HANI Tasikmalaya 2026, Perang Narkoba Dimulai dari Rumah
- account_circle redaktur
- calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
- visibility 60
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan warga mengikuti peringatan HANI Tasikmalaya 2026 di Alun-Alun Dadaha Kota Tasikmalaya, Minggu (5/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – HANI Tasikmalaya 2026 menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ribuan warga memadati Alun-Alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), untuk menyuarakan komitmen bersama dalam perang melawan narkoba. Melalui kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah awal membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045.
Sejak pagi hingga sore, kawasan Alun-Alun Dadaha dipenuhi masyarakat dari berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, orang tua, hingga tokoh masyarakat mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Nasional Anti Narkotika (GANNA). Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kepedulian terhadap bahaya narkoba terus tumbuh di tengah masyarakat.
Berbeda dengan kegiatan seremonial semata, peringatan HANI tahun ini membawa pesan yang lebih mendalam. Fokus utamanya bukan hanya mengingatkan bahaya penyalahgunaan narkotika, melainkan membangun kesadaran bahwa keluarga merupakan benteng pertama untuk melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.
Keluarga Jadi Garda Terdepan Melawan Narkoba
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Tasikmalaya, Drs. Ade Hendar, M.M., yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa persoalan narkoba tidak dapat dipandang hanya sebagai masalah hukum.
Menurutnya, penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia sekaligus masa depan bangsa. Karena itu, upaya pencegahan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan setiap anak, yaitu keluarga.
“Narkoba bukan hanya persoalan hukum. Ini ancaman nyata bagi kualitas sumber daya manusia dan masa depan bangsa,” ujar Ade Hendar.
Ia menjelaskan, komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak, pendidikan karakter sejak usia dini, serta penanaman nilai moral di lingkungan keluarga menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan terhadap pengaruh narkoba.
“Komunikasi yang baik dan penanaman nilai moral sejak dini merupakan langkah strategis membangun ketahanan keluarga,” tegasnya.
Selain keluarga, Ade juga mengajak sekolah, tempat kerja, organisasi masyarakat, dan lingkungan sekitar untuk memperkuat budaya saling mengingatkan agar ruang gerak peredaran narkoba semakin sempit.
Penegakan Hukum Tegas, Korban Tetap Harus Dipulihkan
Dalam kesempatan itu, Ade Hendar juga menyoroti pentingnya membedakan penanganan terhadap pelaku kejahatan narkotika dan korban penyalahgunaan.
Menurutnya, aparat penegak hukum harus memberikan tindakan tegas kepada bandar maupun pengedar sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Namun, masyarakat juga perlu memberikan kesempatan bagi korban penyalahgunaan narkoba untuk menjalani rehabilitasi agar mampu kembali menjalani kehidupan secara produktif.
Pendekatan tersebut dinilai mampu menghadirkan keseimbangan antara penegakan hukum dan aspek kemanusiaan dalam pemberantasan narkoba.
GANNA Konsisten Bangun Kesadaran Publik
Pemerintah Kota Tasikmalaya memberikan apresiasi kepada DPC GANNA yang secara konsisten mengedukasi masyarakat mengenai bahaya narkoba melalui berbagai kegiatan sosial dan kampanye hidup sehat.
Kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, komunitas, serta warga dinilai menjadi modal penting dalam membangun lingkungan yang aman dari penyalahgunaan narkotika.
Ade Hendar mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memberi ruang sedikit pun bagi peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
Menurutnya, cita-cita mewujudkan Indonesia Emas 2045 hanya dapat tercapai apabila generasi muda tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, produktif, dan bebas dari narkoba.
Momentum Bersama Menjaga Masa Depan Generasi
Antusiasme ribuan warga yang memenuhi Alun-Alun Dadaha memperlihatkan bahwa perang melawan narkoba bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat penegak hukum. Sebaliknya, gerakan tersebut membutuhkan partisipasi aktif keluarga, sekolah, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Peringatan HANI Tasikmalaya 2026 menjadi pengingat bahwa menjaga generasi muda tidak cukup melalui slogan. Langkah nyata harus dimulai dari rumah, diperkuat di sekolah, dijaga di lingkungan, dan didukung oleh kebijakan yang berpihak pada pencegahan serta rehabilitasi.
Dengan semangat kebersamaan itu, Kota Tasikmalaya menunjukkan bahwa perang melawan narkoba tidak hanya berbicara tentang penindakan, tetapi juga tentang membangun harapan bagi masa depan generasi bangsa.
Indonesia Emas 2045 tidak lahir dari generasi yang sekadar cerdas, tetapi dari generasi yang sehat, berkarakter, dan berani berkata: tidak untuk narkoba. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar