Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Guru Dipolisikan Usai Menegur Murid, Ini Analisis Hukum dan Pendidikan

Guru Dipolisikan Usai Menegur Murid, Ini Analisis Hukum dan Pendidikan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 159
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA — Kasus guru dipolisikan setelah menegur murid kembali menjadi sorotan publik. Peristiwa yang terjadi di Pamulang, Tangerang Selatan, itu memunculkan perdebatan tentang batas kewenangan guru dalam mendidik serta perlindungan hukum bagi anak di lingkungan sekolah.

Guru sekolah dasar tersebut menegur muridnya saat kegiatan sekolah berlangsung. Teguran itu bertujuan mengingatkan siswa agar bersikap peduli dan bertanggung jawab. Namun, salah satu orang tua murid menilai teguran tersebut tidak pantas dan melaporkannya ke pihak kepolisian.

Laporan tersebut memicu reaksi luas di masyarakat. Banyak pihak menyatakan keprihatinan karena kasus ini berpotensi memengaruhi iklim pendidikan. Di sisi lain, perlindungan anak tetap menjadi perhatian utama dalam sistem hukum Indonesia.

Batas Teguran Guru dalam Perspektif Hukum

Dalam sistem pendidikan nasional, guru memiliki peran strategis sebagai pendidik dan pembina karakter. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menegaskan tugas guru untuk mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai kepada peserta didik.

Baca juga: Bismillah dalam Aktivitas Harian

Teguran yang bersifat edukatif merupakan bagian dari proses pembelajaran. Guru sering menggunakan nasihat sebagai sarana membentuk sikap dan perilaku siswa. Namun, hukum juga mengatur perlindungan anak dari kekerasan fisik maupun psikis.

Undang-Undang Perlindungan Anak melarang tindakan yang merendahkan martabat atau melukai kondisi psikologis anak. Perbedaan tafsir sering muncul ketika teguran guru dianggap melampaui batas. Faktor konteks, bahasa, dan situasi menjadi unsur penting dalam menilai sebuah peristiwa.

Sejumlah pakar hukum pendidikan menilai bahwa aparat penegak hukum perlu melihat peristiwa secara menyeluruh. Teguran yang bertujuan mendidik, tanpa unsur ancaman atau penghinaan, seharusnya tidak langsung masuk ranah pidana. Pendekatan klarifikasi dan mediasi dinilai lebih proporsional.

Dampak bagi Dunia Pendidikan

Kasus guru dipolisikan menimbulkan kekhawatiran di kalangan pendidik. Banyak guru merasa ragu saat menegur murid karena khawatir berhadapan dengan persoalan hukum. Kondisi ini berpotensi melemahkan peran guru dalam membina disiplin dan karakter siswa.

Organisasi profesi guru menyuarakan perlunya perlindungan hukum bagi pendidik. Mereka menilai guru membutuhkan rasa aman agar dapat menjalankan tugas secara optimal. Pendidikan, menurut mereka, tidak hanya soal transfer ilmu, tetapi juga pembentukan sikap dan nilai.

Di sisi lain, orang tua menuntut sekolah memastikan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak. Mereka berharap setiap bentuk komunikasi di sekolah mengedepankan pendekatan yang menghormati psikologis siswa. Perbedaan kepentingan ini menuntut adanya komunikasi yang terbuka dan berimbang.

Perlu Pendekatan Edukatif dan Preventif

Pengamat pendidikan menilai kasus ini sebagai momentum evaluasi bersama. Sekolah perlu memiliki pedoman yang jelas terkait pola komunikasi guru kepada murid. Pelatihan komunikasi pedagogis juga dinilai penting agar pesan pendidikan tersampaikan dengan tepat.

Baca juga: Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

Selain itu, mekanisme penyelesaian masalah di lingkungan sekolah perlu diperkuat. Mediasi internal antara guru dan orang tua dapat menjadi langkah awal sebelum persoalan dibawa ke ranah hukum. Pendekatan restoratif dinilai lebih sejalan dengan tujuan pendidikan.

Kasus guru dipolisikan ini menunjukkan perlunya keseimbangan antara penegakan hukum dan perlindungan profesi guru. Tanpa kejelasan batas, dunia pendidikan berisiko kehilangan ruang aman untuk mendidik secara utuh.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, sekolah, aparat hukum, dan masyarakat menjadi kunci. Dengan pemahaman yang sama, teguran pendidikan tidak lagi dipersepsikan sebagai ancaman, melainkan sebagai bagian dari proses pembelajaran yang bertanggung jawab. (GZ)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tajrid dan Kasab

    Ingin Fokus Ibadah dan Meninggalkan Dunia? Bisa Jadi Itu Tipuan Nafsu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 154
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – Tajrid dan kasab, adalah dua hal yang seharusnya seimbang. Tapi tidak sedikit orang pernah membayangkan hidup yang seluruhnya diisi ibadah. Tidak lagi sibuk mengejar target pekerjaan. Tidak lagi dipusingkan urusan dagang, sawah, kantor, atau tagihan bulanan. Yang ada hanya zikir, salat, mengaji, dan mendekat kepada Allah. Sekilas, keinginan itu terdengar mulia. Namun […]

  • Pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya 2025 meningkat dengan grafik naik, ilustrasi pembangunan daerah dan aktivitas masyarakat

    Ekonomi Tasikmalaya Tumbuh, Bupati Cecep Fokus Entaskan Kemiskinan dari Pinggiran

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 143
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memaparkan capaian pembangunan daerah tahun 2025 dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Baru, Selasa (07/04/2026). Dalam pemaparannya, ekonomi Tasikmalaya 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31%, hanya terpaut tipis sekitar 0,1 persen dari rata-rata Provinsi […]

  • kejahatan terhadap anak

    Polres Tasikmalaya Ungkap Empat Kejahatan terhadap Anak dalam Sebulan

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Polres Tasikmalaya ungkap empat kejahatan terhadap anak dalam sebulan dan menahan sejumlah pelaku. albadarpost.com, HUMANIORA – Empat kejahatan terhadap anak terjadi di Tasikmalaya dalam rentang November hingga awal Desember, menandai lonjakan kasus yang langsung menjadi perhatian aparat. Polres Tasikmalaya Kota menyebut rangkaian kejadian ini sebagai alarm serius bagi semua pihak, mengingat pelaku sebagian besar merupakan […]

  • Takdir Allah

    Dua Roti, Penjara, dan Pelajaran Tentang Takdir Allah

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 40
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HIKMAH – “Bila Allah memang menghendakimu berada di tempat lain, mengapa Dia harus menunggu usulmu?” Kalimat itu mungkin terdengar satir. Namun, jika direnungkan, justru di sanalah letak tamparan lembut dari Takdir Allah. Di zaman ketika banyak orang berlomba mengejar pekerjaan baru, pindah kota, mencari lingkungan yang dianggap lebih “menjanjikan”, bahkan terus membandingkan hidupnya dengan […]

  • Hari Guru Nasional

    Hari Guru Nasional Tegaskan Peran Pendidik dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

    • calendar_month Senin, 24 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Sejarah Hari Guru Nasional menegaskan peran guru dalam pendidikan Indonesia dan urgensi kebijakan yang berpihak pada pendidik. albadarpost.com, HUMANIORA – Hari Guru Nasional kembali diperingati pada 25 November. Di banyak sekolah, upacara bendera digelar dengan sederhana, diiringi pemberian tanda terima kasih dari siswa kepada pendidik. Di balik ritual rutin itu, pemerintah menegaskan pilar penting yang […]

  • Kopi Bunar

    Kopi Bunar Mendunia, Petani Tasikmalaya Kini Nikmati Lonjakan Harga

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 92
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Kopi Bunar asal Kampung Bunihurip, Kabupaten Tasikmalaya, kini mencuri perhatian pasar internasional. Produk kopi lokal yang sebelumnya hanya dikenal warga sekitar itu sekarang berhasil menembus Jepang dan mulai membuka peluang ekspor ke negara lain. Keberhasilan Kopi Bunar sekaligus menjadi bukti bahwa kopi Tasikmalaya mampu bersaing di pasar global. Selain itu, lonjakan […]

expand_less