Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

Dinas Pendidikan Tangsel Evaluasi Kasus Perundungan yang Berujung Kematian Siswa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
  • visibility 99
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Siswa SMPN 19 Tangsel meninggal setelah dugaan perundungan. Dinas Pendidikan evaluasi dan polisi selidiki kasus.

albadarpost.com, HUMANIORA – Dugaan kasus perundungan Tangsel kembali mencuat setelah MH, 13 tahun, siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan, meninggal di ruang ICU RSUP Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi 16 November 2025. Ia wafat setelah hampir sebulan merawat luka parah di kepala yang diduga akibat dipukul dengan kursi besi oleh teman sekelasnya.

Kabar duka ini disampaikan langsung pendamping keluarga dari LBH Korban, Alvian. Ia mengonfirmasi bahwa keluarga memberi kabar pada sekitar pukul 06.00 WIB. Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan juga membenarkan informasi tersebut dan mengirim perwakilan ke rumah duka.

Kematian MH menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan sekolah, terutama karena rangkaian kekerasan disebut sudah terjadi sejak hari-hari awal masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).


Kekerasan Berulang Sejak MPLS

Ibunda korban, Y, 38 tahun, menjelaskan bahwa anaknya mulai mengalami perlakuan kasar sejak awal masuk sekolah. Ia menyebut MH beberapa kali ditampar, ditusuk sedotan di tangan, ditendang lengan, hingga dipukul di punggung. Peristiwa itu, menurut Y, terjadi hampir setiap hari.

Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2025. Kepala MH dihantam kursi besi oleh siswa yang sama. Namun MH tidak segera melapor ke orang tua karena ibunya baru keluar dari ICU.

Ketika akhirnya mengaku keesokan harinya, Y melihat kondisi putranya semakin memburuk—linglung, berjalan tidak stabil, dan mengalami gangguan pada gerakan mata. Setelah dibawa ke rumah sakit swasta di BSD, MH kemudian dirujuk ke RSUP Fatmawati pada 9 November karena kondisi neurologis yang menurun.

Sepupu korban, RF, mengatakan bahwa keluarga pelaku sempat berjanji menanggung biaya pengobatan. Namun komitmen itu diyakini terhenti ketika kondisi MH semakin kritis. RF menyebut keluarga korban diminta mencari pinjaman sendiri saat biaya meningkat.


Mediasi Dilakukan, tetapi Investigasi Tetap Berjalan

Pihak sekolah mengonfirmasi adanya mediasi pada 22 Oktober 2025. Kepala sekolah, Firda, menyatakan ada kesepakatan bahwa keluarga pelaku menanggung biaya pengobatan. Sementara Guru BK, Sriwida, menyebut kejadian dugaan kekerasan terjadi sekitar pukul 09.00 WIB dan siswa masih masuk seperti biasa hingga 21 Oktober.

Laporan resmi baru diterima sekolah pada sore hari setelah kejadian.

Polres Tangerang Selatan kini menangani kasus perundungan Tangsel tersebut. Hingga kini, enam saksi telah dimintai keterangan, termasuk guru pengajar. Kasi Humas Polres Tangsel, AKP Agil Sahril, menyebut penyelidikan telah masuk proses pengumpulan bukti dan klarifikasi.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turut menyampaikan belasungkawa. Ia menambahkan, berdasarkan laporan medis, MH juga mengidap tumor otak yang baru terdeteksi setelah pemeriksaan lanjutan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa penanganan hukum terhadap kasus perundungan tetap berjalan.

“Kalau keluarga mengadukan, proses hukum tetap menjadi kewenangan kepolisian. Kekerasan tidak boleh terjadi di mana pun,” ujar Benyamin.


Respons Pemerintah: Penguatan Satgas Anti-Bullying

Pemerintah Kota Tangerang Selatan menyatakan akan memperkuat Satgas Anti-Bullying dan Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di seluruh sekolah. Kebijakan ini ditempuh untuk memastikan sekolah tidak hanya bereaksi setelah kejadian, tetapi memiliki mekanisme pencegahan yang berjalan.

