Breaking News
light_mode
Beranda » Humaniora » Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

Solusi Pascapanen Singkong, Cerita Mahasiswa dan UMKM Desa

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, HUMANIORA – Cuaca mendung kerap menjadi momok bagi pelaku UMKM olahan singkong di desa. Proses pengeringan yang bergantung pada sinar matahari sering terhenti, sementara kebutuhan produksi terus berjalan. Kondisi inilah yang mendorong mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) turun langsung ke lapangan membawa solusi pascapanen singkong berbasis teknologi tepat guna.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa UPI merancang alat pengering singkong bertenaga surya. Alat ini membantu UMKM dan petani menjaga kualitas singkong kering tanpa bergantung sepenuhnya pada cuaca. Inovasi tersebut lahir dari pengamatan sederhana terhadap persoalan sehari-hari yang dihadapi pelaku usaha kecil.


Dari Masalah Lapangan ke Solusi Nyata

Bagi UMKM singkong, waktu pengeringan sangat menentukan. Proses yang terlalu lama berisiko menurunkan kualitas dan memicu pembusukan. Mahasiswa UPI melihat persoalan ini sebagai tantangan yang bisa dijawab dengan pendekatan teknologi sederhana.

Baca juga: Masuk PTN Jalur SNBP dan SNBT Jadi Andalan

Alat pengering yang dikembangkan memanfaatkan energi matahari sebagai sumber utama. Sistem pemanas dan penyimpanan daya membuat proses pengeringan tetap berjalan meski cuaca tidak bersahabat. Desain alat dibuat ringkas dan mudah digunakan agar pelaku UMKM dapat mengoperasikannya secara mandiri.

Mahasiswa tidak hanya menyerahkan alat, tetapi juga mendampingi proses penggunaannya. Mereka melatih pelaku UMKM memahami cara kerja alat, perawatan, serta penyesuaian kapasitas produksi sesuai kebutuhan.


UMKM Merasakan Perubahan

Bagi pelaku UMKM, kehadiran alat ini membawa perubahan nyata. Proses pengeringan menjadi lebih cepat dan hasil singkong kering lebih merata. Produk yang dihasilkan juga lebih higienis dan siap diolah menjadi berbagai jenis makanan.

Efisiensi waktu memberi ruang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan produksi. Risiko kerugian akibat cuaca dapat ditekan. Kondisi ini membuka peluang untuk memperluas pemasaran dan menambah pendapatan.

Baca juga: Putusan MK Tegaskan Garis Merah Sengketa Jurnalistik

Pelaku UMKM menilai inovasi ini membantu mereka bertahan di tengah tantangan ekonomi. Dengan biaya operasional yang lebih terkendali, usaha kecil memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang.


Mahasiswa sebagai Agen Perubahan

Inovasi ini menegaskan peran mahasiswa sebagai agen perubahan sosial. Pengetahuan dari bangku kuliah diterjemahkan menjadi solusi konkret yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini memperkuat hubungan antara kampus dan desa.

Mahasiswa UPI melihat inovasi teknologi tepat guna sebagai pintu masuk untuk membangun kemandirian UMKM. Energi surya dipilih karena mudah diakses dan ramah lingkungan. Pendekatan ini juga mendukung praktik usaha berkelanjutan.

Ke depan, mahasiswa berharap teknologi ini dapat direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik serupa. Dukungan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dinilai penting agar inovasi berbasis kampus dapat menjangkau lebih banyak pelaku UMKM.

Melalui solusi pascapanen singkong yang sederhana namun berdampak, mahasiswa membuktikan bahwa perubahan besar sering berawal dari perhatian pada persoalan kecil di sekitar kita. (AC)


  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • gencatan senjata lebanon

    Hezbollah Setuju Gencatan Senjata, Tapi Syaratnya Bikin Situasi Makin Rawan

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 24
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DUNIA – Suasana di wilayah selatan Lebanon belum benar-benar tenang. Di tengah isu gencatan senjata Lebanon, ketegangan masih terasa kuat. Hezbollah memang menyatakan dukungan terhadap gencatan senjata Lebanon, tetapi sikap mereka dalam konflik Israel Lebanon justru mengirim sinyal keras bahwa situasi belum aman. Ultimatum Tegas: “Tidak Ada Ruang untuk Dominasi” Hezbollah tidak menolak […]

  • Rekrutmen TNI AD 2026

    Masuk TNI AD 2026 Gratis: Ini Jalur Resminya

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Rekrutmen TNI AD 2026 dibuka gratis dan transparan. Calon prajurit diminta mendaftar lewat portal resmi dan waspada calo. albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) resmi membuka rekrutmen Bintara dan Tamtama Tahun Anggaran 2026. Pendaftaran ini menjadi peluang besar bagi generasi muda Indonesia yang ingin mengabdikan diri sebagai prajurit. Namun di […]

  • klaim intelijen

    Saudi Bombardir Yaman Selatan

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Serangan udara Saudi ke Yaman selatan menandai eskalasi baru konflik internal dan gagalnya upaya damai regional. Serangan Udara Saudi Picu Eskalasi Baru albadarpost.com, BERITA DUNIA – Koalisi militer pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Yaman selatan. Target utama serangan kali ini adalah posisi Dewan Transisi Selatan (STC), kelompok separatis yang selama ini […]

  • Desersi

    Fenomena Desersi: Aparat Negara Pilih Kontrak Militer Asing

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 19
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Fenomena desersi kembali menjadi sorotan publik setelah mencuatnya kasus anggota aparat negara yang memilih bergabung dengan militer asing sebagai tentara bayaran. Keputusan tersebut memicu perbincangan luas karena menyangkut loyalitas, etika profesi, dan konsekuensi hukum yang mengikutinya. Desersi dalam konteks ini tidak hanya berarti meninggalkan tugas, tetapi juga memutus ikatan dinas dengan […]

  • Pertumbuhan ekonomi Tasikmalaya 2025 meningkat dengan grafik naik, ilustrasi pembangunan daerah dan aktivitas masyarakat

    Ekonomi Tasikmalaya Tumbuh, Bupati Cecep Fokus Entaskan Kemiskinan dari Pinggiran

    • calendar_month Rabu, 8 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 32
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, memaparkan capaian pembangunan daerah tahun 2025 dalam kegiatan Rapat Koordinasi dan Halal Bihalal SDM Program Keluarga Harapan (PKH) di Pendopo Baru, Selasa (07/04/2026). Dalam pemaparannya, ekonomi Tasikmalaya 2025 menunjukkan tren menggembirakan. Laju pertumbuhan ekonomi mencapai 5,31%, hanya terpaut tipis sekitar 0,1 persen dari rata-rata Provinsi […]

  • cemilan pereda pegal dan pusing

    Capek dan Pusing Setelah Kerja? Coba 8 Cemilan Ini, Efektif Pulihkan Energi!

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Cemilan pereda pegal dan pusing bantu tubuh pulih cepat setelah kerja dan jaga energi tetap stabil. Cemilan Pereda Pegal dan Pusing, Solusi Cepat Pulihkan Tubuh Setelah Seharian Bekerja albadarpost.com, PELITA – Setelah melewati jam kerja yang panjang, tubuh sering kali memberi sinyal kelelahan melalui rasa pegal, pusing, atau kepala terasa berat. Kondisi ini bukan sekadar […]

expand_less