Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • visibility 141
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kabupaten Tasikmalaya, kini mencuri perhatian pasar internasional. Produk kopi lokal yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar itu sekarang berhasil menembus Jepang dan mulai membuka peluang ekspor ke negara lain.

Keberhasilan Kopi Bunar sekaligus menjadi bukti bahwa kopi Tasikmalaya mampu bersaing di pasar global. Selain itu, lonjakan permintaan membuat harga panen petani meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, menyebut pencapaian tersebut lahir dari konsistensi warga Kampung Bunihurip dalam mengelola kebun kopi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dari kampung kecil lahir sejarah besar. Warga Bunar membuktikan keterbatasan wilayah bukan penghalang untuk bersaing di pasar global,” ujar Asep, Jumat (15/5/2026).

Momentum itu kemudian mendorong pemerintah daerah mempercepat pengembangan kawasan kopi di Tasikmalaya. Pemkab kini fokus memperkuat sertifikasi produk, memperbaiki infrastruktur, dan membantu kebutuhan alat produksi petani.

Harga Kopi Naik Tajam, Petani Mulai Rasakan Dampaknya

Kopi Bunar tidak hanya membawa nama Tasikmalaya ke luar negeri. Di sisi lain, komoditas ini juga mulai mengubah kondisi ekonomi warga sekitar.

Sebelumnya, harga kopi hasil panen petani hanya berada di bawah Rp2.000 per kilogram. Namun sekarang nilainya melonjak hingga menembus lebih dari Rp10 ribu per kilogram.

Kenaikan harga itu membuat banyak petani mulai serius merawat kebun kopi mereka. Beberapa warga bahkan kembali membuka lahan yang sempat terbengkalai karena sebelumnya dianggap tidak menghasilkan keuntungan besar.

Di lereng perbukitan Bunihurip, aktivitas petani terlihat lebih hidup dibanding beberapa tahun lalu. Karung-karung berisi biji kopi mulai rutin keluar masuk sentra pengolahan. Aroma kopi sangrai pun perlahan menjadi identitas baru kampung tersebut.

Selain pasar Jepang, pengelola Kopi Bunar juga mulai menjajaki peluang ekspor ke negara lain. Langkah itu dilakukan agar produk kopi Tasikmalaya memiliki pasar yang lebih luas dan stabil.

Pemkab Tasikmalaya Genjot Infrastruktur Sentra Kopi

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya bergerak cepat menjaga tren positif Kopi Bunar. Salah satu langkah utama yang kini dipercepat ialah pembangunan infrastruktur menuju kawasan sentra produksi kopi.

Pemkab mulai membangun Tembok Penahan Tanah (TPT) di sejumlah titik rawan longsor. Selain itu, akses jalan menuju kebun dan lokasi pengolahan kopi juga diperbaiki agar distribusi hasil panen lebih lancar.

Tidak berhenti di sana, pemerintah turut memberikan bantuan alat pengolahan kopi untuk meningkatkan kualitas produksi petani lokal. Dengan dukungan tersebut, standar mutu Kopi Bunar diharapkan semakin kompetitif di pasar internasional.

Asep mengatakan sertifikasi produk juga menjadi perhatian utama. Menurutnya, pasar global menuntut kualitas dan legalitas produk yang jelas sehingga proses pendampingan petani harus berjalan konsisten.

Karena itu, pemerintah daerah ingin memastikan Kopi Bunar tidak hanya viral sesaat, melainkan mampu bertahan dalam persaingan industri kopi dunia.

Disiapkan Jadi Agrowisata Baru Tasikmalaya

Ke depan, kawasan Kopi Bunar dirancang menjadi destinasi agrowisata baru di Tasikmalaya. Wisatawan nantinya tidak hanya menikmati secangkir kopi, tetapi juga bisa melihat langsung proses pengolahan dari kebun hingga penyeduhan.

Konsep itu dinilai mampu membuka sumber ekonomi baru bagi warga sekitar. Selain petani kopi, pelaku UMKM, pedagang makanan, hingga sektor penginapan diperkirakan ikut terdampak positif.

Potensi tersebut mulai menarik perhatian banyak pihak. Apalagi tren wisata berbasis alam dan pengalaman lokal terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Tasikmalaya sendiri dikenal memiliki bentang alam pegunungan yang cocok untuk pengembangan wisata kopi. Udara dingin, hamparan kebun hijau, dan budaya masyarakat lokal menjadi daya tarik tambahan yang sulit ditemukan di kota besar.

