Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 24
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kabupaten Tasikmalaya, kini mencuri perhatian pasar internasional. Produk kopi lokal yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar itu sekarang berhasil menembus Jepang dan mulai membuka peluang ekspor ke negara lain.

Keberhasilan Kopi Bunar sekaligus menjadi bukti bahwa kopi Tasikmalaya mampu bersaing di pasar global. Selain itu, lonjakan permintaan membuat harga panen petani meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut pencapaian tersebut lahir dari konsistensi warga Kampung Bunihurip dalam mengelola kebun kopi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dari kampung kecil lahir sejarah besar. Warga Bunar membuktikan keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk bersaing di pasar global,” ujar Asep, Jumat (15/5/2026).

Momentum itu kemudian mendorong pemerintah daerah mempercepat pengembangan kawasan kopi di Tasikmalaya. Pemkab kini fokus memperkuat sertifikasi produk, memperbaiki infrastruktur, dan membantu kebutuhan alat produksi petani.

Harga Kopi Naik Tajam, Petani Mulai Rasakan Dampaknya

Kopi Bunar tidak hanya membawa nama Tasikmalaya ke luar negeri. Di sisi lain, komoditas ini juga mulai mengubah kondisi ekonomi warga sekitar.

Sebelumnya, harga kopi hasil panen petani hanya berada di bawah Rp2.000 per kilogram. Namun sekarang nilainya melonjak hingga menembus lebih dari Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu membuat banyak petani mulai serius merawat kebun kopi mereka. Beberapa warga bahkan kembali membuka lahan yang sempat terbengkalai karena sebelumnya dianggap tidak menghasilkan keuntungan besar.

Di lereng perbukitan Bunihurip, aktivitas petani terlihat lebih hidup dibanding beberapa tahun lalu. Karung-karung berisi biji kopi mulai rutin keluar masuk sentra pengolahan. Aroma kopi sangrai pun perlahan menjadi identitas baru kampung tersebut.

Selain pasar Jepang, pengelola Kopi Bunar juga mulai menjajaki peluang ekspor ke negara lain. Langkah itu dilakukan agar produk kopi Tasikmalaya memiliki pasar yang lebih luas dan stabil.

Pemkab Tasikmalaya Genjot Infrastruktur Sentra Kopi

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menjaga tren positif Kopi Bunar. Salah satu langkah utama yang kini dipercepat ialah pembangunan infrastruktur menuju kawasan sentra produksi kopi.

Pemkab mulai membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, akses jalan menuju kebun dan lokasi pengolahan kopi juga diperbaiki agar distribusi hasil panen lebih lancar.

Tidak berhenti di sana, pemerintah turut memberikan bantuan alat pengolahan kopi untuk meningkatkan kualitas produksi petani lokal. Dengan dukungan tersebut, standar mutu Kopi Bunar diharapkan semakin kompetitif di pasar internasional.

Asep mengatakan sertifikasi produk juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, pasar global menuntut kualitas dan legalitas produk yang jelas sehingga proses pendampingan petani harus berjalan konsisten.

Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan Kopi Bunar tidak hanya viral sesaat, melainkan mampu bertahan dalam persaingan industri kopi dunia.

Disiapkan Jadi Agrowisata Baru Tasikmalaya

Ke depan, kawasan Kopi Bunar dirancang menjadi destinasi agrowisata baru di Tasikmalaya. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses pengolahan dari kebun hingga penyeduhan.

Konsep itu dinilai mampu membuka sumber ekonomi baru bagi warga sekitar. Selain petani kopi, pelaku UMKM, pedagang makanan, hingga sektor penginapan diperkirakan ikut terdampak positif.

Potensi tersebut mulai menarik perhatian banyak pihak. Apalagi tren wisata berbasis alam dan pengalaman lokal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Tasikmalaya sendiri dikenal memiliki bentang alam pegunungan yang cocok untuk pengembangan wisata kopi. Udara dingin, hamparan kebun hijau, dan budaya masyarakat lokal menjadi daya tarik tambahan yang sulit ditemukan di kota besar.

