Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

Ketika Alam Menyampaikan Teguran Tuhan

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 147
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, OPINI – Ayat itu bukan hal asing. Ia sering dibaca, dikutip, dan didengar. Namun, maknanya jarang benar-benar menembus kesadaran. Padahal isinya kini hadir di hadapan mata. Allah SWT berfirman, “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut akibat perbuatan tangan manusia. Allah membuat mereka merasakan sebagian akibat perbuatan mereka agar mereka kembali.” (QS. Ar-Rum: 41).

Ini bukan sekadar peringatan spiritual. Ini adalah potret zaman. Sebuah gambaran keras tentang manusia yang merasa berkuasa atas bumi, tetapi gagal menguasai dirinya sendiri. Ilmu berkembang, teknologi melesat, tetapi keserakahan berjalan lebih cepat.

Para ulama tafsir menegaskan bahwa kerusakan di bumi tidak lahir dari kehendak alam semata. Dalam Tafsir Wajiz, disebutkan bahwa kerusakan muncul ketika manusia menjadikan hawa nafsu sebagai kompas hidup. Saat keuntungan jangka pendek diutamakan dan keberlanjutan disingkirkan, alam dipaksa menanggung harga yang mahal.

Hari ini, ayat itu tidak lagi sunyi.

Sumatra berulang kali diguncang bencana. Longsor menyapu kawasan Cisarua Bandung. Banjir menelan rumah, jalan, dan sawah di banyak daerah. Air yang dulu menghidupi kini menghancurkan. Tanah yang dulu menopang kini runtuh tanpa ampun. Semua itu sering kita sebut sebagai musibah alam, seakan-akan tidak ada peran manusia di dalamnya.

Padahal Al-Qur’an berbicara tanpa tedeng aling-aling: bima kasabat aydin nas—semua itu terjadi karena perbuatan tangan manusia.

Dan Imam Al-Qurthubi menjelaskan bahwa fasad bukan hanya kerusakan fisik. Ia mencakup runtuhnya keseimbangan, rusaknya tatanan hidup, dan hilangnya keberkahan. Ketika hutan ditebang tanpa batas, sungai dikotori tanpa rasa bersalah, dan gunung dikeruk tanpa pemulihan, bumi tidak diam. Ia merespons.

Sedangkan Islam sejak awal menolak sikap eksploitatif. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa menanam pohon bernilai sedekah. Setiap manfaat yang lahir dari alam tercatat sebagai kebaikan. Pesannya jelas: manusia seharusnya memberi kehidupan, bukan mencabutnya.

Namun kenyataan berbicara sebaliknya. Hutan habis atas nama proyek. Sungai berubah menjadi saluran limbah. Alam diperas demi keuntungan cepat. Hawa nafsu bekerja tanpa rem—ingin lebih, ingin cepat, ingin untung, tanpa peduli akibat.

QS. Ar-Rum ayat 41 juga membawa pesan yang lebih keras dari sekadar peringatan. Allah SWT tidak langsung membinasakan manusia. Ia hanya memperlihatkan sebagian akibat dari ulah mereka. Para mufasir menegaskan bahwa ini adalah teguran keras, agar manusia berhenti sebelum kehancuran menyeluruh terjadi.

Dalam tradisi keilmuan Islam, terdapat satu peringatan yang mengguncang: al-‘adzab idza nazala ‘amma. Ketika azab turun, dampaknya menyeluruh. Ia tidak memilih. Yang merusak dan yang diam sama-sama terkena. Karena itu, membiarkan kerusakan berarti ikut menanggung akibatnya.

Bencana bukan sekadar peristiwa alam. Ia adalah alarm. Ia memaksa manusia berhenti, menoleh, dan bertanya dengan jujur: masihkah kita layak menyebut diri sebagai khalifah?

Rasulullah SAW bahkan melarang perusakan alam di tengah perang. Pohon tidak boleh ditebang sembarangan. Air tidak boleh dirusak. Jika dalam kondisi perang saja bumi harus dijaga, bagaimana mungkin dalam keadaan damai justru dihancurkan?

Ketika longsor melanda kawasan resapan, dan banjir datang ke wilayah yang dahulu hijau, tidak ada lagi alasan untuk berpura-pura tidak tahu. Alam sedang berbicara. Dan suaranya semakin keras.

Alam tidak berkhianat. Ia hanya mencatat dan membalas perlakuan manusia. Jika hari ini ia tampak murka, itu karena luka yang dibiarkan terlalu lama.

QS. Ar-Rum ayat 41 tidak mengajak manusia saling menyalahkan. Ia memerintahkan untuk kembali. Kembali pada kesadaran bahwa manusia adalah penjaga, bukan penguasa mutlak. Kembali pada adab terhadap bumi dan seluruh isinya. Kembali pada hidup yang cukup, bukan rakus.

Jika hawa nafsu terus dibiarkan memimpin, bumi akan terus menagih akibatnya. Dan saat itu tiba, ayat ini tidak lagi hanya terdengar dari mimbar. Ia akan hadir di ruang tamu, di jalanan, dan di setiap sudut kehidupan—sebagai peringatan yang terlambat disadari.

وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِالصَّوَابِ

Penulis: Diki Samani (Pemred AlbadarPost)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi pemeriksaan KPK terhadap dugaan aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat dalam kasus Bank BJB

    Pemeriksaan Ridwan Kamil dan Peran Asisten Pribadi

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Langkah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa asisten pribadi Ridwan Kamil memunculkan berbagai tafsir di ruang publik. Namun jika ditarik ke konteks hukum dan tata kelola kekuasaan, langkah tersebut justru menunjukkan pola penyidikan yang lazim dalam perkara korupsi berskala besar. Pemeriksaan Ridwan Kamil tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari upaya menelusuri […]

  • Kerang tutut cabe ijo pedas gurih dengan irisan cabai hijau dan tomat, disajikan hangat dalam wajan tradisional.

    Rahasia Masak Kerang Tutut Cabe Ijo Bumbu Melimpah

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 163
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESYLE – Kerang tutut sering dianggap makanan kampung. Namun, di tangan yang tepat, ia berubah menjadi hidangan berkelas dengan rasa yang berlapis. Kerang Tutut Cabe Ijo menghadirkan sensasi pedas segar, gurih pekat, dan aroma rempah yang menggoda sejak pertama kali masuk wajan. Pertama, kita bicara soal bahan utama. Gunakan 1000 gram remis atau tutut […]

  • Petugas imigrasi Bandara Changi Singapura melayani penumpang menggunakan sistem pemeriksaan otomatis modern.

    Tanpa Antre Lama, Ini Rahasia Imigrasi Bandara Terbaik Dunia

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Imigrasi bandara terbaik dunia kembali menjadi sorotan global setelah layanan imigrasi Bandara Changi Singapura dinobatkan sebagai yang terbaik pada 2026. Pengakuan internasional ini menegaskan bagaimana layanan imigrasi bandara modern mampu mengubah pengalaman perjalanan menjadi lebih cepat, nyaman, sekaligus aman. Sejak beberapa tahun terakhir, Singapura terus memperkuat sistem perbatasannya melalui inovasi digital. […]

  • Pengurus dan Manajer Koperasi

    Peran Pengurus dan Manajer Masih Tertukar, Ini Penyebab Koperasi Jalan di Tempat

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 138
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pengurus dan manajer koperasi Tasikmalaya ternyata masih sering dipahami secara keliru oleh masyarakat. Padahal, perbedaan peran keduanya menjadi pondasi penting dalam membangun koperasi modern yang sehat, profesional, dan mampu berkembang di tengah persaingan usaha yang makin ketat. Fenomena itu disoroti Pimpinan Administrasi DenLegal (Perusahaan Jasa Pengurusan Izin Usaha dan Legal) Tasikmalaya, […]

  • Prospek kerja lulusan sarjana di tengah persaingan dunia kerja

    Jurusan Favorit Tapi Sulit Dapat Kerja, Ini Tips Menentukan Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 136
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA — Setiap tahun, jutaan calon mahasiswa berburu jurusan favorit. Nama jurusan sering dianggap sebagai tiket aman menuju masa depan mapan. Semakin populer sebuah jurusan, semakin tinggi pula kepercayaan bahwa lulusannya akan mudah terserap dunia kerja. Namun realitas di lapangan tidak selalu seindah brosur kampus. Di balik tingginya minat, sejumlah jurusan justru menyimpan risiko […]

  • Ilustrasi keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama dalam Islam yang mempertahankan iman di tengah siksaan

    Keteguhan Sumayyah, Syahidah Pertama dalam Islam

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 134
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Kisah Sumayyah syahidah pertama dalam sejarah Islam bukan sekadar cerita masa lalu. Keteguhan Sumayyah binti Khayyat sebagai syahidah pertama menghadirkan teladan keberanian iman yang tetap relevan hingga kini. Sosok ini dikenal sebagai perempuan yang memilih mempertahankan keyakinan, meski harus menghadapi siksaan berat. Di tengah tekanan kaum Quraisy pada masa awal dakwah Nabi […]

expand_less