Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

Kementerian Agama: Masa Depan Literasi Al-Qur’an Dipertaruhkan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 207
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Editorial Albadarpost menilai rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI sebagai masalah serius kebijakan pendidikan agama.

albadarpost.com, EDITORIAL – Temuan Kementerian Agama tentang rendahnya literasi Al-Qur’an guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat sekolah dasar seharusnya menggugah nurani kebijakan publik. Data resmi menunjukkan bahwa lebih dari separuh guru PAI SD di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Ini bukan sekadar statistik pendidikan. Ini adalah peringatan tentang kualitas fondasi keagamaan yang sedang kita bangun.

Guru PAI berada di posisi strategis. Mereka bukan hanya pengajar kurikulum, tetapi penanam nilai dasar, etika, dan spiritualitas anak. Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an guru masih berada pada kategori dasar, maka persoalannya tidak berhenti pada individu guru. Dampaknya merembet ke ruang kelas, ke murid, dan ke masa depan literasi keagamaan bangsa.

Albadarpost memandang temuan ini sebagai momentum penting untuk berhenti menutup mata terhadap persoalan struktural dalam tata kelola pendidikan agama.


Data Bicara, Sistem yang Menjawab Masih Setengah Hati

Asesmen terhadap lebih dari 160 ribu guru PAI SD/SDLB menunjukkan indeks membaca Al-Qur’an berada di angka rendah. Titik terlemah terletak pada pemahaman tajwid, unsur paling dasar dalam membaca Al-Qur’an secara benar. Fakta ini menegaskan bahwa persoalan bukan pada metode mengajar semata, melainkan pada kompetensi inti guru itu sendiri.

Baca juga: Ketika Anak Terpapar Ekstremisme

Selama ini, kebijakan pembinaan guru PAI cenderung menempatkan kemampuan baca Al-Qur’an sebagai prasyarat moral, bukan sebagai standar profesional yang terukur. Sertifikasi, rekrutmen, dan penilaian karier lebih banyak menekankan aspek administratif dan pedagogik, sementara kemampuan dasar membaca Al-Qur’an justru sering diasumsikan sudah selesai di hulu.

Asumsi inilah yang kini runtuh oleh data.


Antara Apresiasi dan Kritik: Negara Hadir, Tapi Terlambat

Langkah Kementerian Agama membuka data ini patut diapresiasi. Kejujuran kebijakan adalah langkah awal reformasi. Namun, pengakuan saja tidak cukup. Fakta bahwa kondisi ini baru terpetakan secara serius hari ini menunjukkan bahwa negara terlambat membaca masalah di tingkat dasar.

Selama bertahun-tahun, rendahnya kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD sering dibicarakan. Namun, sedikit yang berani menarik garis lurus ke kualitas guru. Padahal, pendidikan selalu bekerja dari hulu ke hilir. Murid adalah cermin dari sistem yang membentuk gurunya.

Di titik ini, Albadarpost menilai bahwa klaim keberhasilan pembangunan pendidikan agama harus dibaca ulang secara kritis. Angka partisipasi sekolah dan kelengkapan kurikulum tidak otomatis berbanding lurus dengan kualitas substansi pembelajaran.


Masalah Kebijakan, Bukan Sekadar Masalah Individu

Penting ditegaskan: guru PAI bukan pihak yang harus dipersalahkan sendirian. Variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga minimnya dukungan berkelanjutan adalah bagian dari kegagalan sistemik.

Ketika kemampuan membaca Al-Qur’an tidak dijadikan indikator utama dalam rekrutmen dan pembinaan karier, maka negara secara tidak langsung menormalisasi standar rendah. Guru bertahan dalam sistem yang tidak mendorong peningkatan kompetensi inti.

Inilah yang membuat persoalan ini bersifat kebijakan publik, bukan sekadar isu personal atau moral.


Arah Perubahan Harus Tegas dan Terukur

Rekomendasi Kementerian Agama untuk mengintegrasikan literasi Al-Qur’an ke dalam rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI adalah langkah yang tepat. Namun, keberanian kebijakan diuji pada pelaksanaannya.

Baca juga: Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Penguatan kompetensi tidak boleh berhenti pada pelatihan singkat atau proyek tahunan. Ia harus menjadi ekosistem berkelanjutan, melibatkan pesantren, perguruan tinggi keagamaan, dan lembaga pendidikan Al-Qur’an sebagai mitra strategis.

