Keith Hackett Desak FIFA Selidiki Kontroversi Balogun
- account_circle redaktur
- calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
- visibility 21
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden FIFA, Gianni Infantino (Foto: Flashcore).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kontroversi Balogun kembali menjadi sorotan pada Piala Dunia 2026. Kasus kartu merah penyerang Folarin Balogun memicu perdebatan setelah mantan kepala organisasi wasit Inggris (PGMOL), Keith Hackett, meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan terkait penundaan sanksi terhadap pemain tersebut. Selain itu, Hackett juga memberikan penilaian terhadap performa sejumlah wasit pada laga-laga perempat final turnamen.
Pernyataan itu disampaikan Hackett dalam analisisnya mengenai kepemimpinan wasit di Piala Dunia 2026. Menurutnya, sebagian besar perangkat pertandingan menunjukkan kualitas yang baik. Namun, keputusan administratif terkait Balogun justru memunculkan pertanyaan yang perlu dijelaskan secara terbuka.
Hackett Apresiasi Kepemimpinan Wasit di Sejumlah Laga
Hackett mengawali analisanya dengan memberikan apresiasi kepada beberapa wasit yang memimpin pertandingan penting.
Pada laga Spanyol melawan Belgia, ia menilai wasit Michael Oliver tampil konsisten dan mampu mengendalikan pertandingan. Oliver dinilai tepat ketika mendeteksi pelanggaran handball, menerapkan aturan drop ball, serta mengelola tensi pertandingan tanpa mudah mengeluarkan kartu kuning pada awal laga.
Meski demikian, Hackett tetap mencatat satu keputusan yang menurutnya kurang tepat ketika Oliver memberikan tendangan bebas kepada Belgia setelah menilai Jeremy Doku dilanggar. Dalam pandangannya, insiden tersebut lebih mengarah pada aksi simulasi pemain.
Sementara itu, pada pertandingan Norwegia kontra Inggris, wasit Clément Turpin juga memperoleh penilaian positif. Hackett menilai Turpin mampu menjaga ritme pertandingan dan mengambil sejumlah keputusan penting dengan tepat, termasuk menerima rekomendasi VAR untuk membatalkan hadiah penalti yang sebelumnya diberikan kepada Inggris.
Selain itu, ia menilai keputusan VAR yang menganulir gol Norwegia serta mendeteksi upaya Jude Bellingham mencari pelanggaran juga sesuai dengan ketentuan permainan.
Laga Argentina vs Swiss Tak Lepas dari Evaluasi
Hackett juga mengulas kepemimpinan João Pedro Silva Pinheiro saat memimpin pertandingan Argentina melawan Swiss.
Menurutnya, wasit asal Portugal tersebut berhasil menjaga tempo pertandingan meski tensi laga meningkat. Namun, ia menilai keputusan handball terhadap Manuel Akanji pada babak pertama masih layak diperdebatkan karena tayangan ulang menunjukkan situasi yang berbeda.
Di sisi lain, Hackett menganggap penggunaan VAR dalam insiden yang melibatkan Breel Embolo berjalan sesuai prosedur. Setelah proses peninjauan, Embolo dinilai melakukan simulasi. Karena sebelumnya telah menerima kartu kuning, pemain Swiss itu akhirnya mendapat kartu merah.
Selain mengevaluasi keputusan wasit, Hackett kembali menyoroti pentingnya perubahan sistem pencatatan waktu pertandingan. Ia berpendapat bahwa sepak bola sebaiknya menggunakan petugas pencatat waktu independen agar seluruh waktu yang terbuang dapat dihitung secara lebih akurat.
Kasus Balogun Jadi Sorotan Utama
Meski memberikan banyak apresiasi terhadap kualitas kepemimpinan wasit, perhatian terbesar Hackett justru tertuju pada kasus Balogun.
Ia mempertanyakan keputusan yang menunda pemberlakuan sanksi kartu merah terhadap Folarin Balogun setelah pemain tersebut diusir keluar lapangan akibat pelanggaran serius. Dalam pandangannya, keputusan tersebut berpotensi menimbulkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan regulasi.
Hackett juga menyatakan bahwa informasi yang diterimanya menyebut keputusan tersebut diambil oleh Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al Kamali, tanpa melibatkan seluruh anggota komite.
Berdasarkan informasi itu, Hackett berpendapat FIFA perlu memberikan penjelasan secara terbuka agar tidak muncul spekulasi mengenai proses pengambilan keputusan.
Namun demikian, hingga artikel ini disusun, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi untuk menanggapi kritik maupun usulan penyelidikan yang disampaikan Keith Hackett.
Perdebatan Integritas Jadi Perhatian Publik
Perdebatan mengenai keputusan administratif di turnamen besar bukan hal baru dalam sepak bola internasional. Oleh karena itu, setiap kebijakan yang diambil penyelenggara biasanya menjadi perhatian publik karena menyangkut konsistensi penegakan regulasi.
Di sisi lain, evaluasi dari mantan wasit internasional seperti Keith Hackett kerap menjadi bahan diskusi di kalangan pengamat sepak bola. Meski begitu, pandangan tersebut merupakan analisis independen dan bukan pernyataan resmi FIFA.
Karena itu, publik masih menunggu penjelasan resmi dari otoritas sepak bola dunia mengenai mekanisme yang digunakan dalam penanganan kasus Balogun. Klarifikasi tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan terhadap sistem kompetisi dan proses penegakan aturan selama Piala Dunia 2026.
Di panggung sebesar Piala Dunia, setiap keputusan bukan sekadar mengubah hasil pertandingan, tetapi juga menentukan seberapa besar kepercayaan publik terhadap integritas sepak bola dunia. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar