Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Bukan Sekadar Tawaf Terakhir, Ini Rahasia Spiritual Thawaf Wada

Bukan Sekadar Tawaf Terakhir, Ini Rahasia Spiritual Thawaf Wada

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Ketika membahas thawaf wada, banyak orang mengenalnya sebagai thawaf perpisahan sebelum meninggalkan Kota Makkah. Definisi itu memang benar. Namun bagi sebagian jamaah, thawaf wada bukan sekadar putaran terakhir mengelilingi Ka’bah.

Di balik langkah-langkah yang mengitari Baitullah untuk terakhir kalinya, tersimpan rasa haru yang sulit dijelaskan. Ada doa yang dipanjatkan lebih lama. Ada tatapan yang berkali-kali kembali ke arah Ka’bah. Bahkan ada air mata yang jatuh tanpa suara.

Karena setelah thawaf wada selesai, perjalanan menuju rumah Allah hampir mencapai ujungnya.

Apa Itu Thawaf Wada?

Secara sederhana, thawaf wada adalah thawaf perpisahan yang dilakukan jamaah haji sebelum meninggalkan Kota Makkah.

Kata wada’ berarti perpisahan.

Karena itu, thawaf ini menjadi penutup seluruh rangkaian ibadah haji sebelum jamaah kembali ke tanah air atau melanjutkan perjalanan ke Madinah.

Dari Abdullah bin Abbas ra., beliau berkata:

“Manusia diperintahkan agar menjadikan akhir urusannya di Makkah adalah di Baitullah (thawaf), kecuali wanita haid yang diberi keringanan.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menjadi dasar pelaksanaan thawaf wada yang oleh mayoritas ulama dikategorikan sebagai wajib haji.

Ketika Langkah Kaki Mulai Berat

Di sekitar Ka’bah, ribuan orang tetap bergerak dalam putaran yang sama.

Namun suasana batin jamaah yang sedang melaksanakan thawaf wada sering kali berbeda.

Ada yang memperlambat langkahnya tanpa sadar.

Ada yang terus memandangi Ka’bah setiap kali menyelesaikan satu putaran.

Dan ada pula yang menggenggam tas paspor di tangan kirinya, sementara tangan kanannya terus bergerak berdoa.

Menjelang waktu keberangkatan, sebagian jamaah terlihat berkali-kali menoleh ke arah Ka’bah sebelum keluar dari area Masjidil Haram.

Seolah ada sesuatu yang belum selesai mereka sampaikan.

Di pelataran masjid, beberapa jamaah bahkan berhenti beberapa detik. Mereka berdiri diam. Tidak berbicara. Tidak memotret. Hanya memandang Ka’bah dari kejauhan.

Seolah belum siap benar-benar meninggalkan tempat itu.

Fragmen-Fragmen Kecil yang Sering Terjadi

Suasana thawaf wada tidak selalu dipenuhi tangisan.

Kadang justru ada potongan-potongan kecil kehidupan yang terasa sangat manusiawi.

Di sekitar area thawaf, sesekali terdengar jamaah Indonesia saling meminta tolong mengambil foto terakhir dengan latar Ka’bah.

“Aa, tolong fotoin satu lagi.”

Kalimat sederhana seperti itu sering terdengar sebelum mereka berpisah dengan tempat yang selama ini hanya hadir dalam doa dan kerinduan.

Di sudut lain, ada jamaah yang sibuk mencari rombongannya.

Ada yang memeriksa gelang identitas.

Ada pula yang terus memandangi menara Masjidil Haram sambil berjalan pelan menuju pintu keluar.

Sementara itu, percakapan dalam berbagai bahasa terdengar bersahutan.

Bahasa Indonesia bercampur dengan Arab, Turki, Urdu, Melayu, hingga bahasa-bahasa dari Afrika.

Mereka datang dari tempat yang berbeda.

Namun hari itu mereka membawa perasaan yang hampir sama.

Mengapa Thawaf Wada Begitu Mengharukan?

Secara fikih, thawaf wada merupakan bagian dari penyempurnaan ibadah haji.

Namun secara batin, thawaf wada sering menjadi ruang refleksi yang sangat dalam.

Di sana, seseorang menyadari bahwa hidup pada akhirnya adalah perjalanan pulang menuju Allah.

Ka’bah menjadi titik temu jutaan manusia.

Tetapi sekaligus mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar menetap di dunia.

Hari itu jamaah berpisah dengan Ka’bah.

Kelak manusia juga akan berpisah dengan usia, jabatan, harta, dan segala yang selama ini dianggap penting.

Karena itu, para ulama sering mengingatkan bahwa yang dibawa pulang dari haji bukanlah foto atau oleh-oleh semata.

Melainkan perubahan hati.

Hikmah yang Sering Terlewat

Tidak semua orang yang melihat Ka’bah menjadi lebih baik.

Namun hampir semua orang yang benar-benar merenungkan perjalanan hajinya akan pulang dengan pelajaran baru.

Tentang kesabaran.

Tentang kerendahan hati.

Dan tentang betapa kecilnya manusia di hadapan Allah.

Dan mungkin, tentang betapa cepatnya waktu berlalu.

Karena baru kemarin terasa berangkat.

Tiba-tiba hari ini sudah harus berpamitan.

Mungkin yang paling berat dalam thawaf wada bukanlah tujuh putaran mengelilingi Ka’bah.

Melainkan ketika langkah kaki mulai menjauh, sementara hati masih tertinggal di pelataran Masjidil Haram.

Ka’bah akan tetap berdiri di tempatnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah: ketika pesawat mendarat di tanah air, apakah hati yang pulang masih sama seperti saat pertama datang ke rumah Allah? (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hari Guru Nasional

    Hari Guru Nasional Tegaskan Peran Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Sejarah Hari Guru Nasional menegaskan peran guru dalam pendidikan Indonesia dan urgensi kebijakan yang berpihak pada pendidik. albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Guru Nasional kembali diperingati pada 25 November. Di banyak sekolah, upacara bendera digelar dengan sederhana, diiringi pemberian tanda terima kasih dari siswa kepada pendidik. Di balik ritual rutin itu, pemerintah menegaskan pilar penting yang […]

  • Ilustrasi suasana Ramadan dengan umat Muslim beribadah dan merenungi makna puasa menurut Al-Qur’an dan hadis.

    Makna Ramadan dan Tiga Tingkatan Puasa

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 169
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Makna Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Ramadan berasal dari kata ar-romadh yang berarti membakar. Artinya, bulan suci ini diharapkan mampu membakar dosa dan menyucikan jiwa. Pemahaman tentang hakikat puasa Ramadan atau makna puasa dalam Islam menjadi penting agar ibadah tidak berhenti pada rutinitas tahunan semata. Allah SWT berfirman dalam […]

  • BLT Kesra 2025

    BLT Kesra 2025: Pemerintah Kucurkan Bantuan Rp900 Ribu, Warga Diminta Waspadai Penipuan

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 203
    • 0Komentar

    Pemerintah salurkan BLT Kesra 2025 senilai Rp900 ribu per keluarga. Cek penerima online dan waspadai modus penipuan. BLT Kesra 2025: Pemerintah Kembali Kucurkan Bantuan untuk Perkuat Daya Beli Rakyat albadarpost.com, LENSA – Pemerintah kembali menggulirkan BLT Kesra 2025 sebagai langkah konkret memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi global. Program ini menjadi penopang tambahan […]

  • Karangjaya Tasikmalaya

    Heboh Video Karangjaya, Kodim 0612 Beri Klarifikasi

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Karangjaya Tasikmalaya kembali menjadi perhatian publik setelah beredarnya video viral yang memunculkan tudingan adanya tindakan represif dan situasi darurat agraria di Desa Karangjaya, Kecamatan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Menanggapi berbagai narasi yang berkembang, Kodim 0612/Tasikmalaya memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa tersebut. Komandan Kodim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M Imvan Ibrahim menegaskan potongan video […]

  • RUPS BPR Tasikmalaya

    RUPS BPR Tasikmalaya Rumuskan Arah Pembiayaan UMKM 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 153
    • 0Komentar

    RUPS BPR Tasikmalaya bahas arah pembiayaan UMKM dan penguatan peran BPR dalam ekonomi daerah 2026. albadarpost.com, LENSA – RUPS BPR Tasikmalaya kembali menyorot perhatian pemerintah daerah setelah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PD BPR Artha Sukapura Tahun 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu, […]

  • PB Sanjaya Banjar

    PB Sanjaya Banjar Cetak Atlet Muda Berprestasi

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Semangat membangun atlet muda Banjar dan memperkuat pembinaan bulutangkis Kota Banjar kembali bergema di GOR Genta Anugrah, Sabtu (27/6/2026). Melalui kegiatan tasyakur dan ekshibisi, PB Sanjaya Banjar menegaskan komitmennya mencetak generasi baru pebulutangkis berprestasi yang siap bersaing di tingkat regional hingga nasional. Sorak penonton, suara kok yang beradu dengan senar raket, […]

expand_less