Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

Saat Anak Lain Libur, Santri Diniyah Tasikmalaya Justru Sibuk Ujian

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Saat sebagian sekolah formal mulai memasuki suasana akhir semester dan aktivitas belajar berangsur lebih longgar, para peserta UAS Madrasah Diniyah di Kabupaten Tasikmalaya justru sedang menghadapi pekan yang padat. Santri diniyah masih duduk di ruang kelas, membuka lembar soal, dan mengulang hafalan yang telah mereka pelajari selama berbulan-bulan.

Pemandangan itu terlihat pada pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) Genap Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Tahun Pelajaran 2025/2026 yang diselenggarakan di bawah koordinasi FKDT Kabupaten Tasikmalaya.

Siang itu, suasana kelas terasa tenang.

Cahaya matahari masuk dari jendela yang terbuka. Dinding kelas sederhana tampak dipenuhi bekas tulisan yang mulai memudar. Di atas meja kayu yang sudah penuh goresan, lembar soal ujian terbentang rapi di hadapan para santri.

Seorang siswa laki-laki menggenggam pensil sambil menundukkan kepala. Sesekali ia berhenti menulis, lalu menatap soal beberapa detik sebelum kembali mengisi jawaban. Di sampingnya, seorang santriwati berjilbab cokelat tampak serius membaca pertanyaan demi pertanyaan. Tidak ada suara gaduh.

Yang terdengar hanya gesekan pensil dan lembar kertas yang dibalik perlahan.

Ujian yang Berbeda dari Sekolah Formal

Bagi sebagian masyarakat, ujian identik dengan Matematika, IPA, atau Bahasa Indonesia. Namun suasana di Madrasah Diniyah menghadirkan cerita yang berbeda.

Berdasarkan jadwal resmi FKDT Kabupaten Tasikmalaya, para santri mengikuti ujian praktik dan ujian tulis dengan materi yang berfokus pada pendidikan agama Islam.

Pada sesi praktik, peserta diuji kemampuan Tahfidz Al-Qur’an, Tahfidz Hadits, praktik ibadah, doa-doa harian, baca tulis Al-Qur’an, hingga keterampilan menulis Arab Pegon.

Khusus untuk kelas empat hingga enam, terdapat pula materi membaca Kitab Safinah serta keterampilan menulis Arab Pegon yang selama ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran diniyah.

Sementara itu, ujian tulis meliputi Al-Qur’an, Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab.

Karena itu, UAS Madrasah Diniyah bukan hanya menguji kemampuan mengingat materi. Para santri juga dituntut memahami praktik ibadah serta nilai-nilai yang mereka pelajari dalam kehidupan sehari-hari.

Ketika Teman Sebaya Bermain, Mereka Mengulang Hafalan

Beberapa menit sebelum ujian dimulai, sebagian siswa masih terlihat membuka buku catatan tipis yang sampulnya mulai kusam.

Ada yang mengulang hafalan pendek dengan suara lirih.

Ada pula yang bertanya kepada temannya mengenai arti kosakata Bahasa Arab yang dipelajari minggu sebelumnya.

Pemandangan sederhana seperti itu mungkin tidak menarik perhatian banyak orang. Namun justru di sanalah terlihat proses pendidikan yang berlangsung setiap hari di ribuan Madrasah Diniyah.

Di luar kelas, beberapa orang tua tampak menunggu sambil berbincang ringan. Sesekali mereka melongok ke arah ruangan.

Ada yang menanyakan mata pelajaran yang sedang diujikan. Ada pula yang hanya memastikan anaknya tetap semangat hingga ujian selesai.

Momen kecil itu memperlihatkan bahwa pendidikan diniyah tidak hanya melibatkan guru dan santri. Dukungan keluarga juga menjadi bagian penting dari proses belajar mereka.

Menjaga Tradisi Belajar Agama di Tengah Perubahan Zaman

Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan hiburan digital, keberadaan Madrasah Diniyah masih memiliki tempat tersendiri di masyarakat Tasikmalaya.

Selepas pulang dari sekolah formal, banyak anak kembali mengenakan seragam diniyah dan mengikuti pelajaran agama pada sore hari.

Rutinitas tersebut berlangsung hampir setiap hari.

Mereka belajar membaca Al-Qur’an. Mereka mempelajari fiqih. Dan mereka menghafal hadis dan doa-doa. Perlahan, nilai-nilai itu tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Tidak semua proses itu terlihat di media sosial.

Tidak semuanya menjadi viral.

Namun hasilnya sering kali tampak dalam sikap, adab, dan kebiasaan yang terbentuk sejak usia dini.

Karena itulah pelaksanaan UAS Madrasah Diniyah memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar angka di rapor. Ujian ini menjadi penanda bahwa proses pendidikan agama terus berjalan dan tetap dijaga oleh masyarakat dari generasi ke generasi.

