Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Data Pengangguran BPS Ungkap Ketimpangan Gender

Data Pengangguran BPS Ungkap Ketimpangan Gender

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONALData pengangguran BPS kembali membuka potret yang tidak bisa diabaikan. Badan Pusat Statistik mencatat bahwa pengangguran di Indonesia masih didominasi laki-laki. Fakta ini menegaskan adanya ketimpangan gender yang terus bertahan di pasar kerja nasional.

Per November 2025, jumlah pengangguran nasional mencapai jutaan orang. Dari angka tersebut, proporsi pengangguran laki-laki tercatat lebih tinggi dibanding perempuan. Kondisi ini bukan sekadar statistik, melainkan sinyal struktural tentang arah dan daya serap lapangan kerja di Indonesia.

Pengangguran Laki-Laki Lebih Tinggi dari Perempuan

Berdasarkan data pengangguran BPS, tingkat pengangguran terbuka laki-laki berada di atas perempuan. Tren ini konsisten jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Meski angkatan kerja laki-laki lebih besar, selisih pengangguran menunjukkan adanya tekanan serius di sektor-sektor yang selama ini menyerap tenaga kerja pria.

Baca juga: Puasa: Jalan Sunyi Menuju Takwa

Banyak sektor padat karya seperti konstruksi, manufaktur tertentu, dan transportasi mengalami perlambatan. Sektor-sektor ini umumnya menjadi ruang kerja utama laki-laki. Ketika pertumbuhan melambat, dampaknya langsung terasa pada kelompok tersebut.

Sebaliknya, sebagian perempuan terserap di sektor jasa, perdagangan, dan pekerjaan berbasis layanan. Sektor ini relatif lebih adaptif terhadap perubahan ekonomi. Pola ini menjelaskan mengapa tingkat pengangguran perempuan cenderung lebih stabil.

Struktur Pasar Kerja yang Belum Seimbang

Ketimpangan gender dalam pengangguran tidak bisa dilepaskan dari struktur pasar kerja. Data pengangguran BPS memperlihatkan bahwa penciptaan lapangan kerja belum sepenuhnya sejalan dengan komposisi angkatan kerja.

Selain itu, faktor pendidikan dan keterampilan ikut berperan. Banyak pekerja laki-laki berada di sektor informal dengan tingkat perlindungan rendah. Ketika terjadi guncangan ekonomi, kelompok ini lebih rentan kehilangan pekerjaan.

Di sisi lain, peningkatan partisipasi perempuan dalam pendidikan menengah dan tinggi mulai berdampak pada daya saing mereka di pasar kerja. Perubahan ini berjalan perlahan, namun konsisten.

Dampak Sosial dan Ekonomi yang Perlu Diantisipasi

Ketimpangan pengangguran berbasis gender membawa implikasi luas. Tingginya pengangguran laki-laki berpotensi memicu tekanan ekonomi rumah tangga. Dalam banyak keluarga, laki-laki masih menjadi pencari nafkah utama.

Jika kondisi ini berlanjut, risiko sosial seperti kemiskinan dan kerentanan ekonomi bisa meningkat. Oleh karena itu, membaca data pengangguran BPS tidak cukup sebatas angka. Diperlukan kebijakan yang lebih responsif terhadap dinamika gender di dunia kerja.

Baca juga: Singapura Tancap Gas Menuju Target Wisata 2026

Program pelatihan ulang, peningkatan keterampilan, serta diversifikasi lapangan kerja menjadi langkah penting. Pemerintah dan dunia usaha perlu memastikan bahwa penciptaan kerja mampu menjangkau berbagai kelompok tenaga kerja.

Tantangan Kebijakan Ketenagakerjaan ke Depan

Data ini menjadi tantangan serius bagi perumusan kebijakan. Pendekatan ketenagakerjaan tidak bisa bersifat umum. Setiap kelompok memiliki karakteristik dan kebutuhan berbeda.

Bagi laki-laki, penguatan sektor produktif dan padat karya menjadi kunci. Sementara itu, bagi perempuan, kebijakan inklusif yang mendukung partisipasi dan perlindungan kerja tetap diperlukan.

