Kobra 3 Meter Masuk Perumahan, Damkar Kota Banjar Turun Tangan
- account_circle redaktur
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 6
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas Damkar Kota Banjar mengevakuasi ular kobra sepanjang tiga meter yang ditemukan di kawasan Perumahan Balokang Permai, Sabtu (6/6/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pagi di Perumahan Balokang Permai biasanya berlangsung tenang. Beberapa warga menyapu halaman. Anak-anak sesekali melintas dengan sepeda kecil di gang perumahan. Dari beberapa rumah, aroma masakan akhir pekan mulai tercium bersamaan dengan suara televisi yang menyala dari ruang keluarga.
Namun suasana itu berubah dalam sekejap pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Seekor Kobra Kota Banjar berukuran besar tiba-tiba muncul di kawasan permukiman warga. Yang membuat peristiwa ini semakin mengejutkan, ular berbisa tersebut terlihat sedang memangsa ular lain di area sekitar perumahan.
Pemandangan yang jarang disaksikan secara langsung itu sontak membuat warga berhamburan menjauh.
Sebagian hanya bisa menatap dari kejauhan.
Sebagian lainnya segera mengingatkan tetangga agar anak-anak tidak bermain di luar rumah untuk sementara waktu.
Detik-Detik Warga Menyadari Ada Predator di Tengah Permukiman
Peristiwa itu terjadi di Perumahan Balokang Permai Blok B, RT 45 RW 14, Desa Balokang, Kecamatan Banjar, Kota Banjar.
Menurut informasi yang dihimpun, ular tersebut pertama kali terlihat saat sedang memangsa ular lain di area sekitar perumahan.
Di sebuah sudut jalan kompleks, beberapa warga tampak berdiri di balik pagar sambil menunjuk ke arah semak-semak tempat ular itu berada. Ada yang merekam menggunakan ponsel. Ada pula yang memilih masuk ke dalam rumah sambil mengunci pagar.
Situasinya cukup menegangkan.
Terlebih karena ukuran ular tersebut tidak kecil.
Panjangnya diperkirakan mencapai sekitar tiga meter.
Di lokasi yang sama, beberapa orang tua terlihat memanggil anak-anak mereka untuk segera masuk rumah. Kekhawatiran itu muncul karena kawasan tersebut merupakan area yang cukup sering digunakan anak-anak bermain pada pagi dan sore hari.
Damkar Bergerak Cepat, Evakuasi Berlangsung Hati-Hati
Menyadari potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan warga, masyarakat segera menghubungi Petugas Pemadam Kebakaran Kota Banjar.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti.
Tim Rescue Damkar Kota Banjar bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan.
Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu mengamati posisi ular dan memastikan area sekitar dalam kondisi aman. Setelah itu, proses evakuasi dilakukan menggunakan peralatan khusus yang dirancang untuk menangani satwa liar berbahaya.
Prosesnya tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa.
Satu kesalahan kecil saja dapat memicu serangan dari ular berbisa tersebut.
Namun berkat pengalaman dan kehati-hatian petugas, proses evakuasi akhirnya berjalan lancar.
Tidak ada korban.
Tidak ada warga yang terluka.
Dan itu menjadi kabar yang paling melegakan bagi penghuni perumahan.
Mengapa Ular Mulai Masuk ke Permukiman?
Petugas Damkar Kota Banjar, Ivan, menjelaskan bahwa ular yang dievakuasi merupakan jenis kobra dengan ukuran yang cukup besar.
“Ular tersebut ditemukan sedang memangsa ular lain di area perumahan. Panjangnya kurang lebih tiga meter dan berhasil kami amankan dengan aman,” ujarnya.
Menurut Ivan, kemunculan ular di kawasan permukiman bukan sesuatu yang mustahil terjadi, terutama ketika musim kemarau mulai berlangsung.
Pada kondisi tertentu, satwa liar keluar dari habitat aslinya untuk mencari sumber makanan maupun tempat berlindung yang dianggap lebih aman.
Anehnya, manusia sering menganggap satwa liar sedang “masuk” ke wilayah mereka.
Padahal dalam banyak kasus, batas antara habitat manusia dan habitat satwa semakin dekat dari tahun ke tahun.
Karena itu, perjumpaan seperti ini semakin mungkin terjadi.
Waspada, Tetapi Jangan Bertindak Sendiri
Petugas mengingatkan masyarakat agar tidak mencoba menangkap ular secara mandiri.
Risikonya terlalu besar.
Terlebih jika ular yang ditemukan merupakan jenis berbisa seperti kobra.
Di sejumlah grup WhatsApp warga Balokang, informasi mengenai kemunculan ular tersebut menyebar dengan cepat sepanjang hari. Sebagian warga membagikan foto lokasi kejadian. Sebagian lainnya saling mengingatkan agar lebih berhati-hati saat membersihkan halaman atau area belakang rumah.
Sementara itu, petugas berhasil mengamankan ular tersebut untuk kemudian dilepasliarkan ke habitat yang jauh dari kawasan permukiman.
Langkah itu dilakukan agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem satwa liar.
Hari itu, warga Balokang kembali diingatkan bahwa alam tidak pernah benar-benar jauh dari kehidupan manusia. Kadang ia hadir dalam bentuk yang indah. Kadang pula datang dalam wujud yang membuat orang menahan napas. Dan ketika seekor kobra muncul di tengah perumahan, satu pelajaran menjadi jelas: kewaspadaan sering kali menjadi jarak tipis antara kepanikan dan keselamatan. (GZ)
- Penulis: redaktur

Saat ini belum ada komentar