Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

Sedang Bepergian? Ini Panduan Salat Safar Sesuai Syariat

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, LIFESTYLE – Salat safar, atau salat bagi musafir, merupakan salah satu bentuk keringanan dalam ajaran Islam. Aturan tentang salat safar, termasuk jamak dan qashar, diberikan agar umat Islam tetap bisa menjaga ibadah meski sedang dalam perjalanan jauh. Konsep ini dijelaskan dalam Al-Qur’an serta dicontohkan langsung oleh Muhammad ketika melakukan perjalanan.

Dalam praktiknya, salat safar memberikan kemudahan yang sering belum dipahami secara utuh. Banyak orang hanya mengetahui tentang jamak dan qashar, padahal ada beberapa aturan lain yang jarang dibahas.

Padahal, aturan tersebut menunjukkan bahwa syariat Islam memiliki fleksibilitas agar ibadah tetap terjaga dalam berbagai kondisi kehidupan.

Keringanan Salat Qashar dalam Perjalanan

Pertama, Islam memberikan keringanan berupa salat qashar. Salat yang biasanya empat rakaat dapat dipendekkan menjadi dua rakaat ketika seseorang melakukan perjalanan jauh.

Dalil mengenai hal ini disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dan apabila kamu bepergian di bumi, maka tidaklah berdosa kamu mengqashar salat.”
(QS. An-Nisa: 101)

Ayat tersebut menjelaskan bahwa memendekkan salat ketika safar bukanlah pelanggaran. Sebaliknya, keringanan itu menjadi bentuk kemudahan yang diberikan Allah kepada manusia.

Para ulama menjelaskan bahwa salat yang dapat diqashar adalah Zuhur, Asar, dan Isya. Sementara itu, salat Subuh dan Magrib tetap dilaksanakan dengan jumlah rakaat seperti biasa.

Selain itu, sebagian ulama bahkan menilai qashar lebih utama dilakukan ketika seseorang benar-benar berada dalam perjalanan.

Jamak Salat: Menggabungkan Dua Waktu

Selain qashar, Islam juga memberikan kemudahan berupa jamak salat, yaitu menggabungkan dua salat dalam satu waktu.

Ada dua bentuk jamak yang dikenal dalam fikih:

Jamak Taqdim, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat pertama

Jamak Ta’khir, yaitu menggabungkan salat pada waktu salat kedua

Contohnya, seseorang dapat menggabungkan salat Zuhur dengan Asar atau Magrib dengan Isya ketika dalam perjalanan.

Praktik ini pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Riwayat hadis dalam Sahih Bukhari menjelaskan bahwa Rasulullah menjamak salat ketika melakukan perjalanan jauh.

Karena itu, para ulama menyimpulkan bahwa jamak merupakan salah satu bentuk keringanan syariat bagi musafir.

Salat Sunnah yang Tetap Dijaga Saat Safar

Menariknya, tidak semua salat sunnah ditinggalkan ketika seseorang sedang dalam perjalanan. Dalam sejumlah riwayat hadis disebutkan bahwa Nabi tetap menjaga beberapa salat sunnah meski sedang safar.

Di antaranya adalah salat sunnah sebelum Subuh dan salat Witir pada malam hari.

Kedua ibadah tersebut tetap dilakukan karena memiliki kedudukan penting dalam kehidupan spiritual seorang Muslim.

Sebaliknya, beberapa salat sunnah rawatib lainnya terkadang tidak dilakukan ketika safar. Hal ini menunjukkan bahwa syariat memberikan kelonggaran tanpa menghilangkan nilai ibadah itu sendiri.

Salat di Kendaraan dalam Kondisi Tertentu

Ada satu hal lain yang jarang diketahui banyak orang. Dalam kondisi tertentu, salat dapat dilakukan di atas kendaraan ketika perjalanan berlangsung.

Riwayat hadis menjelaskan bahwa Rasulullah pernah melakukan salat sunnah di atas tunggangan saat safar.

Riwayat tersebut juga tercatat dalam Sahih Bukhari. Dalam hadis itu dijelaskan bahwa Nabi melaksanakan salat sunnah di atas kendaraan dengan arah mengikuti perjalanan tunggangannya.

Baca juga: 3 Sayur Hemat Tapi Bikin Keluarga Lahap, Ini Resepnya

Namun demikian, untuk salat wajib, para ulama menganjurkan agar tetap dilaksanakan dengan berdiri dan menghadap kiblat apabila memungkinkan.

Hikmah Salat Safar dalam Islam

Salat safar memperlihatkan bahwa ajaran Islam memiliki prinsip kemudahan dalam menjalankan ibadah. Aturan ini memastikan bahwa perjalanan tidak menjadi penghalang bagi seorang Muslim untuk tetap menjaga salat.

Prinsip tersebut juga ditegaskan dalam firman Allah:

“Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

Ayat ini menunjukkan bahwa syariat Islam tidak dimaksudkan untuk memberatkan manusia. Sebaliknya, aturan ibadah dirancang agar tetap bisa dijalankan dalam berbagai situasi kehidupan, termasuk ketika seseorang berada dalam perjalanan jauh.

Karena itu, memahami aturan salat safar menjadi penting bagi setiap Muslim. Dengan pemahaman yang tepat, ibadah tetap dapat dijaga tanpa mengabaikan kondisi perjalanan yang sering kali melelahkan. (Red)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • reformasi Polri

    Kapolri Pilih ‘Jadi Petani’, Apa Maknanya bagi Reformasi Polri

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI menyita perhatian publik. Di hadapan wakil rakyat, Kapolri menolak wacana penempatan Polri di bawah kementerian, termasuk gagasan pembentukan Menteri Kepolisian. Ia menyatakan lebih baik dicopot dari jabatannya dan menjadi petani daripada menerima skema tersebut. Sikap itu disampaikan […]

  • Apoteker Garut

    Sumpah Apoteker Uniga Berlangsung Haru, Dinkes Garut Akui Masih Kekurangan SDM

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 48
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Sebanyak 41 lulusan Program Studi Profesi Apoteker (PSPA) FMIPA Universitas Garut resmi mengucapkan sumpah profesi dalam prosesi Pengambilan Sumpah/Janji Apoteker Angkatan XIII di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (18/5/2026). Kehadiran para apoteker Garut ini langsung mendapat perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut yang saat ini […]

  • Quotes Imam Ali tentang ilmu, lisan, sabar, dan dunia yang penuh hikmah untuk pedoman hidup modern.

    5 Quotes Imam Ali yang Mengubah Cara Pandang Hidup

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 104
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Quotes Imam Ali selalu menjadi rujukan umat dalam memahami makna kehidupan. Kutipan Imam Ali atau kata-kata bijak Imam Ali bukan sekadar nasihat, melainkan pedoman hidup yang menyentuh akal dan hati sekaligus. Melalui petuah Imam Ali tentang nilai diri, ilmu, lisan, dunia, dan kesabaran, kita diajak menata ulang prioritas hidup di tengah zaman […]

  • ide UMKM kreatif

    9 Ide UMKM Kreatif yang Jarang Diketahui: Diam-Diam Jadi Ladang Cuan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 84
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ide UMKM kreatif sering kali muncul dari hal sederhana yang luput dari perhatian. Banyak orang berburu tren, tetapi tidak sedikit yang justru sukses lewat peluang usaha unik yang belum ramai. Bahkan, beberapa ide bisnis UMKM kreatif ini berkembang lebih cepat karena minim pesaing dan langsung menyasar kebutuhan pasar. Di tengah persaingan digital […]

  • Ilustrasi pendidikan Islam klasik dengan guru dan murid belajar mendalam, kontras dengan sistem modern yang serba cepat

    Terungkap! Pendidikan Islam Klasik Lebih Hebat dari Sistem Modern? Ini Faktanya

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 61
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Hari ini, pendidikan islam klasik kembali diperbincangkan. Banyak orang mulai membandingkan sistem pendidikan tradisional Islam dengan pola belajar modern. Anehnya, meski teknologi semakin canggih dan akses ilmu makin luas, kualitas pemahaman justru terasa dangkal. Sistem pendidikan klasik, metode belajar ulama, dan pola pembelajaran tradisional ternyata menyimpan sesuatu yang hilang hari ini: kedalaman. […]

  • Relawan Bakti BUMN 2026

    Relawan Bakti BUMN 2026 Dibuka, Siap Mengabdi dari Aceh hingga Miangas

    • calendar_month Senin, 18 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 91
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Relawan Bakti BUMN 2026 resmi dibuka dan langsung menarik perhatian banyak pegawai BUMN di berbagai daerah. Program kerelawanan nasional ini mengajak insan BUMN turun langsung ke masyarakat, terutama di wilayah kepulauan, perbatasan, hingga daerah 3T atau tertinggal, terdepan, dan terluar. Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi bagian dari gerakan sosial yang membawa […]

expand_less