Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » Kota Tasikmalaya Diuji Disiplin Fiskal

Kota Tasikmalaya Diuji Disiplin Fiskal

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
  • visibility 10
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Defisit APBD Tasikmalaya membuka soal disiplin fiskal dan peran pengawasan DPRD terhadap belanja daerah.

albadarpost.com, BERITA DAERAH – Angka-angka di laporan keuangan sering tampak dingin. Barisan persentase, grafik serapan, dan tabel pendapatan kerap dibaca sekilas, lalu dilupakan. Namun di balik laporan APBD Kota Tasikmalaya Tahun Anggaran 2024, ada pesan yang seharusnya membuat kita berhenti sejenak.

Tahun anggaran itu ditutup dengan defisit sekitar Rp71 miliar. Angka yang mungkin terasa abstrak bagi sebagian orang, tetapi cukup untuk memberi tanda bahwa ada sesuatu yang belum beres dalam cara kota ini mengatur rumah tangganya.

Pendapatan daerah hanya terealisasi sekitar 94,5 persen dari target. Sementara belanja justru melaju hingga hampir 98,5 persen. Selisih kecil di atas kertas, tetapi dampaknya besar dalam praktik. Di sini terlihat satu kebiasaan lama yang belum benar-benar berubah: target pendapatan disusun dengan keyakinan tinggi, belanja dijalankan dengan kepercayaan diri yang lebih besar lagi.

Dalam logika fiskal yang sederhana, belanja idealnya mengikuti kemampuan pendapatan. Ketika urutannya dibalik, defisit menjadi cerita yang nyaris rutin.

Kota yang Masih Bergantung

Struktur pendapatan Kota Tasikmalaya memperlihatkan ketergantungan yang masih kuat pada transfer dari pemerintah pusat dan provinsi. Lebih dari 75 persen pendapatan daerah berasal dari pos ini. Selama aliran dana tersebut lancar, APBD terlihat stabil. Namun begitu realisasi transfer sedikit terganggu, keseimbangan langsung goyah.

Pendapatan Asli Daerah memang mencatat capaian sekitar 96 persen. Angka ini kerap terdengar menggembirakan. Tetapi jika ditelisik lebih dalam, kontribusi PAD secara nominal masih terbatas. Pajak dan retribusi daerah belum cukup kuat untuk menjadi penopang utama fiskal kota.

Baca juga: Menyambut Tahun Baru 2026

Ketergantungan ini membuat ruang gerak pemerintah daerah menjadi sempit. Setiap kebijakan fiskal nasional, sekecil apa pun, bisa langsung terasa di daerah. Layanan publik, program sosial, hingga belanja pembangunan ikut terpengaruh.

Belanja yang Terus Berjalan

Dari sisi belanja, APBD 2024 mencatat tingkat penyerapan yang nyaris penuh. Sekilas, ini sering dibaca sebagai tanda kinerja yang baik. Namun serapan tinggi tidak selalu sejalan dengan kualitas belanja.

Sebagian besar belanja daerah masih terserap untuk belanja operasi: gaji, barang, dan jasa. Belanja jenis ini penting untuk menjaga roda pemerintahan tetap berputar. Tetapi ketika porsinya terlalu dominan, ruang untuk belanja modal menjadi terbatas.

Padahal belanja modal adalah investasi jangka panjang. Ia membangun infrastruktur, memperkuat ekonomi lokal, dan menciptakan dampak berkelanjutan. Ketika belanja rutin terus mendominasi, APBD cenderung bergerak tanpa lompatan berarti.

DPRD di Persimpangan Peran

Di tengah kondisi ini, peran DPRD menjadi penentu arah. DPRD bukan sekadar pengesah angka-angka anggaran, melainkan penjaga akal sehat fiskal daerah. Defisit yang berulang, target pendapatan yang meleset, dan belanja rutin yang membesar seharusnya menjadi bahan refleksi bersama.

Pengawasan anggaran tidak cukup dilakukan di akhir tahun. Ia perlu hadir sejak tahap perencanaan, saat asumsi pendapatan disusun. Berlanjut selama tahun berjalan, ketika realisasi mulai menyimpang. Dan mencapai puncaknya saat pertanggungjawaban, ketika koreksi kebijakan seharusnya didorong.

Tanpa pengawasan yang konsisten, defisit berisiko menjadi kebiasaan yang diterima apa adanya.

Menjelang Tahun Anggaran Baru

APBD 2024 menyimpan pelajaran penting menjelang perencanaan 2025. Kota Tasikmalaya membutuhkan penyesuaian arah kebijakan fiskal. Pendapatan perlu dirancang lebih realistis. Belanja harus lebih disiplin dan berorientasi pada hasil nyata. PAD perlu diperkuat dengan cara yang adil: memperbaiki basis pajak, mendorong digitalisasi, dan mengelola aset daerah secara transparan.

Di saat yang sama, DPRD ditantang untuk melampaui peran formalnya. Pengawasan yang bermakna sering kali menuntut keberanian untuk bersikap tidak populer.

Lebih dari Sekadar Angka

Defisit APBD bukan sekadar angka minus di laporan keuangan. Ia adalah cermin dari cara kita merencanakan, menjalankan, dan mengawasi kebijakan publik. Di sanalah kualitas demokrasi lokal diuji.

Fiskal yang sehat lahir dari keberanian menyesuaikan belanja dengan kenyataan. Dan pengawasan yang kuat tumbuh dari konsistensi menjaga kepentingan publik, bahkan ketika godaan untuk bersikap nyaman selalu ada.

Di balik angka-angka itu, ada pertanyaan sederhana yang layak terus diajukan: sudahkah uang publik dikelola setenang dan seteliti harapan warganya? (Red)


Disclaimer:
“Berita ini berdasar pada data LHP BPK Tahun 2025 yang dapat diakses oleh publik. Redaksi membuka ruang klarifikasi dan data pembanding dari otoritas terkait jika terdapat pembaruan atau perbedaan data.”


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • daftar negara terkaya

    Negara Kecil Kuasai Daftar Negara Terkaya Dunia 2026

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Negara kecil kembali menguasai daftar negara terkaya dunia tahun 2026. Ukuran wilayah dan jumlah penduduk terbukti tidak lagi menjadi penentu utama kesejahteraan. Data pendapatan per kapita terbaru justru menempatkan negara-negara dengan populasi terbatas sebagai pemimpin ekonomi global. Luksemburg mempertahankan posisi teratas sebagai negara dengan pendapatan per kapita tertinggi di dunia. Negara […]

  • Uya Kuya dikhianati

    Uya Kuya Kecewa Merasa Dikhianati Teman Sendiri di Tengah Badai Hujatan Netizen

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Uya Kuya kecewa karena merasa dikhianati teman sendiri saat dihujat netizen dan rumahnya dijarah. Uya Kuya Ungkap Kekecewaan Usai Dikhianati Teman Sendiri albadarpost.com, HUMANIORA – Artis sekaligus anggota DPR Uya Kuya mengaku kecewa dan terluka secara emosional setelah merasa dikhianati oleh orang-orang yang selama ini ia anggap sebagai teman dekat. Kekecewaan itu muncul di tengah […]

  • Terpidana Korupsi

    Kejari Bandung Tangkap Terpidana Korupsi Setelah 12 Tahun Buron

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kejari Bandung menangkap terpidana korupsi yang buron 12 tahun dan mengeksekusinya ke Lapas Banceuy. albadarpost.com, LENSA – Kejaksaan Negeri Bandung menuntaskan pelarian panjang seorang terpidana korupsi. Setelah 12 tahun buron, Syaf Mulyana—mantan Ketua Lembaga Kajian Ekonomi Bandung—akhirnya ditangkap dan dieksekusi ke Lapas Banceuy. Penangkapan ini menegaskan upaya penegak hukum membersihkan praktik korupsi yang masih menggerus […]

  • Banjir Dayeuhkolot Bandung

    Banjir Dayeuhkolot Kembali Rendam Jalan Raya, Warga dan Pengendara Bertarung dengan Air

    • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Banjir Dayeuhkolot Bandung setinggi 50 cm lumpuhkan lalu lintas, warga terpaksa sewa delman angkut motor. Genangan Setinggi 50 Sentimeter Lumpuhkan Akses Utama di Dayeuhkolot albadarpost.com, HUMANIORA – Banjir Dayeuhkolot Bandung kembali melumpuhkan aktivitas warga, Sabtu (1/11/2025). Air setinggi sekitar 50 sentimeter merendam ruas Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, dan menyebabkan arus lalu lintas […]

  • penjarahan DPR

    Kriminolog UI: Penjarahan Rumah Anggota DPR Dipicu Rasa Ketidakadilan Kolektif

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Kriminolog UI sebut penjarahan rumah anggota DPR dipicu rasa ketidakadilan kolektif dan dipicu ajakan di media sosial. albadarpost.com, LENSA – Kriminolog Universitas Indonesia (UI) Adrianus Meliala menilai aksi penjarahan terhadap rumah sejumlah anggota DPR dan menteri pada gelombang demonstrasi 25–31 Agustus lalu bukanlah tindakan spontan. Menurutnya, peristiwa itu merupakan akumulasi dari rasa ketidakadilan yang dirasakan […]

  • rokok ilegal

    Bea Cukai Jabar Tindak Rokok Ilegal, 88 Juta Batang Disita

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Bea Cukai Jawa Barat menyita 88 juta batang rokok ilegal hingga November 2025, mayoritas dari jalur darat perlintasan. albadarpost.com, LENSA – Kepala Kantor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Jawa Barat, Setiawan, menyatakan wilayahnya menjadi titik perlintasan paling strategis dalam distribusi rokok ilegal. Hingga November 2025, total 88 juta batang rokok tanpa cukai disita dan dimusnahkan […]

expand_less