Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » 2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

2 Tahun Feradi WPI: Ketika Hukum Masih Jauh, Mereka Justru Mendekat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 94
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Organisasi Advokat dan Paralegal, Forum Era Adil Warung Paralegal Indonesia (Feradi WPI) genap berusia dua tahun. Namun di balik milad Feradi WPI ini, ada pertanyaan yang lebih besar: mengapa di negeri dengan ribuan advokat, akses keadilan masyarakat masih terasa jauh? Di titik inilah Feradi WPI mengambil posisi yang tidak nyaman: turun langsung ke lapangan, bukan sekadar bicara di forum.

Perayaan milad ke-2 akan berlangsung sederhana pada Sabtu (18/4/2026) di Triiz Hotel Semarang. Tidak ada kemewahan. Tidak ada panggung besar. Tetapi justru di situlah letak pesannya: ketika banyak organisasi sibuk membangun citra, sebagian advokat dan paralegal memilih bekerja dalam senyap.

Dan faktanya, kebutuhan itu nyata.

Hukum Masih Elit, Siapa yang Peduli?

Realitas di lapangan tidak bisa ditutup-tutupi. Banyak masyarakat masih menganggap hukum itu mahal, rumit, dan hanya untuk mereka yang punya akses.

Di sisi lain, tidak sedikit kasus kecil dibiarkan menggantung. Bukan karena tidak penting, tetapi karena tidak ada yang mendampingi.

Ketua Umum Feradi WPI, Advokat Donny Andretti mengakui hal ini tanpa basa-basi.

“Masalahnya bukan masyarakat tidak mau, tapi mereka tidak tahu harus ke mana. Dan sering kali, mereka takut duluan,” katanya.

Pernyataan ini mungkin terdengar sederhana. Namun di situlah letak masalah yang selama ini luput dibahas secara serius.

feradi wpi

Ketua Umum Feradi WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ.

Paralegal: Dari Pinggiran Jadi Penentu

Di tengah situasi itu, Feradi WPI justru mengambil langkah yang jarang dilakukan: menguatkan peran paralegal.

Selama ini, paralegal sering diposisikan sebagai pelengkap. Namun di organisasi ini, peran mereka justru diputar menjadi pusat.

Paralegal turun langsung ke masyarakat. Mereka mendengar, mencatat, lalu menghubungkan ke advokat. Proses ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dampaknya besar.

Pendekatan ini sekaligus menampar realitas lama—bahwa akses hukum tidak selalu harus dimulai dari ruang sidang, tetapi dari pemahaman di tingkat paling bawah.

Dua Tahun, Tapi Masalahnya Belum Berubah

Di usia dua tahun, Feradi WPI mulai mendapat tempat. Jaringan bertambah. Kegiatan berjalan. Pendampingan meningkat.

Namun satu hal belum berubah: ketimpangan akses hukum masih nyata.

Ini yang membuat perayaan milad terasa berbeda. Ada kebanggaan, tetapi juga ada kegelisahan.

Sebab semakin banyak kasus yang ditemui, semakin terlihat bahwa persoalan hukum di masyarakat bukan sekadar soal aturan, tetapi soal akses.

Dan akses itu belum merata.

Antara Idealisme dan Realita

Feradi WPI berada di persimpangan yang tidak mudah. Di satu sisi, mereka membawa idealisme—bahwa hukum harus bisa diakses semua orang.

Di sisi lain, realitas di lapangan sering kali tidak sejalan. Keterbatasan sumber daya, luasnya wilayah, hingga kompleksitas kasus menjadi tantangan harian.

Namun justru di situlah nilai organisasi ini diuji.

Mereka tidak menunggu sistem berubah. Mereka memilih masuk ke celah yang ada, sekecil apa pun itu.

Jika Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Pertanyaan besarnya sederhana: jika bukan organisasi seperti Feradi WPI yang bergerak, siapa lagi?

Di tengah banyaknya wacana soal keadilan, langkah konkret sering kali justru minim. Sementara masyarakat terus menghadapi persoalan hukum yang tidak kunjung selesai.

Feradi WPI mungkin belum besar. Namun dalam dua tahun, mereka menunjukkan satu hal penting—bahwa perubahan tidak selalu datang dari pusat, tetapi bisa dimulai dari pinggiran.

Milad ke-2 ini bukan sekadar perayaan. Ini semacam pengingat keras bahwa hukum belum sepenuhnya hadir untuk semua.

