Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

Bukan Sekadar Haul, Mama Kudang Satukan Ribuan Jamaah di Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 31 Mei 2026
  • visibility 89
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Lautan jamaah memadati kawasan Masjid Komplek Pesantren Kudang, Jalan Gudang Pesantren, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Minggu (31/5/2026). Sejak pagi, arus kedatangan jamaah terus mengalir menuju lokasi Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i atau yang lebih dikenal masyarakat sebagai Mama Kudang.

Dari area parkir hingga halaman pesantren, suasana terlihat penuh namun tetap tertib. Di beberapa sudut kompleks, jamaah tampak duduk beralas tikar sederhana sambil menunggu acara dimulai. Sebagian membawa payung untuk mengantisipasi perubahan cuaca, sementara yang lain memilih berteduh di bawah rindangnya pepohonan yang mengelilingi kawasan pesantren.

Menjelang tausiyah dimulai, lantunan shalawat dari pengeras suara terdengar menggema hingga ke jalan sekitar pesantren. Suara itu seolah menjadi penanda bahwa haul bukan sekadar agenda tahunan, melainkan momentum yang selalu dinanti ribuan jamaah dari berbagai daerah.

Namun di balik besarnya jumlah kehadiran, ada pesan yang lebih dalam. Haul Mama Kudang tahun ini memperlihatkan bagaimana jejak seorang ulama masih hidup puluhan tahun setelah wafatnya.

Bukan Sekadar Mengenang, Tetapi Menjaga Warisan Keilmuan

Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya Rd Diky Candranegara hadir bersama tokoh agama, pengasuh pesantren, santri, alumni, serta masyarakat umum yang memadati lokasi kegiatan.

Acara diawali dengan tawasulan yang dipimpin Mama Ending dari Cinusa Kawalu. Selanjutnya, DR H Ahmad Zaki Mubarak membacakan biografi KH Ahmad Sudja’i yang dikenal sebagai pendiri majelis pengajian dan Pondok Pesantren Kudang periode 1900 hingga 1962.

Ketika nama KH Ahmad Sudja’i disebut berulang kali dalam pembacaan biografi tersebut, beberapa jamaah tampak menundukkan kepala. Sebagian lainnya tetap fokus mendengarkan hingga akhir, seolah sedang mengingat kembali cerita-cerita yang pernah mereka dengar dari orang tua, guru, atau generasi sebelumnya.

Bagi sebagian masyarakat Tasikmalaya, Mama Kudang bukan hanya tokoh sejarah.

Beliau adalah bagian dari mata rantai keilmuan yang masih terasa pengaruhnya hingga hari ini.

Ketika Ulama dan Umaro Bertemu dalam Satu Majelis

Tema haul tahun ini, “Sinergi Ulama dan Umaro, Pemberdayaan Ekonomi Santri Jejaring Sanad Keilmuan”, memperlihatkan bahwa pesantren tidak hanya berbicara tentang masa lalu.

Tema tersebut juga menyoroti pentingnya membangun masa depan melalui pendidikan, ekonomi, dan penguatan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Rd Diky Candranegara menegaskan bahwa haul menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus menjaga nilai perjuangan para ulama.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.

Menurut Diky, semangat perjuangan KH Ahmad Sudja’i harus terus diwariskan kepada generasi penerus, terutama para santri yang saat ini melanjutkan tradisi keilmuan di lingkungan Pondok Pesantren Kudang.

Tidak Semua Jamaah Datang dengan Alasan yang Sama

Menariknya, tidak semua jamaah yang hadir datang dengan alasan yang sama.

Sebagian hadir untuk mengikuti tawasulan dan doa bersama.

Sebagian lainnya datang karena memiliki ikatan emosional dengan pesantren atau keluarga besar Mama Kudang.

Ada pula yang sengaja hadir untuk merasakan suasana haul yang telah menjadi tradisi turun-temurun di Tasikmalaya.

Fragmen-fragmen kecil itu terlihat di berbagai sudut lokasi.

Beberapa jamaah lanjut usia tampak datang didampingi anak atau cucunya. Ada yang berjalan perlahan menuju area utama kegiatan sambil berpegangan tangan.

Setelah acara berlangsung, sejumlah alumni dan jamaah terlihat saling menyapa. Beberapa bahkan mengabadikan momen dengan berfoto bersama teman-teman lama yang jarang ditemui.

Pemandangan sederhana itu mungkin tidak tercantum dalam susunan acara resmi.

Namun justru di situlah makna haul terasa hidup.

Ia menjadi ruang pertemuan antara ilmu, kenangan, dan silaturahmi.

Warisan Ulama yang Tidak Pernah Berhenti Mengalir

Tausiyah yang disampaikan Kiai Akah E Muslihuddin mengingatkan jamaah bahwa seorang ulama tidak hanya meninggalkan nama.

Mereka meninggalkan ilmu.

Meninggalkan akhlak.

Meninggalkan murid-murid yang kemudian meneruskan perjuangan.

Karena itu, keberadaan pesantren dan majelis ilmu menjadi bukti bahwa perjuangan seorang ulama tidak berhenti saat ia wafat.

Sebaliknya, perjuangan itu terus hidup melalui generasi yang melanjutkan ajarannya.

Meski demikian, tidak semua tantangan zaman hari ini sama dengan masa ketika Mama Kudang hidup.

Perubahan sosial, perkembangan teknologi, dan dinamika kehidupan masyarakat terus bergerak.

Namun kebutuhan terhadap ilmu, akhlak, dan keteladanan tetap sama.

Itulah sebabnya haul masih relevan hingga sekarang.

Bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga untuk mengingatkan arah perjalanan masa depan.

Ukhuwah yang Menjadi Modal Kota Tasikmalaya

Haul Akbar ke-67 KH Ahmad Sudja’i juga memperlihatkan eratnya hubungan antara ulama, pemerintah, dan masyarakat.

Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam membangun Kota Tasikmalaya yang religius, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Di tengah berbagai perubahan yang terus terjadi, masyarakat masih membutuhkan ruang kebersamaan seperti ini.

Ruang yang tidak dibangun oleh kepentingan sesaat.

Tetapi dibangun oleh rasa hormat kepada ilmu dan keteladanan.

Ribuan orang mungkin datang ke Haul Mama Kudang dengan niat yang berbeda-beda. Namun mereka pulang membawa pesan yang sama: seorang ulama boleh meninggalkan dunia puluhan tahun lalu, tetapi ilmu yang dia tanam, akhlak yang dia ajarkan, dan doa yang dia wariskan dapat terus hidup di hati generasi yang bahkan tidak pernah sempat menatap wajahnya secara langsung. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Poster rekrutmen AKP KKP 2026 lowongan awak kapal perikanan modern di Indonesia dengan informasi pendaftaran resmi

    Rekrutmen AKP KKP 2026 Resmi Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Rekrutmen AKP KKP 2026 atau seleksi terbuka lowongan awak kapal perikanan KKP kembali menjadi sorotan nasional setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan membuka peluang kerja besar-besaran di sektor maritim. Program ini hadir untuk memperkuat tenaga kerja perikanan melalui seleksi Awak Kapal Perikanan (AKP) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini tidak […]

  • Wisuda UMTAS

    Di Balik Wisuda UMTAS Tasikmalaya, Ada Doa dan Air Mata Orang Tua

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 133
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Tangis itu akhirnya pecah ketika nama anak mereka dipanggil satu per satu menuju panggung wisuda. Di antara tepuk tangan yang menggema di ruangan, beberapa orang tua tampak sibuk menyeka air mata. Ada yang tersenyum sambil merekam lewat ponsel. Ada pula yang hanya menatap panggung tanpa banyak bicara, seolah sedang mengingat perjalanan panjang […]

  • kebakaran rumah sakit

    Kebakaran Rumah Sakit PMC Disikapi Damkar dengan Evakuasi Besar Pasien

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Damkar Subang menangani kebakaran rumah sakit PMC Subang yang memicu evakuasi besar pasien dan tenaga medis. albadarpost.com, HUMANIORA – Kebakaran rumah sakit kembali terjadi dan mengganggu layanan publik. Peristiwa kebakaran rumah sakit Pamanukan Medical Center (PMC) di Kabupaten Subang, Kamis, 20 November 2025, memaksa penghuni gedung dievakuasi dalam waktu cepat. Api yang muncul dari lantai […]

  • HANI Tasikmalaya 2026

    HANI Tasikmalaya 2026, Perang Narkoba Dimulai dari Rumah

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – HANI Tasikmalaya 2026 menjadi lebih dari sekadar peringatan tahunan. Ribuan warga memadati Alun-Alun Dadaha, Minggu (5/7/2026), untuk menyuarakan komitmen bersama dalam perang melawan narkoba. Melalui kampanye Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), seluruh elemen masyarakat diajak memperkuat ketahanan keluarga sebagai langkah awal membangun generasi sehat, cerdas, dan kuat menuju Indonesia Emas 2045. […]

  • reformasi birokrasi daerah

    Bupati Tasikmalaya Lantik 24 Pejabat Pemkab

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Bupati Tasikmalaya melantik 24 pejabat struktural sebagai langkah reformasi birokrasi daerah dan layanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terus melakukan langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan. Salah satunya melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 24 pejabat struktural di lingkungan Pemkab Tasikmalaya, Selasa (6/1/2026). Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. […]

  • Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya memperkuat kolaborasi media lokal Priangan Timur bersama stakeholder daerah

    Deklarasi SWAKKA Tegaskan Arah Baru Media Lokal

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 139
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Deklarasi SWAKKA di Tasikmalaya menandai babak baru bagi media online di Priangan Timur. Forum ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa media lokal tidak bisa lagi berjalan sendiri di tengah kompetisi digital yang makin keras. Peristiwa ini penting karena menyentuh kepentingan publik secara langsung. Ketika media lokal kuat dan kolaboratif, masyarakat memperoleh informasi […]

expand_less