Ada Harapan yang Sedang Ditulis di Atas Lembar Soal

Di balik ruang kelas sederhana itu, para santri mungkin hanya sedang mengerjakan ujian semester.

Namun sesungguhnya ada sesuatu yang lebih besar yang sedang mereka bangun.

Ada disiplin yang sedang dilatih.

Ada kesabaran yang sedang tumbuh.

Dan ada akhlak yang sedang dibentuk.

Dan ada ilmu yang kelak akan mereka bawa jauh melampaui ruang kelas tempat mereka belajar hari ini.

Sore itu, ketika sebagian anak menikmati waktu luang setelah sekolah, para santri diniyah Tasikmalaya masih menunduk di atas lembar ujian. Mereka mungkin tidak menjadi pusat perhatian.

Tetapi dari ruang-ruang sederhana itulah masa depan yang berakar pada ilmu dan akhlak sedang dipersiapkan.

Ketika sebagian anak mengisi libur dengan hiburan, para santri ini memilih mengisi waktu dengan ilmu. Sebab mereka percaya, nilai ujian mungkin hanya bertahan sesaat, tetapi ilmu dan akhlak bisa menemani seumur hidup. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kekerasan Anak

    Polres Sukabumi Kota Tangkap Ayah Tiri Pelaku Kekerasan Anak

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Unit PPA Polres Sukabumi Kota menangkap ayah tiri pelaku kekerasan anak dengan video sebagai alat pemerasan. albadarpost.com, HUMANIORA – Kasus kekerasan anak kembali mencuat di Sukabumi. Unit PPA Satreskrim Polres Sukabumi Kota menangkap DIA (44), seorang ayah tiri asal Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, atas dugaan eksploitasi seksual terhadap anak perempuan berusia 10 tahun. Bukan hanya […]

  • wanita haid

    Hukum Wanita Haid Membaca Doa Akhir Tahun

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Hukum wanita haid membaca doa akhir tahun menurut ulama. Tetap bisa berdoa, istighfar, dan muhasabah. albadarpost.com, FOKUS — Menjelang pergantian tahun, pertanyaan tentang ibadah kembali mengemuka di ruang publik, khususnya di kalangan muslimah. Salah satu yang kerap dipertanyakan adalah hukum wanita haid membaca doa akhir tahun. Isu ini penting karena menyentuh langsung praktik ibadah sehari-hari […]

  • Karyawan bekerja lembur di kantor saat hari libur nasional dengan ilustrasi perhitungan upah lembur sesuai aturan pemerintah.

    Tanggal Merah Tetap Kerja? Jangan Sampai Upah Lembur Anda Hilang

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Masih banyak pekerja yang belum memahami aturan upah lembur libur nasional. Padahal, pekerja yang tetap masuk saat hari libur nasional berhak menerima bayaran lembur dengan nilai lebih besar dibanding hari kerja biasa. Ketentuan upah kerja lembur itu sudah diatur pemerintah melalui PP Nomor 35 Tahun 2021 tentang Ketenagakerjaan. Informasi tersebut kembali ramai […]

  • anggaran gapura

    DPRD Jabar Kritik Anggaran Gapura Gedung Sate Rp3,9 Miliar

    • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 44
    • 0Komentar

    DPRD Jabar kritik anggaran gapura Gedung Sate Rp3,9 miliar karena dianggap tidak sesuai prioritas publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Keputusan Pemerintah Provinsi Jawa Barat membangun gapura di kawasan Gedung Sate dengan biaya Rp3,9 miliar kembali menuai kritik. DPRD Jabar menilai alokasi tersebut tidak selaras dengan kondisi fiskal daerah dan kebutuhan publik yang lebih mendesak, terutama pemeliharaan […]

  • UU PRT 2026

    Pelan Tapi Pasti: UU PRT 2026 Ubah Cara Kita Memperlakukan PRT

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 64
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Selama ini, banyak orang melihat pekerjaan rumah tangga sebagai sesuatu yang “ya sudah begitu saja”. Tidak perlu aturan rumit. Tidak perlu kesepakatan tertulis. Semuanya berjalan berdasarkan kebiasaan. Lalu UU PRT 2026 hadir. Dan tiba-tiba, hal-hal yang dulu terasa wajar mulai dipertanyakan. UU PRT 2026, perlindungan pekerja rumah tangga, dan hak PRT kini […]

  • Insentif Guru Honorer

    Insentif Guru Honorer Naik Jadi Rp400 Ribu Mulai 2026

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pemerintah naikkan insentif guru honorer jadi Rp400 ribu/bulan mulai 2026 untuk lebih dari 300 ribu guru non-ASN. albadarpost.com, CENDIKIA — Pemerintah resmi menyatakan bahwa insentif guru honorer akan ditingkatkan menjadi Rp 400 ribu per bulan mulai tahun 2026. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa kebijakan ini merupakan langkah strategis dalam memperbaiki kesejahteraan […]

expand_less