Feradi WPI memilih tidak menunggu. Mereka bergerak, meski pelan. Mereka hadir, meski tanpa sorotan.

Dan di tengah kondisi yang masih timpang, langkah seperti ini bukan hanya penting—tetapi mendesak.

‌وَاللَّهُ ‌أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peserta GEN Z Space Vol 4 di IPI Garut mengikuti talkshow literasi digital dan pengembangan kreativitas generasi muda.

    Viral Saja Tak Cukup, Generasi Z Garut Diajak Menciptakan Perubahan

    • calendar_month 19 jam yang lalu
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Di tengah kebiasaan generasi muda yang nyaris tidak pernah jauh dari layar ponsel, kegiatan Gen Z Space Garut hadir membawa pesan yang berbeda. Media sosial dan dunia digital bukan hanya tempat mencari hiburan atau mengikuti tren viral, tetapi juga ruang untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. Pesan itu mengemuka dalam kegiatan […]

  • Ayam kremes eksklusif renyah dengan kremesan tipis berserat dan tampilan menggoda ala restoran premium

    Ayam Goreng Kremes Eksklusif: Rahasia Renyah yang Bikin Ketagihan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 72
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa ayam goreng biasa terasa “kurang nendang”? Di sinilah ayam kremes eksklusif mulai mencuri perhatian. Berbeda dari ayam goreng kremes biasa, versi premium ini menawarkan tekstur lebih renyah, rasa lebih dalam, dan sensasi makan yang langsung terasa mewah. Tak heran jika banyak orang kini berburu ayam kremes eksklusif, resep ayam kremes […]

  • Aksi solidaritas Palestina di Malaysia saat peringatan Nakba dengan bendera Palestina dan poster kemanusiaan Gaza.

    Saat Dunia Sibuk Berdebat, Luka Nakba Palestina Belum Selesai

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 60
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Peringatan Nakba kembali menggema di Malaysia. Di tengah memanasnya krisis kemanusiaan Gaza, sejumlah organisasi solidaritas Palestina mendesak komunitas internasional agar tidak lagi hanya mengeluarkan pernyataan politik tanpa tindakan nyata. Seruan itu muncul bersamaan dengan momentum peringatan tragedi pengungsian besar rakyat Palestina yang dikenal sebagai Nakba. Isu Palestina kembali menjadi sorotan publik […]

  • Bedah Rumah PUPR

    Program Bantuan Bedah Rumah PUPR: Solusi Mengatasi Backlog Perumahan di Indonesia

    • calendar_month Minggu, 2 Jul 2023
    • account_circle redaktur
    • visibility 88
    • 0Komentar

    Program Bedah Rumah PUPR bantu ribuan keluarga berpenghasilan rendah wujudkan hunian layak dan sehat. albadarpost.com, LENSA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat pemerataan hunian layak di seluruh Indonesia. Melalui program Bedah Rumah PUPR, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) guna membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperbaiki rumah tidak layak huni sekaligus […]

  • Ilustrasi daging segar disimpan rapi di dalam freezer menggunakan wadah tertutup agar tetap aman dan tahan lama.

    Banyak Orang Masih Salah, Cara Simpan Daging Ini Bisa Bikin Cepat Rusak

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 45
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Menyimpan daging terlihat sederhana. Di banyak rumah, plastik berisi daging biasanya langsung ditumpuk di freezer setelah belanja mingguan. Masukkan ke freezer atau kulkas, lalu selesai. Padahal kenyataannya, banyak orang masih salah saat menyimpan daging di rumah. Akibatnya daging cepat berubah bau, warna mulai gelap, tekstur rusak, bahkan berisiko terkontaminasi bakteri. Karena itu, […]

  • gaji tertinggi ASEAN

    Data Gaji ASEAN 2026: Jakarta Tersalip, Thailand Justru Melonjak

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 83
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Gaji tertinggi ASEAN, atau rata-rata upah bersih di Asia Tenggara, kembali menjadi sorotan setelah data terbaru dirilis. Berdasarkan data dari GoodStats menunjukkan peta gaji tertinggi di ASEAN yang timpang, sekaligus memperlihatkan posisi upah kota besar ASEAN yang tidak merata—terutama ketika Jakarta justru tertahan di papan tengah. Namun demikian, satu fakta langsung […]

expand_less