Data pengangguran BPS seharusnya menjadi dasar perencanaan yang lebih presisi. Tanpa itu, ketimpangan akan terus berulang dalam siklus ekonomi berikutnya.

Ketimpangan pengangguran berdasarkan gender bukan fenomena sesaat. Data BPS menunjukkan pola yang konsisten dan perlu direspons serius. Tanpa perbaikan struktur pasar kerja, ketidakseimbangan ini berpotensi membebani ekonomi dan sosial Indonesia dalam jangka panjang. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • kasus KUR Aparatur Negara

    Ketidakadilan Akses KUR Terkuak di Priangan Timur

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 7
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) kembali menuai sorotan. Di wilayah Priangan Timur, khususnya Tasikmalaya dan Ciamis, temuan penyaluran KUR kepada aparatur negara memunculkan pertanyaan besar tentang keadilan akses modal bagi pelaku usaha mikro. KUR yang dirancang untuk membantu UMKM bangkit justru dinikmati oleh kalangan yang secara ekonomi relatif mapan. Fakta ini […]

  • Ilustrasi penampakan hilal menjelang penentuan awal puasa Ramadhan 2026 di Indonesia menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN.

    Puasa 2026 Mulai 18 atau 19 Februari? Ini Prediksinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam di Indonesia mulai menyoroti prediksi awal puasa Ramadhan 2026 yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Perhatian ini muncul lebih awal karena adanya potensi perbedaan penetapan antara organisasi keagamaan dan pemerintah. Selain itu, hasil kajian astronomi dari lembaga riset turut memperkuat diskusi publik menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Menariknya, […]

  • doa dimudahkan urusan

    Saat Hidup Terasa Sulit, Amalkan Doa Ini untuk Jalan Keluar

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mencari doa dimudahkan urusan saat menghadapi masalah hidup, tekanan pekerjaan, atau kesulitan rezeki. Doa agar segala urusan lancar, doa dimudahkan rezeki, hingga amalan pembuka jalan menjadi harapan spiritual yang terus dicari. Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi juga bentuk keyakinan penuh kepada Allah bahwa setiap kesulitan pasti ada kemudahan. […]

  • Fadia Arafiq ditangkap

    OTT KPK Guncang Pekalongan, Kekayaan Fadia Arafiq Disorot

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Fadia Arafiq ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (3/3/2026). Penangkapan Bupati Pekalongan itu langsung memicu perhatian luas karena laporan kekayaannya dalam LHKPN tercatat mencapai Rp85,6 miliar. Kasus ini kembali mengangkat isu klasik tentang kekayaan pejabat publik dan potensi penyalahgunaan kekuasaan. KPK mengamankan sejumlah pihak dalam operasi tersebut. Namun, lembaga […]

  • Rincian pembagian Dana Desa 2026 sebesar Rp 60,57 triliun sesuai PMK Nomor 7 Tahun 2025.

    Dana Desa 2026 Resmi Rp 60,57 Triliun, Ini Skemanya

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah memastikan Dana Desa 2026 mencapai Rp 60,57 triliun untuk Tahun Anggaran 2026. Kebijakan anggaran desa 2026 atau pagu dana desa nasional tersebut menjadi salah satu instrumen utama dalam memperkuat pembangunan berbasis desa. Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 7 Tahun 2025, pemerintah menetapkan tata kelola, skema pembagian, serta prioritas penggunaan Dana […]

  • Wanita muslim membaca Al-Qur’an dari HP saat shalat malam di kamar dengan suasana tenang dan khusyuk.

    Shalat Sambil Baca HP, Sah atau Tidak? Ini Jawaban yang Mengejutkan!

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Baca Al-Qur’an dari HP saat shalat, sah atau justru membatalkan ibadah? Pertanyaan ini terus memicu perdebatan. Sebagian orang menganggapnya wajar karena teknologi memudahkan tilawah. Namun, sebagian lain merasa shalat sambil memegang smartphone tidak pantas. Lalu sebenarnya, bagaimana hukum membaca Al-Qur’an dari HP ketika shalat menurut dalil dan ulama? Mari kita kupas […]

expand_less