Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

Pemkot Cimahi Tunggu Kebijakan Pusat Soal Kenaikan UMK 2026

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pemkot Cimahi menunggu keputusan pusat terkait kenaikan UMK 2026, serikat buruh diminta menjaga situasi kondusif.


albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kota Cimahi belum memutuskan besaran kenaikan UMK Cimahi tahun 2026. Keputusan masih menunggu arahan pemerintah pusat yang tengah merumuskan formula upah minimum secara nasional. Di lapangan, tuntutan kenaikan dari serikat buruh mulai menguat, namun Pemkot Cimahi meminta situasi tetap kondusif.

Wali Kota Cimahi Ngatiyana menyampaikan bahwa aspirasi kenaikan UMK sudah diterima dan menjadi pertimbangan pemerintah daerah. Namun keputusan final tidak berada di tangan Pemkot. Proses penetapan UMK 2026 bergantung pada regulasi dari pusat, termasuk acuan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan formula Dewan Pengupahan Nasional.

“Kita masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Mudah-mudahan ada perhatian buat buruh untuk UMK tahun 2026,” kata Ngatiyana, Senin (24/11/2025).


Dialog Pemkot dan Serikat Buruh Soal Kenaikan UMK Cimahi

Pertemuan antara Wali Kota dengan perwakilan sejumlah serikat buruh menjadi bagian dari rangkaian komunikasi rutin Pemkot Cimahi. Di forum itu, serikat buruh kembali menegaskan tuntutan: UMK 2026 harus dinaikkan. Mereka berargumen inflasi dan beban hidup menuntut penyesuaian upah.

Ngatiyana menyebut bahwa buruh memiliki hak menyampaikan aspirasi, namun langkah solusi tetap berada pada prosedur yang ditetapkan pemerintah pusat. Ia meminta tidak ada eskalasi di jalanan, karena stabilitas kota memengaruhi hubungan industrial.

“Ditunggu saja keputusannya. Kita selama ini menjaga hubungan baik dengan buruh dan pengusaha. Ke depan kita harus terus memikirkan kondusifitas Kota Cimahi,” ujar Ngatiyana.

Pesan ini bukan sekadar imbauan publik. Di Cimahi, konflik buruh-pengusaha berpotensi menimbulkan gangguan produksi, yang ujungnya memengaruhi ekonomi lokal. Pemerintah kota menjaga agar dialog tripartit tetap berjalan tanpa tekanan.


Tahap Perumusan UMK 2026 di Tingkat Nasional

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi, Asep Jayadi, mengonfirmasi bahwa pembahasan UMK 2026 belum selesai. Pemerintah pusat sedang merumuskan skema dan mempertimbangkan indikator ekonomi makro sebelum menetapkan besaran UMP dan UMK nasional.

“Informasinya masih digodok, dibahas sama pusat untuk acuan UMP dan UMK tahun 2026. Kita juga masih menunggu hasilnya,” kata Asep.

Data Dinas Tenaga Kerja mencatat UMK Kota Cimahi pada 2025 berada di angka Rp3.863.692. Meskipun belum ada regulasi resmi, Asep menyiratkan adanya peluang kenaikan UMK 2026. Faktor inflasi dan biaya hidup menjadi pertimbangan utama.

“Kemungkinan naik pasti ada karena inflasi, tapi besarannya belum ada karena formulasinya masih digodog,” ujarnya.

Di tahapan ini, kenaikan UMK Cimahi menjadi isu yang bukan hanya mengenai upah buruh. Penentuan UMK akan memengaruhi daya beli pekerja, kompetisi perusahaan, dan keberlanjutan investasi di kawasan industri Cimahi.


Tekanan Ekonomi Global dan Kinerja Industri Cimahi

Sektor industri Cimahi tengah menghadapi tekanan. Menurut Asep, kondisi perusahaan tidak sedang ideal. Krisis global dan penurunan permintaan membuat banyak perusahaan melakukan penyesuaian produksi.

“Secara umum kondisi perusahaan di Cimahi agak goyang karena masalah ekonomi global,” katanya.

Namun tingkat kepatuhan perusahaan besar di Cimahi dalam membayar UMK masih dianggap cukup baik. Ini penting bagi pemerintah daerah, karena sektor perusahaan besar menjadi tulang punggung lapangan kerja formal.

Kesetiaan perusahaan terhadap kewajiban UMK menunjukkan dua hal. Pertama, solidaritas antara manajemen dan pekerja masih terjaga. Kedua, stabilitas lokal bisa dipertahankan selama tri-partite — pemerintah, buruh, pengusaha — tetap berada dalam ruang dialog.

Baca juga: Pemerintah Dorong Internet Rakyat 5G untuk Perluas Akses Digital Warga

Cimahi adalah kota industri satelit yang bergantung pada rantai pasok Bandung Raya, Purwakarta, dan Karawang. Perubahan UMK berdampak bukan hanya pada buruh lokal, tetapi juga pada struktur biaya produksi rantai logistik regional. Perusahaan menahan diri dari PHK massal selama bertahun-tahun dengan cara efisiensi operasional. Kenaikan UMK Cimahi yang terlalu agresif berpotensi memicu restrukturisasi tenaga kerja.

