Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

Tasikmalaya Bergerak Cepat Atasi Sampah, Wakil Bupati Turun Tangan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengelolaan Sampah Tasikmalaya kini tidak lagi bisa ditunda. Di tengah tekanan volume sampah yang terus meningkat, pemerintah daerah mulai bergerak lebih agresif. Fokusnya jelas: membangun sistem yang tidak hanya rapi di atas kertas, tetapi benar-benar berjalan dari tingkat kecamatan hingga desa.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya—atau tata kelola sampah daerah—menjadi isu yang semakin mendesak. Karena itu, langkah percepatan langsung didorong melalui penguatan koordinasi, pembentukan Satgas, dan pelibatan masyarakat dari sumber sampah itu sendiri.

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, menegaskan arah baru tersebut saat Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah 2026 di Oproom Setda, Kamis (23/04/2026).

“Pengelolaan sampah harus lebih terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat,” ujarnya tegas.

Nada itu bukan sekadar imbauan. Ada pesan kuat di baliknya: penanganan sampah kini masuk fase serius.

Dari Koordinasi ke Aksi, Kecamatan Tak Bisa Pasif Lagi

Selama ini, koordinasi antarwilayah sering berjalan, tetapi tidak selalu diikuti pengawasan yang konsisten. Akibatnya, program di lapangan berjalan tidak merata.

Kini, pola itu diubah.

Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong kecamatan untuk naik kelas—bukan hanya sebagai penghubung, tetapi sebagai pengendali program.

Asep menekankan, camat harus aktif membina sekaligus mengawasi jalannya pengelolaan sampah di wilayah masing-masing. Dengan begitu, setiap kebijakan tidak berhenti di rapat, tetapi benar-benar dieksekusi.

“Fungsi koordinasi, pembinaan, dan pengawasan harus diperkuat,” katanya.

Langkah ini terasa krusial. Tanpa kontrol di tingkat kecamatan, program sebaik apa pun berisiko mandek. Sebaliknya, dengan pengawasan ketat, perbaikan bisa dilakukan lebih cepat saat masalah muncul.

Perubahan Dimulai dari Rumah, Desa Jadi Kunci

Di sisi lain, pemerintah juga menyasar akar persoalan: rumah tangga.

Sebab faktanya, sebagian besar sampah berasal dari aktivitas harian warga. Jika tidak ditangani sejak awal, volume akan terus menumpuk di hilir.

Karena itu, desa didorong menjadi pusat perubahan.

Pemilahan sampah dari sumber kini bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan. Warga diminta mulai membedakan jenis sampah, mengurangi volume, dan memperkuat peran lingkungan sekitar.

“Peran RT, RW, dan kelompok swadaya masyarakat sangat penting,” jelas Asep.

Pendekatan ini mengubah pola lama. Dari yang semula bergantung pada pemerintah, kini bergerak menuju kolaborasi. Dengan keterlibatan warga, solusi menjadi lebih realistis dan berkelanjutan.

Satgas Sampah Dibentuk, Instruksi Tegas untuk Camat

Langkah paling konkret muncul dalam bentuk instruksi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pengelolaan Sampah di setiap kecamatan.

Tidak ada ruang untuk menunda.

Setiap camat diminta segera menginisiasi Satgas dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, hingga penggerak lingkungan.

Satgas ini tidak boleh sekadar formalitas. Mereka harus memiliki program kerja yang jelas, target terukur, serta mampu berkoordinasi dengan perangkat daerah.

“Satgas harus bisa membangun sinergi yang kuat,” tegasnya.

Di titik ini, arah kebijakan terlihat semakin jelas. Pemerintah tidak hanya bicara konsep, tetapi mulai membangun struktur yang bisa bekerja langsung di lapangan.

Tak Lagi Bergantung Satu Sumber, Kolaborasi Jadi Kunci

Rapat koordinasi tersebut juga memperlihatkan satu hal penting: pengelolaan sampah tidak bisa ditangani sendirian.

Sejumlah pihak hadir, mulai dari kepala SKPD, camat, hingga unsur BUMN dan BUMD. Ini menandakan bahwa pendekatan lintas sektor mulai dioptimalkan.

Dengan kolaborasi, solusi bisa lebih variatif. Selain itu, dukungan program juga menjadi lebih luas.

Ketika banyak pihak terlibat, beban tidak lagi bertumpu pada satu instansi. Sebaliknya, tanggung jawab dibagi dan dijalankan bersama.

Antara Tekanan dan Harapan, Tasikmalaya di Titik Penentuan

Langkah percepatan ini lahir bukan tanpa alasan. Tekanan persoalan sampah semakin terasa, sementara ekspektasi masyarakat terus meningkat.

