Breaking News
light_mode
Beranda » Hikmah » Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ini Fakta Islam

Benarkah Bulan Safar Membawa Sial? Ini Fakta Islam

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
  • visibility 116
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HIKMAH – Bulan Safar dalam kalender Hijriah masih sering dikaitkan dengan anggapan sebagai waktu yang membawa kesialan oleh sebagian masyarakat. Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam tentang bulan Safar?

Dalam ajaran Islam, tidak ada dalil sahih yang menyatakan bahwa bulan Safar adalah bulan sial atau membawa musibah tertentu. Sebaliknya, Rasulullah ﷺ mengajarkan umatnya untuk meninggalkan keyakinan yang menghubungkan nasib buruk dengan waktu, tempat, maupun tanda-tanda tertentu.

Islam mengajarkan bahwa segala kejadian berada dalam ketetapan Allah SWT. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memperkuat iman, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi keyakinan yang tidak memiliki dasar dalam syariat.

Berikut fakta penting tentang bulan Safar dalam Islam lengkap dengan dalil yang menjadi pedoman.

1. Bulan Safar Adalah Bagian dari Kalender Hijriah, Bukan Bulan Pembawa Sial

Bulan Safar merupakan bulan kedua dalam kalender Hijriah setelah Muharam dan sebelum Rabiulawal.

Islam mengakui perjalanan waktu sebagai bagian dari ketetapan Allah SWT. Dalam Al-Qur’an, Allah berfirman:

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi…”
(QS. At-Taubah: 36)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa Allah menetapkan 12 bulan dalam satu tahun. Setiap bulan memiliki kedudukan sebagai bagian dari sistem waktu yang Allah ciptakan.

Dengan demikian, tidak ada dasar bahwa bulan tertentu secara mutlak membawa keberuntungan atau kesialan.

2. Rasulullah ﷺ Membatalkan Keyakinan Bahwa Safar Membawa Sial

Pada masa jahiliah, sebagian masyarakat Arab memiliki keyakinan bahwa bulan Safar membawa kesialan. Mereka bahkan menghindari perjalanan atau pernikahan karena menganggap waktunya tidak baik.

Namun, Rasulullah ﷺ meluruskan keyakinan tersebut.

Beliau bersabda:

“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya, tidak ada thiyarah (anggapan sial karena tanda tertentu), tidak ada hamah, dan tidak ada (kesialan) pada bulan Safar.”
(HR. Bukhari no. 5757 dan Muslim no. 2220)

Hadis ini menjadi dasar utama bahwa Islam menolak anggapan Safar sebagai bulan pembawa sial.

Maknanya bukan berarti seorang Muslim mengabaikan sebab, tetapi tidak boleh meyakini bahwa waktu tertentu memiliki kekuatan sendiri untuk mendatangkan bahaya.

3. Islam Melarang Keyakinan Takhayul tentang Waktu dan Pertanda

Kepercayaan bahwa bulan tertentu membawa kesialan termasuk bentuk thiyarah, yaitu merasa sial karena tanda atau kejadian tertentu.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik, thiyarah itu syirik.”
(HR. Abu Dawud no. 3910 dan Tirmidzi no. 1614)

Hadis tersebut mengingatkan umat Islam agar tidak menggantungkan keyakinan kepada sesuatu selain Allah SWT.

Sebaliknya, seorang Muslim diperintahkan untuk bertawakal.

Allah SWT berfirman:

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya).”
(QS. At-Talaq: 3)

Ayat ini menjadi pengingat bahwa perlindungan dan ketentuan hidup berada di tangan Allah, bukan pada nama bulan atau waktu tertentu.

4. Tidak Ada Ibadah Khusus yang Ditetapkan untuk Bulan Safar

Berbeda dengan bulan Ramadan yang memiliki kewajiban puasa, atau bulan Zulhijah yang memiliki ibadah haji dan kurban, tidak ada ibadah khusus yang ditetapkan hanya untuk bulan Safar.

Tidak terdapat hadis sahih yang memerintahkan umat Islam melakukan salat tertentu, puasa khusus, atau amalan tertentu hanya karena memasuki bulan Safar.

Namun, hal tersebut bukan berarti Safar adalah bulan yang tidak memiliki nilai.

Allah SWT memerintahkan manusia untuk selalu berbuat baik kapan pun dan di mana pun.

“Dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Baqarah: 195)

Artinya, kesempatan mendapatkan pahala selalu terbuka sepanjang waktu.

5. Bulan Safar Memiliki Catatan Sejarah dalam Perjalanan Islam

Dalam sejarah Islam, bulan Safar menjadi bagian dari perjalanan dakwah Rasulullah ﷺ.

Sejumlah ekspedisi Rasulullah ﷺ bersama para sahabat tercatat terjadi pada bulan ini, termasuk beberapa perjalanan dalam rangka menjaga keamanan masyarakat Muslim di Madinah.