Kini, nama Bunihurip perlahan mulai dikenal bukan hanya karena hasil kebunnya, tetapi juga karena keberanian warganya menjaga kualitas produk lokal hingga mampu menembus pasar dunia.

Dulu kopi dari Bunihurip hanya menghangatkan pagi warga kampung. Sekarang, aroma yang sama sudah terbang ribuan kilometer hingga Jepang — membawa mimpi petani Tasikmalaya ikut mendunia. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Tasikmalaya

    Pemkot Tasikmalaya Diduga Retak: Konflik Internal Ancam Tata Kelola Daerah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost menyoroti kisruh internal Pemkot Tasikmalaya dan dampaknya bagi tata kelola serta pelayanan publik. Alarm dari Ruang Dalam Pemkot albadarpost.com, EDITORIAL – Unggahan status WhatsApp Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra Negara, pekan ini mengungkap sesuatu yang lebih besar dari sekadar pesan bernuansa metafora. Ia memperlihatkan retakan komunikasi di tubuh Pemerintah Kota Tasikmalaya yang […]

  • potensi wakaf

    Ma’ruf Amin Soroti Tata Kelola Wakaf yang Lemah dan Dampaknya bagi Publik

    • calendar_month Sabtu, 15 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Potensi wakaf Indonesia dinilai belum optimal karena lemahnya tata kelola dan literasi publik. albadarpost.com, HIKMAH – Indonesia memiliki potensi wakaf besar, namun pemanfaatannya masih jauh dari memadai. Pernyataan itu disampaikan Wakil Presiden ke-13 RI, Ma’ruf Amin, yang menilai pengelolaan wakaf belum tersusun secara rapi sehingga manfaat ekonominya tidak mengalir optimal ke masyarakat. Situasi ini penting […]

  • Petugas kepolisian memasang garis polisi di lokasi Penemuan Mayat Cibeureum, Perum Bumi Kersanagara, Tasikmalaya.

    Geger, Mayat Pria 56 Tahun Ditemukan di Cibeureum

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penemuan Mayat Cibeureum menggegerkan warga Perum Bumi Kersanagara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, Selasa (17/02/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa penemuan jenazah pria lanjut usia ini langsung menyita perhatian masyarakat. Kasus mayat ditemukan di Cibeureum tersebut memicu kerumunan warga yang ingin mengetahui kondisi di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Danil (56). Berdasarkan […]

  • motor bgn

    Heboh Motor Listrik BGN 2025, Kepala BGN Bongkar Fakta Sebenarnya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 65
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Motor BGN menjadi perbincangan hangat setelah video viral beredar di media sosial. Motor BGN, motor listrik BGN, dan pengadaan motor pemerintah langsung menarik perhatian publik. Banyak yang bertanya-tanya, apakah benar jumlahnya puluhan ribu dan sudah dibagikan? Faktanya, klarifikasi resmi justru mengungkap hal yang berbeda dari narasi yang beredar. Informasi ini penting […]

  • Turis Tidur di Bandara

    Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi Menuai Kritik saat Harga Hotel Melonjak

    • calendar_month Kamis, 16 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    Fenomena turis tidur di Bandara Changi saat F1 menuai kritik warga Singapura karena dianggap mencoreng reputasi bandara. albadarpost.com, LENSA – Fenomena Turis Tidur di Bandara Changi di Singapura menjadi sorotan publik setelah banyak wisatawan kedapatan bermalam di area-terminal selama akhir pekan penyelenggaraan ajang balap Formula 1. Tindakan itu dilakukan untuk menghindari biaya hotel yang melambung […]

  • parkir non tunai Tasikmalaya

    Mendadak Berubah! Parkir di HZ Mustofa Kini Tanpa Cash, Ini Cara Bayarnya

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan besar langsung terasa lewat parkir non tunai Tasikmalaya, sistem parkir digital Tasik yang kini mulai diuji coba di Jalan HZ Mustofa. Tanpa uang cash, tanpa ribet, cukup scan QRIS—cara bayar parkir QRIS ini langsung jadi perbincangan warga karena dinilai lebih praktis dan modern. Tidak seperti biasanya, pengalaman parkir kini terasa […]

expand_less