Kolaborasi Polisi dan Petani Dongkrak Produksi Jagung Ciamis
- account_circle redaktur
- calendar_month Senin, 13 Jul 2026
- visibility 19
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakapolres Ciamis menerima penghargaan KTNA pada Hari Krida Pertanian sebagai bentuk apresiasi atas kolaborasi pengembangan budidaya jagung dan ketahanan pangan di Ciamis, Senin (13/7/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kolaborasi antara Polres Ciamis, petani, Pemerintah Kabupaten Ciamis, dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) mulai menunjukkan hasil nyata. Produksi Jagung Ciamis terus meningkat sepanjang 2026 dan realisasinya telah mendekati 80 persen dari target sekitar 260 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya program ketahanan pangan Ciamis yang digerakkan melalui pengembangan budidaya jagung di berbagai kecamatan.
Pencapaian itu mendapat perhatian pada pembukaan Hari Krida Pertanian (HKP) ke-54 Kabupaten Ciamis, Senin (13/7/2026). Dalam kegiatan tersebut, KTNA memberikan penghargaan kepada Kapolres Ciamis, AKBP H. Hidayatullah, S.H., S.I.K., M.Si., atas kontribusinya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat budidaya jagung di Kabupaten Ciamis.
Penghargaan diterima oleh Wakapolres Ciamis, Kompol Sujana, S.Pd., yang hadir mewakili Kapolres.
Sinergi Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Pangan
Kompol Sujana mengatakan penghargaan tersebut bukan hanya menjadi apresiasi bagi institusi kepolisian, melainkan juga pengakuan terhadap kolaborasi yang telah terjalin antara Polri, pemerintah daerah, KTNA, kelompok tani, serta organisasi kepemudaan.
Menurutnya, seluruh pihak memiliki peran yang saling melengkapi dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada KTNA atas penghargaan yang diberikan kepada Bapak Kapolres. Penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Polres Ciamis untuk terus hadir mendukung kemajuan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani,” ujar Kompol Sujana.
Ia menjelaskan, Kapolres Ciamis telah menginstruksikan seluruh jajaran agar aktif mengawal program ketahanan pangan nasional melalui berbagai kegiatan di lapangan. Salah satu fokus utamanya ialah memperluas budidaya jagung bersama kelompok tani dan organisasi kepemudaan.
Dengan pola tersebut, keterlibatan masyarakat tidak hanya berhenti pada tahap penanaman, tetapi juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan daerah.
Produksi Jagung Terus Meningkat
Kompol Sujana mengungkapkan bahwa kerja sama yang dibangun sejak beberapa waktu terakhir mulai memberikan dampak positif terhadap produksi jagung di Kabupaten Ciamis.
Pada 2025, daerah ini tercatat sebagai salah satu wilayah dengan serapan jagung yang tinggi. Tren tersebut berlanjut pada 2026.
Dari target produksi sekitar 260 ton tahun ini, realisasinya telah mendekati 80 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa program pengembangan produksi jagung Ciamis berjalan sesuai arah yang diharapkan.
Menurutnya, keberhasilan itu tidak lepas dari kerja keras para petani yang terus menjaga produktivitas lahannya sekaligus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.
“Target tersebut dapat kami dekati berkat kerja sama semua pihak, terutama para petani yang tetap berkomitmen meningkatkan hasil produksi,” katanya.
Tumpangsari Jadi Strategi Tingkatkan Produktivitas
Selain memperluas budidaya jagung, Polres Ciamis juga mendukung penerapan sistem tanam tumpangsari sebagai upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian.
Program tersebut telah berjalan di Kecamatan Cikoneng melalui penanaman jagung dan bawang merah pada lahan seluas sekitar 71 hektare.
Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas tanpa harus membuka lahan baru. Di sisi lain, petani memperoleh peluang untuk mengembangkan lebih dari satu komoditas dalam satu hamparan lahan.
Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya menjaga ketersediaan pangan di tingkat daerah.
Penghargaan Jadi Pemacu Semangat
Bagi Polres Ciamis, penghargaan dari KTNA bukan sekadar simbol seremonial. Apresiasi tersebut menjadi penyemangat agar sinergi antara aparat, pemerintah, petani, dan organisasi masyarakat terus berkembang.
Kompol Sujana berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat dipertahankan bahkan diperluas sehingga produksi jagung terus meningkat dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, ketahanan pangan hanya dapat diwujudkan melalui kerja bersama yang melibatkan seluruh elemen.
“Dengan kolaborasi yang solid, produksi dan serapan jagung terus meningkat. Kami optimistis sinergi ini akan semakin memperkuat ketahanan pangan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan petani di Kabupaten Ciamis,” pungkasnya.
Penghargaan memang diberikan kepada seorang pemimpin, tetapi hasilnya lahir dari kerja bersama. Ketika polisi, petani, pemerintah, dan masyarakat bergerak dalam satu irama, ketahanan pangan tidak lagi sekadar program—melainkan menjadi panen nyata yang dirasakan masyarakat. (GZ)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar