Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Daerah » BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

BPBD Tasikmalaya Percepat Pemangkasan Pohon di Jalan Nasional

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya percepat pemangkasan pohon di jalan nasional untuk mengurangi ancaman saat cuaca ekstrem.

albadarpost.com, LENSA – Hujan yang kian sering turun dalam beberapa pekan terakhir mendorong BPBD Kabupaten Tasikmalaya mempercepat pemangkasan pohon di sepanjang ruas jalan nasional. Langkah ini diputuskan setelah keluhan warga semakin banyak, terutama mengenai pohon-pohon besar yang dinilai rawan tumbang saat angin kencang. Ancaman itu bukan hal baru, tetapi intensitas cuaca ekstrem membuat risiko kian nyata bagi pengguna jalan.

Keputusan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi lintas sektor pada Jumat, 5 Desember 2025, pukul 13.00 WIB. Pertemuan digelar menindaklanjuti laporan masyarakat serta permohonan resmi dari Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Provinsi Jawa Barat agar penanganan dilakukan segera. Rapat itu menjadi respons langsung terhadap situasi yang dianggap mendesak.

“Warga sudah lama resah. Setiap kali hujan deras, mereka khawatir melintas karena pohonnya condong dan mudah patah,” kata seorang pejabat yang terlibat dalam koordinasi tersebut. Pernyataan itu mencerminkan tekanan publik yang selama ini terasa namun belum tertangani secara sistematis.


Evaluasi Risiko dan Rencana Pemangkasan Pohon

Kabupaten Tasikmalaya berada pada wilayah rawan cuaca ekstrem, terutama pada November hingga Februari. Pada periode ini, hujan disertai angin kencang sering muncul secara tiba-tiba. Kondisi itu membuat pohon-pohon besar di tepi jalan nasional menjadi potensi bahaya. Di beberapa titik, cabangnya menjulur rendah dan sebagian batang terlihat rapuh.

BPBD menyimpulkan bahwa pemangkasan pohon harus dilakukan secara terukur dengan mengutamakan keselamatan pengguna jalan. Prosesnya akan melibatkan beberapa unsur: BPBD, Satker PJN, Dinas Lingkungan Hidup, kepolisian, dan pihak kecamatan. Pendekatan kolaboratif dipilih agar penanganan cepat tanpa mengganggu arus lalu lintas.

Analisis awal menunjukkan sedikitnya empat segmen jalan memiliki tingkat kerawanan tinggi. Kriteria yang dipakai meliputi usia pohon, posisi terhadap badan jalan, dan riwayat insiden pada musim penghujan sebelumnya. Evaluasi ini menjadi dasar agar pemangkasan dilakukan tepat sasaran, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Baca juga: KPK Gelar Hakordia 2025 untuk Perkuat Gerakan Antikorupsi Nasional


Respons Warga dan Dampak pada Keamanan Publik

Keluhan warga ikut memperkuat urgensi pemangkasan pohon. Mereka menilai kondisi itu sudah lama terabaikan. “Kami perlu rasa aman saat lewat. Kalau hujan besar dan angin turun tiba-tiba, itu bikin takut,” ujar seorang warga di wilayah Cihideung.

Dengan adanya rencana pemangkasan pohon terjadwal, BPBD berharap risiko kecelakaan dapat ditekan. Pengguna jalan nasional—terutama pekerja harian, pedagang, dan angkutan umum—menjadi kelompok yang paling sering terpapar bahaya. Jalan nasional di Tasikmalaya bukan hanya jalur lokal, tetapi juga konektor ekonomi antardaerah yang vital.

Pemangkasan juga diperkirakan mengurangi gangguan lalu lintas ketika hujan deras melanda. Selama ini, pohon tumbang sering menutup sebagian lajur dan menimbulkan kemacetan panjang. Langkah pencegahan dianggap lebih efisien daripada penanganan setelah kejadian.

Pemangkasan pohon di Tasikmalaya dipercepat untuk menekan risiko kecelakaan saat cuaca ekstrem dan meningkatkan keamanan pengguna jalan. (Red/Asep Chandra)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kebijakan ASN

    Apa Yang Membuat Dedi Naik?

    • calendar_month Sabtu, 8 Nov 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Faktor kenaikan elektoral Dedi Mulyadi terlihat dari basis Jabar, kebijakan publik, dan perubahan peta politik nasional. Pendahuluan: Kenaikan yang Tidak Datang dari Ruang Hampa Lonjakan elektabilitas Dedi Mulyadi dalam simulasi calon presiden versi Indikator Politik Indonesia masih menjadi tanda tanya besar—bahkan di kalangan analis politik. Dalam survei yang dirilis 8 November 2025, elektabilitas Dedi mencapai […]

  • Istigosah dan doa bersama peringatan 44 tahun letusan Gunung Galunggung 1982 di Cipanas Galunggung Tasikmalaya

    44 Tahun Letusan Galunggung: Doa Bersama Menggetarkan Hati Warga Tasikmalaya

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarapost.com, BERITA DAERAH – Letusan Gunung Galunggung 1982 kembali dikenang melalui kegiatan istigosah dan doa bersama yang berlangsung penuh khidmat. Peringatan ini sekaligus menjadi pengingat akan dahsyatnya bencana sekaligus hikmah besar yang ditinggalkannya bagi masyarakat Tasikmalaya. Bertempat di kawasan Cipanas Galunggung pada 5 April 2026, kegiatan ini menandai dimulainya rangkaian acara Memory of Galunggung. Pemerintah […]

  • Rp 53 Miliar

    Pensiun Tetap Cuan, Rp 53 Miliar Hasil Korupsi Masuk Kantong

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 17
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Kasus dugaan pemerasan izin tenaga kerja asing (TKA) yang diusut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka fakta krusial: korupsi tidak berhenti ketika jabatan berakhir. Aliran dana Rp 53 miliar justru tetap berjalan meski salah satu tersangka telah pensiun dari aparatur sipil negara. Fakta ini menyingkap wajah lain korupsi birokrasi. Kejahatan tidak sekadar […]

  • Korban kekerasan seksual duduk termenung di ruang gelap, menggambarkan ketakutan dan hambatan melapor ke aparat hukum.

    Korban Kekerasan Seksual Lebih Memilih Diam, Mengapa?

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    albadarpost.com, HUMANIORA – Kekerasan seksual terus terjadi di berbagai ruang kehidupan masyarakat Indonesia. Namun, ironi paling menyakitkan justru muncul setelah peristiwa itu terjadi: sebagian besar korban memilih diam. Mereka tidak melapor ke aparat penegak hukum, tidak mendatangi layanan pendampingan, bahkan tidak menceritakan pengalaman traumatis itu kepada orang terdekat. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan besar: apa yang […]

  • perjalanan dinas

    Perjalanan Dinas: Pos Favorit Anggaran yang Minim Dampak Publik

    • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: perjalanan dinas terus membebani anggaran publik tanpa dampak layanan yang jelas. Perjalanan Dinas yang Tak Pernah Sepi albadarpost.com, EDITORIAL – Perjalanan dinas kembali menjadi sorotan. Bukan karena prestasinya, melainkan karena ketahanannya sebagai pos anggaran yang nyaris tak tersentuh kritik serius. Dari pusat hingga daerah, pos ini terus tumbuh dan nyaris selalu habis terserap. […]

  • digitalisasi Pemkab Tasikmalaya

    Pemkab Tasikmalaya Lambat Digital, Rakyat Bayar Harga Birokrasi

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Editorial Albadarpost: birokrasi manual akibat mandeknya digitalisasi Pemkab Tasikmalaya membebani waktu, biaya, dan hak warga. Birokrasi Manual dan Harga yang Harus Dibayar Warga albadarpost.com, EDITORIAL – Ketika digitalisasi Pemkab Tasikmalaya berjalan di tempat, yang paling terdampak bukanlah sistem atau aplikasi, melainkan warga. Proses administrasi yang masih manual memaksa masyarakat membayar biaya sosial yang nyata: waktu […]

expand_less