Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

Berteman atau Terseret? Peringatan Ulama Tentang Pergaulan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
  • visibility 231
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ada orang yang rajin menghadiri majelis ilmu, tetapi pulang dari sana justru makin mahir bergunjing. Ada pula yang gemar mengutip Hikam, namun pergaulannya penuh kepentingan. Kita hidup di zaman ketika label saleh sering lebih penting daripada isi kepala dan kejernihan hati.

Syekh Athaillah dalam Kitab Al-Hikam mengingatkan dengan sederhana namun menghunjam: jangan berkawan dengan orang yang tidak membuat kita lebih taat kepada Allah dan tidak menuntun kita ke jalan-Nya. Nasihat ini terdengar klasik, tetapi justru terasa semakin relevan. Sebab hari ini, banyak orang memilih teman berdasarkan akses, bukan akhlak; berdasarkan jaringan, bukan ketakwaan.

Padahal Rasulullah ﷺ telah memberi peringatan tegas dalam hadisnya: seseorang akan mengikuti agama atau perilaku temannya, maka perhatikanlah dengan siapa ia berteman. Ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan hukum sosial. Manusia adalah makhluk peniru ulung. Kita menyerap cara bicara, gaya hidup, bahkan standar benar-salah dari lingkaran terdekat.

Baca juga: Dugaan Penyalahgunaan Anggaran: Saatnya Aparat Bertindak Tegas

Karena itu, Al-Qur’an menggambarkan penyesalan orang yang salah memilih teman dalam Surah Al-Furqan ayat 27-29. Allah berfirman bahwa pada hari kiamat orang zalim menggigit kedua tangannya sambil berkata, “Wahai kiranya dahulu aku mengambil jalan bersama Rasul. Celakalah aku, seandainya aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrabku.” Ayat ini bukan sekadar kisah dramatis. Ia adalah potret psikologi manusia yang terlambat sadar.

Teman yang Menarik ke Atas atau Menarik ke Jurang

Kita sering mengira bahwa kita cukup kuat untuk tidak terpengaruh. Kita merasa mampu berteman dengan siapa saja tanpa ikut arusnya. Namun Syekh Sufyan memberi peringatan keras: siapa yang berteman dengan orang banyak, ia akan mengikuti kebiasaan mereka. Jika ia mengikuti kebiasaan mereka, ia akan bermuka dua. Dan jika ia bermuka dua, ia akan binasa bersama mereka.

Satirnya, banyak orang hari ini bangga dengan kemampuan “menyesuaikan diri”. Mereka menyebutnya fleksibel. Padahal sering kali itu hanya nama lain dari kehilangan prinsip. Di hadapan kelompok religius, ia berbicara tentang akhirat. Di hadapan kelompok oportunis, ia berbicara tentang proyek dan keuntungan. Ia merasa cerdas karena bisa memainkan banyak peran. Sementara itu, jiwanya perlahan retak.

Padahal Allah telah mengingatkan dalam Surah At-Taubah ayat 119: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” Ayat ini sederhana. Ia tidak memerintahkan kita menjadi terkenal. Ia tidak menyuruh kita memperluas jaringan tanpa batas. Ia hanya memerintahkan satu hal: bersama orang-orang yang jujur.

Kejujuran adalah fondasi yang membedakan sahabat sejati dari sekadar relasi.

Ketika Pejabat Kejam dan Tasawuf Gadungan Jadi Idola

Syekh Sahal bin Abdullah bahkan lebih spesifik. Ia memperingatkan agar kita berhati-hati terhadap tiga golongan: pejabat yang kejam, ahli ibadah yang bermuka dua, dan ahli tasawuf gadungan yang tidak memahami hakikat.

Mengapa tiga ini berbahaya? Karena mereka memakai simbol kebaikan untuk menutupi kepentingan. Pejabat kejam sering berbicara tentang pelayanan publik, tetapi menindas yang lemah. Ahli ibadah bermuka dua gemar mengutip dalil, namun akhlaknya kasar. Sementara tasawuf gadungan sibuk dengan penampilan spiritual, tetapi kosong dari kejujuran dan ilmu.

Satirnya, justru tipe-tipe seperti ini sering memiliki pengikut fanatik. Mereka pandai memainkan citra. Mereka tahu cara tampil meyakinkan. Namun kedekatan dengan mereka jarang menumbuhkan ketakwaan. Sebaliknya, kedekatan itu sering menumbuhkan rasa kagum yang berlebihan pada manusia, bukan pada Allah.

Al-Qur’an telah mengingatkan dalam Surah Az-Zukhruf ayat 67 bahwa pada hari kiamat, teman-teman akrab akan menjadi musuh satu sama lain kecuali orang-orang yang bertakwa. Ayat ini membongkar ilusi solidaritas duniawi. Tidak semua kebersamaan membawa keselamatan. Sebagian justru menjadi bukti saling menjerumuskan.

