Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada orang yang rajin menghadiri majelis ilmu, tetapi pulang dari sana justru makin mahir bergunjing. Ada pula yang gemar mengutip Hikam, namun pergaulannya penuh kepentingan. Kita hidup di zaman ketika label saleh sering lebih penting daripada isi kepala dan kejernihan hati.

Syekh Athaillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan dengan sederhana namun menghunjam: jangan berkawan dengan orang yang tidak membuat kita lebih taat kepada Allah dan tidak menuntun kita ke jalan-Nya. Nasihat ini terdengar klasik, tetapi justru terasa semakin relevan. Sebab hari ini, banyak orang memilih teman berdasarkan akses, bukan akhlak; berdasarkan jaringan, bukan ketakwaan.

Padahal Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan tegas dalam hadisnya: seseorang akan mengikuti agama atau perilaku temannya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman. Ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan hukum sosial. Manusia adalah makhluk peniru ulung. Kita menyerap cara bicara, gaya hidup, bahkan standar benar-salah dari lingkaran terdekat.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

Karena itu, Al-Qur’an menggambarkan penyesalan orang yang salah memilih teman dalam Surah Al-Furqan ayat 27-29. Allah berfirman bahwa pada hari kiamat orang zalim menggigit kedua tangannya sambil berkata, “Wahai kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku, seandainya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.” Ayat ini bukan sekadar kisah dramatis. Ia adalah potret psikologi manusia yang terlambat sadar.

Teman yang Menarik ke Atas atau Menarik ke Jurang

Kita sering mengira bahwa kita cukup kuat untuk tidak terpengaruh. Kita merasa mampu berteman dengan siapa saja tanpa ikut arusnya. Namun Syekh Sufyan memberi peringatan keras: siapa yang berteman dengan orang banyak, ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Jika ia mengikuti kebiasaan mereka, ia akan bermuka dua. Dan jika ia bermuka dua, ia akan binasa bersama mereka.

Satirnya, banyak orang hari ini bangga dengan kemampuan “menyesuaikan diri”. Mereka menyebutnya fleksibel. Padahal sering kali itu hanya nama lain dari kehilangan prinsip. Di hadapan kelompok religius, ia berbicara tentang akhirat. Di hadapan kelompok oportunis, ia berbicara tentang proyek dan keuntungan. Ia merasa cerdas karena bisa memainkan banyak peran. Sementara itu, jiwanya perlahan retak.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Surah At-Taubah ayat 119: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” Ayat ini sederhana. Ia tidak memerintahkan kita menjadi terkenal. Ia tidak menyuruh kita memperluas jaringan tanpa batas. Ia hanya memerintahkan satu hal: bersama orang-orang yang jujur.

Kejujuran adalah fondasi yang membedakan sahabat sejati dari sekadar relasi.

Ketika Pejabat Kejam dan Tasawuf Gadungan Jadi Idola

Syekh Sahal bin Abdullah bahkan lebih spesifik. Ia memperingatkan agar kita berhati-hati terhadap tiga golongan: pejabat yang kejam, ahli ibadah yang bermuka dua, dan ahli tasawuf gadungan yang tidak memahami hakikat.

Mengapa tiga ini berbahaya? Karena mereka memakai simbol kebaikan untuk menutupi kepentingan. Pejabat kejam sering berbicara tentang pelayanan publik, tetapi menindas yang lemah. Ahli ibadah bermuka dua gemar mengutip dalil, namun akhlaknya kasar. Sementara tasawuf gadungan sibuk dengan penampilan spiritual, tetapi kosong dari kejujuran dan ilmu.

Satirnya, justru tipe-tipe seperti ini sering memiliki pengikut fanatik. Mereka pandai memainkan citra. Mereka tahu cara tampil meyakinkan. Namun kedekatan dengan mereka jarang menumbuhkan ketakwaan. Sebaliknya, kedekatan itu sering menumbuhkan rasa kagum yang berlebihan pada manusia, bukan pada Allah.

Al-Qur’an telah mengingatkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67 bahwa pada hari kiamat, teman-teman akrab akan menjadi musuh satu sama lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Ayat ini membongkar ilusi solidaritas duniawi. Tidak semua kebersamaan membawa keselamatan. Sebagian justru menjadi bukti saling menjerumuskan.

Baca juga: Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

Karena itu, memilih teman bukan perkara sosial semata. Ia adalah keputusan teologis. Ia menyentuh arah hidup dan nasib akhirat. Setiap pertemanan membawa konsekuensi nilai. Setiap lingkaran memiliki gravitasi moralnya sendiri.

Maka pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling menguntungkan untuk didekati, melainkan siapa yang paling mendekatkan kita kepada Allah. Bukan siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling jujur. Bukan siapa yang paling berpengaruh, melainkan siapa yang paling menjaga amanah.

Dunia modern memuja koneksi. Namun para ulama justru menekankan seleksi. Sebab satu teman yang lurus bisa menjadi tangga menuju surga, sedangkan satu teman yang salah bisa menjadi pintu penyesalan yang panjang.

Dalam kehidupan yang serba terbuka ini, kebijaksanaan bukanlah berteman dengan semua orang tanpa batas. Kebijaksanaan adalah tahu batas, tahu arah, dan tahu siapa yang layak berjalan bersama.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapal kargo melintas di Selat Malaka saat isu tarif Selat Malaka oleh Indonesia memicu perhatian global.

    Dunia Deg-degan, Indonesia Tegas: Tarif Selat Malaka Belum Berlaku

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 140
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Isu tarif Selat Malaka, atau rencana pungutan kapal di Selat Malaka, tiba-tiba mengguncang perhatian global. Banyak pihak khawatir biaya kapal Selat Malaka akan langsung mengerek ongkos logistik dunia. Namun di tengah riuh spekulasi, pemerintah Indonesia justru memberi sinyal tegas: kebijakan itu belum berlaku dan masih sebatas kajian. Pemerintah Buka Suara: “Tidak […]

  • Demo HMI Tasikmalaya

    HMI Tasikmalaya Gugat Belanja Rapat dan Laundry Pejabat

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 76
    • 0Komentar

    AlbadarPost.com, BERITA DAERAH – Demo HMI Tasikmalaya menjadi perhatian publik pada Senin (8/6/2026). Aksi mahasiswa atau unjuk rasa yang berlangsung di halaman Bale Kota Tasikmalaya itu bukan sekadar menyuarakan kritik terhadap pemerintah daerah. Lebih dari itu, mereka membawa satu pertanyaan yang dianggap mewakili kegelisahan sebagian masyarakat: apakah anggaran daerah sudah benar-benar berpihak pada kebutuhan rakyat? […]

  • BPD Tasikmalaya

    Resmi! Puluhan Anggota BPD Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Desa

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 121
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Penguatan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tasikmalaya menjadi langkah strategis setelah pemerintah daerah meresmikan puluhan anggota baru. Peresmian anggota BPD PAW (Pergantian Antar Waktu) ini menjadi bagian penting dalam memperkuat fungsi pengawasan dan penyaluran aspirasi masyarakat di tingkat desa. Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong tata kelola desa yang transparan […]

  • Ilustrasi simbolik tentang kewajiban nahi munkar, menggambarkan keberanian menegur kemungkaran sesuai hadis Nabi.

    Nahi Munkar: Iman atau Sekadar Status?

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    albadarpost.com, OPINI – Nahi Munkar bukan sekadar istilah khutbah Jumat. Nahi munkar, atau kewajiban mencegah kemungkaran, adalah perintah langsung dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tegas, sistematis, dan tidak memberi ruang untuk pura-pura lupa. Namun, di zaman serba viral ini, kita lebih sibuk mengutuk daripada bertindak. Rasulullah bersabda: “مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، […]

  • kota inklusif Banjar

    Wali Kota Banjar Tegaskan Kebijakan Inklusi untuk Disabilitas Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2025 menegaskan arah Kota Banjar sebagai kota inklusif dan berdaya. albadarpost.com, HUMANIORA — Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Kota Banjar pada Jumat (12/12/2025), menjadi penanda penting arah pembangunan daerah yang semakin menempatkan inklusi sebagai fondasi kebijakan publik. Mengusung tema “Kota Banjar Inklusi, Penyandang Disabilitas Berdaya”, peringatan ini menegaskan komitmen […]

  • Ekonomi lokal

    Transisi Energi Berbasis Lokal, Ekonomi Warga Ikut Bergerak

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Kolaborasi BUMN, pemda, dan komunitas lokal lewat hub biomassa mendorong transisi energi dan ekonomi lokal. albadarpost.com, BERITA DAERAH – Upaya transisi energi nasional terus diperluas hingga ke tingkat daerah. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) meresmikan fasilitas hub biomassa di wilayah Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat, sebagai bagian dari penguatan rantai pasok energi terbarukan […]

expand_less