Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

Densus 88 Ungkap Grup Medsos Ekstremisme Anak

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Densus 88 mengungkap puluhan grup medsos terafiliasi TCC Community Indonesia yang menyebar ideologi kekerasan.

albadarpost.com, HUMANIORA – Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri mengungkap keberadaan puluhan grup media sosial yang terafiliasi dengan jaringan TCC Community Indonesia dan diduga menyebarkan ideologi kekerasan serta ekstremisme. Yang mengkhawatirkan, sasaran utama dari aktivitas grup-grup tersebut adalah anak-anak dan remaja yang aktif di ruang digital.

Temuan itu disampaikan Densus 88 sebagai bagian dari upaya pencegahan dini terhadap paparan paham ekstrem di kalangan usia muda. Aparat menilai ruang digital saat ini menjadi medium yang rawan dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi kekerasan secara terselubung.

Menurut Densus 88, grup-grup tersebut beroperasi di berbagai platform media sosial dan aplikasi pesan instan. Konten yang dibagikan tidak hanya berkaitan dengan kisah kriminal, tetapi juga memuat simbol, glorifikasi kekerasan, serta narasi ideologis yang berpotensi mempengaruhi cara pandang anak.

Modus TCC Community Indonesia Menyasar Anak

Dalam penjelasannya, Densus 88 menyebut TCC Community Indonesia kerap menggunakan pendekatan yang tampak “ringan” dan menarik bagi anak-anak. Awalnya, grup-grup tersebut membungkus konten dengan tema true crime, diskusi kasus kriminal, atau film dokumenter kejahatan.

Baca juga: Nilai TKA Rendah: Learning Loss dan Kesenjangan Sekolah

Namun, seiring waktu, materi yang dibagikan berkembang menjadi konten yang lebih ekstrem. Beberapa di antaranya menampilkan simbol ideologi kekerasan, narasi pembenaran tindakan brutal, hingga ajakan untuk mengidolakan pelaku kejahatan. Pola ini dinilai berbahaya karena dapat membentuk persepsi keliru pada anak yang masih dalam tahap perkembangan psikologis.

Densus 88 menilai anak-anak rentan terpapar karena akses gawai yang luas dan minimnya pengawasan. Rasa ingin tahu yang tinggi membuat mereka mudah bergabung ke grup-grup tersebut tanpa memahami risiko di baliknya.

Ancaman Nyata bagi Keamanan Digital Anak

Paparan ideologi kekerasan di usia dini bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut masa depan generasi muda. Densus 88 menegaskan bahwa konten ekstrem dapat memengaruhi perilaku, emosi, dan pola pikir anak dalam jangka panjang.

Dalam beberapa temuan, aparat mendapati anak-anak yang mulai meniru simbol ekstrem, menggunakan istilah kekerasan dalam percakapan, hingga menunjukkan ketertarikan berlebihan pada aksi brutal. Kondisi ini menjadi sinyal penting bagi orang tua dan pendidik untuk lebih waspada terhadap aktivitas digital anak.

Baca kuga: Perjuangan Buruh Uji Kebijakan Upah Pemerintah

Densus 88 juga mengingatkan bahwa ekstremisme digital tidak selalu muncul dalam bentuk ajakan langsung. Banyak konten disusun secara halus, perlahan, dan berulang, sehingga anak tidak menyadari bahwa dirinya sedang dipengaruhi.

Peran Orang Tua dan Lingkungan

Menanggapi temuan tersebut, Densus 88 mengimbau orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan gawai dan media sosial anak. Komunikasi terbuka dinilai lebih efektif dibandingkan larangan sepihak, agar anak merasa aman untuk bercerita tentang aktivitas onlinenya.

Selain keluarga, peran sekolah dan lingkungan sosial juga dinilai krusial. Literasi digital perlu diperkuat agar anak mampu mengenali konten berbahaya dan memahami batasan dalam berinteraksi di dunia maya.

Densus 88 menegaskan bahwa upaya penindakan hukum akan terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebarkan ideologi kekerasan. Namun, pencegahan melalui edukasi tetap menjadi kunci utama untuk melindungi anak dari paparan ekstremisme.

Pengungkapan puluhan grup media sosial terafiliasi TCC Community Indonesia oleh Densus 88 menjadi peringatan serius tentang ancaman ekstremisme di ruang digital. Anak-anak, sebagai kelompok paling rentan, membutuhkan perlindungan bersama dari orang tua, sekolah, dan negara. Di tengah kemajuan teknologi, kewaspadaan dan literasi digital menjadi benteng utama agar ruang maya tetap aman bagi generasi masa depan. (ARR)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ilustrasi kantor pemerintahan dengan berkas anggaran dan simbol transparansi swakelola Kesbangpol Tasikmalaya.

    Diamnya Kesbangpol Kabupaten Tasikmalaya Makin Membuat Penasaran

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 16
    • 0Komentar

    albadarpost.com, EDITORIAL. Redaksi albadarpost.com telah menyampaikan permohonan wawancara tertulis kepada Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Tasikmalaya terkait pelaksanaan kegiatan swakelola Tahun Anggaran 2024–2025. Surat tersebut memuat sejumlah pertanyaan mendasar mengenai perencanaan kegiatan, realisasi anggaran, mekanisme pengendalian internal, hingga aspek transparansi dokumen. Tenggat waktu telah kami sampaikan secara resmi dan wajar. Namun hingga […]

  • Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    Serangan AS–Israel Tewaskan Khomeini, Krisis Baru Dimulai

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 15
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Kematian Khomeini  akibat serangan militer gabungan Amerika Serikat dan Israel langsung mengguncang stabilitas kawasan. Peristiwa yang memicu kematian pemimpin tertinggi Iran itu tidak hanya mengubah peta politik domestik Tehran, tetapi juga memperlebar risiko konflik regional. Sejak kabar tewasnya Ayatollah Ali Khomeini menyebar, respons diplomatik dan militer bermunculan dari berbagai negara. Insiden […]

  • Ilustrasi suasana Idul Fitri dengan makna spiritual mendalam setelah menjalani puasa Ramadan

    Makna Idul Fitri yang Sering Terlewat, Padahal Paling Penting

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Makna Idul Fitri sering dipahami sebagai hari kemenangan setelah menjalani puasa Ramadan. Namun, arti lebaran, filosofi Idul Fitri, dan hikmah puasa Ramadan sesungguhnya jauh lebih dalam. Banyak orang merayakan, tetapi tidak semua memahami pesan spiritual yang tersembunyi di balik momen sakral ini. Oleh karena itu, penting untuk menggali makna Idul Fitri dari […]

  • efisiensi belanja daerah

    Astaghfirullah! Rp1 miliar APBD Habis Untuk Satu Hari Makan Minum

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat pengawasan terhadap efisiensi belanja daerah menyusul temuan penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai tidak proporsional. Salah satu contoh yang disampaikan adalah pengeluaran hingga sekitar Rp1 miliar dalam satu hari untuk kebutuhan makan dan minum di sebuah daerah. Temuan ini memantik […]

  • Prediksi Borneo vs PSBS

    78% Peluang Menang! Borneo FC Berpotensi Permalukan PSBS Lagi?

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, Berita Nasional – Prediksi Borneo vs PSBS langsung memicu perhatian karena angka-angka yang muncul terasa “kejam”. Prediksi laga Borneo vs PSBS bahkan menunjukkan dominasi ekstrem, peluang menang tinggi, dan potensi skor telak yang sulit diabaikan. Bukan sekadar unggul, Borneo FC seperti berada di level berbeda. Sementara itu, PSBS justru datang dengan kondisi yang membuat […]

  • Operasi Ketupat 2026

    Operasi Ketupat 2026 Resmi Ditutup, Polisi Waspadai Gelombang Kedua Arus Balik

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Libur Lebaran hampir berakhir, tetapi Operasi Ketupat 2026 belum benar-benar selesai dalam arti pengamanan di lapangan. Meski Operasi Ketupat 2026 resmi ditutup, kepolisian masih menyiagakan personel untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan pada gelombang kedua arus balik Lebaran. Bagi jutaan pemudik, perjalanan kembali ke kota tujuan masih berlangsung. Karena itu, Polri memastikan pengamanan […]

expand_less