Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Uang Rp1,5 M Bongkar Skandal Ombudsman, Modusnya Terselubung

Uang Rp1,5 M Bongkar Skandal Ombudsman, Modusnya Terselubung

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 79
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus suap Ombudsman kini memasuki babak serius setelah penyidik mengungkap dugaan aliran dana Rp1,5 miliar yang menyeret seorang komisioner aktif. Dugaan korupsi Ombudsman ini tidak sekadar soal uang, tetapi juga mengarah pada praktik manipulasi mekanisme pengaduan demi kepentingan perusahaan.

Penggeledahan berlangsung di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026. Tim JAM PIDSUS bergerak cepat setelah menemukan indikasi kuat keterlibatan tersangka HS. Dalam hasil awal penyidikan, penyidik menduga HS menerima uang dari LD, pemilik PT TSHI, melalui skema yang telah dirancang sejak awal.

Tak lama setelah itu, penyidik langsung menahan HS selama 20 hari di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa perkara tersebut tidak lagi berada pada tahap penyelidikan awal.

Kronologi Mengarah ke Suap: Sengketa PNBP Jadi Titik Masuk

Awalnya, kasus ini terlihat seperti sengketa administratif biasa. Kementerian Kehutanan membebankan kewajiban pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada PT TSHI yang dianggap memberatkan.

Namun, situasi berubah ketika pemilik perusahaan, LD, memilih mencari “jalan lain”. Ia kemudian bertemu dengan HS, yang saat itu menjabat sebagai Komisioner Ombudsman periode 2021–2026.

Dari sinilah pola mulai terbentuk. HS disebut menyatakan kesediaannya membantu dengan cara memanfaatkan kewenangan Ombudsman. Ia mendorong lahirnya laporan yang dikemas seolah berasal dari masyarakat, padahal diduga telah dirancang sebelumnya.

Pertemuan demi pertemuan pun berlangsung, termasuk di Kantor Ombudsman dan Hotel Borobudur Jakarta. Dalam diskusi tersebut, pihak perusahaan secara terbuka meminta agar pihak terkait menemukan celah kesalahan administrasi dalam perhitungan PNBP Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

Sebagai imbalan, uang Rp1,5 miliar disepakati. Nilai inilah yang kini menjadi fokus utama penyidikan.

Modus Halus: Dari Laporan Rekayasa hingga Intervensi Kebijakan

Berbeda dari kasus korupsi konvensional, dugaan suap Ombudsman ini menggunakan pendekatan yang lebih sistematis. HS tidak bergerak secara kasar, melainkan melalui jalur administratif yang terlihat sah.

Ia diduga mengarahkan proses pemeriksaan agar menghasilkan kesimpulan tertentu. Dengan begitu, keputusan Kementerian Kehutanan dapat diposisikan seolah keliru.

Selanjutnya, tim internal Ombudsman menyusun draft Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Namun, yang mengejutkan, draft tersebut diduga lebih dulu dikomunikasikan kepada pihak perusahaan sebelum ditetapkan secara resmi.

Di titik ini, fungsi pengawasan berubah arah. Lembaga yang seharusnya mengontrol kebijakan justru berpotensi menjadi alat kepentingan.

Praktik seperti ini dinilai berbahaya. Jika terbukti, pola tersebut dapat membuka ruang intervensi terhadap banyak kebijakan publik lainnya.

Jerat Hukum Berlapis, Ancaman Hukuman Tidak Ringan

Penyidik tidak main-main dalam menjerat kasus ini. Sejumlah pasal berat langsung dikenakan kepada para tersangka.

Di antaranya Pasal 12 huruf a dan b junto Pasal 18 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, penyidik juga menyiapkan pasal alternatif untuk mengantisipasi perkembangan fakta di lapangan.

Dengan kombinasi pasal tersebut, ancaman hukuman yang dihadapi tergolong serius. Bahkan, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka baru seiring pendalaman aliran dana.

Dampak Lebih Luas: Kepercayaan Publik Dipertaruhkan

Kasus ini tidak berhenti pada aspek hukum semata. Lebih dari itu, publik kini menyoroti kredibilitas Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik.

