Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

Kementerian Agama: Literasi Al-Qur’an Guru PAI Rendah

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 96
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Lebih 58 persen guru PAI SD belum fasih baca Al-Qur’an. Kemenag siapkan reformasi rekrutmen dan sertifikasi.

albadarpost.com, HUMANIORA – Kementerian Agama mengungkap temuan krusial terkait kualitas pendidikan agama di sekolah dasar. Hasil asesmen nasional Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 menunjukkan 58,26 persen guru PAI tingkat SD dan SDLB di Indonesia belum fasih membaca Al-Qur’an. Kondisi ini menempatkan mereka pada kategori pratama atau dasar.

Temuan tersebut menjadi alarm serius bagi mutu pendidikan keagamaan dasar. Guru PAI berperan langsung dalam membentuk literasi keagamaan siswa sejak dini. Ketika kemampuan dasarnya lemah, dampaknya tidak hanya bersifat personal, tetapi menyentuh kualitas pembelajaran agama secara sistemik.

Asesmen dilakukan terhadap 160.143 guru PAI SD/SDLB dari seluruh Indonesia melalui tes dan kuesioner berbasis aplikasi SIAGA Kementerian Agama. Data ini menjadi salah satu potret paling komprehensif mengenai literasi Al-Qur’an guru PAI dalam skala nasional.


Indeks Membaca Al-Qur’an Rendah, Tajwid Jadi Titik Lemah

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, menegaskan bahwa hasil asesmen tersebut tidak bisa dipandang sebagai temuan biasa. Guru PAI, menurutnya, adalah ujung tombak pendidikan keagamaan di sekolah.

“Ketika lebih dari separuh guru PAI SD belum fasih membaca Al-Qur’an, ini menjadi tantangan serius yang harus dijawab dengan kebijakan yang sistematis dan berkelanjutan,” kata Suyitno dalam Ekspos Asesmen Nasional Literasi Dasar Beragama di Jakarta, Selasa (30/12/2025).

Baca juga: Disiplin ASN Ditegakkan, Guru SD Diberhentikan

Secara kuantitatif, Indeks Membaca Al-Qur’an guru PAI SD/SDLB berada pada angka rata-rata 57,17, masuk kategori rendah. Analisis indikator menunjukkan kelemahan paling menonjol terdapat pada pemahaman hukum bacaan tajwid, yang mencatat skor terendah dibandingkan aspek membaca lainnya.

Asesmen ini menggunakan metode triangulasi yang dilakukan oleh Lembaga Tahsin dan Taf Al-Qur’an (LTTQ) Universitas PTIQ Jakarta. Kementerian Agama menyebut tingkat kepercayaan data tinggi, baik pada agregat nasional maupun daerah.


Masalah Struktural dalam Pembinaan Guru PAI

Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama, M. Munir, menilai temuan ini memberikan dasar kuat untuk melakukan penajaman kebijakan. Menurutnya, persoalan utama bukan semata pada aspek pedagogik, melainkan pada kompetensi dasar guru PAI itu sendiri.

“Jika guru masih terbata-bata atau belum memahami tajwid dengan baik, maka proses transfer literasi Al-Qur’an kepada siswa akan ikut terdampak,” ujar Munir.

Ia menjelaskan bahwa kondisi ini menjelaskan mengapa kemampuan membaca Al-Qur’an siswa SD juga masih didominasi kategori dasar. Kualitas guru, dalam konteks ini, menjadi faktor penentu yang tidak bisa diabaikan.

Suyitno menambahkan bahwa rendahnya literasi Al-Qur’an guru PAI dipengaruhi oleh beragam faktor. Mulai dari variasi latar belakang pendidikan, keterbatasan akses penguatan kompetensi, hingga belum terintegrasinya kemampuan baca Al-Qur’an dalam sistem pembinaan karier guru.


Arah Kebijakan: Rekrutmen hingga Sertifikasi Harus Diubah

Merespons temuan tersebut, Kementerian Agama merekomendasikan sejumlah langkah intervensi. Salah satunya adalah penguatan kompetensi profesional guru PAI SD/SDLB, khususnya bagi mereka yang masih berada pada kategori pratama dalam membaca Al-Qur’an.

Selain itu, Kemenag mendorong agar kemampuan membaca Al-Qur’an dijadikan indikator utama dalam proses rekrutmen, sertifikasi, dan penilaian kinerja guru PAI. Reorientasi kebijakan ini dinilai penting agar literasi Al-Qur’an tidak lagi menjadi aspek tambahan, melainkan fondasi profesionalisme guru PAI.

Baca juga: Muhasabah 2025, Membuka Harapan 2026

Kementerian juga membuka ruang kolaborasi dengan pesantren, perguruan tinggi keagamaan Islam, lembaga pendidikan Al-Qur’an, serta pemangku kepentingan lainnya sebagai mitra strategis penguatan kompetensi.

Program dukungan studi lanjut bagi guru PAI SD/SDLB serta evaluasi berkala melalui asesmen nasional turut direncanakan untuk memastikan perbaikan berjalan berkelanjutan.


Mutu PAI Ditentukan dari Hulu

Temuan asesmen ini menegaskan bahwa peningkatan mutu Pendidikan Agama Islam tidak bisa ditunda. Literasi Al-Qur’an guru PAI adalah persoalan hulu yang menentukan kualitas pembelajaran di ruang kelas.

Tanpa intervensi kebijakan yang tegas dan terukur, ketimpangan kompetensi dasar guru akan terus berulang. Data Kementerian Agama kini menjadi pijakan penting bagi reformasi pembinaan guru PAI agar pendidikan keagamaan di sekolah dasar benar-benar berjalan sesuai mandatnya.

Asesmen Kemenag membuka fakta penting: mutu PAI bergantung pada literasi Al-Qur’an guru sejak hulu kebijakan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • lingkungan kerja tidak sehat

    7 Tanda Lingkungan Kerja Sudah Tidak Sehat, Jangan Abaikan Sebelum Terlambat

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 100
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa cepat lelah, sulit fokus, dan kehilangan semangat setiap kali masuk kantor? Bisa jadi Anda sedang berada di lingkungan kerja tidak sehat. Kondisi ini sering muncul perlahan. Namun, jika dibiarkan, suasana kerja toxic, kantor yang tidak kondusif, dan hubungan kerja yang buruk dapat merusak kesehatan mental, produktivitas, bahkan karier. Banyak orang […]

  • anak tidak sekolah

    Data Sudah Ada, Aksi Ditunggu! Wabup Tasikmalaya Soroti Anak Putus Sekolah

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak tidak sekolah kini menjadi isu panas di Tasikmalaya. Fenomena anak putus sekolah dan ATS (anak tidak sekolah) bahkan mulai dianggap sebagai alarm serius yang tak bisa lagi diabaikan. Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, langsung angkat suara. Ia menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh berhenti di atas kertas. Sebaliknya, seluruh pihak […]

  • tinju amatir Tasikmalaya

    Fenomena Baru di Tasikmalaya: Tinju Jadi Pilihan Anak Muda Jalanan

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 81
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bukan sekadar pertandingan biasa. Tinju amatir Tasikmalaya kali ini terasa berbeda. Di tengah isu kenakalan remaja, ratusan anak muda justru memilih naik ring, bukan turun ke jalan. Sabtu (25/4/2026), GOR Sukapura Dadaha dipenuhi teriakan penonton. Suasana panas, penuh emosi, tapi tetap terkendali. Di sinilah Boxing Van Java digelar, menghadirkan energi yang biasanya […]

  • Razia Miras Tasik

    Razia Miras Tasik, Polisi Sasar Titik Rawan Kota

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 50
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Polresta Tasikmalaya kembali menggencarkan razia miras Tasik dan operasi pemberantasan obat-obatan terlarang di sejumlah titik rawan di wilayah hukum Kota Tasikmalaya. Dalam operasi gabungan yang digelar Rabu (20/5/2026), petugas berhasil mengamankan 52 botol minuman keras berbagai merek dari beberapa lokasi berbeda. Operasi tersebut melibatkan jajaran Sat Samapta dan Satres Narkoba Polresta […]

  • ngarumat hulu cai

    Hari Ini Rawat Alam, Besok Alam Jaga Kita: Momen Menggetarkan di Tasikmalaya

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 77
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Udara pagi di kawasan Gunung Kokosan Kelurahan Cibunigeulis Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, terasa berbeda pada peringatan Hari Bumi 2026, Rabu 22 April 2026. Di tengah hijaunya pepohonan dan gemericik air, gaung ngarumat hulu cai menggema—bukan sekadar seremoni, melainkan ajakan nyata menjaga sumber kehidupan: air. Sejak awal kegiatan dimulai, pesan tentang pelestarian […]

  • Rusa Cagar Alam Pangandaran

    Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Sering Masuk Permukiman, BKSDA Pangandaran Lakukan Patroli Ketat

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Rusa Cagar Alam Pangandaran sering masuk ke permukiman warga, BKSDA tingkatkan patroli untuk jaga ekosistem. Rusa Cagar Alam Pangandaran Kian Dekat dengan Warga albadarpost.com, HUMANIORA – Fenomena unik kembali terjadi di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Sejumlah rusa dari Taman Wisata Alam (TWA) Cagar Alam Pangandaran kerap terlihat keluar dari area konservasi dan berkeliaran hingga […]

expand_less