasional.
Komisi XI DPR RI Dengarkan Langsung Aspirasi Pelaku UMKM
Kunjungan kerja Komisi XI DPR RI di Gianyar tidak hanya berisi peninjauan program, tetapi juga menjadi ruang dialog antara pembuat kebijakan dan pelaku usaha.
Dalam pertemuan tersebut, para pelaku UMKM menyampaikan berbagai tantangan yang masih mereka hadapi. Mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, kebutuhan penguatan hilirisasi produk, hingga perlunya pendampingan usaha yang lebih merata.
Selain itu, Komisi XI juga menyoroti efektivitas berbagai program pemerintah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh pelaku usaha di daerah.
Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi dalam penyusunan kebijakan yang mendukung pengembangan UMKM berbasis ekspor.
Apa Itu Program Desa Devisa?
Program Desa Devisa merupakan salah satu inisiatif yang dikembangkan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) untuk memperkuat kapasitas UMKM yang memiliki potensi memasuki pasar internasional.
Melalui program ini, pelaku usaha memperoleh berbagai bentuk pendampingan. Tidak hanya terkait pembiayaan, tetapi juga peningkatan kualitas produk, penguatan manajemen usaha, pelatihan ekspor, hingga perluasan jaringan pemasaran.
Tujuannya bukan menjamin setiap UMKM langsung menembus pasar luar negeri. Sebaliknya, program ini dirancang untuk membantu pelaku usaha memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar memiliki peluang lebih besar memasuki pasar ekspor.
Pendekatan tersebut dinilai penting karena setiap produk harus memenuhi standar kualitas, legalitas, dan kebutuhan pasar di negara tujuan.
Mengapa Desa Devisa Dianggap Penting?
Dalam materi publikasi Komisi XI DPR RI, Fauzi Amro menyampaikan bahwa Program Desa Devisa perlu terus diperkuat.
Menurutnya, semakin banyak UMKM yang berkembang hingga mampu bersaing di pasar internasional, semakin besar pula peluang terciptanya lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Desa Devisa harus terus diperkuat agar semakin banyak UMKM mampu bersaing di pasar global, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Fauzi Amro sebagaimana dikutip dalam materi publikasi Komisi XI DPR RI.
Pernyataan tersebut mencerminkan harapan agar penguatan UMKM tidak berhenti pada peningkatan produksi, melainkan juga mendorong ekspansi pasar secara berkelanjutan.
Tantangan UMKM Menuju Pasar Ekspor
Jalan menuju pasar global memang tidak mudah.
Dalam materi yang dipaparkan pada kegiatan tersebut disebutkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 59 juta UMKM. Namun, hanya sebagian kecil yang telah berhasil memasuki pasar ekspor.
Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain:
- akses permodalan yang terbatas;
- standar produk ekspor yang belum sepenuhnya terpenuhi;
- pendampingan ekspor yang belum merata; serta
- tata kelola usaha yang masih perlu diperkuat.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk saja belum cukup. Pelaku usaha juga membutuhkan akses informasi, pembinaan, jaringan pemasaran, serta dukungan pembiayaan agar mampu bersaing di tingkat internasional.
Harapan bagi UMKM Indonesia
Komisi XI DPR RI berharap Program Desa Devisa dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak daerah di Indonesia.
Semakin luas cakupan program, semakin besar pula kesempatan pelaku UMKM memperoleh pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya.
Di sisi lain, sinergi antara pemerintah, LPEI, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting untuk memperkuat ekosistem ekspor nasional.
Bagi pelaku UMKM, pasar global memang menawarkan peluang yang besar. Namun, peluang tersebut akan lebih mudah diraih apabila didukung oleh pembiayaan yang memadai, pendampingan yang berkelanjutan, serta kemampuan memenuhi standar pasar internasional.
Karena itu, penguatan UMKM tidak hanya berbicara tentang peningkatan omzet. Lebih jauh lagi, upaya tersebut berkaitan dengan penciptaan lapangan kerja, peningkatan daya saing produk Indonesia, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Produk lokal tidak kekurangan kualitas. Yang sering kali masih kurang adalah akses, pendampingan, dan kesempatan. Ketika Desa Devisa membuka pintunya, tantangan berikutnya adalah memastikan semakin banyak UMKM Indonesia berani melangkah, menembus pasar dunia, dan membawa nama bangsa ke panggung perdagangan global. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar