Ponpes Al Furqon Cianjur Terbakar, Diduga Korsleting Listrik
- account_circle redaktur
- calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
- visibility 20
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi petugas sedang memadamkan api.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
albadarpost.com, BERITA DAERAH – Aktivitas di Ponpes Al Furqon Cianjur terbakar mendadak berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api melalap sebagian bangunan pondok pesantren di Desa Jatisari, Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jumat (24/7/2026). Selain bangunan pesantren, satu rumah warga di sekitar lokasi juga ikut terdampak. Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pemeriksaan instalasi listrik secara berkala di lingkungan pendidikan, termasuk pondok pesantren, memiliki peran penting untuk mencegah kebakaran yang dapat mengganggu aktivitas belajar sekaligus menimbulkan kerugian besar.
Respons Cepat Damkar Cegah Api Merembet ke Bangunan Lain
Tak lama setelah menerima laporan dari warga, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur langsung mengerahkan satu unit mobil pemadam beserta enam personel menuju lokasi kejadian.
Sesampainya di lokasi, petugas segera memusatkan upaya pemadaman pada titik api yang membesar di area pondok pesantren. Langkah cepat tersebut menjadi kunci agar kobaran api tidak menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar permukiman.
Setelah berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan, petugas akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Hingga proses penanganan selesai, tidak ditemukan lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dugaan Sementara Berasal dari Korsleting Listrik
Berdasarkan informasi awal dari petugas di lapangan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Karena itu, masyarakat diimbau tidak menarik kesimpulan sebelum proses penyelidikan selesai. Penetapan penyebab kebakaran merupakan kewenangan aparat yang melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan teknis.
Meski demikian, kejadian ini kembali menunjukkan bahwa instalasi listrik yang sudah berusia lama atau tidak memenuhi standar dapat meningkatkan risiko munculnya percikan api apabila tidak diperiksa secara berkala.
Kerugian Ditaksir Mencapai Rp250 Juta
Kebakaran menghanguskan bangunan dengan luas sekitar 250 meter persegi. Selain fasilitas pondok pesantren, sebuah rumah warga yang berada di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan akibat kobaran api.
Akibat kejadian tersebut, nilai kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp250 juta. Meski kerugian cukup besar, tidak adanya korban jiwa menjadi kabar yang paling melegakan bagi seluruh penghuni maupun masyarakat sekitar.
Proses evakuasi berlangsung cepat sehingga para penghuni berhasil keluar dari area yang terbakar sebelum api semakin membesar.
Kebakaran Jadi Pengingat Penting bagi Pengelola Pondok Pesantren
Peristiwa di Ponpes Al Furqon bukan hanya menjadi catatan tentang sebuah musibah, tetapi juga menjadi pengingat bagi pengelola pondok pesantren, sekolah, dan lembaga pendidikan lainnya untuk lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik.
Pemeriksaan kabel, panel listrik, dan perangkat elektronik secara rutin dapat mengurangi risiko korsleting. Selain itu, penyediaan alat pemadam api ringan (APAR), jalur evakuasi yang mudah diakses, serta simulasi penanganan keadaan darurat dapat membantu meminimalkan dampak apabila terjadi kebakaran.
Langkah pencegahan memang tidak selalu terlihat hasilnya dalam waktu singkat. Namun, ketika kondisi darurat benar-benar terjadi, kesiapan tersebut dapat menjadi pembeda antara insiden yang terkendali dan bencana yang menimbulkan korban.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan yang terdampak sekaligus mengumpulkan informasi untuk memastikan penyebab kebakaran. Warga di sekitar lokasi juga diminta tetap waspada serta segera melapor apabila menemukan potensi gangguan pada instalasi listrik di lingkungan masing-masing.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kewaspadaan terhadap sistem kelistrikan tidak hanya melindungi bangunan, tetapi juga menjaga keselamatan penghuni dan keberlangsungan aktivitas pendidikan.
Api memang berhasil dipadamkan. Namun, pelajaran dari musibah ini seharusnya tidak ikut padam. Memastikan instalasi listrik tetap aman hari ini bisa menjadi langkah sederhana untuk mencegah kerugian besar di masa depan. (Red)
- Penulis: redaktur



Saat ini belum ada komentar