Kepercayaan yang selama ini dibangun berpotensi tergerus jika dugaan ini terbukti di pengadilan. Oleh karena itu, transparansi proses hukum menjadi kunci utama.

Sementara itu, penyidik masih terus menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain. Aliran dana tambahan dan peran aktor lain kini menjadi fokus berikutnya.

Kasus suap Ombudsman ini pun dipastikan belum mencapai titik akhir. Justru, fakta-fakta baru berpotensi terus bermunculan dalam waktu dekat. (Red)


 

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nafas Takdir

    Syekh Athoillah: Jangan Habiskan Nafas untuk Hal Sia-Sia

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 38
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Di zaman sekarang, banyak orang mengenal bunyi notifikasi lebih cepat daripada suara hati mereka sendiri. Bahkan sebelum mata benar-benar terbuka, tangan sudah lebih dulu meraba ponsel di samping bantal. Scroll sebentar. Buka video pendek. Lihat komentar orang lain. Lalu tanpa sadar, hampir setengah jam hilang begitu saja. Padahal dalam Islam, setiap tarikan […]

  • resep sup sehat buka puasa

    5 Resep Sup Sehat untuk Buka Puasa, Nomor 3 Favorit Banyak Keluarga

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 63
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Resep sup sehat buka puasa sering menjadi pilihan favorit banyak keluarga selama bulan Ramadhan. Setelah menahan lapar dan haus seharian, tubuh membutuhkan makanan yang ringan namun tetap bergizi. Oleh karena itu, sup sehat untuk buka puasa menjadi menu yang ideal karena hangat, mudah dicerna, dan kaya nutrisi. Selain itu, sup juga […]

  • Ilustrasi penggunaan inhaler dan obat semprot hidung saat puasa Ramadan beserta penjelasan hukum dalam Islam.

    Hukum Inhaler saat Puasa, Batal atau Tidak?

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Hukum inhaler saat puasa sering menjadi pertanyaan umat Islam, terutama bagi penderita asma dan gangguan pernapasan. Selain itu, banyak pula yang bertanya tentang hukum obat semprot hidung saat puasa dan apakah penggunaannya membatalkan ibadah Ramadan. Karena itu, penting memahami penjelasan fikih berdasarkan dalil dan pendapat ulama agar tidak ragu dalam beribadah. Puasa […]

  • Isra Mikraj

    Makna Isra Mikraj dalam Peneguhan Salat Lima Waktu

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 79
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Malam itu sunyi. Kota Mekkah terlelap, sementara Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan yang melampaui batas nalar manusia. Dalam satu malam, beliau bergerak dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, lalu naik menembus tujuh lapisan langit. Peristiwa itu dikenal sebagai Isra Mikraj, sebuah perjalanan spiritual yang hingga kini menjadi salah satu fondasi utama ajaran […]

  • wisata Ciamis Lebaran

    Ledakan Wisata Ciamis Saat Lebaran 2026: Kunjungan Naik 7,3%

    • calendar_month Sabtu, 28 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 68
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Lonjakan wisata Ciamis Lebaran 2026 menjadi sorotan. Dinas Pariwisata Ciamis merilis data terbaru yang menunjukkan peningkatan kunjungan wisata Ciamis saat Lebaran mencapai 7,3 persen. Kenaikan ini sekaligus menegaskan tren positif sektor pariwisata Ciamis yang mulai bangkit, meski distribusi wisatawan masih belum merata. Selama periode 21–24 Maret 2026, total 7.660 wisatawan mengunjungi […]

  • Petugas kesehatan Singapura menangani peningkatan kes campak dengan kebijakan pengasingan wajib dan pengesanan kontak

    Kenaikan Kasus Campak di Singapura: Karantina Diberlakukan

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kenaikan kasus campak di Singapura bukan sekadar deretan angka dalam laporan kesehatan. Di balik data tersebut, ada keluarga yang cemas, orang tua yang khawatir terhadap anak-anak mereka, serta tenaga medis yang bekerja tanpa lelah untuk mencegah penyebaran penyakit yang sangat menular ini. Dalam situasi itulah, pemerintah Singapura mengambil langkah tegas dengan […]

expand_less