Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kemensos Ubah Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha KDMP

Kemensos Ubah Penerima Bansos Jadi Pelaku Usaha KDMP

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORAKopdes Merah Putih disiapkan bukan hanya sebagai salah satu jalur penyaluran bantuan sosial (bansos), tetapi juga sebagai wadah yang mendorong penerima bansos menjadi pelaku usaha. Melalui skema tersebut, Kementerian Sosial (Kemensos) ingin mengubah pola perlindungan sosial dari sekadar memberi bantuan menjadi membuka peluang ekonomi bagi keluarga penerima manfaat (KPM).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menjelaskan bahwa penerima bansos didorong bergabung sebagai anggota Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Menurutnya, koperasi dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menghubungkan program perlindungan sosial dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Karena itu, pemerintah tidak hanya memastikan bantuan tepat sasaran, tetapi juga membuka kesempatan agar penerima manfaat mampu meningkatkan taraf hidup melalui kegiatan usaha.

Dari Penerima Bansos Menuju Pelaku Usaha

Berbeda dengan pola bantuan sosial yang selama ini identik dengan penyaluran dana atau kebutuhan pokok, Kemensos kini mulai mendorong penerima manfaat agar memiliki aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Dalam keterangan resminya, Gus Ipul menegaskan bahwa pemerintah ingin para penerima bansos tidak berhenti sebagai penerima bantuan. Sebaliknya, mereka didorong menjadi anggota koperasi, memasarkan produk melalui KDMP, hingga tumbuh sebagai pelaku usaha di desa masing-masing.

Pendekatan tersebut dinilai lebih berdampak dalam jangka panjang. Ketika masyarakat memiliki usaha yang berkembang, mereka tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga berpeluang keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial.

Dengan demikian, bansos berfungsi sebagai jaring pengaman, sedangkan koperasi menjadi jembatan menuju kemandirian ekonomi.

Penyaluran Bansos Lewat Kopdes Dilakukan Bertahap

Selain mendorong lahirnya pelaku usaha baru, pemerintah juga menyiapkan skema penyaluran beberapa program bantuan sosial melalui Kopdes Merah Putih.

Namun, Kemensos menegaskan bahwa kebijakan tersebut belum diterapkan secara menyeluruh. Pemerintah memilih melaksanakan prosesnya secara bertahap sesuai kesiapan koperasi di setiap daerah.

Program seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tetap berjalan mengikuti mekanisme yang berlaku selama masa transisi. Selanjutnya, pemerintah akan mengevaluasi kesiapan infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, dan sistem administrasi sebelum memperluas implementasi di daerah lain.

Langkah itu diambil agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan lancar tanpa mengurangi hak penerima manfaat.

Kopdes Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa

Kemensos memandang koperasi desa memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar lembaga simpan pinjam. Melalui KDMP, masyarakat memperoleh ruang untuk memasarkan hasil usaha, membangun jejaring bisnis, serta mengakses berbagai layanan ekonomi yang tersedia.

Bagi pelaku usaha mikro di desa, keberadaan koperasi juga membuka peluang memperluas pasar. Produk lokal dapat dipasarkan melalui jaringan koperasi sehingga nilai tambah ekonomi tetap berputar di lingkungan desa.

Selain itu, sinergi antara pemerintah, pengurus koperasi, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi faktor penting agar program ini berjalan sesuai tujuan. Tanpa kolaborasi tersebut, transformasi dari penerima bantuan menjadi pelaku usaha akan sulit tercapai.

Pemerintah Ingin Perlindungan Sosial Lebih Produktif

Perubahan pendekatan yang dilakukan Kemensos menunjukkan bahwa perlindungan sosial tidak lagi hanya berorientasi pada bantuan jangka pendek. Pemerintah mulai mengarahkan berbagai program agar mampu menciptakan peluang usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Apabila implementasi berjalan sesuai rencana, Kopdes Merah Putih tidak hanya menjadi tempat penyaluran bantuan. Lebih dari itu, koperasi diharapkan berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi desa yang mampu memperkuat usaha masyarakat sekaligus mendukung pembangunan dari tingkat paling bawah.

Kebijakan tersebut juga menjadi peluang bagi desa untuk membangun ekosistem ekonomi yang lebih mandiri. Ketika anggota koperasi semakin aktif memproduksi dan memasarkan barang maupun jasa, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh keluarga penerima bansos, tetapi juga menggerakkan perekonomian desa secara keseluruhan.

Bantuan sosial memang mampu meringankan beban hidup. Namun, ketika penerima bansos berhasil membangun usaha melalui Kopdes Merah Putih, yang tumbuh bukan sekadar omzet atau keuntungan. Yang lahir adalah harapan baru: desa yang lebih mandiri, keluarga yang lebih sejahtera, dan masyarakat yang tidak lagi bergantung pada bantuan. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fastletic Juara Umum

    Fastletic Juara Umum, GOR Susi Susanti Bergemuruh

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 57
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sorak sorai ribuan penonton menggema di seluruh sudut GOR Susi Susanti, Kota Tasikmalaya, Sabtu malam (27/6/2026). Tepuk tangan, teriakan dukungan, hingga suara peluit bercampur menjadi satu ketika Fastletic Badminton Club akhirnya memastikan diri sebagai Juara Umum Kejuaraan Kota (Kejurkot) PBSI Kota Tasikmalaya Piala Kapolres Cup 2026. Momen kemenangan Fastletic Juara Umum […]

  • Maroko Piala

    Maroko Buktikan Afrika Kini Kekuatan Baru Dunia

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Maroko Piala Dunia kembali menjadi sorotan setelah Atlas Lions menundukkan Kanada dengan skor meyakinkan 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Kemenangan yang berlangsung di NRG Stadium, Houston, Texas, itu memastikan Maroko melangkah ke perempat final sekaligus mempertegas bahwa sepak bola Afrika kini bukan lagi sekadar pelengkap di panggung dunia. […]

  • Ilustrasi seseorang menenangkan temannya sebagai simbol kasih sayang Nabi dan empati di tengah kehidupan modern

    Dunia Semakin Keras, Nabi Ajarkan Kasih Sayang

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

     albadarpost.com, LIFESTYLE – Kasih sayang Nabi sering kita dengar, tetapi tidak selalu kita rasakan. Hadis Nabi tentang kasih sayang mengajarkan empati, kelembutan, dan kepedulian—nilai yang justru terasa semakin hilang di tengah kehidupan modern. Hari ini, orang mudah marah, cepat menghakimi, dan lambat memahami. Padahal, satu sikap lembut bisa menyelamatkan banyak hal. Hadis yang Menampar: Tanpa […]

  • Uya Kuya dikhianati

    Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Uya Kuya kecewa karena merasa dikhianati teman sendiri saat dihujat netizen dan rumahnya dijarah. Uya Kuya Ungkap Kekecewaan Usai Dikhianati Teman Sendiri albadarpost.com, HUMANIORA – Artis sekaligus anggota DPR Uya Kuya mengaku kecewa dan terluka secara emosional setelah merasa dikhianati oleh orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Kekecewaan itu muncul di tengah […]

  • Ilustrasi suasana Idul Adha di masjid kampung dengan jamaah dan panitia kurban menjelang penyembelihan hewan.

    Bukan Hanya Kurban, Ini 9 Fakta Idul Adha yang Jarang Dibahas

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 191
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Suara takbir biasanya mulai menggema sejak malam Idul Adha. Di beberapa kampung, bunyi beduk masih terdengar pelan bercampur dengan suara pisau panitia yang mulai diasah di halaman masjid. Sebagian warga sibuk menyiapkan plastik kresek merah untuk membungkus daging kurban. Sementara anak-anak kecil mulai berlarian membawa bambu penyangga tempat penyembelihan. Namun di balik […]

  • Renungan tentang tanda matinya hati menurut Syekh Athaillah dan hadis Nabi Muhammad SAW

    Saat Amal Tak Lagi Dirindukan dan Dosa Tak Lagi Disesali

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 160
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE — Hati manusia hidup bukan karena detaknya, melainkan karena rasa. Selama hati masih mampu merindu pada kebaikan dan bergetar saat jatuh dalam dosa, selama itu pula iman masih bernapas di dalam dada. Namun ketika rasa itu menghilang, di situlah para ulama memberi peringatan paling sunyi dan paling menakutkan: hati mulai mati. Syekh Athaillah […]

expand_less