Baca juga: Modus Penagih Bank Keliling: Dari Utang ke Dugaan Penculikan

Karena itu, memilih teman bukan perkara sosial semata. Ia adalah keputusan teologis. Ia menyentuh arah hidup dan nasib akhirat. Setiap pertemanan membawa konsekuensi nilai. Setiap lingkaran memiliki gravitasi moralnya sendiri.

Maka pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling menguntungkan untuk didekati, melainkan siapa yang paling mendekatkan kita kepada Allah. Bukan siapa yang paling populer, tetapi siapa yang paling jujur. Bukan siapa yang paling berpengaruh, melainkan siapa yang paling menjaga amanah.

Dunia modern memuja koneksi. Namun para ulama justru menekankan seleksi. Sebab satu teman yang lurus bisa menjadi tangga menuju surga, sedangkan satu teman yang salah bisa menjadi pintu penyesalan yang panjang.

Dalam kehidupan yang serba terbuka ini, kebijaksanaan bukanlah berteman dengan semua orang tanpa batas. Kebijaksanaan adalah tahu batas, tahu arah, dan tahu siapa yang layak berjalan bersama.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • RUPS BPR Tasikmalaya

    RUPS BPR Tasikmalaya Rumuskan Arah Pembiayaan UMKM 2026

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 223
    • 0Komentar

    RUPS BPR Tasikmalaya bahas arah pembiayaan UMKM dan penguatan peran BPR dalam ekonomi daerah 2026. albadarpost.com, LENSA – RUPS BPR Tasikmalaya kembali menyorot perhatian pemerintah daerah setelah Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, memimpin langsung pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) PD BPR Artha Sukapura Tahun 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kerja bupati pada Rabu, […]

  • Lebaran Yatim Ciamis

    Lebaran Yatim Ciamis Hadirkan Harapan Baru

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 94
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Senyum mulai merekah di wajah anak-anak ketika nama mereka dipanggil satu per satu di Aula Kelurahan Ciamis, Kamis (25/6/2026). Pada momentum Lebaran Yatim Ciamis yang bertepatan dengan Hari Asyura 10 Muharam 1448 Hijriah, sebanyak 100 anak yatim menerima santunan melalui kegiatan Gebyar Muharam 2026. Lebih dari sekadar penyaluran bantuan, kegiatan ini […]

  • ASN Ciamis

    Herdiat Tegas: ASN Ciamis Harus Satu Arah

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 56
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – ASN Ciamis diminta bekerja dalam satu arah dengan visi dan misi pembangunan daerah. Pesan itu disampaikan Bupati Ciamis Herdiat Sunarya saat menutup Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I, Kamis (6/8/2026). Di balik arahan tersebut, muncul pertanyaan yang lebih penting: apakah semangat yang dibangun di ruang pelatihan benar-benar akan mengubah kualitas pelayanan […]

  • Perpres 111/2025

    Pemkab Garut Sosialisasikan Perpres 111/2025

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 74
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Perpres 111/2025 menjadi materi sosialisasi yang diunggah melalui akun resmi Pemerintah Kabupaten Garut. Dalam unggahan tersebut, Pemkab Garut menjelaskan sejumlah poin mengenai ancaman nonmiliter yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025–2029, termasuk pentingnya peran keluarga dan pendampingan generasi muda. Unggahan itu dikemas dalam beberapa […]

  • Kasus Yurizal

    Nakes Tasikmalaya Minta Maaf, Doxxing Ramai Setelah Kasus Yurizal

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 67
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus Yurizal kembali menjadi perhatian publik setelah beberapa tenaga kesehatan yang sebelumnya menjadi sorotan di media sosial menyampaikan permintaan maaf. Perkembangan terbaru itu juga memunculkan isu lain yang tidak kalah penting, yakni doxxing, atau penyebaran data pribadi tanpa persetujuan. Bersamaan dengan itu, pembahasan mengenai Yurizal Threads, permintaan maaf nakes, dan etika media […]

  • anggaran DPRD Tasikmalaya

    Astaghfirullah! Saat Rakyat Diminta Hemat, Anggaran DPRD Tasikmalaya Tembus Rp7,1 Miliar

    • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 167
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anggaran DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali jadi sorotan setelah alokasi perjalanan dinas menembus Rp7,1 miliar dalam RUP Swakelola 2026. Di saat pemerintah pusat mendorong efisiensi, angka tersebut justru memicu pertanyaan publik. Banyak yang mulai mempertanyakan arah kebijakan dan keberpihakan penggunaan anggaran. Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan kontras yang sulit diabaikan. […]

expand_less