Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

Fabiayyi Ala Irobbikuma Tukadziban: Teguran Langit yang Terus Menggema

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
  • visibility 164
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Langit seakan tidak pernah lelah menyapa kesadaran manusia. Dalam Surah Ar-Rahman, Allah SWT tidak hanya menyebut nikmat-Nya, tetapi menghadirkannya satu per satu, lalu mengajukan pertanyaan yang sama, berulang hingga 31 kali: “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban?” Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

Pertanyaan itu tidak ditujukan pada satu zaman, tidak pula terikat satu bangsa. Ia melintasi abad, menembus batas bahasa, dan menyapa dua makhluk berakal: manusia dan jin. Setiap pengulangan bukanlah gema kosong. Sebaliknya, ia adalah ketukan lembut sekaligus tegas agar hati tidak tertidur dalam kelalaian yang berkepanjangan.

Ketika Al-Qur’an Bertanya, Hati Manusia Menjawab

Surah Ar-Rahman membuka ayat-ayatnya dengan rahmat. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai Ar-Rahman, lalu menyebut penciptaan manusia dan anugerah kemampuan berbicara. Setelah itu, alam semesta dihamparkan sebagai saksi: matahari dan bulan yang beredar teratur, tumbuhan yang tumbuh tunduk, lautan yang mengalirkan kehidupan, hingga keseimbangan kosmik yang menenangkan jiwa.

Di antara bentangan nikmat itu, pertanyaan ilahi terus hadir. Seakan Allah berbisik pada nurani manusia, “Jika semua ini Aku sediakan untukmu, lalu apa yang masih pantas kau sangkal?”

Para mufasir menegaskan bahwa pengulangan ayat ini berfungsi sebagai taqrîr: penegasan makna agar kesadaran tumbuh perlahan namun menetap. Imam Al-Qurthubi menyebutnya sebagai upaya menanamkan rasa malu spiritual: malu karena nikmat begitu melimpah, sementara syukur sering tertunda oleh kesibukan dunia.

Rasulullah ﷺ bahkan mencontohkan adab saat ayat ini dibacakan. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, beliau menceritakan bahwa para jin menjawab setiap pengulangan ayat tersebut dengan kalimat:
“Laa bisyai-in min ni’amika rabbanaa nukadzdzibu fa lakal hamdu.”
Tidak satu pun nikmat-Mu kami dustakan, wahai Tuhan kami. Bagi-Mu segala puji.

Jawaban itu mencerminkan kesadaran dan ketundukan. Sementara itu, manusia kerap terdiam atau justru sibuk mengeluh.

Syukur yang Menghidupkan Jiwa, Kufur yang Menggerogoti Nikmat

Dalam Islam, syukur tidak berhenti pada ucapan alhamdulillah. Syukur hidup di hati yang sadar, di lisan yang jujur, dan di perbuatan yang lurus. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menjelaskan bahwa syukur menjaga nikmat agar tetap tinggal, sedangkan kufur mempercepat kepergiannya.

Ketika kesehatan digunakan untuk kebaikan, ilmu untuk kemaslahatan, dan harta untuk menolong sesama, manusia sedang menjawab pertanyaan Surah Ar-Rahman dengan amal nyata. Namun sebaliknya, saat nikmat berubah menjadi alasan untuk sombong, lalai, dan bermaksiat, ayat ini menjelma teguran yang perlahan mengikis ketenangan batin.

Allah SWT menegaskan hukum spiritual ini dalam firman-Nya:
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7).
Ayat ini saling menguatkan dengan Surah Ar-Rahman. Syukur memperluas nikmat, sementara kufur menyempitkannya, bahkan sebelum nikmat itu benar-benar pergi.

Di zaman modern, nikmat sering hadir dalam bentuk yang luput disadari: waktu luang yang singkat, udara yang masih bisa dihirup, keluarga yang menemani, bahkan kemampuan untuk merenung. Karena itu, Surah Ar-Rahman mengajak manusia berhenti sejenak, lalu menghitung bukan menuntut.

Pada akhirnya, “Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban” bukan sekadar ayat untuk dibaca. Ia adalah cermin yang jujur. Setiap kali ayat itu terdengar, hati semestinya bertanya balik: sudahkah aku mensyukuri nikmat ini hari ini?

Jika jawaban itu belum juga jernih, Al-Qur’an kembali mengulang pertanyaannya. Bukan karena Allah lupa, melainkan karena manusia hari ini lebih sering mengeluh daripada bersyukur.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemimpin Redaksi AlbadarPost, Direktur Albadar Institute)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintahan bersih

    Pemkab Tasikmalaya Perkuat Pemerintahan Bersih pada Hakordia 2025

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Tasikmalaya tegaskan komitmen pemerintahan bersih lewat sosialisasi antikorupsi pada Hakordia 2025. albadarpost.com, LENSA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya kembali menegaskan tekad untuk membangun pemerintahan bersih melalui rangkaian Sosialisasi Anti Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi yang digelar dalam momentum Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Acara berlangsung di Gedung Paripurna DPRD Tasikmalaya pada Kamis, 4 Desember 2025, dan menghadirkan […]

  • Persigar Garut

    Persigar Garut Tembus 16 Besar Liga 4

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 102
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Persigar Garut kembali menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola nasional. Tim berjuluk Laskar Domba itu memastikan tiket ke babak 16 besar Liga 4 Piala Presiden 2026 setelah bermain imbang tanpa gol melawan Persepam Pamekasan. Hasil seri tersebut sekaligus memperpanjang mimpi wakil Kabupaten Garut untuk terus melangkah lebih jauh di kompetisi […]

  • tempe crispy fine dining

    Tempe Goreng Naik Level: Dari Makanan Biasa Jadi Fine Dining Viral

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Tempe crispy fine dining kini menjadi tren kuliner yang menarik perhatian pecinta makanan modern. Hidangan tempe goreng premium ini menghadirkan tekstur renyah yang konsisten dengan sentuhan teknik memasak ala restoran mewah. Bahkan, tempe goreng modern ini tampil elegan dengan saus pendamping unik yang memperkaya rasa. Perubahan ini bukan sekadar gaya. Sebaliknya, inovasi […]

  • Produksi Jagung Ciamis

    Kolaborasi Polisi dan Petani Dongkrak Produksi Jagung Ciamis

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 36
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kolaborasi antara Polres Ciamis, petani, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi Jagung Ciamis terus meningkat sepanjang 2026 dan realisasinya telah mendekati 80 persen dari target sekitar 260 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya program ketahanan pangan Ciamis yang digerakkan melalui pengembangan […]

  • Kepercayaan Nasabah

    Saat Kepercayaan Nasabah Diuji di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 66
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL – Ponsel bergetar. Notifikasi transaksi masuk. Dalam hitungan detik, uang berpindah dari satu rekening ke rekening lain tanpa perlu bertemu kasir atau mengisi formulir panjang seperti dulu. Teknologi memang membuat layanan perbankan semakin cepat. Namun ada satu hal yang tidak dapat bergerak secepat uang digital: kepercayaan. Karena itulah, ketika muncul laporan dugaan dana […]

  • PAD Ciamis

    Bupati Herdiat Fokus Genjot PAD Usai APBD Ciamis Disepakati

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 33
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – PAD Ciamis menjadi sorotan utama setelah DPRD Kabupaten Ciamis bersama Pemerintah Kabupaten Ciamis menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025. Selain menyetujui laporan keuangan daerah, rapat paripurna juga menegaskan arah baru Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis sebagai fondasi untuk memperkuat keuangan daerah dan menjaga keberlanjutan pembangunan. […]

expand_less