Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus.

albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka parah di kepala yang diduga akibat dipukul dengan kursi besi oleh teman sekelasnya.

Kabar duka ini disampaikan langsung pendamping keluarga dari LBH Korban, Alvian. Ia mengonfirmasi bahwa keluarga memberi kabar pada sekitar pukul 06.00 WIB. Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan juga membenarkan informasi tersebut dan mengirim perwakilan ke rumah duka.

Kematian MH menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan sekolah, terutama karena rangkaian kekerasan disebut sudah terjadi sejak hari-hari awal masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).


Kekerasan Berulang Sejak MPLS

Ibunda korban, Y, 38 tahun, menjelaskan bahwa anaknya mulai mengalami perlakuan kasar sejak awal masuk sekolah. Ia menyebut MH beberapa kali ditampar, ditusuk sedotan di tangan, ditendang lengan, hingga dipukul di punggung. Peristiwa itu, menurut Y, terjadi hampir setiap hari.

Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2025. Kepala MH dihantam kursi besi oleh siswa yang sama. Namun MH tidak segera melapor ke orang tua karena ibunya baru keluar dari ICU.

Ketika akhirnya mengaku keesokan harinya, Y melihat kondisi putranya semakin memburuk—linglung, berjalan tidak stabil, dan mengalami gangguan pada gerakan mata. Setelah dibawa ke rumah sakit swasta di BSD, MH kemudian dirujuk ke RSUP Fatmawati pada 9 November karena kondisi neurologis yang menurun.

Sepupu korban, RF, mengatakan bahwa keluarga pelaku sempat berjanji menanggung biaya pengobatan. Namun komitmen itu diyakini terhenti ketika kondisi MH semakin kritis. RF menyebut keluarga korban diminta mencari pinjaman sendiri saat biaya meningkat.


Mediasi Dilakukan, tetapi Investigasi Tetap Berjalan

Pihak sekolah mengonfirmasi adanya mediasi pada 22 Oktober 2025. Kepala sekolah, Firda, menyatakan ada kesepakatan bahwa keluarga pelaku menanggung biaya pengobatan. Sementara Guru BK, Sriwida, menyebut kejadian dugaan kekerasan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan siswa masih masuk seperti biasa hingga 21 Oktober.

Laporan resmi baru diterima sekolah pada sore hari setelah kejadian.

Polres Tangerang Selatan kini menangani kasus perundungan Tangsel tersebut. Hingga kini, enam saksi telah dimintai keterangan, termasuk guru pengajar. Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril, menyebut penyelidikan telah masuk proses pengumpulan bukti dan klarifikasi.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turut menyampaikan belasungkawa. Ia menambahkan, berdasarkan laporan medis, MH juga mengidap tumor otak yang baru terdeteksi setelah pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan hukum terhadap kasus perundungan tetap berjalan.

“Kalau keluarga mengadukan, proses hukum tetap menjadi kewenangan kepolisian. Kekerasan tidak boleh terjadi di mana pun,” ujar Benyamin.


Respons Pemerintah: Penguatan Satgas Anti-Bullying

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan akan memperkuat Satgas Anti-Bullying dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di seluruh sekolah. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan sekolah tidak hanya bereaksi setelah kejadian, tetapi memiliki mekanisme pencegahan yang berjalan.

Baca juga: Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

Kasus ini menjadi cermin lemahnya deteksi dini kekerasan di lingkungan pendidikan. Rentetan kekerasan yang dialami MH menunjukkan bahwa perundungan berulang dapat berlangsung lama ketika sekolah tidak memiliki sistem pelaporan yang responsif.

Dalam kasus perundungan Tangsel ini, rentang waktu antara peristiwa dan pelaporan resmi menunjukkan adanya celah yang tidak kecil dalam perlindungan siswa.


Lingkungan Sekolah Masih Rentan Kekerasan

Data nasional menunjukkan bahwa kekerasan di sekolah sering kali tidak terlaporkan karena siswa merasa takut atau tidak percaya proses penanganan. Kasus MH menambah daftar panjang kekerasan anak yang terlambat ditangani.