Baca juga: Pemkab Lebak Dinilai Abai Tangani Kemiskinan Ekstrem yang Berdampak pada Warga

Kasus ini menjadi cermin lemahnya deteksi dini kekerasan di lingkungan pendidikan. Rentetan kekerasan yang dialami MH menunjukkan bahwa perundungan berulang dapat berlangsung lama ketika sekolah tidak memiliki sistem pelaporan yang responsif.

Dalam kasus perundungan Tangsel ini, rentang waktu antara peristiwa dan pelaporan resmi menunjukkan adanya celah yang tidak kecil dalam perlindungan siswa.


Lingkungan Sekolah Masih Rentan Kekerasan

Data nasional menunjukkan bahwa kekerasan di sekolah sering kali tidak terlaporkan karena siswa merasa takut atau tidak percaya proses penanganan. Kasus MH menambah daftar panjang kekerasan anak yang terlambat ditangani.

Penguatan kebijakan anti-bullying menjadi mendesak, terutama di jenjang SMP yang merupakan kelompok usia rentan. Perlu sistem pelaporan yang aman, pendampingan psikologis, dan batasan tegas terhadap kekerasan berulang.

Kasus perundungan Tangsel menegaskan perlunya mekanisme pencegahan kekerasan yang lebih kuat agar sekolah benar-benar aman bagi seluruh siswa. (Red/Arrian)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Skrining TBC

    Skrining TBC Digelar di Karawang untuk Percepat Deteksi dan Pengobatan

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Skrining TBC di Karawang menyasar 5.000 warga untuk percepatan deteksi dan pengobatan berbasis layanan publik. albadarpost.com, LENSA – Deteksi dini Skrining TBC di Kabupaten Karawang dimulai dengan pemeriksaan rontgen terhadap ratusan warga di Kecamatan Tirtajaya. Langkah ini menjadi pintu masuk untuk memetakan penyebaran tuberkulosis di wilayah yang selama ini belum memiliki data rinci, padahal risiko […]

  • Bulan Safar

    Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ini Fakta Islam

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 34
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Bulan Safar dalam kalender Hijriah masih sering dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu yang membawa kesialan oleh sebagian masyarakat. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang bulan Safar? Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau membawa musibah tertentu. Sebaliknya, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk meninggalkan […]

  • imbauan keamanan

    Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Pencurian berulang menyasar masjid di Pangkep. Polisi dan warga diminta meningkatkan keamanan tempat ibadah. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena pencurian berulang terhadap tempat ibadah terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu tiga hari, sedikitnya lima masjid di Kecamatan Minasatene dibobol oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian […]

  • Perpres Nomor 115 Tahun 2025

    Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari satu dekade Siti Rahmawati mengajar di sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah. Setiap pagi ia masuk kelas, menyiapkan materi, dan mendampingi murid-muridnya seperti guru lain. Namun hingga kini, statusnya tetap guru honorer. Ketika pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, harapan yang sempat tumbuh justru berubah menjadi kekecewaan. Siti […]

  • kelompok penyembah setan 764

    Kelompok Penyembah Setan 764 Jadi Ancaman Online Serius, FBI dan Inggris Perketat Pengawasan Remaja

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kelompok penyembah setan 764 jadi ancaman online global, FBI dan Inggris peringatkan bahaya bagi remaja. Remaja 14 Tahun Terjerat Kelompok Penyembah Setan 764 albadarpost.com, LENSA – Kasus remaja Inggris berusia 14 tahun yang terjerumus ke dalam kelompok penyembah setan 764 membuka kembali perhatian dunia terhadap ancaman kejahatan siber yang menargetkan anak-anak.Awalnya, sang ibu—disebut Christina—menganggap percakapan […]

  • Ilustrasi bakwan jagung renyah berwarna keemasan di atas piring dengan cabai rawit dan suasana dapur rumahan.

    Resep Bakwan Jagung Renyah Anti Lembek, Dingin Pun Tetap Krispi

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Bakwan jagung renyah masih jadi salah satu gorengan favorit di banyak rumah Indonesia. Rasanya gurih, teksturnya kriuk, dan aromanya sering langsung membuat orang berkumpul ke dapur bahkan sebelum matang sempurna. Karena itu, resep bakwan jagung anti lembek kini semakin banyak dicari, terutama oleh pecinta gorengan rumahan yang ingin hasilnya tetap renyah meski […]

expand_less