Kini, Tasikmalaya berada di titik penentuan.

Jika strategi ini berjalan konsisten, perubahan besar bisa terjadi. Lingkungan menjadi lebih bersih, kesadaran masyarakat meningkat, dan sistem pengelolaan menjadi lebih modern.

Namun jika tidak, masalah lama akan kembali terulang.

Karena itu, semua pihak kini dituntut bergerak—bukan hanya cepat, tetapi juga konsisten.

Pengelolaan Sampah Tasikmalaya memasuki babak baru. Dari penguatan kecamatan hingga gerakan di tingkat desa, semua diarahkan pada satu tujuan: sistem yang hidup dan berkelanjutan.

Ini bukan sekadar program pemerintah. Ini adalah ujian bersama—apakah perubahan benar-benar bisa dimulai dari sekarang. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Cecep Nurul Yakin memberi motivasi kepada atlet NPCI Tasikmalaya dalam acara halalbihalal Peparda 2026

    Dari Tasik ke Dunia: Atlet NPCI Siap Buktikan Kualitas di Peparda 2026

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Tasikmalaya mulai menunjukkan sinyal kuat jelang Peparda Jawa Barat VII Tahun 2026. Bukan sekadar persiapan biasa, kontingen Peparda Tasikmalaya kini bergerak dengan ambisi besar: menembus batas dan membuktikan bahwa atlet disabilitas daerah mampu bersaing di level global. Suasana itu terasa nyata saat Bupati Tasikmalaya, H. Cecep […]

  • Panduan hukum keluarga

    Istri Gugat Cerai, Ini Batasan dan Tujuannya Dalam Islam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Islam memberi hak istri menggugat cerai dengan alasan sah. Perceraian menjadi solusi terakhir demi keadilan keluarga. albadarpost.com, HUMANIORA – Perceraian sering dipandang sebagai kegagalan dalam rumah tangga. Namun dalam Islam, perceraian memiliki posisi sebagai jalan terakhir ketika tujuan pernikahan tidak lagi tercapai. Islam tidak hanya memberi hak talak kepada suami, tetapi juga memberi hak yang […]

  • “Ibu ditandu warga melewati jalan rusak di Sukabumi demi menyelamatkan bayinya yang kritis menuju fasilitas kesehatan”

    Kisah Heroik Tapi Tragis: Ibu Ditandu Demi Selamatkan Bayinya

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Tangis pecah di sebuah pelosok Sukabumi, tepatnya di di Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampangtengah. Bukan sekadar tangis kehilangan, melainkan jerit pilu dari sebuah perjuangan panjang yang berakhir duka. Inilah kisah heroik tapi tragis seorang ibu yang rela ditandu ratusan meter demi menyelamatkan bayinya yang kritis. Peristiwa memilukan itu bermula saat […]

  • Kereta Jakarta-Pangandaran

    Jawa Barat Kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran Rp 8 Triliun

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Gubernur Dedi Mulyadi kebut Proyek Kereta Jakarta-Pangandaran senilai Rp 8 triliun. Jadi solusi pemerataan dan percepatan ekonomi selatan Jawa Barat. Proyek Ambisius: Konektivitas Selatan Jawa Barat Lewat Kereta albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) bersiap meluncurkan proyek infrastruktur transportasi monumental yang dirancang untuk merombak peta ekonomi dan mobilitas di wilayah selatan. Proyek […]

  • peluang usaha retail

    Simulasi Balik Modal Franchise Minimarket 2026

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 452
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di balik narasi besar peluang usaha retail, franchise minimarket seperti Alfamart sering dipersepsikan sebagai bisnis aman. Namun, ketika angka dibedah lebih rinci, keuntungan usaha ini sangat bergantung pada lokasi, struktur biaya, dan daya beli warga sekitar. Investigasi ini mencoba mensimulasikan waktu balik modal dan membandingkannya dengan beberapa model franchise minimarket lain. Analisis […]

  • Operator sekolah mengelola sistem ijazah 2026 terbaru dari Kemendikdasmen dengan fitur digital dan validasi data siswa.

    Sistem Ijazah 2026 Berubah Total, Salah Input SK Kini Tak Bisa Dibatalkan

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 147
    • 0Komentar

    albadarpost.com, CAKRAWALA – Sistem pengelolaan ijazah 2026 resmi mengalami sejumlah perubahan penting. Mulai dari mekanisme SPTJM, pengesahan ijazah, relasi legalitas, hingga penginputan SK kelulusan kini memiliki aturan baru yang wajib dipahami satuan pendidikan. Informasi tersebut dirilis dari Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikdasmen sebagai bagian dari pembaruan sistem administrasi pendidikan tahun 2026. Perubahan ini langsung […]

expand_less