Di sisi lain, serikat buruh membaca momentum inflasi sebagai argumen valid untuk penyesuaian upah. Pekerja di sektor manufaktur dan tekstil menghadapi biaya hidup yang terus naik. Mereka menolak stagnasi pendapatan di tengah kenaikan harga kebutuhan dasar.


Kebutuhan Kompromi Kebijakan Upah

Kebijakan kenaikan UMK Cimahi bukan sekadar angka yang diumumkan tiap akhir tahun. Ia adalah instrumen politik ekonomi daerah. Pemerintah harus memahami keseimbangan antara daya beli buruh dan keberlanjutan sektor industri. Formula nasional dirancang untuk memenuhi kedua kepentingan itu.

Model penetapan UMK nasional telah berubah dalam beberapa tahun terakhir. Penentuan berbasis inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan indeks tenaga kerja bertujuan mengurangi konflik lokal. Cimahi mengikuti mekanisme ini tanpa mengambil langkah sepihak. Bahkan jika tuntutan buruh meningkat, pemerintah kota tidak melakukan negosiasi di luar parameter pusat.

Dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, pendekatan bertahap dianggap paling aman. UMK yang naik terlalu tinggi berisiko memukul perusahaan yang baru pulih dari krisis global. Namun UMK yang rendah akan menurunkan kualitas hidup pekerja. Di sini, peran pusat menjadi filter rasional.

Kenaikan UMK Cimahi masih menunggu keputusan pusat. Pemerintah mengimbau buruh menjaga stabilitas, sementara industri menghadapi tekanan ekonomi global. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Strategi branding sekolah untuk membangun kepercayaan publik dan daya saing pendidikan nasional

    Branding Sekolah dan Tanggung Jawab Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di tengah meningkatnya persaingan dunia pendidikan, sekolah tidak lagi cukup berperan sebagai ruang transfer pengetahuan. Kini, masyarakat menuntut lebih dari sekadar capaian akademik. Selain mutu pembelajaran, orang tua juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, kejelasan arah pendidikan, serta nilai-nilai yang ditanamkan. Oleh karena itu, situasi ini menandai perubahan mendasar dalam cara […]

  • pengawasan pengadaan barang”

    Mukena dan Sarung Dikorupsi Pejabat dan Anggota DPRD

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kasus korupsi mukena dan sarung Rp1,7 miliar menyoroti lemahnya pengawasan pengadaan barang pemerintah. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan korupsi pengadaan mukena dan sarung yang merugikan negara hingga Rp1,7 miliar kembali membuka persoalan klasik dalam tata kelola pemerintahan, khususnya lemahnya pengawasan pengadaan barang dan jasa. Perkara ini kini memasuki tahap persidangan setelah menyeret pejabat publik […]

  • Umar bin Abdul Aziz

    Pemimpin Paling Adil dalam Sejarah? Ini Kisah Umar bin Abdul Aziz

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 157
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Umar bin Abdul Aziz menjadi salah satu cerita paling menginspirasi dalam sejarah Islam. Sosok ini dikenal sebagai pemimpin adil, khalifah sederhana, dan teladan integritas yang langka. Tak hanya itu, perjalanan hidupnya menunjukkan perubahan luar biasa dari kehidupan mewah menuju kepemimpinan penuh tanggung jawab. Oleh karena itu, kisah Umar bin Abdul Aziz […]

  • Bakti Sosial Polres Garut

    Sambut HUT Bhayangkara, Polres Garut Bagikan Sembako

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Semangat Bakti Sosial Polres Garut atau aksi kepedulian Polri untuk masyarakat kembali terlihat menjelang Hari Bhayangkara ke-80. Melalui pembagian paket sembako kepada warga, Polres Garut ingin menghadirkan wajah kepolisian yang tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir melalui aksi sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung di kawasan […]

  • Final PSG vs Arsenal

    Final PSG vs Arsenal: Bukan Cuma Dembélé dan Saka, Rice dan Vitinha Bisa Tentukan Juara

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ketika publik membicarakan Final PSG vs Arsenal, perhatian hampir otomatis tertuju pada para pencetak gol. Namun partai puncak yang berlangsung pada 30 Mei 2026 ini menyimpan cerita yang lebih menarik. Di balik gemerlap trofi dan sorotan kamera, terdapat dua duel yang berpotensi menentukan arah pertandingan: Dembélé vs Saka di lini depan […]

  • batas RI Malaysia

    BNPP Tetapkan Batas RI–Malaysia, Ini Dampaknya

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 150
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah Indonesia melalui Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) menetapkan perubahan batas RI Malaysia di wilayah Kalimantan Utara. Dampaknya, tiga desa di Kabupaten Nunukan kini tercatat sebagian masuk wilayah Malaysia. Keputusan ini bukan klaim sepihak, melainkan hasil kesepakatan bilateral kedua negara yang telah melalui proses panjang. Penegasan tersebut disampaikan BNPP dalam rapat […]

expand_less