Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » DPR RI & BPJPH Turun Tangan, Ekosistem Halal Ciamis “Digaskeun”

DPR RI & BPJPH Turun Tangan, Ekosistem Halal Ciamis “Digaskeun”

  • account_circle redaktur
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Ekosistem halal Ciamis kini bergerak cepat. Penguatan ekosistem halal di Ciamis bukan lagi sekadar wacana, melainkan langkah nyata yang mulai dijalankan dari hulu hingga hilir. Di tengah dorongan sertifikasi halal, UMKM dihadapkan pada satu kenyataan: peluang besar terbuka, tetapi risiko tertinggal juga semakin nyata.

Senin, 27 April 2026, ruang BKPSDM Kabupaten Ciamis menjadi titik temu berbagai kepentingan. Komisi VIII DPR RI, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) RI, dan Balai PJPH Jawa Barat duduk bersama pemerintah daerah dan ratusan pelaku usaha. Agenda ini bukan seremoni. Ini adalah sinyal bahwa waktu persiapan mulai menipis.

Dari Serap Aspirasi ke Aksi Nyata

Sejak awal, forum ini dirancang sebagai ruang dialog terbuka. Aspirasi pelaku usaha dikumpulkan, kendala di lapangan diurai, lalu dicarikan jalan keluarnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI, Dr. KH. Surahman Hidayat, MA., menegaskan bahwa sertifikasi halal tidak boleh dipandang semata sebagai beban administratif. Ia menyebutnya sebagai tanggung jawab yang lebih dalam.

“Sertifikasi halal adalah bentuk komitmen menjaga kepercayaan konsumen sekaligus memastikan produk sesuai prinsip halal dan tayyib,” ujarnya.

Namun di lapangan, tantangan tidak sederhana. Banyak pelaku usaha masih bingung memulai. Sebagian lainnya bahkan belum menyadari urgensinya.

Di sinilah peran negara diuji—bukan hanya membuat aturan, tetapi memastikan semua pihak benar-benar siap menjalankannya.

Wajib Halal 2026: Waktu Tidak Lagi Panjang

Oktober 2026 sudah di depan mata. Artinya, masa transisi menuju kewajiban sertifikasi halal tinggal menghitung waktu.

Kepala Balai PJPH Jawa Barat, Imam Mutawakkil, M.Si., mengingatkan bahwa kesadaran harus dibangun dari sekarang. Ia bahkan mendorong perubahan kebiasaan sederhana di masyarakat.

“Biasakan tanya halal sebelum membeli,” katanya.

Kalimat itu sederhana. Dampaknya besar.

Sebab tanpa tekanan dari konsumen, perubahan di tingkat pelaku usaha sering berjalan lambat. Sebaliknya, ketika pasar mulai kritis, adaptasi akan terjadi lebih cepat.

Masalahnya sekarang bukan lagi soal tahu atau tidak. Masalahnya: siapa yang mau bergerak lebih dulu.

Dorongan Regulasi dan Daya Saing UMKM

BPJPH tidak hanya mendorong sertifikasi, tetapi juga memperkuat fondasi kebijakan. Dukungan regulasi di tingkat daerah mulai didorong agar ekosistem halal tidak berhenti di sosialisasi.

Kepala Deputi Registrasi dan Sertifikasi Halal BPJPH RI, Dr. Mamat Slamet Burhanuddin, M.Ag., menekankan bahwa sertifikasi halal adalah investasi jangka panjang.

“Ini bukan sekadar label. Ini nilai tambah yang membuat produk lebih kompetitif,” jelasnya.

Lebih jauh, wacana pembentukan Peraturan Daerah (Perda) mulai menguat. Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi pengungkit besar bagi pertumbuhan ekonomi syariah di daerah.

Namun tetap ada satu catatan penting: regulasi tanpa implementasi hanya akan jadi dokumen.

Ekosistem Halal Ciamis

Sosialisasi ekosistem halal Ciamis bersama DPR RI dan BPJPH untuk percepatan sertifikasi halal UMKM. (Sumber: Pemkab Ciamis).

Lebih dari Label: Arah Baru Ekonomi Daerah

Ekosistem halal tidak berhenti pada sertifikat. Di baliknya, ada peluang besar yang mulai terbuka.

UMKM yang siap berpotensi masuk ke pasar lebih luas. Sektor halal tourism juga bisa ikut terdorong. Bahkan, peluang ekspor produk halal semakin realistis.

Namun semua itu tidak datang otomatis.

Pendampingan, edukasi, dan akses layanan harus berjalan beriringan. Jika tidak, hanya sebagian kecil pelaku usaha yang akan menikmati manfaatnya.

Dan yang lain? Tertinggal.

Momentum Ciamis: Kesempatan yang Tidak Datang Dua Kali

Ciamis sedang berada di titik penting. Momentum sudah terbentuk, dukungan sudah ada, dan arah kebijakan mulai jelas.

Tapi momentum tidak menunggu.

Pelaku usaha yang cepat beradaptasi akan melaju. Yang ragu-ragu akan tersisih perlahan.

Ini bukan ancaman kosong. Ini realitas yang sedang terbentuk.

Ciamis sudah menekan pedal gas. Regulasi mulai bergerak, pasar mulai berubah, dan waktu terus berjalan. Sekarang tinggal satu pertanyaan sederhana—siapa yang siap naik kelas, dan siapa yang akan tertinggal saat wajib halal benar-benar berlaku? (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • rokok ilegal

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

  • korupsi kepala daerah

    OTT Serentak KPK Pertegas Perang Korupsi Kepala Daerah

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan intensitas penegakan hukum terhadap korupsi kepala daerah. Dalam satu hari operasi, KPK menangkap dua kepala daerah dari wilayah berbeda. Langkah ini mengirim pesan tegas soal akuntabilitas pejabat publik pada awal 2026. Operasi tangkap tangan (OTT) tersebut menyasar Wali Kota Madiun dan Bupati Pati. Keduanya diamankan […]

  • lelang kapal Iran

    Iran Bereaksi, Indonesia Lelang Kapal Tanker dan 1,2 Juta Barel Minyak

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 42
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Lelang kapal Iran mendadak menjadi sorotan setelah Indonesia memutuskan melepas kapal tanker Iran MT Arman 114 bersama muatan minyak mentahnya. Kapal raksasa itu dilelang dengan nilai limit sekitar Rp1,17 triliun, menjadikannya salah satu aset maritim paling mahal yang pernah dilepas negara. Kasus kapal Iran disita Indonesia ini tidak hanya menyangkut persoalan […]

  • UMKM ramai pembeli

    5 Rahasia UMKM Kecil yang Tak Pernah Sepi Pembeli

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 31
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Banyak orang mengira UMKM ramai pembeli hanya terjadi karena lokasi strategis atau modal besar. Padahal, usaha kecil yang laris biasanya punya pola yang sama. UMKM laris, usaha kecil ramai pelanggan, dan toko yang selalu dipenuhi pembeli umumnya menjalankan strategi sederhana, tetapi konsisten setiap hari. Ada warung kopi yang selalu penuh sejak pagi. […]

  • Ilustrasi penampakan hilal menjelang penentuan awal puasa Ramadhan 2026 di Indonesia menurut NU, Muhammadiyah, Pemerintah, dan BRIN.

    Puasa 2026 Mulai 18 atau 19 Februari? Ini Prediksinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 35
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Umat Islam di Indonesia mulai menyoroti prediksi awal puasa Ramadhan 2026 yang diperkirakan jatuh pada 18 atau 19 Februari 2026. Perhatian ini muncul lebih awal karena adanya potensi perbedaan penetapan antara organisasi keagamaan dan pemerintah. Selain itu, hasil kajian astronomi dari lembaga riset turut memperkuat diskusi publik menjelang Ramadhan 1447 Hijriah. Menariknya, […]

  • imbauan keamanan

    Pencurian Kotak Amal Tranding di Pangkep

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Pencurian berulang menyasar masjid di Pangkep. Polisi dan warga diminta meningkatkan keamanan tempat ibadah. albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena pencurian berulang terhadap tempat ibadah terjadi di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Dalam kurun waktu tiga hari, sedikitnya lima masjid di Kecamatan Minasatene dibobol oleh pelaku yang belum teridentifikasi. Aksi tersebut memicu keresahan warga sekaligus mendorong aparat kepolisian […]

expand_less