Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

Kenapa Rasulullah Melarang Tertawa Berlebihan? Ini Penjelasannya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 167
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Suara tawa pecah di sebuah warung kopi kecil selepas magrib. Beberapa orang duduk melingkar sambil menatap layar ponsel. Video lucu lewat. Disusul video lain. Lalu tawa kembali meledak.

Kadang keras sekali.

Sampai ada yang menepuk meja.

Pemandangan seperti itu sekarang terasa biasa. Di media sosial pun sama. Orang tertawa hampir tanpa jeda. Timeline dipenuhi candaan, meme, parodi, dan hiburan cepat yang terus bergerak. Semua tampak ringan. Semua tampak menyenangkan.

Namun di tengah suasana seperti itu, ada satu hadis Nabi Muhammad SAW yang sering membuat banyak orang tiba-tiba diam.

“Janganlah kalian banyak tertawa, karena banyak tertawa dapat mematikan hati.”
(HR Tirmidzi)

Kalimat itu pendek. Tetapi entah kenapa terasa menancap.

Sebagian orang mungkin langsung bertanya-tanya. Apakah Islam melarang tertawa? Apakah menjadi ceria dianggap buruk?

Ternyata bukan itu maksudnya.

Rasulullah SAW bukan sosok yang dingin. Beliau justru dikenal ramah dan lembut. Wajahnya sering dihiasi senyum. Para sahabat bahkan merasa nyaman berada di dekat beliau karena sikapnya hangat.

Tetapi Rasulullah memahami sesuatu yang sering luput disadari manusia: hati bisa perlahan keras tanpa terasa.

Dan salah satu tandanya kadang muncul dari tawa yang berlebihan.

Ketika Tawa Tidak Lagi Sekadar Tawa

Dalam kehidupan sehari-hari, tertawa memang terasa menenangkan. Orang yang sedang penat biasanya mencari hiburan. Itu manusiawi.

Namun masalahnya mulai muncul ketika seseorang terlalu tenggelam dalam hiburan sampai kehilangan ruang untuk merenung.

Hari-harinya penuh candaan. Pikirannya sibuk mencari lucu. Hatinya terlalu ramai oleh gelak tawa, tetapi anehnya terasa kosong saat sendirian.

Di situlah para ulama menjelaskan makna hadis tersebut.

Yang diperingatkan Rasulullah bukan senyumnya. Bukan juga kebahagiaannya. Melainkan kondisi hati yang perlahan lalai karena terlalu banyak tertawa tanpa arah.

Imam Al-Ghazali pernah menjelaskan bahwa hati manusia membutuhkan keseimbangan. Ada waktu untuk bergembira, tetapi ada juga waktu untuk diam dan mengingat akhirat.

Sebab hati yang terus-menerus dipenuhi hiburan biasanya sulit peka.

Nasihat masuk sebentar, lalu hilang lagi.

Rasulullah SAW Juga Pernah Bercanda

Menariknya, Rasulullah SAW beberapa kali bercanda dengan para sahabat. Namun candaan beliau tidak pernah berlebihan.

Tidak menyakiti.

Tidak menghina.

Dan tidak dusta.

Dalam sebuah kisah, ada seorang perempuan tua meminta didoakan masuk surga. Rasulullah lalu berkata bahwa di surga tidak ada nenek-nenek. Perempuan itu sempat sedih. Beliau kemudian tersenyum dan menjelaskan bahwa semua penghuni surga akan kembali muda.

Para sahabat tertawa. Tetapi dari candaan itu tetap ada kelembutan.

Ada adab.

Ada pelajaran.

Karena itu, Islam sebenarnya tidak memusuhi kebahagiaan. Islam hanya menjaga agar manusia tidak kehilangan kendali atas dirinya sendiri.

Hari ini, orang bisa tertawa berjam-jam di depan layar, tetapi sulit menangis saat mendengar ayat Al-Qur’an. Itu yang membuat hadis tentang tertawa berlebihan terasa begitu relevan.

Hati yang Sibuk Tertawa Kadang Lupa Pulang

Ada momen ketika seseorang pulang malam setelah seharian sibuk dengan hiburan dan media sosial. Badannya lelah, tetapi pikirannya masih penuh suara.

Video lucu.

Candaan.

Komentar.

Potongan-potongan tawa.

Namun saat suasana mulai sunyi, muncul rasa hampa yang sulit dijelaskan.

Islam melihat hati manusia lebih dalam dari sekadar ekspresi wajah.

Karena itu Allah SWT berfirman:

“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah?”
(QS Al-Hadid: 16)

Ayat ini sering membuat banyak orang tersentak. Sebab yang dinilai bukan seberapa sering seseorang tertawa, melainkan apakah hatinya masih hidup ketika mengingat Allah.

Kadang manusia terlihat paling ramai di luar, tetapi paling sepi di dalam.

