Breaking News
light_mode
Beranda » Cakrawala » Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

Tak Datang ke Kampung Naga, Pesan Dedi Mulyadi Justru Menggugah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 90
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, CAKRAWALA – Dedi Mulyadi Kampung Naga menjadi sorotan setelah Gubernur Jawa Barat itu menyampaikan permohonan maaf karena tidak bisa hadir langsung ke kawasan adat tersebut. Dalam keterangannya, Dedi menilai akses menuju Kampung Naga terlalu sempit dan berisiko mengganggu mobilitas warga jika kunjungannya memicu kerumunan besar.

Berbicara saat menyapa warga di Tasikmalaya, Senin (4/5/2026), Dedi Mulyadi menegaskan bahwa keputusannya bukan tanpa alasan.

“Jalannya hanya satu dan sempit. Saya khawatir justru mengganggu lalu lintas. Setiap kegiatan pasti puluhan ribu masyarakat datang,” ujarnya.

Akses Terbatas Jadi Pertimbangan Utama

Kampung Naga selama ini dikenal sebagai kawasan adat yang masih mempertahankan kearifan lokal. Namun di sisi lain, keterbatasan akses menjadi tantangan tersendiri, terutama saat kunjungan tokoh publik dengan antusiasme masyarakat yang tinggi.

Karena itu, Dedi memilih langkah yang dianggap lebih bijak. Ia menghindari potensi kemacetan panjang dan gangguan aktivitas warga sekitar.

Keputusan ini sekaligus menegaskan pendekatan kepemimpinan yang mempertimbangkan dampak langsung di lapangan, bukan sekadar kehadiran simbolik.

Pesan Kuat: Jaga Alam dan Warisan Leluhur

Meski tidak hadir secara fisik, Dedi tetap menyampaikan pesan penting untuk masyarakat Tasikmalaya. Ia menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

“Leuweungna hejo, rakyatna hejo,” ucapnya, menggambarkan harapan agar hutan tetap hijau dan masyarakat hidup sejahtera.

Selain itu, ia juga mengingatkan amanah besar yang melekat pada wilayah Priangan, khususnya menjaga kawasan Gunung Galunggung.

“Dari Galunggung harus tetap. Menjaga Galunggung jangan diruksak. Itu titipan karuhun untuk anak cucu,” tegasnya.

Pesan ini menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan nilai budaya dan lingkungan.

Infrastruktur Jadi Fokus, Jalan Taraju Mulai Dibenahi

Di sisi lain, perhatian pemerintah provinsi terhadap Tasikmalaya juga terlihat melalui dukungan infrastruktur. Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menyampaikan apresiasi atas langkah konkret yang sudah dilakukan.

“Hatur nuhun Pak Gubernur sudah datang menengok Kabupaten Tasikmalaya. Bahkan telah membantu perbaikan Jalan Taraju yang selama ini dikeluhkan warga,” ujarnya.

Menurut Cecep, perbaikan jalan tersebut memberi dampak langsung terhadap mobilitas masyarakat. Distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, sehingga aktivitas ekonomi ikut terdorong.

“Ini bukti bahwa pemerintah provinsi tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar bekerja untuk rakyat,” tambahnya.

Sinergi Daerah dan Provinsi Semakin Terlihat

Momen ini memperlihatkan adanya sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi. Di satu sisi, pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, pemerintah provinsi merespons dengan kebijakan dan aksi nyata.

Interaksi seperti ini menjadi penting, terutama dalam mendorong percepatan pembangunan daerah.

Selain itu, suasana hangat juga terasa saat Bupati Cecep menutup sambutannya dengan doa untuk Gubernur.

“Mudah-mudahan diberikan kesehatan, panjang umur, dan berkah rezeki. Kami juga mendoakan cepat dapat jodoh,” ucapnya, yang langsung disambut tawa warga.

Momen tersebut menunjukkan kedekatan emosional antara pemimpin dan masyarakat.

Antara Akses, Alam, dan Harapan Masa Depan

Kasus Kampung Naga menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak selalu tentang membangun lebih banyak, tetapi juga tentang menjaga yang sudah ada.

Akses yang terbatas memang menjadi kendala. Namun di sisi lain, kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa kawasan itu tetap lestari hingga hari ini.

Karena itu, keseimbangan antara aksesibilitas dan pelestarian menjadi kunci ke depan.

Tasikmalaya kini berada di persimpangan penting: mempercepat pembangunan tanpa kehilangan identitas.

Di tengah jalan yang sempit menuju Kampung Naga, tersimpan pesan yang jauh lebih luas: membangun daerah bukan hanya soal membuka akses, tetapi juga menjaga arah—agar kemajuan tidak menghapus jati diri. (GZ)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengrusakan Rumah

    Datang untuk Klarifikasi, Pria di Taraju Dobrak Rumah Advokat

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 97
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Niat awalnya ingin melakukan klarifikasi terkait sebuah persoalan hukum. Namun emosi yang tidak terkendali justru membawa seorang pria di Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, ke ranah pidana. Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya mengungkap kasus dugaan pengrusakan rumah milik seorang advokat berinisial A.S di Kampung Semah Madu, Desa Purwarahayu, Kecamatan Taraju. Tersangka […]

  • lowongan kerja Singapura 2026

    Peluang Kerja Singapura 2026 Naik Tajam, Ini Profesi Paling Dicari

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 162
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Lowongan kerja Singapura 2026 menunjukkan tren meningkat signifikan dan menjadi perhatian banyak pencari kerja di kawasan Asia. Data terbaru memperlihatkan peluang kerja di Singapura tidak hanya bertambah jumlahnya, tetapi juga didominasi oleh posisi baru yang sebelumnya belum pernah ada. Kondisi ini menandakan perubahan besar dalam pasar tenaga kerja sekaligus membuka kesempatan […]

  • Umat Islam minoritas berbuka puasa bersama di masjid luar negeri dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan saat Ramadhan.

    Ramadhan di Negara Minoritas Muslim, Kisah yang Menggetarkan

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Ramadhan minoritas Muslim menghadirkan pengalaman yang jauh berbeda dibanding negara mayoritas Islam. Ramadhan di negara minoritas Muslim, puasa di negeri asing, dan perjuangan umat Islam minoritas menjadi kisah penuh keteguhan dan harapan. Ketika azan tidak terdengar dari setiap sudut kota, dan ketika lingkungan sekitar tetap menjalani aktivitas seperti biasa, umat Islam […]

  • Gambaran seorang muslim merenung dengan tenang di alam terbuka melambangkan ridha dalam tauhid dan keikhlasan menerima takdir Allah

    Hidup Tak Sesuai Rencana? Ini Rahasia Ridha dalam Tauhid

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 108
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa hidup tidak berjalan sesuai rencana? Harapan sudah disusun rapi, tetapi kenyataan justru berbalik arah. Di titik inilah ridha dalam tauhid menjadi kunci. Konsep ini bukan sekadar menerima takdir, melainkan sikap hati yang yakin bahwa setiap ketentuan Allah selalu membawa kebaikan. Dalam Islam, ridha juga sering dipahami sebagai ikhlas menerima takdir […]

  • Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    Polisi Saudi Bongkar Dugaan Haji Palsu, Tiga WNI Ikut Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 89
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan haji palsu di Makkah kembali menyeret warga negara Indonesia. Tiga WNI diamankan aparat keamanan Arab Saudi setelah diduga menawarkan layanan haji ilegal kepada calon jemaah menjelang musim haji 2026. Informasi penangkapan itu ramai diperbincangkan setelah video operasi aparat Saudi beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, petugas terlihat memasuki […]

  • Ilustrasi seorang ayah sedang berdoa.

    Saat Rezeki Seret dan Tagihan Menumpuk, Amalkan Doa Ini

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 87
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ada orang yang siangnya masih bisa tersenyum. Masih bercanda dengan tetangga. Masih bekerja seperti biasa. Namun begitu malam datang dan rumah mulai sepi, pikirannya penuh. Cicilan belum selesai. Uang sekolah anak sudah dekat. Besok tagihan datang lagi. Tidak sedikit kepala keluarga yang sekarang menjalani hari-hari seperti itu. Karena itulah doa lunas hutang […]

expand_less