Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Apa Sebenarnya Muktamar NU? Ini Sejarah dan Perannya

Apa Sebenarnya Muktamar NU? Ini Sejarah dan Perannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Ketika mendengar Muktamar NU, perhatian publik sering tertuju pada satu hal: siapa yang akan memimpin Nahdlatul Ulama untuk periode berikutnya. Padahal, sejarah Muktamar NU menunjukkan bahwa forum ini memiliki ruang pembahasan yang jauh lebih luas, mulai dari persoalan keagamaan dan kemasyarakatan hingga arah organisasi.

Secara resmi, Muktamar merupakan forum musyawarah tertinggi NU. Forum tersebut mempertemukan utusan dari berbagai penjuru Indonesia untuk menetapkan keputusan strategis, kepengurusan, serta arah perjuangan organisasi untuk lima tahun ke depan.

Karena itu, pertanyaan tentang Muktamar NU seharusnya tidak berhenti pada siapa yang terpilih.

Pertanyaan yang lebih penting adalah: apa yang diputuskan dan ke mana NU akan bergerak setelah Muktamar selesai?

Pertanyaan tersebut semakin relevan menjelang Muktamar NU ke-35 yang akan berlangsung pada 27–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.

Sejarah Muktamar NU: Dari Surabaya Menyebar ke Nusantara

Perjalanan Muktamar Nahdlatul Ulama bermula tidak lama setelah NU berdiri pada 31 Januari 1926.

Menurut catatan sejarah NU, Muktamar pertama berlangsung di Surabaya pada 21 Oktober 1926. Muktamar kedua dan ketiga juga berlangsung di kota tersebut. Setelah itu, forum permusyawaratan NU mulai bergerak ke berbagai daerah.

Semarang menjadi lokasi Muktamar keempat pada 1929. Setahun kemudian, Muktamar berlangsung di Pekalongan. Setelah itu, Cirebon, Bandung, Jakarta, Banyuwangi, dan sejumlah kota lain masuk dalam perjalanan panjang Muktamar NU.

Menariknya, Muktamar pada masa awal tidak selalu identik dengan pergantian pengurus.

Catatan NU Online menyebut, sampai 1951 Muktamar digelar hampir setiap tahun, dengan pengecualian periode 1941–1946. Pada masa tersebut, forum Muktamar juga membahas persoalan keagamaan dan kemasyarakatan.

Artinya, sejak awal, fungsi Muktamar NU memang lebih luas daripada sekadar memilih pemimpin.

Ketika Keputusan Muktamar Mengubah Arah NU

Sejarah kemudian menunjukkan betapa besar pengaruh keputusan Muktamar terhadap perjalanan organisasi.

Salah satu titik penting terjadi pada Muktamar ke-19 di Palembang pada 1952. Berdasarkan catatan sejarah NU, forum tersebut menjadi momentum ketika NU memutuskan berpisah dari Masyumi dan kemudian berdiri sebagai partai politik tersendiri.

Namun, arah tersebut kemudian berubah.

Pada Muktamar ke-27 di Situbondo pada 1984, NU mengambil keputusan penting untuk kembali kepada Khittah 1926 sebagai organisasi sosial-keagamaan. Keputusan itu menjadi salah satu tonggak besar dalam sejarah NU pascakemerdekaan.

Dengan demikian, melihat Muktamar hanya dari hasil pemilihan ketua jelas terlalu sempit.

Sebab, sejarah memperlihatkan bahwa keputusan Muktamar dapat menyentuh identitas, orientasi, hubungan dengan politik, serta arah gerakan organisasi.

Bahkan, rumusan Khittah NU tidak sekadar berarti menjauh dari politik praktis. NU Online mencatat bahwa Khittah 1926 juga berkaitan dengan landasan berpikir, bersikap, dan bertindak warga NU serta orientasi NU dalam bidang keagamaan, pendidikan, dakwah, dan kehidupan sosial.

Ada Persoalan Keagamaan yang Dibahas

Lalu, apa saja yang dibicarakan dalam Muktamar?

Jawabannya tidak hanya urusan struktur organisasi.

Muktamar juga menjadi ruang pembahasan persoalan keagamaan dan kemasyarakatan. Dalam tradisi NU, Bahtsul Masail menjadi salah satu ruang penting untuk membahas berbagai persoalan yang membutuhkan pandangan keagamaan.

Karena itu, substansi Muktamar tidak hanya berada di panggung pemilihan kepemimpinan. Ada pula pembahasan mengenai program organisasi, persoalan umat, serta arah perjuangan NU.

Di luar sidang, Muktamar juga berkembang menjadi ruang pertemuan warga.

Catatan NU menyebut penyelenggaraan Muktamar pada masa berikutnya tidak hanya menghadirkan rapat umum. Bazar produk dan unit usaha warga NU serta pertunjukan seni Islami turut meramaikan kegiatan tersebut.

Sementara itu, sejarah Muktamar pertama juga memiliki catatan menarik. NU Online menulis bahwa rangkaian kegiatan Muktamar pertama pada 1926 ditutup dengan pengajian umum di Masjid Ampel Surabaya yang dihadiri sekitar 10 ribu warga. Angka tersebut merupakan catatan historis yang dikutip dari sumber sejarah, bukan hasil penghitungan langsung AlbadarPost.