Penguatan kebijakan anti-bullying menjadi mendesak, terutama di jenjang SMP yang merupakan kelompok usia rentan. Perlu sistem pelaporan yang aman, pendampingan psikologis, dan batasan tegas terhadap kekerasan berulang.

Kasus perundungan Tangsel menegaskan perlunya mekanisme pencegahan kekerasan yang lebih kuat agar sekolah benar-benar aman bagi seluruh siswa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Garlic Butter Chicken

    Garlic Butter Chicken Jadi Pilihan Menu Western Hemat di Rumah

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Resep garlic butter chicken praktis dan hemat, solusi menu western sederhana untuk dapur rumah tangga. albadarpost.com, FOKUS – Garlic butter chicken menjadi pilihan menu western yang kian diminati karena praktis, ekonomis, dan mudah dibuat di rumah. Dengan bahan sederhana dan teknik memasak singkat, hidangan ini menawarkan solusi bagi warga yang ingin menyajikan makanan bergaya Barat […]

  • Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 untuk pemudik

    Baru Dibuka, Mudik Gratis Polri 2026 Diserbu Puluhan Ribu Pemudik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Mudik Gratis Polri 2026 langsung menarik perhatian masyarakat. Dalam waktu singkat, sekitar 30 ribu pemudik mendaftar untuk mengikuti program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digelar oleh kepolisian. Antusiasme tinggi terhadap Mudik Gratis Polri 2026 menunjukkan bahwa fasilitas perjalanan pulang kampung yang aman dan terjangkau sangat dibutuhkan oleh masyarakat menjelang Hari Raya […]

  • Cek Kesehatan Gratis

    Dinkes Tasikmalaya Jemput Bola, Pegawai Kini Bisa Cek Kesehatan di Kantor

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA TASIKMALAYA – Program cek kesehatan gratis yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya mulai menarik perhatian banyak aparatur sipil negara (ASN). Kali ini, Dinkes tidak menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan. Sebaliknya, petugas langsung mendatangi kantor-kantor instansi pemerintah untuk melakukan pemeriksaan penyakit tidak menular secara gratis. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya deteksi dini berbagai […]

  • nilai kehidupan santri

    Jarang Disadari, Ini 9 Pelajaran Hidup Santri di Pesantren

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Nilai kehidupan santri menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Di pesantren, santri tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga menyerap nilai kehidupan santri, pendidikan karakter, dan pembentukan akhlak mulia secara menyeluruh. Oleh karena itu, pengalaman di pesantren sering kali melahirkan pribadi yang tangguh, mandiri, dan berintegritas tinggi di tengah tantangan […]

  • Warga Indonesia membuat pengaduan pelayanan publik melalui platform LAPOR.go.id untuk melaporkan masalah kepada pemerintah.

    Rahasia Laporan di LAPOR.go.id Cepat Diproses, Warga Wajib Tahu

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Banyak masyarakat sebenarnya sudah mengenal LAPOR.go.id, namun tidak sedikit yang masih bertanya mengapa laporan mereka lambat mendapat respons. Platform LAPOR.go.id, yang juga dikenal sebagai SP4N-LAPOR, memang menjadi jalur resmi pengaduan masyarakat kepada pemerintah. Melalui LAPOR.go.id, warga dapat menyampaikan keluhan, aspirasi, hingga kritik terkait pelayanan publik. Namun, laporan hanya akan efektif jika […]

  • klasifikasi jalan Indonesia

    Jangan Salah Lagi! Ini Bedanya Jalan Nasional, Provinsi, hingga Desa

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernah merasa heran kenapa ada jalan yang lebar, halus, dan nyaman dilalui, tetapi di tempat lain justru sempit bahkan rusak? Jawabannya berkaitan erat dengan *klasifikasi jalan Indonesia*, mulai dari jalan nasional, jalan provinsi, hingga jalan kabupaten dan jalan desa. Sistem ini menentukan siapa yang mengelola, memperbaiki, dan memprioritaskan setiap ruas jalan. […]

expand_less