Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Bukan Sekadar Pelatihan, Baitul Arqam 2026 Siapkan Motor Penggerak Kota Tasik

Bukan Sekadar Pelatihan, Baitul Arqam 2026 Siapkan Motor Penggerak Kota Tasik

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana ruang kerja Pelaksana Harian Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, terlihat cukup hangat pada Selasa (26/5/2026). Beberapa pengurus Pemuda Muhammadiyah datang membawa map proposal dan agenda kaderisasi. Di atas meja, gelas kopi masih menyisakan uap tipis ketika pembicaraan mulai mengarah pada satu agenda besar:
Baitul Arqam 2026.

Bagi Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Baitul Arqam bukan sekadar kegiatan pelatihan biasa. Agenda tersebut menjadi ruang pembentukan kader muda Muhammadiyah yang disiapkan untuk bergerak langsung di tengah masyarakat.

Tahun ini, arah gerak mereka bahkan lebih besar.

Pemuda Muhammadiyah menargetkan lahirnya Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) di 10 kecamatan se-Kota Tasikmalaya.

Baitul Arqam Jadi Mesin Kaderisasi Pemuda Muhammadiyah

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya, Cecep Fikri Fajar, menyampaikan bahwa kunjungan mereka sekaligus menjadi ajakan resmi kepada pemerintah daerah agar hadir menyaksikan langsung proses kaderisasi tersebut.

“Hari ini kami bersilaturahmi dengan Pak Diky Candranegara sekaligus mengundang beliau untuk hadir pada acara Baitul Arqam yang akan diselenggarakan bulan Juli mendatang,” ujar Fajar.

Menurutnya, Baitul Arqam merupakan jenjang kaderisasi utama dalam tubuh Pemuda Muhammadiyah yang fokus membangun:

  • karakter,
  • wawasan,
  • militansi,
  • dan kepemimpinan kader muda.

Karena itu, agenda tersebut tidak hanya berisi materi di dalam ruangan.

Peserta juga akan turun langsung ke lapangan menjalankan proyek sosial dan aktivitas kemasyarakatan.

Di beberapa organisasi kepemudaan, kaderisasi sering hanya berhenti di ruang seminar. Namun Pemuda Muhammadiyah tampaknya ingin bergerak lebih jauh.

Mereka ingin kader benar-benar hadir di tengah masyarakat.

Target PCPM di 10 Kecamatan Jadi Fokus Baru

Selain memperkuat ideologi organisasi, Baitul Arqam 2026 juga diarahkan untuk memperluas struktur Pemuda Muhammadiyah hingga tingkat kecamatan.

“Baitul Arqam bagi kami adalah bagian dari perkaderan muda-mudi yang kemudian nanti mengorbitkan dengan menghadirkan PCPM di setiap kecamatan,” jelas Fajar.

Target tersebut dinilai cukup penting karena organisasi kepemudaan Islam saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks:

  • perubahan sosial,
  • arus digital,
  • persoalan ekonomi,
  • hingga menurunnya minat generasi muda terhadap organisasi.

Karena itu, kaderisasi tidak lagi cukup hanya mengandalkan kegiatan seremonial.

Di beberapa sudut sekretariat organisasi, suara printer kadang masih terdengar sampai malam ketika panitia mulai mencetak proposal dan daftar peserta. Ada kader muda yang sibuk menyusun materi pelatihan sambil membuka laptop dan grup koordinasi di ponsel secara bersamaan.

Sebagian bahkan rela pulang larut demi memastikan acara berjalan rapi.

Hal-hal kecil seperti itu mungkin jarang terlihat di depan publik.

Namun justru di situlah proses organisasi sebenarnya berjalan.

Pemerintah Kota Tasikmalaya Sambut Positif

Plh Wali Kota Tasikmalaya, Rd Diky Candranegara, menyambut positif agenda tersebut. Ia menilai Pemuda Muhammadiyah selama ini menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kepemudaan dan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, proses kaderisasi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Pemuda Muhammadiyah selalu jadi mitra strategis pemerintah. Baitul Arqam ini penting untuk mencetak kader yang berakhlak, cerdas. Insyaallah saya upayakan hadir. Kalau kadernya kuat, kotanya juga kuat,” ujar Diky.

Pernyataan itu sekaligus menunjukkan bahwa pemerintah daerah mulai melihat organisasi kepemudaan bukan hanya sebagai kelompok aktivis biasa, tetapi sebagai bagian penting dalam membangun ketahanan sosial kota.

Apalagi di tengah perkembangan zaman yang semakin cepat, ruang kaderisasi menjadi semakin penting untuk menjaga:

  • kualitas generasi muda,
  • kepedulian sosial,
  • dan kekuatan nilai keislaman.

Baitul Arqam Tidak Hanya Bicara Organisasi

Selain penguatan struktur organisasi, Baitul Arqam 2026 juga akan membahas berbagai isu strategis yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Mulai dari:

  • penguatan ideologi kader,
  • pemberdayaan ekonomi,
  • hingga persoalan sosial kemasyarakatan.

Agenda tersebut menegaskan bahwa kaderisasi hari ini tidak cukup hanya bicara teori organisasi.

Kader muda juga harus mampu membaca realitas sosial di lapangan.

Di beberapa rumah kader, obrolan tentang kegiatan organisasi kadang berlangsung sampai larut malam sambil menyusun spanduk atau membalas pesan koordinasi di grup WhatsApp. Ada yang masih mengenakan jaket organisasi sambil mengetik proposal di warung kopi. Ada pula yang baru pulang setelah rapat kecil membahas teknis kegiatan.

Mungkin memang begitu wajah kaderisasi hari ini.

Tidak selalu besar dan megah.

Tetapi tumbuh pelan lewat orang-orang yang tetap mau bergerak meski sering bekerja di balik layar.

Karena bagi Pemuda Muhammadiyah, Baitul Arqam bukan sekadar agenda tahunan.

Melainkan cara menyiapkan generasi yang siap menjaga masyarakat ketika banyak anak muda lain mulai sibuk berjalan sendiri-sendiri.

Karena sebuah kota tidak hanya membutuhkan gedung tinggi dan jalan besar untuk bertahan, tetapi juga anak-anak muda yang tetap mau belajar, bergerak, dan menjaga nilai ketika zaman terus berubah terlalu cepat. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • simbol aspirasi

    Jalan Berlubang Jadi Kolam, Warga Tebar Lele sebagai Simbol Aspirasi

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 144
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Aksi tak biasa dilakukan warga Lampung Selatan. Puluhan warga Dusun Banjarjo, Desa Merak Batin, Kecamatan Natar, memprotes kondisi jalan rusak dengan cara menebar ribuan ikan lele ke aspal berlubang. Aksi ini menjadi simbol aspirasi warga atas lambatnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan infrastruktur jalan daerah. Jalan yang diprotes warga dipenuhi lubang besar […]

  • Ilustrasi penyitaan aset debitur oleh negara berdasarkan aturan baru PMK 23 Tahun 2026 tentang pengurusan piutang negara.

    Aturan Baru Penyitaan Aset Bikin Publik Resah, Seberapa Aman Hak Warga?

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 141
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Bagi sebagian orang, rumah bukan sekadar bangunan. Ada tabungan hidup di dalamnya. Ada kerja keras bertahun-tahun. Dan ada rasa aman. Serta ada masa depan keluarga yang perlahan dibangun sedikit demi sedikit. Karena itu, ketika pemerintah menerbitkan aturan baru yang memungkinkan negara menguasai aset debitur tanpa persetujuan pemilik utang, perhatian publik langsung tersedot ke […]

  • Penangkapan pasutri pengedar sabu di Tasikmalaya dengan barang bukti paket narkotika dan plastik klip.

    Jual Sabu Pakai Sistem Tempel, Pasutri Tasikmalaya Raup Puluhan Juta

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kasus pasutri jual sabu terungkap di Kabupaten Tasikmalaya. Sepasang suami istri asal Cikalong diduga menjalankan peredaran narkotika secara terstruktur, mulai dari pembelian, pengemasan, hingga distribusi dengan sistem tempel yang rapi. Pengungkapan kasus ini dilakukan Satuan Reserse Narkoba Polres Tasikmalaya pada Kamis, 23 April 2026. Selain memperlihatkan pola peredaran yang sistematis, kasus ini […]

  • korupsi bantuan sosial

    Dari RT ke Penjara, Pelajaran Mahal Tata Kelola Bantuan Sosial

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus hukum yang berujung pada vonis lima tahun penjara terhadap seorang Ketua RT di Kelurahan Rufei, Kota Sorong, membuka kembali pertanyaan lama tentang tata kelola bantuan sosial di tingkat paling dasar. Putusan Mahkamah Agung ini bukan sekadar perkara pidana individu, melainkan cermin dari rapuhnya sistem pengawasan bantuan publik yang langsung bersentuhan dengan […]

  • Admin OPD

    Anggaran Komunikasi Publik Disorot, Admin OPD Tasikmalaya Dilatih

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Pemkab Tasikmalaya melatih admin OPD untuk mengefektifkan anggaran komunikasi publik dan memperbaiki kinerja informasi daerah. Pelatihan Admin OPD Jadi Titik Masuk Evaluasi Anggaran Komunikasi albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai menata ulang strategi komunikasi publik dengan menempatkan efektivitas anggaran sebagai perhatian utama. Melalui pelatihan pengelolaan informasi bagi admin organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah […]

  • Peluncuran Program SADESA Satu Desa Satu Sarjana oleh Pemkab Tasikmalaya dengan beasiswa penuh pendidikan tinggi bagi pemuda desa

    SADESA Dibuka! Anak Desa Tasikmalaya Bisa Kuliah Gratis

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kabar ini langsung mengubah mimpi ribuan anak desa. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan Program SADESA (Satu Desa Satu Sarjana) pada Selasa (03/02/2026). Lewat program ini, pemuda desa berprestasi mendapatkan beasiswa penuh dari semester pertama hingga lulus kuliah. Bagi banyak keluarga desa, kuliah sering terasa seperti impian mahal. Namun kini, pintu itu […]

expand_less