Rumah Terbakar di Purbaratu, Warga Berhasil Selamat
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Tim Damkar melakukan pendinginan di sebuah rumah di Kampung Golempang Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya terbakar, Senin malam(22/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kebakaran Purbaratu kembali menjadi perhatian warga Kota Tasikmalaya. Insiden kebakaran rumah yang diduga dipicu kebocoran gasolin terjadi di Kampung Golempang, Kelurahan Sukamenak, Kecamatan Purbaratu, Senin malam, 22 Juni 2026. Beruntung, respons cepat warga sekitar berhasil mencegah kobaran api meluas dan menyelamatkan seluruh penghuni rumah dari bahaya yang lebih besar.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Api pertama kali muncul dari kamar tidur di lantai dua rumah milik Eman. Dalam waktu singkat, kobaran api mulai membakar sebagian ruangan dan memicu kepanikan warga sekitar.
Namun demikian, warga yang mengetahui kejadian itu tidak tinggal diam. Mereka segera mengambil langkah darurat dengan memadamkan api secara manual sambil menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Respons Cepat Warga Cegah Api Meluas
Di tengah situasi darurat, semangat gotong royong warga menjadi faktor penting yang berhasil menekan risiko kebakaran lebih besar.
Beberapa warga langsung berupaya memutus sumber api, sementara lainnya membantu mengamankan penghuni rumah dan lingkungan sekitar. Berkat tindakan cepat tersebut, api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke bagian bangunan lain.
Langkah sigap warga ini menjadi contoh penting bahwa kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat sangat berperan dalam mengurangi dampak kebakaran permukiman.
Selain itu, lokasi rumah yang berada di kawasan padat penduduk membuat potensi penyebaran api cukup tinggi. Karena itu, keberhasilan warga mengendalikan situasi sejak awal menjadi faktor penentu yang menyelamatkan banyak aset di sekitar lokasi kejadian.
Damkar Tasikmalaya Tetap Lakukan Pendinginan Menyeluruh
Setelah menerima laporan, Tim Regu 2 Pemadam Kebakaran Kota Tasikmalaya yang dipimpin Komandan Regu Eman Sulaeman langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas menempuh perjalanan sekitar 11 kilometer dari markas komando menuju Kampung Golempang. Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api sudah berhasil dipadamkan warga.
Meski demikian, tim pemadam tetap menjalankan prosedur standar penanganan kebakaran. Petugas melakukan pendinginan menyeluruh pada area yang terdampak untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.
Proses pemeriksaan berlangsung secara detail, terutama pada bagian kamar tidur yang menjadi titik awal munculnya api. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kemungkinan kebakaran susulan yang sering terjadi akibat bara tersembunyi.
Operasi pendinginan dan pengecekan berakhir sekitar pukul 23.39 WIB setelah petugas memastikan kondisi benar-benar aman.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran menerjunkan satu unit Fire Truck dan satu unit Water Supply guna mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan.
Kebocoran Gasolin Jadi Peringatan Serius
Berdasarkan keterangan awal dari pemilik rumah, kebakaran diduga berasal dari kebocoran korek api gasolin yang berada di dalam kamar tidur.
Meski terlihat sepele, kebocoran bahan mudah terbakar dapat memicu ledakan kecil yang berkembang menjadi kebakaran dalam hitungan menit apabila tidak segera terdeteksi.
Karena itu, petugas mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati saat menyimpan bahan yang mudah terbakar di dalam rumah.
Pemeriksaan rutin terhadap peralatan pemantik api, tabung gas, instalasi listrik, maupun bahan bakar lainnya sangat penting dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
Selain menjaga keamanan keluarga, langkah sederhana tersebut juga dapat melindungi lingkungan sekitar dari risiko kebakaran yang lebih luas.
Seluruh Penghuni Berhasil Selamat
Kabar baik dari peristiwa ini adalah seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri tanpa mengalami luka maupun gangguan kesehatan serius.
Petugas juga memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Tingkat kerusakan bangunan tercatat relatif ringan karena api berhasil dipadamkan sebelum menjalar ke seluruh bagian rumah.
Sementara itu, pihak terkait masih melakukan pendataan untuk menghitung nilai kerugian material yang ditimbulkan akibat insiden tersebut.
Meski kerusakan tidak terlalu besar, peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi kapan saja dan sering kali berawal dari hal-hal yang dianggap sepele.
Satu kebocoran kecil bisa memicu bencana besar dalam hitungan menit. Namun malam itu, kepedulian warga dan respons cepat petugas membuktikan bahwa kewaspadaan tetap menjadi alat pemadam pertama yang paling berharga. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar