Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

Ketergantungan PAD Ungkap Kerentanan Keuangan Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 197
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA DAERAH — Kondisi keuangan daerah Tasikmalaya kembali mendapat sorotan setelah dua aset utama penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD), yakni RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk, menunjukkan tanda-tanda pelemahan. Situasi ini tidak berdiri sendiri sebagai persoalan manajerial aset, melainkan mencerminkan ketergantungan fiskal daerah pada mesin pendapatan yang semakin rentan di tengah tekanan ekonomi dan keterbatasan kebijakan.

Selama bertahun-tahun, RSUD dr. Soekardjo dan Pasar Cikurubuk berperan penting dalam menopang keuangan daerah Tasikmalaya. Keduanya menjadi sumber PAD yang diandalkan untuk menutup kebutuhan belanja layanan publik. Namun, data terbaru memperlihatkan kontribusi yang kian menurun, seiring meningkatnya beban operasional dan melemahnya aktivitas ekonomi.

RSUD Tertekan Beban, Layanan Ikut Teruji

RSUD dr. Soekardjo sebagai rumah sakit rujukan utama di Priangan Timur menghadapi tekanan keuangan yang tidak ringan. Pendapatan rumah sakit tidak lagi sebanding dengan lonjakan biaya operasional, kewajiban pembayaran, serta kebutuhan peningkatan layanan kesehatan. Ketimpangan ini membuat arus kas rumah sakit menjadi rapuh dan berdampak langsung pada kontribusinya terhadap PAD.

Baca juga: Bupati Tasikmalaya Dorong Sekolah Jadi Pusat Perubahan Lingkungan

Dalam konteks keuangan daerah Tasikmalaya, kondisi tersebut menimbulkan risiko ganda. Di satu sisi, rumah sakit tetap harus menjaga kualitas layanan bagi masyarakat. Di sisi lain, kemampuan RSUD untuk menyetor pendapatan ke kas daerah semakin terbatas. Jika situasi ini berlarut, pemerintah daerah berpotensi menghadapi dilema antara menjaga layanan publik dan menutup kekurangan fiskal.

Tekanan ini juga menunjukkan bahwa model pengelolaan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) membutuhkan evaluasi menyeluruh. Tanpa kebijakan penyeimbang, RSUD berisiko menjadi beban fiskal alih-alih mesin pendapatan yang sehat.

Pasar Cikurubuk Sepi, Retribusi Menyusut

Masalah serupa terlihat di Pasar Cikurubuk, pusat perdagangan tradisional terbesar di Kota Tasikmalaya. Aktivitas jual beli yang melemah menyebabkan banyak kios tidak lagi beroperasi. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penerimaan retribusi pasar yang selama ini menjadi bagian penting dari PAD.

Penurunan okupansi kios bukan sekadar persoalan teknis pengelolaan pasar. Fenomena ini berkaitan dengan perubahan pola belanja masyarakat, persaingan dengan sektor ritel modern, serta menurunnya daya beli. Akibatnya, keuangan daerah Tasikmalaya kehilangan salah satu sumber pendapatan stabil yang selama ini menopang belanja rutin.

Jika tidak direspons dengan langkah strategis, pelemahan Pasar Cikurubuk berpotensi menciptakan efek berantai. Pedagang kehilangan penghasilan, daerah kehilangan retribusi, dan aktivitas ekonomi lokal melemah.

Ketergantungan PAD dan Tantangan Kebijakan

Kondisi RSUD dan Pasar Cikurubuk menunjukkan satu persoalan mendasar: keuangan daerah Tasikmalaya masih sangat bergantung pada segelintir mesin PAD. Ketika dua aset utama ini melemah secara bersamaan, ruang fiskal pemerintah daerah ikut menyempit.

Situasi ini menuntut kebijakan yang lebih proaktif dan terukur. Pemerintah daerah perlu mendorong diversifikasi sumber PAD, sekaligus melakukan pembenahan struktural terhadap aset yang ada. Tanpa langkah tersebut, tekanan fiskal berisiko memengaruhi pembiayaan layanan publik lain, mulai dari pendidikan hingga infrastruktur dasar.

Penguatan tata kelola, penyesuaian model bisnis, serta keberanian mengambil keputusan strategis menjadi kunci menjaga keberlanjutan keuangan daerah Tasikmalaya. Tanpa itu, kerentanan fiskal akan terus berulang dan membebani masyarakat dalam jangka panjang. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Mudik Gratis Polri Presisi 2026 untuk pemudik

    Baru Dibuka, Mudik Gratis Polri 2026 Diserbu Puluhan Ribu Pemudik

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 181
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Program Mudik Gratis Polri 2026 langsung menarik perhatian masyarakat. Dalam waktu singkat, sekitar 30 ribu pemudik mendaftar untuk mengikuti program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digelar oleh kepolisian. Antusiasme tinggi terhadap Mudik Gratis Polri 2026 menunjukkan bahwa fasilitas perjalanan pulang kampung yang aman dan terjangkau sangat dibutuhkan oleh masyarakat menjelang Hari Raya […]

  • Seblak Sultan Anak

    Seblak Sultan Creamy Ini Jadi Favorit Anak Saat Libur

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 130
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Seblak Sultan Anak, seblak creamy, dan resep seblak rumahan menjadi salah satu kata kunci kuliner yang banyak dicari selama musim libur sekolah. Bukan tanpa alasan. Selain memiliki cita rasa gurih dan creamy, seblak versi “Sultan” juga menghadirkan pengalaman makan yang lebih menyenangkan bagi anak-anak karena dipenuhi aneka topping favorit mereka. Menjelang sore […]

  • Knalpot Brong

    Jelang Persib Juara, Razia Knalpot Brong Gencar di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 166
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Razia knalpot brong kembali digelar Polresta Tasikmalaya menjelang euforia pertandingan Persib Bandung melawan Persijap. Dalam operasi yang berlangsung Kamis 21 Mei 2026, petugas berhasil mengamankan 13 kendaraan yang memakai knalpot tidak standar atau knalpot bising yang selama ini sering dikeluhkan masyarakat. Penertiban knalpot brong tersebut dilakukan di sejumlah titik rawan pelanggaran […]

  • Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Sopir Antar Jemput di Karawang

    Siswi SMP Jadi Korban Pemerkosaan Sopir Antar Jemput di Karawang

    • calendar_month Selasa, 30 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Siswi SMP korban pemerkosaan di Karawang gegerkan publik. Polisi tangkap sopir pelaku, Pemkab dampingi korban hingga pulih. albadarpost.com, LENSA. Kasus memilukan terjadi di Rengasdengklok, Karawang. Seorang siswi SMP berusia 15 tahun menjadi korban pemerkosaan sopir antar jemput sekolah. Polisi telah menangkap pelaku dan pemerintah daerah turun tangan mendampingi korban. Kronologi Kejadian Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, […]

  • Tarif Listrik 2026

    Tarif Listrik 2026 Tetap, Dompet Rakyat Benar-Benar Aman?

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 105
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tarif Listrik 2026 dipastikan tetap hingga Triwulan III atau periode Juli–September. Keputusan Kementerian ESDM mempertahankan tarif listrik menjadi angin segar bagi jutaan pelanggan PLN. Di tengah tekanan biaya hidup, masyarakat tak hanya berharap tarif tetap stabil, tetapi juga layanan yang andal, pasokan terjaga, dan akses listrik yang semakin merata. Pemerintah melalui […]

  • O2SN Tasikmalaya 2026

    2 Pelajar Tasikmalaya Raih 3 Medali O2SN Nasional 2026

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 47
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – O2SN Tasikmalaya 2026 mencatat kabar membanggakan. Dua pelajar asal Kabupaten Tasikmalaya berhasil meraih tiga medali pada O2SN tingkat nasional 2026, masing-masing satu emas dan dua perak. Dua pelajar tersebut adalah Nafal Raya Tri Shindid dari SMP Negeri 1 Rajapolah dan Fathir Hadiyan Faturrohman dari SDN 5 Manonjaya. Keduanya tampil pada cabang […]

expand_less