Operasi Jaran Lodaya Berhasil Ungkap Curanmor di Banjar
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 1 Jun 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Satreskrim Polres Banjar mengamankan terduga pelaku curanmor dalam Operasi Jaran Lodaya 2026 beserta barang bukti sepeda motor, Senin (1/5/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kasus curanmor kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Banjar. Seorang pria berinisial M diamankan Satreskrim Polres Banjar karena diduga terlibat dalam pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di wilayah Kecamatan Pataruman.
Penangkapan dilakukan di tengah pelaksanaan Operasi Jaran Lodaya 2026 yang berlangsung sejak 29 Mei hingga 7 Juni 2026. Operasi tersebut difokuskan untuk menekan angka pencurian kendaraan bermotor sekaligus mengungkap jaringan pelaku yang meresahkan masyarakat.
Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi SB, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan satu orang terduga pelaku beserta barang bukti yang sesuai dengan laporan kehilangan korban.
“Betul, pada hari Sabtu dini hari kita telah mengamankan satu orang yang diduga sebagai pelaku curanmor. Berikut barang bukti yang sudah bersesuaian dengan laporan polisi sebelumnya,” ujarnya.
Berawal dari Motor yang Tidak Dikunci Stang
Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pencurian tersebut terjadi sekitar bulan Maret 2026 di kawasan Kecamatan Pataruman, Kota Banjar.
Menurut keterangan kepolisian, pelaku diduga memanfaatkan kondisi kendaraan yang diparkir di pinggir jalan dalam keadaan stang tidak terkunci.
Kelalaian yang tampak sederhana itu ternyata menjadi celah yang dimanfaatkan pelaku untuk membawa kabur kendaraan korban.
Di banyak lingkungan permukiman, pemandangan sepeda motor yang diparkir sebentar di depan warung, toko, atau pinggir jalan memang bukan hal yang asing. Sebagian pemilik kendaraan merasa aman karena hanya meninggalkannya dalam waktu singkat.
Namun kasus ini menjadi pengingat bahwa kesempatan sekecil apa pun dapat dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

Kasat Reskrim Polres Banjar, Iptu Pramono Adi SB., Senin (1/5/2026).
Barang Bukti Diperiksa, Polisi Lakukan Pengembangan
Di lingkungan Satreskrim Polres Banjar, barang bukti sepeda motor terlihat terparkir saat proses pemeriksaan berlangsung. Beberapa bagian kendaraan masih sesuai dengan ciri-ciri yang tercantum dalam laporan kehilangan korban.
Petugas juga tampak memeriksa nomor rangka dan nomor mesin untuk memastikan kesesuaian dengan data kendaraan yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam proses penyidikan sebelum barang bukti nantinya dapat dikembalikan kepada pemilik yang sah.
Sementara itu, Satreskrim Polres Banjar masih terus melakukan pengembangan kasus.
Hingga kini, baru satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Namun polisi masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain maupun lokasi kejadian lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
“Sementara satu pelaku dan satu barang bukti yang bersesuaian. Saat ini sedang proses pengembangan. Karena ini masih dalam momen Operasi Jaran Lodaya 2026, untuk rincian lebih lanjut nanti akan kami sampaikan berikutnya,” kata Iptu Pramono.
Kabar Penangkapan Jadi Perbincangan Warga
Pengungkapan kasus ini cukup menarik perhatian masyarakat.
Di sejumlah grup percakapan warga, kabar penangkapan terduga pelaku curanmor sempat menjadi bahan perbincangan. Sebagian warga mengaku lega karena kasus yang sempat meresahkan akhirnya berhasil diungkap oleh kepolisian.
Ada pula warga yang menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati saat memarkir kendaraan.
Tidak sedikit yang mulai kembali mengecek kebiasaan sederhana seperti mengunci stang, menggunakan kunci tambahan, atau memilih lokasi parkir yang lebih aman.
Tidak Semua Kasus Berakhir Secepat Ini
Meski kasus ini berhasil diungkap, tidak semua pencurian kendaraan bermotor berakhir dengan penangkapan pelaku dalam waktu cepat.
Sebagian kasus membutuhkan proses penyelidikan yang panjang. Bahkan tidak sedikit kendaraan yang hilang dan belum berhasil ditemukan kembali.
Karena itu, keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi kabar baik bagi masyarakat yang berharap keamanan lingkungan tetap terjaga.
Keberhasilan tersebut juga menunjukkan pentingnya laporan masyarakat, rekaman pendukung, serta kerja penyelidikan yang dilakukan aparat kepolisian.
Sepeda Motor Bukan Sekadar Kendaraan
Bagi banyak warga, sepeda motor bukan sekadar alat transportasi.
Kendaraan itu digunakan untuk bekerja, berjualan, mengantar anak ke sekolah, pergi ke pasar, hingga menjalankan berbagai aktivitas harian yang sulit tergantikan.
Karena itu, kehilangan motor sering kali menjadi pukulan besar bagi keluarga.
Bukan hanya soal nilai kendaraan, tetapi juga tentang terganggunya rutinitas dan sumber penghidupan sehari-hari.
Atas dasar itu, kepolisian kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan kendaraan dalam kondisi terkunci dan menggunakan pengaman tambahan saat diparkir.
Kasus ini bermula dari satu hal yang terlihat sepele: stang motor yang tidak terkunci. Namun dari kejadian sederhana itu muncul pelajaran penting bagi semua pemilik kendaraan. Sebab bagi pelaku curanmor, kesempatan kecil bisa menjadi jalan kejahatan. Sementara bagi korban, satu motor yang hilang bisa mengubah banyak hal dalam kehidupan sehari-hari. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar