Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Nasional » Santri Bisa Ikut Festival Film 2026, Ini Syaratnya

Santri Bisa Ikut Festival Film 2026, Ini Syaratnya

  • account_circle redaktur
  • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
  • visibility 52
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

albadarpost.com, BERITA NASIONAL – Festival Film Santri 2026 menjadi kesempatan bagi santri aktif dari pondok pesantren di seluruh Indonesia untuk menuangkan kreativitas melalui karya audiovisual. Ajang ini diselenggarakan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU sebagai bagian dari rangkaian menyambut Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).

Dilansir dari NU Online, festival tersebut hadir untuk memberikan ruang ekspresi kepada para santri sekaligus mengangkat berbagai cerita menarik mengenai kehidupan pesantren melalui medium film. Penanggung jawab Festival Film Santri Nasional 2026, Abdullah Hamid, menyebut kegiatan ini menjadi salah satu ruang bagi santri untuk menunjukkan kreativitasnya.

Tahun ini, penyelenggara mengusung tema “Semangat Pesantrenku Aman”. Tema tersebut dapat menjadi ruang bagi peserta untuk mengolah cerita mengenai kehidupan pesantren dari sudut pandang mereka sendiri.

Deadline Festival Film Santri 2026 Tinggal Dekat

Bagi santri yang tertarik mengikuti kompetisi ini, tenggat waktu menjadi informasi yang tidak boleh terlewat.

RMI PBNU menetapkan 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB sebagai batas akhir pengumpulan karya. Selain itu, pendaftaran Festival Film Santri Nasional 2026 tidak dipungut biaya.

Karena batas waktunya sudah dekat, calon peserta perlu segera memastikan karya telah memenuhi ketentuan. Pemeriksaan akhir bisa mencakup durasi film, kategori yang dipilih, kelengkapan administrasi, hingga kesiapan berkas sebelum dikirim.

Informasi mengenai petunjuk teknis dan formulir pendaftaran juga telah disediakan oleh penyelenggara melalui pranala yang dicantumkan dalam pengumuman Festival Film Santri Nasional 2026.

Dua Kategori Film yang Bisa Diikuti

Festival Film Santri 2026 membuka dua kategori utama. Peserta dapat memilih jenis karya sesuai konsep dan kemampuan produksinya.

Pertama, Film Pendek Fiksi. Kategori ini memiliki batas durasi maksimal tujuh menit. Peserta dapat mengembangkan cerita rekaan dengan karakter, konflik, dialog, dan visual yang menggambarkan kehidupan pesantren.

Kedua, Film Dokumenter. Kategori ini memiliki durasi maksimal lima menit. Peserta dapat mengangkat kisah nyata dan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan kehidupan pesantren.

Kedua kategori tersebut memberikan ruang yang berbeda bagi peserta. Film fiksi dapat mengandalkan kekuatan cerita dan karakter, sedangkan dokumenter dapat menonjolkan realitas, tokoh, maupun peristiwa yang terjadi di lingkungan pesantren.

Cerita Sederhana dari Pesantren Bisa Jadi Karya

Menariknya, peserta tidak harus mencari cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari.

Lingkungan pesantren justru memiliki banyak bahan cerita. Aktivitas mengaji, persahabatan antarsantri, hubungan dengan pengasuh, kegiatan belajar, tradisi pondok, hingga dinamika kehidupan asrama dapat menjadi sumber inspirasi.

Yang menentukan kekuatan film bukan hanya besar atau kecilnya peristiwa. Cara menyampaikan cerita, sudut pandang, karakter, visual, serta pesan yang ingin disampaikan juga memiliki peran penting.

Karena itu, santri dapat memulai proses kreatif dari lingkungan terdekat. Cerita yang tampak sederhana bisa menjadi menarik ketika peserta mampu melihatnya dari sudut pandang yang segar.

Festival Film Santri 2026 pada akhirnya bukan hanya tentang menghasilkan film untuk kompetisi. Ajang ini juga membuka ruang agar santri dapat menceritakan kehidupan pesantren menggunakan bahasa yang mereka kuasai.

Ada Trofi dan Penghargaan untuk Karya Terbaik

Selain menjadi ruang kreativitas, Festival Film Santri Nasional 2026 juga menyediakan penghargaan bagi peserta dengan karya terbaik.

Dilansir dari NU Online, penyelenggara menyiapkan trofi untuk Juara 1, Juara 2, dan Juara 3 pada masing-masing kategori. Selain itu, tersedia penghargaan untuk film terfavorit serta sertifikat penghargaan bagi peserta.

Penghargaan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap kreativitas santri. Namun, nilai penting festival ini tidak hanya terletak pada trofi.

Lebih jauh, karya yang lahir dari festival dapat menjadi dokumentasi mengenai kehidupan pesantren sekaligus memperkenalkan berbagai cerita dari lingkungan pondok kepada masyarakat yang lebih luas.

Jangan Tunggu Hari Terakhir

Santri aktif dari pondok pesantren di seluruh Indonesia masih memiliki kesempatan untuk mengikuti Festival Film Santri 2026, selama karya dikirim sesuai ketentuan dan sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.

Pendaftaran gratis, tetapi deadline pengumpulan karya adalah 25 Agustus 2026 pukul 23.59 WIB. Karena itu, calon peserta sebaiknya tidak menunggu hingga jam-jam terakhir.

Petunjuk teknis unduh di s.id/JuknisFestFilmSantriNasional2026 dan formulir pendaftaran tersedia melalui link s.id/FestivalFilmSantriNasional2026. Calon peserta juga perlu membaca ketentuan secara menyeluruh agar karya yang dikirim sesuai kategori dan persyaratan.

Pada akhirnya, sebuah kamera hanya menjadi alat. Yang membuat sebuah film bernilai adalah cerita yang dibawa di dalamnya.

Santri tidak kekurangan cerita. Yang sering kurang hanyalah keberanian untuk mulai merekamnya. Festival Film Santri 2026 memberi panggung—selebihnya, biarkan cerita pesantren berbicara melalui karya mereka sendiri. (Red)

  • Penulis: redaktur

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perbandingan sistem kuota haji

    Perbandingan Sistem Kuota Haji di Negara Lain, Indonesia Perlu Belajar?

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle redaktur
    • visibility 156
    • 0Komentar

    “Perbandingan sistem kuota haji di negara lain: pelajari mekanisme alokasi Saudi, pembagian kuota, dan pelajaran penting bagi Indonesia.” albadarpost.com, CENDIKIA. Banyak negara muslim memiliki sistem pembagian kuota haji yang berbeda-beda berdasarkan populasi, aturan pemerintah, dan regulasi lokal. Perbandingan sistem kuota haji di negara lain mengungkap bagaimana praktik alokasi kuota yang adil, transparan, dan terkadang kontroversial […]

  • Anak Hilang Ditemukan

    Anak Hilang Ditemukan, Pelajaran Besar di Hari Anak Nasional

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 62
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Anak hilang ditemukan dan kembali ke pelukan keluarganya setelah proses pencarian yang melibatkan aparat kepolisian, pemerintah, Forkopimcam, serta masyarakat. Kabar anak yang sempat hilang itu menjadi angin segar bagi keluarga sekaligus mengakhiri kecemasan yang sempat menyelimuti proses pencarian anak. Informasi yang disampaikan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra, Kamis (23/7/2026) […]

  • Bata Plastik Daur Ulang

    Dari TPA ke Ruang Kelas, Garut Ubah Sampah Plastik Jadi Sekolah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 126
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH — Bata plastik daur ulang mulai mengubah wajah pendidikan di Kabupaten Garut. Material hasil pengolahan sampah plastik residu itu kini menjadi bagian dari pembangunan ruang kelas baru di SDN 3 Sukanegla, Kecamatan Garut Kota. Inovasi ramah lingkungan tersebut tidak hanya menghadirkan fasilitas belajar yang lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa sampah yang […]

  • padang arafah

    Kumpulan Doa Mustajab Saat Ibadah Haji di Tanah Suci

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 164
    • 0Komentar

    albadarpost.com, LIFESTYLE – Di antara jutaan jamaah yang berangkat ke Tanah Suci setiap tahun, ada satu hal yang sering terlihat sama: banyak yang sibuk dengan rangkaian ibadah, tetapi lupa bahwa doa haji justru menjadi inti dari seluruh perjalanan itu sendiri. Istilah lain seperti doa ibadah haji atau doa mustajab di haji sebenarnya merujuk pada satu […]

  • Kepala Desa PAW Garut

    Pesan Bupati Garut kepada 7 Kades PAW: Jangan Diam Jika Warga Punya Masalah

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 124
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Pelantikan tujuh Kepala Desa hasil Pemilihan Antar Waktu (PAW) di Kabupaten Garut bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan. Di balik prosesi yang berlangsung di Ruang Pamengkang, Jalan Kiansantang, Kecamatan Garut Kota, Senin (8/6/2026), Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyampaikan tugas yang jauh lebih penting: mencari anak putus sekolah dan membantu mereka kembali […]

  • Ular Kobra Tasikmalaya

    Ular Kobra Gegerkan Permukiman Tasikmalaya, Damkar Evakuasi dalam 6 Menit

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle redaktur
    • visibility 155
    • 0Komentar

    albadarpost.com, BERITA DAERAH – Seekor ular kobra berbisa membuat panik warga di salah satu permukiman Kota Tasikmalaya, Sabtu (2/5/2026) siang. Reptil mematikan itu ditemukan bersembunyi di area luar rumah warga saat aktivitas harian sedang berlangsung. Kemunculan ular kobra Tasikmalaya tersebut pertama kali diketahui Anwar Yusuf ketika sedang menjemur pakaian di halaman rumahnya. Awalnya ia mengira […]

expand_less