Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 235
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkot Cimahi menunggu keputusan pusat terkait kenaikan UMK 2026, serikat buruh diminta menjaga situasi kondusif.


albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Cimahi belum memutuskan besaran kenaikan UMK Cimahi tahun 2026. Keputusan masih menunggu arahan pemerintah pusat yang tengah merumuskan formula upah minimum secara nasional. Di lapangan, tuntutan kenaikan dari serikat buruh mulai menguat, namun Pemkot Cimahi meminta situasi tetap kondusif.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa aspirasi kenaikan UMK sudah diterima dan menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Namun keputusan final tidak berada di tangan Pemkot. Proses penetapan UMK 2026 bergantung pada regulasi dari pusat, termasuk acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan formula Dewan Pengupahan Nasional.

“Kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan ada perhatian buat buruh untuk UMK tahun 2026,” kata Ngatiyana, Senin (24/11/2025).


Dialog Pemkot dan Serikat Buruh Soal Kenaikan UMK Cimahi

Pertemuan antara Wali Kota dengan perwakilan sejumlah serikat buruh menjadi bagian dari rangkaian komunikasi rutin Pemkot Cimahi. Di forum itu, serikat buruh kembali menegaskan tuntutan: UMK 2026 harus dinaikkan. Mereka berargumen inflasi dan beban hidup menuntut penyesuaian upah.

Ngatiyana menyebut bahwa buruh memiliki hak menyampaikan aspirasi, namun langkah solusi tetap berada pada prosedur yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia meminta tidak ada eskalasi di jalanan, karena stabilitas kota memengaruhi hubungan industrial.

“Ditunggu saja keputusannya. Kita selama ini menjaga hubungan baik dengan buruh dan pengusaha. Ke depan kita harus terus memikirkan kondusifitas Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Pesan ini bukan sekadar imbauan publik. Di Cimahi, konflik buruh-pengusaha berpotensi menimbulkan gangguan produksi, yang ujungnya memengaruhi ekonomi lokal. Pemerintah kota menjaga agar dialog tripartit tetap berjalan tanpa tekanan.


Tahap Perumusan UMK 2026 di Tingkat Nasional

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, mengonfirmasi bahwa pembahasan UMK 2026 belum selesai. Pemerintah pusat sedang merumuskan skema dan mempertimbangkan indikator ekonomi makro sebelum menetapkan besaran UMP dan UMK nasional.

“Informasinya masih digodok, dibahas sama pusat untuk acuan UMP dan UMK tahun 2026. Kita juga masih menunggu hasilnya,” kata Asep.

Data Dinas Tenaga Kerja mencatat UMK Kota Cimahi pada 2025 berada di angka Rp3.863.692. Meskipun belum ada regulasi resmi, Asep menyiratkan adanya peluang kenaikan UMK 2026. Faktor inflasi dan biaya hidup menjadi pertimbangan utama.

“Kemungkinan naik pasti ada karena inflasi, tapi besarannya belum ada karena formulasinya masih digodog,” ujarnya.

Di tahapan ini, kenaikan UMK Cimahi menjadi isu yang bukan hanya mengenai upah buruh. Penentuan UMK akan memengaruhi daya beli pekerja, kompetisi perusahaan, dan keberlanjutan investasi di kawasan industri Cimahi.


Tekanan Ekonomi Global dan Kinerja Industri Cimahi

Sektor industri Cimahi tengah menghadapi tekanan. Menurut Asep, kondisi perusahaan tidak sedang ideal. Krisis global dan penurunan permintaan membuat banyak perusahaan melakukan penyesuaian produksi.

“Secara umum kondisi perusahaan di Cimahi agak goyang karena masalah ekonomi global,” katanya.

Namun tingkat kepatuhan perusahaan besar di Cimahi dalam membayar UMK masih dianggap cukup baik. Ini penting bagi pemerintah daerah, karena sektor perusahaan besar menjadi tulang punggung lapangan kerja formal.

Kesetiaan perusahaan terhadap kewajiban UMK menunjukkan dua hal. Pertama, solidaritas antara manajemen dan pekerja masih terjaga. Kedua, stabilitas lokal bisa dipertahankan selama tri-partite — pemerintah, buruh, pengusaha — tetap berada dalam ruang dialog.

Baca juga: Pemerintah Dorong Internet Rakyat 5G untuk Perluas Akses Digital Warga

Cimahi adalah kota industri satelit yang bergantung pada rantai pasok Bandung Raya, Purwakarta, dan Karawang. Perubahan UMK berdampak bukan hanya pada buruh lokal, tetapi juga pada struktur biaya produksi rantai logistik regional. Perusahaan menahan diri dari PHK massal selama bertahun-tahun dengan cara efisiensi operasional. Kenaikan UMK Cimahi yang terlalu agresif berpotensi memicu restrukturisasi tenaga kerja.

Di sisi lain, serikat buruh membaca momentum inflasi sebagai argumen valid untuk penyesuaian upah. Pekerja di sektor manufaktur dan tekstil menghadapi biaya hidup yang terus naik. Mereka menolak stagnasi pendapatan di tengah kenaikan harga kebutuhan dasar.


