Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan Sampah Tasikmalaya kini tidak lagi bisa ditunda. Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai bergerak lebih agresif. Fokusnya jelas: membangun sistem yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dari tingkat kecamatan hingga desa.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya—atau tata kelola sampah daerah—menjadi isu yang semakin mendesak. Karena itu, langkah percepatan langsung didorong melalui penguatan koordinasi, pembentukan Satgas, dan pelibatan masyarakat dari sumber sampah itu sendiri.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan arah baru tersebut saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Oproom Setda, Kamis (23/04/2026).

“Pengelolaan sampah harus lebih terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” ujarnya tegas.

Nada itu bukan sekadar imbauan. Ada pesan kuat di baliknya: penanganan sampah kini masuk fase serius.

Dari Koordinasi ke Aksi, Kecamatan Tak Bisa Pasif Lagi

Selama ini, koordinasi antarwilayah sering berjalan, tetapi tidak selalu diikuti pengawasan yang konsisten. Akibatnya, program di lapangan berjalan tidak merata.

Kini, pola itu diubah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong kecamatan untuk naik kelas—bukan hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai pengendali program.

Asep menekankan, camat harus aktif membina sekaligus mengawasi jalannya pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan begitu, setiap kebijakan tidak berhenti di rapat, tetapi benar-benar dieksekusi.

“Fungsi koordinasi, pembinaan, dan pengawasan harus diperkuat,” katanya.

Langkah ini terasa krusial. Tanpa kontrol di tingkat kecamatan, program sebaik apa pun berisiko mandek. Sebaliknya, dengan pengawasan ketat, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat saat masalah muncul.

Perubahan Dimulai dari Rumah, Desa Jadi Kunci

Di sisi lain, pemerintah juga menyasar akar persoalan: rumah tangga.

Sebab faktanya, sebagian besar sampah berasal dari aktivitas harian warga. Jika tidak ditangani sejak awal, volume akan terus menumpuk di hilir.

Karena itu, desa didorong menjadi pusat perubahan.

Pemilahan sampah dari sumber kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Warga diminta mulai membedakan jenis sampah, mengurangi volume, dan memperkuat peran lingkungan sekitar.

“Peran RT, RW, dan kelompok swadaya masyarakat sangat penting,” jelas Asep.

Pendekatan ini mengubah pola lama. Dari yang semula bergantung pada pemerintah, kini bergerak menuju kolaborasi. Dengan keterlibatan warga, solusi menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.

Satgas Sampah Dibentuk, Instruksi Tegas untuk Camat

Langkah paling konkret muncul dalam bentuk instruksi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah di setiap kecamatan.

Tidak ada ruang untuk menunda.

Setiap camat diminta segera menginisiasi Satgas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga penggerak lingkungan.

Satgas ini tidak boleh sekadar formalitas. Mereka harus memiliki program kerja yang jelas, target terukur, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat daerah.

“Satgas harus bisa membangun sinergi yang kuat,” tegasnya.

Di titik ini, arah kebijakan terlihat semakin jelas. Pemerintah tidak hanya bicara konsep, tetapi mulai membangun struktur yang bisa bekerja langsung di lapangan.

Tak Lagi Bergantung Satu Sumber, Kolaborasi Jadi Kunci

Rapat koordinasi tersebut juga memperlihatkan satu hal penting: pengelolaan sampah tidak bisa ditangani sendirian.

Sejumlah pihak hadir, mulai dari kepala SKPD, camat, hingga unsur BUMN dan BUMD. Ini menandakan bahwa pendekatan lintas sektor mulai dioptimalkan.

Dengan kolaborasi, solusi bisa lebih variatif. Selain itu, dukungan program juga menjadi lebih luas.

Ketika banyak pihak terlibat, beban tidak lagi bertumpu pada satu instansi. Sebaliknya, tanggung jawab dibagi dan dijalankan bersama.

Antara Tekanan dan Harapan, Tasikmalaya di Titik Penentuan

Langkah percepatan ini lahir bukan tanpa alasan. Tekanan persoalan sampah semakin terasa, sementara ekspektasi masyarakat terus meningkat.

Kini, Tasikmalaya berada di titik penentuan.

Jika strategi ini berjalan konsisten, perubahan besar bisa terjadi. Lingkungan menjadi lebih bersih, kesadaran masyarakat meningkat, dan sistem pengelolaan menjadi lebih modern.

Namun jika tidak, masalah lama akan kembali terulang.

Karena itu, semua pihak kini dituntut bergerak—bukan hanya cepat, tetapi juga konsisten.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya memasuki babak baru. Dari penguatan kecamatan hingga gerakan di tingkat desa, semua diarahkan pada satu tujuan: sistem yang hidup dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah ujian bersama—apakah perubahan benar-benar bisa dimulai dari sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Staff Den Legal sedang memeriksa kode KBLI 2025 melalui sistem OSS di laptop

    KBLI 2025 Resmi Jalan, Pelaku UMKM Mulai Bingung Cari Kode Usaha Baru

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Perubahan aturan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia atau KBLI 2025 mulai ramai dibicarakan pelaku usaha sejak pemerintah resmi mengundangkan regulasi baru pada akhir tahun lalu. Banyak pelaku UMKM kini mulai membuka kembali sistem Online Single Submission (OSS) untuk memastikan kode usaha mereka masih sesuai dengan kegiatan bisnis yang dijalankan. Aturan terbaru […]

  • Kebakaran Rumah Inabah

    Kebakaran Saat Zikir, Inabah di Panumbangan Ludes Terbakar

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 53
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Suasana khusyuk zikir mendadak berubah menjadi kepanikan di Dusun Warudoyong, RT 02 RW 03, Desa Sindangherang, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jumat (29/5/2026) sore. Saat para penghuni sedang melaksanakan kegiatan zikir, asap tiba-tiba terlihat keluar dari salah satu kamar di rumah yang digunakan sebagai Inabah 5 Putra. Tidak lama kemudian, api membesar […]

  • Suasana tradisi pesantren di Indonesia dengan santri belajar kitab kuning bersama kiai di lingkungan pondok

    Dari Pesantren ke Perjuangan, Ini Jejak yang Mengubah Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 118
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Tradisi pesantren sering dianggap hanya sebatas pendidikan agama. Padahal, pesantren di Indonesia menyimpan peran jauh lebih besar. Sejak dulu, peran pesantren ikut membentuk arah sejarah bangsa—dari pendidikan, budaya, hingga perjuangan. Tidak banyak yang menyadari hal ini. Namun jejaknya nyata. Dari Ruang Sederhana, Lahir Perubahan Besar Awalnya, pesantren berkembang dari kebutuhan masyarakat akan […]

  • Tampilan website desa Tasikmalaya tidak aktif dengan halaman kosong tanpa informasi layanan dan transparansi anggaran.

    Website Desa Tasikmalaya Tidak Aktif

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Website desa Tasikmalaya tidak aktif menjadi ironi di tengah gencarnya agenda transformasi digital. Frasa website desa Tasikmalaya tidak aktif bahkan lebih sering mencerminkan realitas dibanding jargon pelayanan berbasis elektronik. Situs resmi tersedia, domain aktif, tetapi konten minim. Bahkan, beberapa laman hanya menampilkan halaman kosong atau berita lama yang tak pernah diperbarui. Padahal, […]

  • Harkitnas Tasikmalaya

    Harkitnas Kodim Tasikmalaya: Dandim Soroti Ancaman Digital

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Harkitnas Kodim Tasikmalaya atau Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Makodim 0612/Tasikmalaya berlangsung penuh khidmat, Rabu (20/05/2026). Namun di balik upacara bendera dan barisan prajurit yang berdiri tegak di Lapangan Makodim, tersimpan pesan penting tentang tantangan baru bangsa Indonesia: ancaman era digital terhadap generasi muda. Upacara dipimpin langsung Dandim 0612/Tasikmalaya Letkol Czi M. […]

  • deepfake asusila

    Negara Hadir! Akses Grok AI Diblokir

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 103
    • 0Komentar

    Pemerintah memblokir Grok AI imbas maraknya deepfake asusila. Langkah tegas ini diambil demi melindungi martabat publik. albadarpost.com, HUMANIORA – Pemerintah Indonesia mengambil langkah tegas terhadap penyalahgunaan teknologi kecerdasan buatan. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi memblokir akses Grok AI, chatbot berbasis AI milik platform X, menyusul maraknya praktik deepfake asusila yang dinilai mengancam martabat dan […]

expand_less