Selain itu, sebagian ahli sejarah menyebutkan bahwa Rasulullah ﷺ mulai mengalami sakit menjelang wafat pada akhir bulan Safar tahun 11 Hijriah. Kemudian beliau wafat pada 12 Rabiulawal tahun yang sama.

Catatan sejarah tersebut menunjukkan bahwa Safar bukan bulan yang harus ditakuti, melainkan bagian dari perjalanan panjang umat Islam.

Hikmah Bulan Safar: Memperkuat Tauhid dan Meninggalkan Mitos

Pembahasan tentang bulan Safar memberikan pelajaran penting bagi umat Islam.

Seorang Muslim tidak seharusnya takut kepada bulan tertentu, karena semua waktu adalah ciptaan Allah SWT. Yang menjadi ukuran bukan kapan seseorang menjalani kehidupan, tetapi bagaimana ia mengisi waktunya dengan iman dan amal kebaikan.

Jika ada ujian atau musibah, seorang Muslim meyakini bahwa semuanya terjadi atas izin Allah.

Allah SWT berfirman:

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.”
(QS. At-Taghabun: 11)

Bulan Safar tidak pernah menjadi sumber kesialan. Yang membuat manusia jauh dari keberkahan bukanlah sebuah bulan, tetapi ketika hati mulai percaya kepada ketakutan yang tidak memiliki dasar. Dalam Islam, setiap waktu adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah SWT. (Red)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakerda PAN Tasikmalaya

    Pesan Diky Chandra di Rakerda PAN Jadi Sorotan

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Rakerda PAN Tasikmalaya tidak hanya menjadi agenda internal partai. Forum tersebut juga membawa pesan penting mengenai perlunya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan seluruh unsur politik agar pembangunan Kota Tasikmalaya berjalan lebih efektif. Semangat Rapat Kerja DPD PAN Kota Tasikmalaya itu mengemuka saat Wakil Wali Kota Tasikmalaya Rd. Diky Chandra Negara […]

  • hujan meteor Perseid

    Hujan Meteor Perseid 13 Agustus 2026, Ini Waktu Terbaik Melihatnya

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, PERSPEKTIF – Hujan meteor Perseid akan mencapai aktivitas maksimumnya pada 13 Agustus 2026. Fenomena hujan meteor atau shooting stars ini menarik perhatian karena terjadi ketika Bumi melintasi jejak debu yang ditinggalkan Komet 109P/Swift-Tuttle. Namun, bagi pengamat di Indonesia, ada satu hal penting: tanggal puncak tidak berarti pengamatan terbaik harus dilakukan setelah matahari terbit. Sebaliknya, […]

  • Lowongan SIHREN 2026

    Bukan CPNS, Kemenkes Buka Rekrutmen SIHREN 2026

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA NASIONAL — Rekrutmen SIHREN 2026 menjadi salah satu peluang kerja yang menarik perhatian pencari kerja profesional. Materi yang dibagikan melalui akun resmi Kementerian Kesehatan RI menunjukkan adanya sejumlah posisi dalam program Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) untuk kandidat berpendidikan S1 hingga S2. Berbeda dari informasi seleksi CPNS atau PPPK, materi tersebut menampilkan […]

  • Gaji Guru Rp5 Juta

    DPR Dorong Gaji Layak Guru Minimal Rp5 Juta

    • calendar_month Sabtu, 27 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kesejahteraan guru kembali menjadi perhatian nasional. Usulan gaji guru Rp5 juta yang didorong Komisi X DPR RI muncul setelah berbagai data menunjukkan bahwa penghasilan tenaga pendidik, terutama guru honorer, masih jauh dari kategori layak. Dikutip dari laman resmi DPR RI, usulan peningkatan kesejahteraan guru tersebut menjadi salah satu agenda penting dalam […]

  • Forsesdasi Jawa Barat

    Sekda Ciamis Dorong Forsesdasi Jawa Barat Perkuat Kolaborasi Daerah

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Sekda Ciamis menilai Forsesdasi Jawa Barat penting untuk kolaborasi kebijakan dan pemerataan pelayanan publik. albadarpost.com, BERITA DAERAH — Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman, menegaskan bahwa Forum Sekretaris Daerah (Forsesdasi) Jawa Barat harus diposisikan sebagai ruang kolaborasi antardaerah, bukan arena persaingan yang saling menonjolkan keunggulan masing-masing. Pernyataan ini disampaikan usai pelantikan pengurus Forsesdasi Jawa Barat […]

  • Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

    Pencurian Sepatu di Masjid Cirebon: Anak Mantan Wali Kota Tertangkap CCTV

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Anak mantan Wali Kota Cirebon tertangkap mencuri sepatu jemaah di Masjid At-Taqwa. Aksi terekam CCTV dan jadi sorotan publik. Aksi Pencurian yang Mengejutkan Jemaah albadarpost.com, HUMANIORA. Kasus pencurian sepatu di Masjid Cirebon menghebohkan warga, Senin siang (6/10/2025). Di tengah suasana khusyuk ibadah, seorang pria terekam kamera CCTV mengambil sepatu milik jemaah di halaman Masjid Raya […]

expand_less