Bahagia dalam Islam Tidak Dilarang

Islam tidak meminta umatnya menjadi muram sepanjang waktu.

Tidak.

Rasulullah SAW tetap tersenyum. Para sahabat juga bercanda. Anak-anak tetap bermain. Kehidupan tetap berjalan hangat.

Namun Islam mengajarkan satu hal penting: jangan sampai hati mati pelan-pelan hanya karena terlalu sibuk mencari hiburan.

Sebab hati yang hidup biasanya mudah tersentuh.

Mudah bersyukur.

Mudah meminta maaf.

Dan masih bisa menangis dalam doa.

Sedangkan hati yang terlalu keras sering merasa semua baik-baik saja, bahkan ketika dirinya mulai jauh dari Allah.

Mungkin itu sebabnya Rasulullah SAW mengingatkan umatnya tentang tertawa berlebihan.

Bukan karena Islam anti bahagia.

Tetapi karena beliau tahu, manusia yang terlalu sibuk tertawa kadang lupa mendengar suara hatinya sendiri.

Dan ketika hati sudah terlalu lama bising, manusia perlahan kehilangan arah tanpa sadar.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling keras tertawa.

Melainkan siapa yang hatinya tetap hidup saat dunia sedang ramai-ramainya. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hawa Nafsu

    Hawa Nafsu: Musuh Orang Pintar yang Sering Tak Disadari

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Ada satu ironi yang terus berulang sejak dahulu hingga era media sosial. Hawa nafsu sering kali mengalahkan ilmu, sementara mengendalikan hawa nafsu justru menjadi pelajaran yang paling sulit dikuasai manusia. Anehnya, orang yang berilmu belum tentu mampu menahan keinginan dirinya sendiri. Sebaliknya, orang sederhana yang mampu mengalahkan hawa nafsunya sering kali lebih […]

  • Surat Al-Jumu’ah ayat 10

    Al-Jumu’ah Ayat 10: Pesan Allah Setelah Salat Jumat

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Setelah salat Jumat selesai, apa yang seharusnya dilakukan seorang Muslim? Surat Al-Jumu’ah ayat 10 memberikan jawaban yang menarik. Ayat ini mengajarkan umat Islam untuk kembali menjalani aktivitas kehidupan, mencari karunia Allah, sekaligus memperbanyak zikir. Dengan kata lain, Al-Jumu’ah ayat 10 mempertemukan ibadah, ikhtiar, dan kesadaran spiritual dalam satu pesan yang sangat relevan […]

  • Ilustrasi keluarga dengan orang tua dan anak belajar menyelesaikan konflik secara sehat di rumah

    Saat Anak Diam Mengamati Pertengkaran Orang Tua

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 214
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Sering kali orang tua mengira anak tidak memperhatikan. Padahal, di sudut ruangan, anak justru menyerap semuanya—nada suara, raut wajah, hingga kata-kata yang terlontar saat orang tuanya bertengkar. Konflik dalam rumah tangga memang tidak terhindarkan. Namun, yang jarang disadari, cara mengelola pertengkaran di keluarga justru membentuk cara anak memahami emosi, hubungan, dan rasa […]

  • ulama Nusantara Timur Tengah

    Jejak Tersembunyi Ulama Nusantara di Timur Tengah

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 190
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Kalau kita mundur jauh ke belakang, hubungan ulama Nusantara di Timur Tengah ternyata bukan cerita singkat. Ada perjalanan panjang, penuh keterbatasan, bahkan sering kali ditempuh dengan cara yang hari ini sulit dibayangkan. Sebagian besar dari mereka berangkat tanpa kepastian pulang, hanya berbekal tekad untuk belajar agama langsung dari sumbernya. Di Mekkah dan […]

  • Wali Kota Tasikmalaya Kemenag

    Wali Kota Datang, Tiga KUA Langsung Ajukan Harapan

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Wali Kota Tasikmalaya Kemenag menjadi perhatian publik setelah kepala daerah itu menghadiri kegiatan di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tasikmalaya, Kamis (25/6/2026). Kehadiran tersebut bertepatan dengan peringatan 10 Muharam 1448 Hijriah melalui kegiatan Festival Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, sekaligus memunculkan harapan baru terhadap percepatan layanan keagamaan di Kota […]

  • wajib militer Singapura

    Tak Lapor Wajib Militer Singapura, Pria Keturunan Indonesia Terancam Penjara

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 221
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kasus wajib militer Singapura kembali menjadi sorotan publik setelah pengadilan menyatakan seorang pria berdarah Indonesia bersalah karena tidak menjalani National Service Singapura (NS). Pria tersebut dianggap melanggar hukum wajib militer Singapura, meskipun ia mengklaim memiliki kewarganegaraan Indonesia dan merasa tidak wajib mengikuti program tersebut. Perkara ini menarik perhatian karena menyangkut status […]

expand_less