Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman.

Lalu muncul pertanyaan yang agak mengganggu: jangan-jangan kita tidak kekurangan akses ilmu—kita kehilangan cara belajar yang benar.

Dulu Melahirkan Ulama, Sekarang Melahirkan Lulusan

Mari kita jujur.

Sistem modern menghasilkan banyak lulusan. Namun, pendidikan Islam klasik melahirkan ulama. Itu dua hal yang berbeda.

Dulu, seseorang belajar bukan untuk lulus. Ia belajar untuk memahami. Bahkan, satu kitab bisa dikaji bertahun-tahun sampai benar-benar meresap. Sementara itu, hari ini, banyak orang mengejar cepat selesai, cepat naik level, dan cepat dapat sertifikat.

Akibatnya, ilmu sering hanya lewat di kepala—tanpa sempat menetap.

Metode Klasik: Lambat, Tapi Mengakar

Berbeda dengan sistem instan hari ini, pendidikan Islam klasik justru terlihat “lambat”. Namun, di situlah kekuatannya.

Metodenya jelas:

  • Talaqqi langsung dari guru
  • Hafalan yang dipahami, bukan sekadar diingat
  • Diskusi yang mengasah logika

Selain itu, murid tidak sekadar menerima. Mereka diuji, dibantah, bahkan dipaksa berpikir lebih dalam.

Memang terasa berat. Tetapi justru karena itu, hasilnya kuat.

Bandingkan dengan sekarang. Informasi datang cepat, tetapi cepat juga hilang.

Adab: Fondasi yang Sekarang Dianggap Tidak Penting

Ini bagian yang paling sering diabaikan.

Dalam pendidikan Islam klasik, adab selalu didahulukan sebelum ilmu. Murid belajar bagaimana bersikap, bukan hanya bagaimana menjawab soal.

Namun hari ini, banyak yang pintar berbicara, tetapi miskin sikap. Banyak yang tahu banyak hal, tetapi tidak tahu bagaimana menggunakan ilmunya.

Padahal, tanpa adab, ilmu bisa berubah menjadi alat kesombongan.

Allah berfirman:

“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”
(QS. Al-Mujadilah: 11)

Perhatikan: iman disebut lebih dulu sebelum ilmu. Itu bukan kebetulan.

Lingkungan: Dulu Mendukung, Sekarang Mengganggu

Dulu, orang rela berjalan jauh demi satu ilmu. Fokus mereka tidak terpecah.

Sekarang?

Belajar lima menit saja bisa terganggu notifikasi. Konsentrasi pecah sebelum pemahaman terbentuk. Bahkan, banyak yang lebih sibuk mengumpulkan highlight daripada memahami isi.

Akibatnya, belajar berubah menjadi aktivitas cepat—bukan proses mendalam.

Kenapa Sistem Ini Ditinggalkan?

Jawabannya tidak sederhana, tapi bisa diringkas:

Karena kita ingin serba cepat.

Modernisasi mendorong efisiensi. Namun, tanpa sadar, kita mengorbankan kedalaman. Pendidikan berubah menjadi sistem produksi: cepat, massal, dan terstandarisasi.

Hasilnya terlihat rapi di atas kertas. Namun, sering kosong di dalam.

Apa yang Bisa Kita Ambil?

Kita tidak harus kembali sepenuhnya ke masa lalu. Namun, kita juga tidak bisa menutup mata.

Ada hal-hal yang harus kita ambil kembali:

  • Belajar dengan adab
  • Menghargai proses, bukan hanya hasil
  • Fokus pada pemahaman, bukan sekadar penyelesaian

Karena pada akhirnya, ilmu bukan tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi seberapa dalam yang kita pahami.

Kita mungkin hidup di zaman paling pintar dalam sejarah. Tapi tanpa cara belajar yang benar, kita hanya akan menjadi generasi yang tahu banyak hal—tanpa benar-benar mengerti apa pun. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tambang Garut

    Tak Hanya Soal Izin, Truk Tambang Jadi Sorotan Bupati Garut

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tambang Garut kembali menjadi sorotan setelah Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat menghentikan sementara operasional tiga lokasi pertambangan di Kecamatan Leles. Langkah tegas ini diambil karena ditemukan sejumlah pelanggaran regulasi, mulai dari aspek perizinan hingga penggunaan kendaraan yang tidak sesuai dengan daya dukung […]

  • Perbedaan malam Lailatul Qadr antara NU dan Muhammadiyah

    Malam 27 atau 28? Perbedaan Hitungan Lailatul Qadr, Ini Penjelasannya

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, PERSPEKTIF – Perbincangan mengenai Lailatul Qadr yang berbeda kembali muncul di tengah masyarakat. Tahun ini, sebagian umat Islam menyebut malam ini sebagai malam 27 Ramadan menurut pemerintah dan Nahdlatul Ulama, sementara bagi Muhammadiyah malam yang sama justru dihitung sebagai malam ke-28 Ramadan. Perbedaan ini membuat sebagian orang bertanya-tanya: apakah Lailatul Qadr berbeda bagi masing-masing […]

  • gencatan senjata Iran AS

    Iran vs AS Gencatan Senjata: Benarkah Iran Menang? Ini Faktanya!

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 135
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Gencatan senjata Iran AS langsung memicu perdebatan global. Banyak pihak menyebut ini sebagai tanda kemenangan Iran, sementara lainnya menilai langkah ini hanya strategi politik. Istilah seperti konflik Iran Amerika, perang Timur Tengah, hingga negosiasi Iran AS pun ramai muncul dan menjadi sorotan publik. Namun, jika dilihat lebih dalam, situasi ini jauh […]

  • Bulan Allah

    Mengapa Muharram Disebut Bulan Allah? Ini Alasannya

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 86
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Menjelang datangnya Muharram, suasana di banyak kampung mulai berubah. Selepas Magrib, halaman masjid terlihat lebih ramai. Anak-anak berlarian membawa obor yang akan digunakan untuk pawai Tahun Baru Islam. Di sudut lain, para orang tua berbincang sambil menyiapkan pengajian dan santunan yatim. Pemandangan seperti itu juga mudah ditemukan di berbagai daerah Priangan Timur. […]

  • Menteri Sosial Gus Ipul melakukan sidak di kantor Kemensos terkait ribuan ASN yang bolos di hari pertama kerja usai Lebaran.

    Geger! Ribuan ASN Kemensos Tak Hadir Usai Lebaran, Gus Ipul Langsung Bertindak

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena ASN Kemensos bolos mendadak menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa ribuan pegawai di lingkungan Kementerian Sosial tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur Lebaran 2026. Kasus pegawai Kemensos tidak masuk kerja, atau ASN Kemensos absen tanpa keterangan, memicu langkah tegas dari Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa […]

  • pengawasan APBN

    Persekongkolan Tender dan Rapuhnya Pengawasan APBN

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Putusan MA soal persekongkolan tender menyingkap lemahnya pengawasan APBN dan risiko belanja publik yang dikondisikan. albadarpost.com, PERSPEKTIF – Putusan Mahkamah Agung yang menguatkan temuan persekongkolan tender pada proyek APBN di Sumatera Utara bukan sekadar soal pelanggaran hukum persaingan usaha. Ia membuka kembali satu persoalan mendasar yang terus berulang: lemahnya pengawasan negara atas belanja publik. Ketika […]

expand_less