Detail tersebut memperlihatkan satu hal: sejak masa awal, Muktamar memiliki hubungan erat dengan masyarakat luas.

Muktamar NU ke-35: Apa yang Lebih Penting dari Nama Ketua?

Kini perhatian publik kembali mengarah kepada Muktamar NU ke-35.

Nama-nama calon pemimpin tentu akan menjadi bagian penting dari pemberitaan. Namun, publik sebaiknya tidak berhenti pada dinamika tersebut.

Ada pertanyaan yang jauh lebih substansial.

Apa agenda besar NU setelah Muktamar?

Bagaimana organisasi merespons perubahan sosial? Bagaimana NU menghadapi tantangan pendidikan, ekonomi, teknologi, kehidupan keagamaan, dan persoalan masyarakat?

Lalu, bagaimana keputusan Muktamar diterjemahkan menjadi program yang benar-benar terasa sampai tingkat warga?

Di sinilah ukuran keberhasilan Muktamar tidak hanya terletak pada siapa yang terpilih.

Sebab, pemimpin menjalankan keputusan, sementara keputusan menentukan arah perjalanan organisasi.

Muktamar ke-35 pun menjadi momentum untuk melihat kembali makna musyawarah dalam perjalanan panjang NU. Forum tersebut bukan sekadar panggung pergantian kepengurusan, tetapi ruang untuk merumuskan arah perjuangan organisasi menghadapi lima tahun berikutnya.

Nama ketua mungkin menjadi berita utama hari ini. Namun, keputusan Muktamar bisa menjadi sejarah yang menentukan arah NU bertahun-tahun kemudian. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebakaran Rumah Banjar

    Rumah Warga Banjar Hangus, Diduga Dipicu Obat Nyamuk

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 96
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran rumah Banjar kembali terjadi. Sebuah rumah terbakar di Banjar menghanguskan bangunan semi permanen milik seorang warga di RT 09 RW 05, Dusun Cilengkong, Desa Neglasari, Kota Banjar, pada Sabtu pagi. Peristiwa ini diduga dipicu oleh obat nyamuk bakar yang menyulut kasur di dalam kamar sebelum api merambat ke seluruh bagian […]

  • Perjalanan hijrah Nabi Muhammad dari Makkah ke Madinah bersama Abu Bakar dalam sejarah Islam

    Rahasia Hijrah Nabi Muhammad SAW: Strategi yang Mengubah Dunia

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 210
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hijrah Nabi Muhammad menjadi titik balik besar dalam sejarah Islam. Peristiwa hijrah Nabi Muhammad bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan strategi cerdas yang mengubah arah peradaban dunia. Kisah hijrah Rasulullah ini juga menyimpan makna perjuangan, keberanian, dan keteguhan iman yang relevan hingga hari ini. Awal Tekanan di Makkah yang Memicu Hijrah Pada masa […]

  • Dinsos Karawang

    Tak Cukup Dirazia, Dinsos Karawang Dorong Rehabilitasi Sosial Gepeng

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Dinsos Karawang menilai rehabilitasi sosial merupakan langkah yang lebih efektif dibandingkan sekadar razia dalam menangani gelandangan dan pengemis (gepeng). Pandangan itu mengemuka setelah operasi gabungan yang menjaring 52 orang, dengan 18 di antaranya berasal dari luar Kabupaten Karawang. Menurut Dinas Sosial Kabupaten Karawang, penertiban memang diperlukan untuk menjaga ketertiban umum. Namun, […]

  • Rektor Unsoed

    Rektor Unsoed Jadi Tersangka, KAUNSOED Desak Plt

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Penetapan Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan persoalan baru di luar proses hukum. Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KAUNSOED) mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) segera mengambil langkah untuk menjamin keberlangsungan kepemimpinan kampus, termasuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt) Rektor. Desakan […]

  • Ilustrasi pejabat atau pimpinan yang menerima laporan korupsi namun memilih diam di meja kerjanya

    Ketika Atasan Memilih Diam Padahal Sudah Terima Laporan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Di banyak kantor pemerintahan—dan juga di berbagai organisasi—cerita tentang korupsi sering kali dimulai dari bawah. Seorang staf bermain anggaran. Pejabat teknis memanipulasi laporan. Proyek disulap menjadi ladang keuntungan pribadi.Namun dalam banyak kasus, cerita itu tidak berhenti pada pelaku utama. Ia merambat naik, perlahan, menuju meja pimpinan. Pertanyaannya sederhana: jika atasan sudah menerima […]

  • Banner penjualan sapi kurban dan domba aqiqah milik Ari di Sukahurip, Sukaratu, Tasikmalaya.

    Domba Kurban Tasikmalaya, Penjual Tawarkan Daging Siap Santap

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 151
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pencarian domba kurban Tasikmalaya mulai meningkat di berbagai wilayah menjelang Idul Adha 2026. Tidak sedikit warga yang kini mencari hewan kurban dengan harga terjangkau, kondisi sehat, sekaligus layanan yang praktis. Di tengah kebutuhan itu, penjualan Sapi Qurban dan Domba Aqiqah milik Ari di Kampung Sukahurip, Desa Sinagar, Kecamatan Sukaratu, Kabupaten Tasikmalaya […]

expand_less