Breaking News
light_mode
Beranda » Editorial » Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

Parkir Manual vs Digital, Ujian Koordinasi Kebijakan Kota Tasikmalaya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Sabtu, 13 Des 2025
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perbedaan arah Dishub dan Kominfo soal parkir menyingkap masalah koordinasi dan tata kelola kebijakan digital Tasikmalaya.


Parkir Manual vs Digital, Masalah Arah Kebijakan

albadarpost.com, EDITORIALKota Tasikmalaya sedang menghadapi persoalan yang tampak teknis, tetapi berdampak langsung pada tata kelola publik. Dinas Perhubungan (Dishub) memilih mempertahankan sistem retribusi parkir manual, sementara Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah menyiapkan sistem parkir digital berbasis data.

Perbedaan arah ini bukan sekadar soal metode penarikan retribusi. Ia menyentuh soal efektivitas pendapatan daerah, integritas data, dan keseriusan pemerintah kota dalam mengelola inovasi internal.


Fakta Dasar: Target Naik, Sistem Tetap Lama

Dishub Kota Tasikmalaya berencana menaikkan target retribusi parkir tahun 2026 dari Rp2,006 miliar menjadi Rp2,65 miliar. Kenaikan ini dibarengi kampanye #GratisTanpaKarcis, yang secara praktis tetap mengandalkan sistem manual berbasis juru parkir dan pengawasan lapangan.

Tujuan Dishub jelas: meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menekan kebocoran. Namun, pendekatan yang dipilih masih bergantung pada karcis fisik, pencatatan manual, dan kontrol konvensional yang selama ini dikenal rawan selisih data.

Di sisi lain, Kominfo Kota Tasikmalaya telah mengembangkan aplikasi parkir digital berbasis CCTV dan sistem deteksi objek. Teknologi ini mampu menghitung kendaraan masuk dan keluar secara otomatis, menyajikan data real-time, serta mengurangi ruang manipulasi laporan.

Ironisnya, inovasi tersebut belum menjadi rujukan utama kebijakan lintas dinas.


Analisis Redaksi: Masalah Koordinasi, Bukan Teknologi

Perbedaan ini memperlihatkan masalah klasik pemerintahan daerah: ego sektoral dan absennya orkestrasi kebijakan. Bukan karena teknologi belum siap, melainkan karena kebijakan tidak berjalan dalam satu komando.

Dalam kerangka tata kelola modern, sistem parkir digital seharusnya menjadi instrumen utama transparansi PAD. Data real-time memungkinkan pengawasan berlapis, audit lebih akurat, dan evaluasi kebijakan berbasis bukti, bukan asumsi.

Redaksi menilai, bertahannya sistem manual di tengah ketersediaan teknologi internal justru berpotensi memperlebar celah kebocoran. Apalagi ketika target pendapatan dinaikkan tanpa perubahan fundamental pada sistem pengumpulan.

Baca juga: Polres Sumedang Tetapkan Kades Jatinangor sebagai Pengguna Narkoba

Jika alasan Dishub adalah perlindungan terhadap mata pencaharian juru parkir, maka solusi kebijakan semestinya berupa skema transisi, bukan stagnasi sistem.


Konteks Historis: Pola Lama yang Terulang

Fenomena ini bukan hal baru. Banyak daerah menghadapi masalah serupa: inovasi internal tersedia, tetapi tidak diadopsi karena minim koordinasi lintas SKPD. Akibatnya, belanja teknologi menjadi simbol, bukan alat perubahan.

Di sejumlah kota lain, digitalisasi parkir justru menjadi pintu masuk reformasi layanan publik—dari integrasi data hingga peningkatan kepercayaan publik. Tasikmalaya berisiko tertinggal jika tetap terjebak pada logika sektoral.


Sikap Redaksi: Sinkronisasi Harus Dipimpin

Albadarpost berpandangan, persoalan ini tidak bisa dibiarkan sebagai perbedaan teknis antar-dinas. Wali Kota dan pimpinan daerah harus mengambil peran sebagai pengarah kebijakan, bukan penonton konflik diam-diam.

Sinkronisasi kebijakan parkir adalah ujian nyata komitmen reformasi birokrasi. Inovasi yang lahir dari aparatur sendiri harus diberi ruang, diuji, dan dikembangkan—bukan diabaikan.

Jika pemerintah kota serius mengejar PAD yang bersih dan berkelanjutan, maka keberanian meninggalkan cara lama adalah keniscayaan.


Reflektif

Parkir hanyalah satu sektor kecil, tetapi cara mengelolanya mencerminkan arah besar pemerintahan. Tanpa komando yang jelas, inovasi akan terus terparkir, sementara kebocoran melaju tanpa rem. (Ds)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • jadwal pemesanan tiket KAI

    Catat, Ini Jadwal Pemesanan Tiket KAI Jelang Mudik 2026

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 197
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL — Mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memicu lonjakan penumpang kereta api di berbagai daerah. Kereta Api Indonesia (KAI) menjadi pilihan utama masyarakat karena menawarkan perjalanan yang aman, tepat waktu, dan relatif terjangkau. Dalam situasi ini, memahami jadwal pemesanan tiket KAI menjadi faktor penting agar calon pemudik tidak kehilangan kesempatan pulang ke kampung […]

  • Inggris vs Norwegia

    VAR dan Bellingham Antar Inggris ke Semifinal

    • calendar_month Minggu, 12 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 78
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Inggris vs Norwegia menghadirkan drama yang nyaris tak memberi ruang bagi penonton untuk bernapas. Dalam laga perempat final Piala Dunia 2026 itu, Timnas Inggris bangkit dari tekanan, memanfaatkan momentum, lalu menutup pertandingan dengan kemenangan 2-1 berkat dua gol Jude Bellingham. Di sisi lain, Norwegia harus mengubur mimpi melaju ke semifinal setelah […]

  • Andrea Pirlo

    Andrea Pirlo Masuk Bursa Pelatih Italia, Peluangnya Belum Aman

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 115
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Nama Andrea Pirlo kembali menghangat dalam bursa calon pelatih Timnas Italia. Mantan gelandang legendaris Azzurri itu disebut-sebut sebagai salah satu figur yang layak memimpin generasi baru sepak bola Italia. Namun, di balik antusiasme publik, peluang Andrea Pirlo belum sepenuhnya aman. Pengalaman melatih, persaingan dengan kandidat lain, hingga arah kebijakan Federasi Sepak […]

  • Memupuk Nasionalisme Generasi Emas Lewat Permainan

    Memupuk Nasionalisme Generasi Emas Lewat Permainan

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle admin
    • visibility 215
    • 0Komentar

    albadarpost.com – WARTA MITRA. Membentuk karakter dan nasionalisme generasi muda kini bisa dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Kesbang Kab. Tasikmalaya mengajak 150 siswa SMP Negeri 1 Cigalontang mengikuti sosialisasi wawasan kebangsaan melalui permainan kartu modern. Kegiatan ini dirancang untuk menumbuhkan nilai persatuan, kerja sama, dan tanggung jawab sejak dini. Meskipun berbasis kartu fisik, permainan ini […]

  • sambal udang rebon

    Sambal Bawang Udang Rebon Laziiz

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 225
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di banyak dapur rumah tangga, aroma cabai dan bawang yang ditumis masih menjadi penanda waktu makan akan segera tiba. Salah satu yang kerap muncul adalah sambal udang rebon—sederhana, pedas, dan lekat dengan selera rumahan. Ia tidak tampil mewah, tetapi hampir selalu habis lebih dulu. Bagi banyak keluarga, sambal ini bukan sekadar pelengkap. […]

  • Ilustrasi seseorang berdoa dalam kondisi takut dan cemas di malam hari dengan suasana hening dan penuh harapan

    Jangan Panik! Ini Doa Saat Takut yang Bikin Hati Langsung Tenang

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 237
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Pernah merasa tiba-tiba cemas tanpa sebab jelas? Jantung berdebar, pikiran penuh kekhawatiran, dan suasana terasa mencekam. Di momen seperti itu, banyak orang mencari doa ketika takut, doa saat cemas, atau doa penenang hati sebagai pegangan. Dalam Islam, rasa takut bukan sekadar emosi—ia adalah sinyal agar manusia kembali mengingat Allah dan memperkuat tawakal. […]

expand_less