Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » 178 Ribu Warga Garut Tunggak Pajak Kendaraan, Potensinya Capai Rp100 Miliar

178 Ribu Warga Garut Tunggak Pajak Kendaraan, Potensinya Capai Rp100 Miliar

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 4
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wakil Bupati Garut Putri Karlina turun langsung meninjau operasi gabungan pajak kendaraan Garut yang digelar di kawasan Bundaran SMKN 2 Garut, Jalan Suherman, Kecamatan Tarogong Kaler, Selasa (19/5/2026). Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Garut menemukan fakta mencolok: sebanyak 178 ribu wajib pajak tercatat masih menunggak pembayaran pajak kendaraan bermotor.

Nilai potensi pendapatan yang belum terserap pun tidak kecil.

Pemerintah memperkirakan potensi pajak kendaraan di Kabupaten Garut mencapai sekitar Rp100 miliar. Dari angka tersebut, sekitar Rp60 miliar berpotensi kembali menjadi bagian pembangunan daerah.

Dan persoalan ini mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Wabup Garut Turun Langsung ke Lokasi Opsgab

Operasi gabungan pajak kendaraan bermotor itu digelar sebagai langkah Pemerintah Kabupaten Garut untuk memetakan sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pajak kendaraan.

Putri Karlina terlihat langsung memantau jalannya operasi di lapangan bersama petugas terkait.

Menurutnya, penagihan pajak kendaraan yang tertunggak menjadi salah satu langkah penting untuk menambah anggaran pembangunan daerah, terutama pembangunan infrastruktur jalan.

“Kalau gak kayak gitu mungkin orang gak ada keinginan untuk bergerak, sementara tadi potensi pendapatannya 100 M dan potensi untuk Garutnya sendiri 60 M. Kan lumayan bisa buat ngebangun ruas jalan,” ujar Putri.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa persoalan pajak kendaraan kini bukan lagi sekadar administrasi.

Tetapi sudah berkaitan langsung dengan kemampuan pembangunan daerah.

Ada Penunggak Pajak Sejak 2013

Dalam operasi tersebut, petugas menemukan sejumlah kasus tunggakan pajak kendaraan yang cukup mengejutkan.

Salah satunya, terdapat wajib pajak yang belum membayar kewajibannya selama 13 tahun atau sejak 2013.

Temuan itu memperlihatkan masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat terhadap kewajiban pajak kendaraan bermotor.

Padahal menurut Putri, hasil pajak tersebut nantinya kembali digunakan untuk kepentingan masyarakat sendiri.

Mulai dari pembangunan jalan, pelayanan publik, hingga berbagai program daerah lainnya.

“Nah makanya, mungkin diri kita sudah bayar tapi orang lain belum. Padahal kita itu butuh untuk usaha bersama-sama, usaha kolektif,” katanya.

Di lokasi operasi, sejumlah kendaraan tampak diarahkan petugas untuk dilakukan pemeriksaan administrasi.

Ada pengendara yang langsung bisa menunjukkan bukti pembayaran pajak aktif. Namun ada juga yang terlihat kebingungan ketika masa berlaku pajaknya ternyata sudah lama habis.

Dan suasana seperti itu terus berlangsung sepanjang operasi berjalan.

Pemkab Garut Siapkan Langkah Tegas

Melihat tingginya jumlah penunggak pajak, Pemerintah Kabupaten Garut berencana menyiapkan aturan lebih tegas sebagai acuan peningkatan kepatuhan wajib pajak.

Putri Karlina mengatakan pihaknya sedang mempertimbangkan penerapan regulasi serupa seperti yang telah diberlakukan di tingkat provinsi.

Selain itu, pemerintah juga terus mendorong masyarakat memanfaatkan program pemutihan pajak yang sudah disediakan.

Karena menurutnya, kesempatan tersebut seharusnya bisa dimanfaatkan sebelum kebijakan lebih ketat diterapkan.

“Harus ada kesadaran pribadi untuk taat pajak,” tegasnya.

Pemerintah daerah berharap pendekatan persuasif dan edukasi tetap menjadi langkah awal sebelum penegakan aturan dilakukan lebih jauh.

Pajak Kendaraan Jadi Penopang Pembangunan Daerah

Sektor pajak kendaraan bermotor selama ini memang menjadi salah satu sumber penting pendapatan daerah.

Karena itu, tingginya angka tunggakan langsung berdampak terhadap kemampuan daerah menjalankan pembangunan.

Apalagi Kabupaten Garut memiliki wilayah yang luas dengan kebutuhan infrastruktur yang cukup besar.

Tidak sedikit ruas jalan yang membutuhkan perbaikan dan peningkatan kualitas layanan.

Dan semua itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit.

Di sisi lain, sebagian masyarakat masih menganggap pajak kendaraan hanya sebatas kewajiban administratif tahunan.

Padahal dampaknya jauh lebih besar.

Ada jalan desa yang membutuhkan perbaikan. Ada fasilitas umum yang memerlukan anggaran pemeliharaan. Dan ada pelayanan masyarakat yang harus terus berjalan setiap hari.

Dan sumber pembiayaannya salah satunya berasal dari pajak.

Kesadaran Kolektif Jadi Kunci

Pemerintah Kabupaten Garut menilai persoalan pajak kendaraan tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat atau petugas lapangan.

Kesadaran masyarakat tetap menjadi faktor utama.

Karena pembangunan daerah berjalan dari partisipasi bersama.

Di tengah operasi berlangsung, beberapa warga terlihat memanfaatkan kesempatan untuk langsung berkonsultasi terkait tunggakan pajak kendaraan mereka. Ada yang bertanya soal pemutihan. Ada juga yang mencari tahu jumlah denda yang harus dibayar.

Hal-hal kecil seperti itu mungkin terlihat sederhana.

Tetapi justru menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat mulai tumbuh perlahan.

Ratusan ribu kendaraan masih menunggak pajak. Nilainya mencapai ratusan miliar rupiah.

Dan di balik angka sebesar itu, sebenarnya ada satu pertanyaan sederhana yang sedang dihadapi Garut hari ini: mau ikut membangun daerah… atau terus membiarkan jalannya rusak sambil saling menyalahkan. (GZ)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ujaran kebencian

    Kasus Ujaran Kebencian, Polisi Telusuri Jejak Pelarian Resbob

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    Pelarian streamer Resbob usai kasus ujaran kebencian berakhir di Semarang, polisi dalami motif. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kepolisian Daerah Jawa Barat memburu seorang streamer yang tersandung kasus ujaran kebencian bermuatan penghinaan terhadap Suku Sunda. Upaya melarikan diri itu berakhir di Semarang, Jawa Tengah, setelah polisi melacak pergerakan pelaku lintas kota. Kasus ini menjadi perhatian publik […]

  • “Suasana hening menjelang Subuh saat seseorang berdoa dan bermunajat kepada Allah di dalam rumah”

    Doa Sebelum Subuh Ini Harus Diamalkan Saat Hidup Sedang Berat

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tidak semua orang kuat menghadapi hidup yang terasa berat setiap hari. Ada yang terlihat tersenyum di siang hari, tetapi diam-diam menangis saat malam tiba. Menariknya, belakangan semakin banyak orang mulai mencari ketenangan lewat doa sebelum Subuh. Sebagian bahkan mengaku hidupnya perlahan berubah setelah rutin mengamalkan doa mustajab di waktu menjelang Subuh. Bukan […]

  • Live CCTV Pantai Pangandaran menampilkan kondisi gerbang utama dan aktivitas wisatawan secara real time.

    Tak Perlu Tebak Keramaian Pantai Pangandaran, Kini Bisa Dipantau Langsung Online

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Banyak wisatawan sering bertanya satu hal sebelum berangkat ke pantai: apakah Pantai Pangandaran sedang ramai atau tidak? Kini jawabannya bisa diketahui dalam hitungan detik melalui Live CCTV Pantai Pangandaran yang menampilkan kondisi kawasan wisata secara real time. Melalui layanan CCTV Pantai Pangandaran online, masyarakat dapat memantau situasi di gerbang utama pantai, […]

  • Perpres Nomor 115 Tahun 2025

    Suara dari Ruang Kelas: Guru Honorer Protes Perpres 115/2025

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sudah lebih dari satu dekade Siti Rahmawati mengajar di sebuah sekolah negeri di Jawa Tengah. Setiap pagi ia masuk kelas, menyiapkan materi, dan mendampingi murid-muridnya seperti guru lain. Namun hingga kini, statusnya tetap guru honorer. Ketika pemerintah menerbitkan Perpres Nomor 115 Tahun 2025, harapan yang sempat tumbuh justru berubah menjadi kekecewaan. Siti […]

  • cuaca ekstrem

    Pemprov Jabar Tingkatkan Mitigasi Hadapi Cuaca Ekstrem di Puncak Hujan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Pemprov Jabar meminta warga meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem pada puncak musim hujan 2025–2026. albadarpost.com, LENSA – Peringatan resmi mengenai cuaca ekstrem kembali dikeluarkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. BPBD Jabar menyebut puncak musim hujan yang diprediksi BMKG akan berlangsung pada Desember 2025 serta Februari hingga Maret 2026 berpotensi memicu banjir, longsor, dan pergerakan tanah. Situasi […]

  • Tiga Kloter Perdana Jemaah Haji Indonesia Tiba di Madinah, 22/4/2026. (Foto: Kemenhaj)

    Jemaah Haji Tasikmalaya 2026 Berangkat, Suasana Penuh Haru

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana pelepasan jemaah haji Tasikmalaya 2026 terasa berbeda sejak pagi. Udara di sekitar Gedung Dakwah Islam (GDI) seperti dipenuhi campuran rasa haru, bangga, dan cemas. Keluarga dari 445 Jemaah Haji Kota Tasikmalaya Kloter 04 KJT datang lebih awal, sebagian memilih duduk diam, sementara yang lain sibuk memastikan koper dan dokumen tidak […]

expand_less