Pendekatan ini juga harus disertai dengan evaluasi berkala yang transparan. Asesmen tidak boleh menjadi ritual administratif, melainkan alat koreksi kebijakan.


Refleksi Redaksi: Pendidikan Agama Dimulai dari Kejujuran Mutu

Albadarpost berpandangan bahwa pendidikan agama yang kuat tidak lahir dari slogan, tetapi dari keberanian mengakui kelemahan dan memperbaikinya secara sistematis. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah fondasi. Jika fondasi ini rapuh, maka bangunan pendidikan keagamaan akan terus retak, meski tampak utuh dari luar.

Negara telah membuka data. Kini publik menunggu konsistensi kebijakan. Masa depan pendidikan agama anak-anak tidak boleh dikorbankan oleh standar yang longgar dan pembiaran yang terlalu lama.

Membangun generasi beriman dan berpengetahuan dimulai dari satu hal sederhana: memastikan gurunya benar-benar mampu membaca kitab yang diajarkannya. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • doa perlindungan

    Bacaan Doa Agar Terhindar dari Bahaya dan Niat Jahat

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Doa perlindungan menjadi kebutuhan penting di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian. Banyak orang mencari doa agar dilindungi dari kejahatan, baik dari gangguan manusia, bahaya tak terlihat, maupun niat buruk. Selain itu, doa memohon perlindungan juga menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar hati tetap tenang dan hidup terasa aman. Di sisi lain, Islam telah […]

  • FIFA ASEAN Cup 2026

    FIFA ASEAN Cup 2026, Indonesia Tuan Rumah Divisi 1

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada 21 September hingga 6 Oktober 2026 dalam kalender FIFA International Match Calendar. Berdasarkan infografik yang dipublikasikan akun Skor Indonesia, turnamen sepak bola kawasan Asia Tenggara ini akan memakai format baru dengan dua divisi, yakni Premier Division (Divisi 1) dan Challenge Division (Divisi 2). Informasi […]

  • brand UMKM

    Rahasia Brand UMKM Cepat Dikenal, Nomor 3 Paling Ampuh

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Membangun brand UMKM yang kuat kini menjadi kunci utama untuk bertahan di tengah persaingan bisnis yang semakin ketat. Brand UMKM, citra usaha kecil, hingga identitas bisnis lokal harus dikelola secara strategis agar mudah dikenali dan diingat konsumen. Karena itu, pelaku usaha perlu memahami cara memperkuat branding UMKM secara konsisten, relevan, dan adaptif […]

  • El Nino Indonesia

    BMKG: El Nino Indonesia Berpotensi Bertahan hingga 2027

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – El Nino Indonesia diprakirakan masih berlanjut hingga awal tahun 2027. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dipublikasikan melalui akun resmi Info BMKG, fenomena iklim tersebut memiliki peluang 75 persen mencapai kategori sangat kuat. Bersamaan dengan itu, musim kemarau 2026 diperkirakan mencapai puncaknya secara bertahap pada Juli hingga September […]

  • peran pesantren

    Pesantren Kini Tak Lagi Hanya Mengajar Agama

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 195
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Pesantren selama ini dikenal sebagai tempat belajar agama. Namun, peran pesantren di tengah masyarakat jauh lebih besar. Lembaga pendidikan Islam, pondok pesantren, dan pusat pembinaan umat kini menjadi kekuatan penting yang membentuk karakter, menjaga budaya, sekaligus menggerakkan ekonomi warga. Di banyak daerah, pesantren tidak hanya mencetak santri yang memahami ilmu agama. Sebaliknya, […]

  • Wakil Wali Kota Tasikmalaya dalam suasana serius mencerminkan isu disharmoni komunikasi internal Pemkot.

    Saat Diky Candra Marah, Publik Soroti Koordinasi Pemkot Tasikmalaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinamika pemerintahan daerah selalu menghadirkan perbedaan pandangan. Namun, ketika perbedaan itu muncul ke ruang publik dalam bentuk ekspresi kemarahan, masyarakat tentu bertanya-tanya. Apakah ini sekadar reaksi spontan, atau ada persoalan koordinasi yang lebih dalam? Isu “Diky Candra marah di Pemkot Tasikmalaya” kini menjadi sorotan. Peristiwa tersebut memantik diskusi luas, bukan hanya […]

expand_less