Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 178
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI sebagai masalah serius kebijakan pendidikan agama.

albadarpost.com, EDITORIAL – Temuan Kementerian Agama tentang rendahnya literasi Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar seharusnya menggugah nurani kebijakan publik. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari separuh guru PAI SD di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Ini bukan sekadar statistik pendidikan. Ini adalah peringatan tentang kualitas fondasi keagamaan yang sedang kita bangun.

Guru PAI berada di posisi strategis. Mereka bukan hanya pengajar kurikulum, tetapi penanam nilai dasar, etika, dan spiritualitas anak. Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an guru masih berada pada kategori dasar, maka persoalannya tidak berhenti pada individu guru. Dampaknya merembet ke ruang kelas, ke murid, dan ke masa depan literasi keagamaan bangsa.

Albadarpost memandang temuan ini sebagai momentum penting untuk berhenti menutup mata terhadap persoalan struktural dalam tata kelola pendidikan agama.


Data Bicara, Sistem yang Menjawab Masih Setengah Hati

Asesmen terhadap lebih dari 160 ribu guru PAI SD/SDLB menunjukkan indeks membaca Al-Qur’an berada di angka rendah. Titik terlemah terletak pada pemahaman tajwid, unsur paling dasar dalam membaca Al-Qur’an secara benar. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan bukan pada metode mengajar semata, melainkan pada kompetensi inti guru itu sendiri.

Baca juga: Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

Selama ini, kebijakan pembinaan guru PAI cenderung menempatkan kemampuan baca Al-Qur’an sebagai prasyarat moral, bukan sebagai standar profesional yang terukur. Sertifikasi, rekrutmen, dan penilaian karier lebih banyak menekankan aspek administratif dan pedagogik, sementara kemampuan dasar membaca Al-Qur’an justru sering diasumsikan sudah selesai di hulu.

Asumsi inilah yang kini runtuh oleh data.


Antara Apresiasi dan Kritik: Negara Hadir, Tapi Terlambat

Langkah Kementerian Agama membuka data ini patut diapresiasi. Kejujuran kebijakan adalah langkah awal reformasi. Namun, pengakuan saja tidak cukup. Fakta bahwa kondisi ini baru terpetakan secara serius hari ini menunjukkan bahwa negara terlambat membaca masalah di tingkat dasar.

Selama bertahun-tahun, rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD sering dibicarakan. Namun, sedikit yang berani menarik garis lurus ke kualitas guru. Padahal, pendidikan selalu bekerja dari hulu ke hilir. Murid adalah cermin dari sistem yang membentuk gurunya.

Di titik ini, Albadarpost menilai bahwa klaim keberhasilan pembangunan pendidikan agama harus dibaca ulang secara kritis. Angka partisipasi sekolah dan kelengkapan kurikulum tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas substansi pembelajaran.


Masalah Kebijakan, Bukan Sekadar Masalah Individu

Penting ditegaskan: guru PAI bukan pihak yang harus dipersalahkan sendirian. Variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga minimnya dukungan berkelanjutan adalah bagian dari kegagalan sistemik.

Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an tidak dijadikan indikator utama dalam rekrutmen dan pembinaan karier, maka negara secara tidak langsung menormalisasi standar rendah. Guru bertahan dalam sistem yang tidak mendorong peningkatan kompetensi inti.

Inilah yang membuat persoalan ini bersifat kebijakan publik, bukan sekadar isu personal atau moral.


Arah Perubahan Harus Tegas dan Terukur

Rekomendasi Kementerian Agama untuk mengintegrasikan literasi Al-Qur’an ke dalam rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI adalah langkah yang tepat. Namun, keberanian kebijakan diuji pada pelaksanaannya.

Baca juga: Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Penguatan kompetensi tidak boleh berhenti pada pelatihan singkat atau proyek tahunan. Ia harus menjadi ekosistem berkelanjutan, melibatkan pesantren, perguruan tinggi keagamaan, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai mitra strategis.

Pendekatan ini juga harus disertai dengan evaluasi berkala yang transparan. Asesmen tidak boleh menjadi ritual administratif, melainkan alat koreksi kebijakan.


Refleksi Redaksi: Pendidikan Agama Dimulai dari Kejujuran Mutu

Albadarpost berpandangan bahwa pendidikan agama yang kuat tidak lahir dari slogan, tetapi dari keberanian mengakui kelemahan dan memperbaikinya secara sistematis. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah fondasi. Jika fondasi ini rapuh, maka bangunan pendidikan keagamaan akan terus retak, meski tampak utuh dari luar.

