Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perbedaan arah Dishub dan Kominfo soal parkir menyingkap masalah koordinasi dan tata kelola kebijakan digital Tasikmalaya.


Parkir Manual vs Digital, Masalah Arah Kebijakan

albadarpost.com, EDITORIALKota Tasikmalaya sedang menghadapi persoalan yang tampak teknis, tetapi berdampak langsung pada tata kelola publik. Dinas Perhubungan (Dishub) memilih mempertahankan sistem retribusi parkir manual, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyiapkan sistem parkir digital berbasis data.

Perbedaan arah ini bukan sekadar soal metode penarikan retribusi. Ia menyentuh soal efektivitas pendapatan daerah, integritas data, dan keseriusan pemerintah kota dalam mengelola inovasi internal.


Fakta Dasar: Target Naik, Sistem Tetap Lama

Dishub Kota Tasikmalaya berencana menaikkan target retribusi parkir tahun 2026 dari Rp2,006 miliar menjadi Rp2,65 miliar. Kenaikan ini dibarengi kampanye #GratisTanpaKarcis, yang secara praktis tetap mengandalkan sistem manual berbasis juru parkir dan pengawasan lapangan.

Tujuan Dishub jelas: meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan kebocoran. Namun, pendekatan yang dipilih masih bergantung pada karcis fisik, pencatatan manual, dan kontrol konvensional yang selama ini dikenal rawan selisih data.

Di sisi lain, Kominfo Kota Tasikmalaya telah mengembangkan aplikasi parkir digital berbasis CCTV dan sistem deteksi objek. Teknologi ini mampu menghitung kendaraan masuk dan keluar secara otomatis, menyajikan data real-time, serta mengurangi ruang manipulasi laporan.

Ironisnya, inovasi tersebut belum menjadi rujukan utama kebijakan lintas dinas.


Analisis Redaksi: Masalah Koordinasi, Bukan Teknologi

Perbedaan ini memperlihatkan masalah klasik pemerintahan daerah: ego sektoral dan absennya orkestrasi kebijakan. Bukan karena teknologi belum siap, melainkan karena kebijakan tidak berjalan dalam satu komando.

Dalam kerangka tata kelola modern, sistem parkir digital seharusnya menjadi instrumen utama transparansi PAD. Data real-time memungkinkan pengawasan berlapis, audit lebih akurat, dan evaluasi kebijakan berbasis bukti, bukan asumsi.

Redaksi menilai, bertahannya sistem manual di tengah ketersediaan teknologi internal justru berpotensi memperlebar celah kebocoran. Apalagi ketika target pendapatan dinaikkan tanpa perubahan fundamental pada sistem pengumpulan.

Baca juga: Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

Jika alasan Dishub adalah perlindungan terhadap mata pencaharian juru parkir, maka solusi kebijakan semestinya berupa skema transisi, bukan stagnasi sistem.


Konteks Historis: Pola Lama yang Terulang

Fenomena ini bukan hal baru. Banyak daerah menghadapi masalah serupa: inovasi internal tersedia, tetapi tidak diadopsi karena minim koordinasi lintas SKPD. Akibatnya, belanja teknologi menjadi simbol, bukan alat perubahan.

Di sejumlah kota lain, digitalisasi parkir justru menjadi pintu masuk reformasi layanan publik—dari integrasi data hingga peningkatan kepercayaan publik. Tasikmalaya berisiko tertinggal jika tetap terjebak pada logika sektoral.


Sikap Redaksi: Sinkronisasi Harus Dipimpin

Albadarpost berpandangan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan sebagai perbedaan teknis antar-dinas. Wali Kota dan pimpinan daerah harus mengambil peran sebagai pengarah kebijakan, bukan penonton konflik diam-diam.

Sinkronisasi kebijakan parkir adalah ujian nyata komitmen reformasi birokrasi. Inovasi yang lahir dari aparatur sendiri harus diberi ruang, diuji, dan dikembangkan—bukan diabaikan.

Jika pemerintah kota serius mengejar PAD yang bersih dan berkelanjutan, maka keberanian meninggalkan cara lama adalah keniscayaan.


Reflektif

Parkir hanyalah satu sektor kecil, tetapi cara mengelolanya mencerminkan arah besar pemerintahan. Tanpa komando yang jelas, inovasi akan terus terparkir, sementara kebocoran melaju tanpa rem. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku UMKM Indonesia menjalankan bisnis online dari rumah menggunakan laptop dan smartphone dengan suasana kerja produktif.

    Diam-Diam Banyak UMKM Sukses dari Peluang Digital Ini

    • calendar_month Sabtu, 21 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 8
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Peluang UMKM digital kini menjadi jalan baru bagi banyak orang untuk mengubah kondisi ekonomi mereka. Menariknya, peluang usaha digital, bisnis UMKM online, dan usaha kecil berbasis teknologi berkembang jauh lebih cepat dibanding model bisnis lama. Namun ironisnya, sebagian pelaku usaha masih belum melihat perubahan besar ini. Padahal, di balik layar media […]

  • OJK program 3 juta rumah

    Kabar Baik untuk Pejuang Rumah: Aturan SLIK Diubah, KPR Kini Lebih Mudah

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 18
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Punya rumah sering terasa seperti mimpi yang sulit dijangkau. Banyak orang sudah menabung bertahun-tahun, tetapi gagal di tahap pengajuan KPR. Penyebabnya sering sama: riwayat kredit di SLIK. Namun kini, angin segar datang. OJK dukung akselerasi program 3 juta rumah dengan mulai menunjukkan perubahan nyata setelah aturan SLIK diperbarui. Sistem yang dulu […]

  • lima kesempatan hidup

    Lima Kesempatan Hidup Manusia yang Sering Disia-siakan

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 14
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Ulama kembali mengingatkan umat Islam tentang bahaya mengabaikan lima kesempatan hidup yang ditegaskan Rasulullah SAW. Peringatan ini bukan sekadar nasihat moral, melainkan kritik terbuka terhadap pola hidup umat yang kian lalai mengelola waktu, kesehatan, dan kemampuan. Ketika peluang hidup disia-siakan, dampaknya tidak berhenti pada individu, tetapi meluas menjadi krisis sosial dan spiritual. […]

  • Kolaborasi Persib Bandung dan operator liga dalam penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 demi prestasi internasional

    Kolaborasi Klub dan Liga, Kunci Idealnya Jadwal BRI Super League 2025/2026

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 11
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Di tengah ketatnya kalender sepak bola modern, satu hal menjadi semakin jelas: kompetisi berkualitas lahir dari komunikasi yang sehat. Penyesuaian Jadwal BRI Super League 2025/2026 menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi klub dan operator liga mampu menjaga performa tim sekaligus martabat kompetisi nasional. Persib Bandung, yang tampil di dua panggung berbeda—domestik dan […]

  • ilustrasi pencairan tpg guru madrasah 2026

    Akhirnya Cair! TPG Guru Madrasah Mulai Dibayarkan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 10
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kabar yang dinanti akhirnya datang. TPG madrasah cair secara bertahap mulai Maret 2026. Pencairan tunjangan profesi guru madrasah ini menjadi kabar baik bagi para pendidik di seluruh Indonesia, terutama bagi mereka yang selama ini menunggu kepastian pembayaran. Tidak hanya guru yang telah lama bersertifikasi, pemerintah juga memastikan bahwa lulusan Pendidikan Profesi […]

  • Profil Ketua Umum MUI Anwar Iskandar bersama jajaran tokoh kunci pengurus Majelis Ulama Indonesia periode 2025-2030

    Mengenal Pengurus MUI 2025–2030 dan Tokoh Kuncinya

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Majelis Ulama Indonesia resmi memasuki babak baru kepemimpinan setelah mengumumkan susunan Pengurus MUI 2025–2030. Sorotan utama publik tertuju pada sosok Ketua Umum yang baru, Anwar Iskandar, serta jajaran tokoh kunci yang akan mengawal arah organisasi ulama terbesar di Indonesia selama lima tahun ke depan. Pergantian kepemimpinan ini menjadi momentum penting bagi MUI. […]

expand_less