Kini, nama Bunihurip perlahan mulai dikenal bukan hanya karena hasil kebunnya, tetapi juga karena keberanian warganya menjaga kualitas produk lokal hingga mampu menembus pasar dunia.

Dulu kopi dari Bunihurip hanya menghangatkan pagi warga kampung. Sekarang, aroma yang sama sudah terbang ribuan kilometer hingga Jepang — membawa mimpi petani Tasikmalaya ikut mendunia. (GZ)

 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Moratorium Mutasi PNS

    Pemkot Tasikmalaya Moratorium Mutasi PNS, Ini Dampaknya

    • calendar_month Rabu, 19 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Moratorium mutasi PNS mulai berlaku di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya. Berdasarkan Surat Edaran Wali Kota Tasikmalaya Nomor P/800.1.3.1/SE.109/BKPSDM/2026 yang dilansir dari BKPSDM Kota Tasikmalaya, pemerintah daerah menghentikan sementara penerimaan mutasi masuk PNS dari luar instansi. Surat edaran tersebut ditetapkan di Tasikmalaya pada 3 Agustus 2026. Kebijakan ini tidak hanya menyangkut calon […]

  • Tugu Koperasi Tasikmalaya

    Tugu Koperasi Tasikmalaya Simpan Sejarah dan Cerita Mistis

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 116
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tugu Koperasi Tasikmalaya kembali menjadi perhatian menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional. Monumen bersejarah yang menjadi lokasi Kongres Koperasi Pertama Indonesia pada 12 Juli 1947 itu tidak hanya menyimpan jejak penting perjalanan ekonomi kerakyatan, tetapi juga menyisakan berbagai cerita mistis yang hingga kini masih hidup di tengah masyarakat. Berada di Jalan Mohammad Hatta, […]

  • risiko media sosial

    Risiko Media Sosial terhadap Anak Meningkat

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Kasus Purwakarta kembali menyorot risiko media sosial pada anak dan lemahnya sistem proteksi digital. Air Bah Sunyi di Dunia Digital albadarpost.com, PERSPEKTIF – Kasus dugaan tindak pidana terhadap seorang siswi SMP di Purwakarta kembali menegaskan risiko media sosial yang kian mengancam anak-anak. Polisi menetapkan seorang mahasiswa sebagai tersangka setelah ditemukan adanya interaksi awal antara pelaku […]

  • Ilustrasi seorang muslim melaksanakan salat tahajud di sepertiga malam dengan suasana tenang dan cahaya lembut yang melambangkan kekhusyukan ibadah malam.

    Salat Tahajud Disebut Kunci Langit, Ini Rahasianya

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 201
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat tahajud atau salat malam merupakan ibadah sunyi yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Banyak ulama menjelaskan bahwa tahajud di sepertiga malam mampu membuka pintu doa, membersihkan hati, dan mendekatkan seorang hamba kepada Allah. Karena itu, keutamaan salat tahajud sering disebut sebagai jalan spiritual yang mengubah kehidupan seseorang. Namun sayangnya, tidak semua […]

  • Kebakaran Tasikmalaya

    Dalam Kurang dari Dua Jam, Tiga Rumah di Cipedes Tinggal Arang

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 107
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Musibah kebakaran Tasikmalaya kembali menyisakan duka mendalam. Kebakaran hebat yang terjadi di Kampung Pelang, RT 002 RW 006, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jumat (26/6/2026) sore, menghanguskan tiga rumah warga dan membuat sedikitnya 15 jiwa kehilangan tempat tinggal. Peristiwa kebakaran Cipedes Tasikmalaya itu berlangsung begitu cepat. Dalam waktu kurang dari […]

  • klausula parkir

    Klausula Parkir Dilarang Hukum, Mengapa Masih Marak?

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Klausula parkir yang mengalihkan tanggung jawab dilarang hukum. Negara diuji pada pengawasan dan perlindungan konsumen. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Tulisan kecil di sudut area parkir kerap luput dari perhatian: “kehilangan bukan tanggung jawab pengelola.” Kalimat ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar. Ia menyentuh hak dasar konsumen, relasi kuasa antara warga dan pelaku usaha, serta kehadiran negara […]

expand_less