Negara telah membuka data. Kini publik menunggu konsistensi kebijakan. Masa depan pendidikan agama anak-anak tidak boleh dikorbankan oleh standar yang longgar dan pembiaran yang terlalu lama.

Membangun generasi beriman dan berpengetahuan dimulai dari satu hal sederhana: memastikan gurunya benar-benar mampu membaca kitab yang diajarkannya. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sahabat Zaid bin Tsabit

    Zaid bin Tsabit: Sosok Kunci Penjaga Keaslian Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 180
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Siapakah Sahabat Zaid bin Tsabit? Pertanyaan ini sering muncul ketika membahas sejarah penulisan Al-Qur’an. Sahabat Zaid bin Tsabit, atau dikenal juga sebagai penulis wahyu Nabi, memiliki peran krusial dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Bahkan, kisah hidupnya sering dikaitkan dengan keilmuan, kecerdasan, dan amanah yang luar biasa. Tokoh ini bukan sekadar sahabat biasa. Ia […]

  • Ilustrasi burung elang terbang tinggi lalu turun menyambar daging dan terjebak perangkap sebagai simbol manusia yang kehilangan bebas merdeka karena nafsu dunia.

    Bebas Merdeka atau Budak Duniawi?

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah hiruk-pikuk ambisi, istilah Bebas Merdeka terdengar seperti slogan upacara. Padahal, menurut hikmah Syekh ‘Athoillah dalam Al-Hikam, Bebas Merdeka bukan sekadar bebas secara fisik, melainkan merdeka dari keinginan palsu dan harapan semu. Ironisnya, banyak orang merasa merdeka, tetapi justru menjadi budak ambisi. Mereka mengira sedang mengejar impian, padahal nafsu diam-diam mengejar […]

  • ilustrasi transaksi menjual barang kredit dalam hukum Islam dan fiqih muamalah

    Bolehkah Menjual Barang Kredit? Simak Jawabannya

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 192
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pertanyaan tentang menjual barang kredit sering muncul di tengah masyarakat. Banyak orang ingin tahu hukum menjual barang kredit, terutama ketika seseorang membeli barang secara cicilan lalu ingin menjualnya kembali sebelum lunas. Praktik menjual barang yang masih kredit atau jual barang cicilan memang cukup sering terjadi, misalnya pada kendaraan, elektronik, atau properti. Namun, […]

  • Pendaftaran TNI AD 2026

    Pendaftaran TNI AD 2026 Dibuka, Catat Jadwal Lengkapnya

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 208
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pendaftaran TNI AD 2026 resmi dibuka. Kesempatan mengikuti rekrutmen TNI AD 2026 melalui jalur Bintara PK maupun Tamtama PK Gelombang III Tahun Anggaran 2026 kembali hadir bagi putra-putri Indonesia yang ingin mengabdi kepada bangsa. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi Kodam III/Siliwangi dan situs resmi rekrutmen TNI AD. Setiap tahun, […]

  • krisis psikolog singapura

    Darurat Mental di Singapura: Psikolog Kurang, Pasien Membludak

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 149
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Krisis psikolog Singapura semakin terasa ketika kebutuhan layanan kesehatan mental atau kesehatan mental Singapura melonjak tajam. Di saat yang sama, kekurangan psikolog membuat akses bantuan menjadi lebih sulit. Fenomena ini menunjukkan ketidakseimbangan serius antara permintaan dan ketersediaan tenaga ahli. Selain itu, meningkatnya kesadaran masyarakat justru mempercepat lonjakan permintaan. Oleh karena itu, […]

  • pasokan BBM

    Kilang Balongan Jaga Pasokan BBM Jawa Barat Aman Hingga 2025

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Pasokan BBM Kilang Balongan dipastikan aman hingga 2025 dengan operasi optimal dan pengamanan ketat. albadarpost.com, LENSA – Energi yang stabil bukan sekadar angka di dashboard industri. Kilang Balongan di Indramayu menjadi salah satu garda depan yang menyuplai kebutuhan BBM untuk Jakarta, Banten, hingga Jawa Barat. Di penghujung 2025, PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Refinery Unit […]

expand_less