Kebutuhan Kompromi Kebijakan Upah

Kebijakan kenaikan UMK Cimahi bukan sekadar angka yang diumumkan tiap akhir tahun. Ia adalah instrumen politik ekonomi daerah. Pemerintah harus memahami keseimbangan antara daya beli buruh dan keberlanjutan sektor industri. Formula nasional dirancang untuk memenuhi kedua kepentingan itu.

Model penetapan UMK nasional telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penentuan berbasis inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tenaga kerja bertujuan mengurangi konflik lokal. Cimahi mengikuti mekanisme ini tanpa mengambil langkah sepihak. Bahkan jika tuntutan buruh meningkat, pemerintah kota tidak melakukan negosiasi di luar parameter pusat.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, pendekatan bertahap dianggap paling aman. UMK yang naik terlalu tinggi berisiko memukul perusahaan yang baru pulih dari krisis global. Namun UMK yang rendah akan menurunkan kualitas hidup pekerja. Di sini, peran pusat menjadi filter rasional.

Kenaikan UMK Cimahi masih menunggu keputusan pusat. Pemerintah mengimbau buruh menjaga stabilitas, sementara industri menghadapi tekanan ekonomi global. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tradisi Pesantren

    Dari Suara Ngaji Malam, Pesantren Menjaga Wajah Indonesia

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an masih terdengar pelan dari balik kamar-kamar sederhana di banyak pesantren Indonesia saat malam mulai larut. Sebagian santri duduk bersila sambil memegang kitab kuning yang mulai kusam di bagian sudutnya. Sebagian lain terlihat menghafal pelajaran di bawah cahaya lampu seadanya. Pemandangan seperti itu mungkin terlihat sederhana. Namun dari […]

  • korupsi dana desa

    Mantan Sekdes Sukaresik Ditangkap, Korupsi Dana Desa Kembali Menggoyang Kepercayaan Publik

    • calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: Penangkapan mantan sekdes Sukaresik membuka masalah serius tata kelola Dana Desa dan dampaknya bagi layanan publik. albadarpost.com, EDITORIAL – Penangkapan mantan Sekretaris Desa Sukaresik, YS, atas dugaan korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2022 kembali menegaskan rapuhnya tata kelola anggaran publik di tingkat desa. Peristiwa ini penting bukan semata […]

  • ilustrasi Rabi'ah al-Adawiyah bermunajat dalam kesunyian malam dengan nuansa spiritual dan cahaya lembut

    Rabi’ah al-Adawiyah: Perempuan yang Mencintai Allah Tanpa Syarat

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 182
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Siapakah Rabi’ah al-Adawiyah dalam sejarah Islam? Namanya kerap disebut sebagai simbol cinta Ilahi—bukan cinta biasa, tetapi cinta yang menghapus rasa takut dan harapan, lalu menyisakan ketulusan semata. Namun, ada satu hal yang membuat kisahnya berbeda. Ia tidak takut neraka. Ia juga tidak menginginkan surga. Ia hanya menginginkan Allah. Di titik itu, Rabi’ah […]

  • Ilustrasi seseorang membersihkan panci dan talenan bekas olahan daging kurban di dapur.

    Kenapa Bau Daging Kurban Sulit Hilang? Ini 5 Cara Membersihkannya

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 235
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bau daging kurban sering menempel cukup lama di alat-alat masak setelah Idul Adha. Mulai dari panci, talenan, pisau, blender, hingga wajan kadang masih menyisakan aroma khas daging meski sudah dicuci berkali-kali. Masalah ini sebenarnya sangat umum terjadi. Apalagi jika dapur dipakai memasak banyak olahan kurban sekaligus dalam satu hari. Di beberapa rumah, […]

  • Kapolres Cup Kicau Mania

    Kapolres Cup Kicau Mania Sedot Peserta Lintas Kota

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kapolres Cup Kicau Mania menjadi magnet bagi para pencinta burung berkicau dari berbagai daerah. Ajang Kicau Mania Tasikmalaya yang digelar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-80 itu tidak hanya dipadati peserta lokal, tetapi juga menarik perhatian penghobi burung dari Bandung, Cilacap, Ciamis, Banjar, Pangandaran, hingga Garut. Sejak pagi buta, arena gantangan sudah […]

  • Ilustrasi seseorang memainkan media sosial bertema politik dengan nuansa gelap dan reflektif menurut kajian Islam.

    Hukum Buzzer Politik dalam Islam, Halal atau Haram?

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Fenomena buzzer politik kini semakin sering dibahas masyarakat. Dalam perspektif Buzzer Politik Islam, topik ini menjadi sensitif karena berkaitan dengan etika berbicara, menyebarkan informasi, hingga tanggung jawab moral di media sosial. Tidak sedikit orang mulai mempertanyakan: apakah menjadi buzzer politik diperbolehkan dalam Islam? Pertanyaan itu muncul karena media sosial hari ini bukan […]

expand_less